Articles by "Padang"

Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyediakan sebanyak 46.752 tempat duduk selama masa libur panjang dan Hari Raya Idul Adha 1447 H pada periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat.

Penyediaan kapasitas ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengantisipasi peningkatan volume perjalanan masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan dapat diandalkan selama masa libur panjang.

“Pada momentum libur Idul Adha ini, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan menyenangkan bagi pelanggan. Kereta api kini semakin diminati masyarakat karena praktis, ekonomis, nyaman, dan bebas dari kemacetan jalan raya,” ujar Reza.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yaitu KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari masih menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif yang terjangkau sebesar Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat, aman, dan nyaman tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas selama masa libur.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan setiap hari dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Selain mendukung mobilitas masyarakat umum, layanan ini juga dimanfaatkan untuk perjalanan wisata edukatif maupun rombongan pelajar melalui layanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan per hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat, mulai dari hamparan perbukitan, aliran sungai, hingga suasana pedesaan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari dukungan KAI terhadap pengembangan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambah Reza.

Berdasarkan data sementara pemesanan tiket KA Lokal per 26 Mei 2026 untuk periode keberangkatan 27 Mei hingga 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 6.500 tiket telah terjual atau sekitar 14 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring masih berlangsungnya periode penjualan tiket dan tingginya minat masyarakat untuk bepergian selama libur panjang.

Untuk mempermudah pelanggan, tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

Reza juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi KAI guna menghindari potensi penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI. Saat ini tiket masih tersedia dan masyarakat dapat merencanakan perjalanannya dengan lebih mudah dan aman,” jelas Reza.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang terus dijaga, KAI memastikan pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan selama masa libur Idul Adha.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu perjalanan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti long weekend dan hari besar keagamaan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama sejumlah pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan penutupan perlintasan liar di tiga titik wilayah Kota Pariaman, Senin (25/5).

Adapun tiga titik perlintasan liar yang ditutup berada di:
1. Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, KM 57+0/1 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman;
2. Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, KM 57+3/4 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman;
3. Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, KM 57+9/0 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Ernst Rikumahu, serta dihadiri Kapolsek Kota Pariaman, AKP Helmi, S.H., M.H beserta jajaran. Penutupan juga melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Pariaman, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans) Sumatrain, Lurah Jalan Kereta Api, Irfan SPt, perangkat kewilayahan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan.

Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil joint inspection antara KAI Divre II Sumbar bersama instansi terkait lainnya di wilayah Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah koordinasi dan evaluasi lapangan guna menentukan titik perlintasan yang akan dilakukan peningkatan penanganan maupun penutupan.

Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan penanganan perlintasan sebidang di wilayah Sumatera Barat dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan dan tidak berada dalam pengawasan resmi.

“Perlintasan liar berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara bersama-sama melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar Reza.

Ia menambahkan, ketiga perlintasan yang ditutup memiliki lebar sekitar ±2 meter dan berada di area operasional kereta api tanpa dukungan perlengkapan keselamatan sesuai standar.

Menurutnya, langkah penataan dan penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari mitigasi risiko guna menekan potensi kecelakaan di jalur kereta api. Kegiatan serupa juga akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lainnya bersama para pemangku kepentingan terkait.

Selain melalui penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga secara konsisten melaksanakan edukasi keselamatan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif, seperti sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, sekolah-sekolah, masjid/musholla, hingga pemasangan media imbauan di lokasi strategis.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi rambu dan aturan berlalu lintas.

“Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan tersendiri serta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan selalu berhati-hati dan mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Jalan Kereta Api, Irfan SPt menyampaikan dukungan dan apresiasi atas upaya bersama yang dilakukan dalam meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah Kota Pariaman.

“Saya selaku Lurah Jalan Kereta Api mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT KAI Divre II Sumbar beserta seluruh pihak terkait yang hari ini telah melaksanakan penutupan perlintasan liar di Kelurahan Jalan Kereta Api. Kami sangat mendukung langkah ini karena menyangkut keselamatan masyarakat. Penutupan perlintasan liar ini merupakan upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga di sekitar jalur kereta api,” ujar Irfan.

KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali membuka akses perlintasan liar ataupun menggunakan jalur tidak resmi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung terciptanya perjalanan kereta api yang aman dengan mematuhi aturan dan hanya menggunakan perlintasan resmi,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat sinergi kelembagaan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi perusahaan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah melalui penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Padang terkait Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, yang dilaksanakan pada Senin (25/5) di Aula Kejaksaan Negeri Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen terkait Divre II Sumbar, dan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara, S.H., M.H., Kasi Datun Kejari Padang, Vivi Nila Sari, S.H., M.H., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan menyampaikan bahwa penandatanganan kerjasama ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang baik (good corporate governance), khususnya dalam aspek bantuan hukum dan pengamanan aset perusahaan.

“Kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara KAI Divre II Sumbar dengan Kejaksaan Negeri Padang, terutama dalam penyelesaian persoalan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, serta mendukung upaya penyelamatan dan pengamanan aset perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, pendampingan hukum yang diberikan Kejaksaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memitigasi potensi risiko hukum sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami mendukung penuh langkah-langkah KAI Divre II Sumbar dalam penyelesaian sengketa, pemulihan aset, maupun tugas-tugas hukum lainnya. Kolaborasi ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, serta memberikan kepastian hukum bagi perusahaan,” ungkapnya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat aspek legalitas dan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Padang diharapkan mampu memperkuat langkah KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi berbagai tantangan hukum, khususnya terkait pengamanan aset dan penyelesaian persoalan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, perusahaan dapat lebih optimal dalam menjalankan operasional serta pelayanan kepada masyarakat,” jelas Reza.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar bersama Kepala Kejaksaan Negeri Padang dan berlangsung dengan lancar dalam suasana penuh semangat kolaborasi.

Melalui kerjasama ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi dengan Kejaksaan Negeri Padang dapat semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas perusahaan, sekaligus menghadirkan kepastian dan perlindungan hukum dalam setiap proses bisnis dan pengelolaan aset perusahaan.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun sinergi yang kuat antara KAI Divre II Sumbar dan Kejaksaan Negeri Padang.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah”, KAI Divre II Sumbar menyelenggarakan sosialisasi keselamatan perkeretaapian yang dibarengi dengan penyaluran bantuan CSR berupa perlengkapan olahraga untuk sekolah serta sarana ibadah bagi masjid dan mushollah di sekitar jalur rel kereta api, Sabtu (23/5).

Program ini merupakan bagian dari upaya preventif perusahaan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan jalur kereta api, khususnya bagi warga yang beraktivitas di kawasan yang berdekatan dengan lintasan KA aktif.

Adapun lokasi kegiatan meliputi:

1. SD IT Arroyan (radius 700 meter dari KM 1+100 petak jalan Bukit Putus–Pauh Lima) yang beralamat di Jl. Bakti Abri Kec. Lubuk Begalung Kota Padang.
2. Mushollah Ramadhan (radius 200 meter dari KM 12+700 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Limau Manis Sel., Kec. Pauh, Kota Padang
3. Mushollah Al Janah (radius 50 meter dari KM 13+300 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di komplek perumahan Buana Lik Gadut Lubuk Kilangan Kota Padang.
4. Masjid Darul Islah (radius 30 meter dari KM 10+600 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Jl. Limau Manis, Kec. Pauh, Kota Padang
5. Mushollah Jabal Rahmah (radius 30 meter dari KM 9+100 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Koto Luar, Kec. Pauh, Kota Padang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu beserta jajaran dan Babin Pembina Polsuska Aiptu Robi Kentoro. Kehadiran tim KAI disambut hangat oleh masyarakat, pengurus rumah ibadah, kepala sekolah, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.

Dalam pemaparannya, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar jalur rel.

“Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar budaya selamat dapat tumbuh dan tertanam kuat di lingkungan sekitar jalur KA,” ujar Jeni.

Kepala Sekolah SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif KAI Divre II Sumbar dalam memberikan edukasi keselamatan kepada para siswa. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya aktivitas di sekitar jalur kereta api.

“Kami berharap edukasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat membentuk perilaku disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengurus Mushollah  Al Jannah, Rohadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar rel kereta api, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman mengenai keselamatan perjalanan KA.

Dalam sesi edukasi interaktif, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas berbahaya yang dilarang di area jalur rel kereta api, seperti bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta api, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di jalur yang bukan peruntukannya. Tindakan tersebut dinilai sangat berisiko karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Selain itu, para peserta juga diingatkan mengenai pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan cara berhenti sejenak, menoleh ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, kemudian baru melintas. Dalam sosialisasi tersebut juga ditekankan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu keselamatan, sehingga kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sebagai bentuk apresiasi, KAI Divre II Sumbar turut memberikan hadiah kepada siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan terkait keselamatan perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa program “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah” merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat di sekitar jalur rel.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa dan masyarakat agar tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan di jalur kereta api,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar berharap sinergi yang kuat antara operator transportasi, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran transportasi massal sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat tetap berjalan normal di tengah terjadinya pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah provinsi tersebut sejak Jumat malam.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa gangguan pasokan listrik eksternal tidak menghambat operasional kereta api maupun pelayanan kepada pelanggan di stasiun.

“Meski terjadi pemadaman listrik pada Jumat (22/5) pukul 18.45 WIB hingga Sabtu pagi, perjalanan kereta api di waktu tersebut maupun pasca pemadaman tetap beroperasi sesuai jadwal dan tidak mengalami gangguan berarti,” ujar Reza.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas pelayanan penumpang di berbagai stasiun seperti Stasiun Padang, Stasiun Pariaman, Stasiun Duku, Stasiun Tabing, Stasiun BIM, Stasiun Kayutanam dan stasiun lainnya tetap berlangsung dengan baik.

Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelangsungan operasional, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan genset cadangan di sejumlah titik strategis. Selain itu, tim di lapangan juga melakukan suplai bahan bakar HSD Solar guna memastikan pembangkit listrik cadangan tetap berfungsi optimal selama pemadaman berlangsung.

Fasilitas genset tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional penting, mulai dari sistem komunikasi, persinyalan, penerangan stasiun, pendingin ruangan, hingga pelayanan pelanggan.

“Pada saat terjadi pemadaman, memang diperlukan waktu beberapa saat hingga genset aktif secara penuh dan dapat menyuplai energi ke seluruh perangkat operasional. Kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses tersebut terdapat ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” tambahnya.

Secara bertahap, pasokan listrik di berbagai stasiun telah kembali normal hingga Sabtu pagi. KAI Divre II Sumbar memastikan situasi tersebut tetap terkendali sehingga operasional perjalanan kereta api dan pelayanan pelanggan berjalan dengan aman dan optimal.

KAI Divre II Sumbar juga terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak PLN guna memantau perkembangan kondisi kelistrikan serta mengantisipasi dampak terhadap operasional kereta api dan pelayanan di stasiun.

Reza turut mengimbau masyarakat dan pelanggan kereta api untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan KAI maupun pihak terkait.

“Kami terus menjalin komunikasi aktif dan koordinasi bersama PLN untuk memastikan perkembangan kondisi pasokan listrik di wilayah operasional. KAI Divre II Sumbar juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan berjalan optimal,” jelas Reza.

Ia juga mengajak masyarakat agar tetap mempercayakan transportasi kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal di berbagai situasi.

“Kami mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan menggunakan kereta api agar tidak khawatir. Seluruh layanan kereta api di Sumatera Barat tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tutup Reza.(*)

 

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub. 


INFONEWS- Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kebangkitan nasional sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai budaya, serta membangun Kota Padang yang maju dan berdaya saing.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei merupakan pengingat akan lahirnya semangat perjuangan, persatuan, dan kesadaran nasional bangsa Indonesia melalui organisasi Budi Utomo. Semangat tersebut, menurut Osman Ayub, harus terus diwariskan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bangkit, bersatu, dan bekerja bersama membangun daerah. Kita ingin semangat perjuangan para pendiri bangsa tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Osman Ayub, pada Rabu (20/5/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Menurutnya, masyarakat harus tetap menjaga semangat gotong royong, toleransi, serta rasa cinta terhadap budaya dan identitas bangsa.

Sebagai daerah yang kaya akan budaya Minangkabau, Kota Padang diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga nilai adat dan memperkuat karakter generasi muda.

Osman Ayub juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah demi terciptanya kesejahteraan yang merata.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya seremoni tahunan, tetapi refleksi untuk terus bergerak maju, meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, dan sumber daya manusia demi masa depan Kota Padang yang lebih baik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Osman Ayub mengucapkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Padang.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026. Mari kita bangkit bersama, memperkuat persatuan, dan terus berkarya untuk Indonesia yang lebih maju.”(*)

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah penataan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar secara serentak di tiga titik di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Muh. Tri Setyawan bersama jajaran manajemen, Tim Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman Armedes, S.E., M.M., unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), perangkat kewilayahan, perwakilan Wali Korong dan Wali Nagari, hingga tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung keselamatan di lingkungan perkeretaapian.

Penutupan perlintasan liar ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Regulasi tersebut mengatur evaluasi serta penataan perlintasan sebidang guna meminimalkan potensi kecelakaan di jalur kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa perlintasan liar termasuk titik dengan tingkat risiko tinggi karena tidak memiliki perlengkapan keselamatan sesuai standar dan berada di luar pengawasan resmi.

“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko terhadap keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganannya dilakukan bersama pemerintah dan instansi terkait melalui prosedur yang berlaku, termasuk melalui penutupan perlintasan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta operasional perjalanan kereta api,” ujarnya.

Perlintasan liar yang ditutup memiliki lebar sekitar ±2 meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena berada di area operasional kereta api tanpa dukungan fasilitas keselamatan yang memadai.

Langkah penutupan ini juga merupakan bagian dari mitigasi risiko pada titik-titik yang rawan kecelakaan. Secara bertahap, bersama para pemangku kepentingan, KAI Divre II Sumbar tercatat telah menutup 8 titik perlintasan liar pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi 20 titik pada tahun 2024, sebanyak 18 titik pada tahun 2025, serta 14 titik hingga Mei 2026.

Selain melakukan penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan perjalanan kereta api. Selama tahun 2026, kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di 21 titik perlintasan, disertai edukasi keselamatan di tiga sekolah dan pemasangan media peringatan di sejumlah lokasi strategis.

Menurut Reza, aspek keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga memerlukan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penutupan perlintasan liar dilakukan agar masyarakat dapat menggunakan akses penyeberangan resmi yang lebih aman dan sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak kembali membuka perlintasan liar maupun menggunakan jalur tidak resmi yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“Keselamatan perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin, mematuhi rambu dan isyarat, serta hanya menggunakan perlintasan resmi demi keselamatan bersama,” tutup Reza.(*)

 

Ketua DPRD Kota Padang,
H.Muharlion, S.Pd.,
INFONEWS-Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion meminta pengawasan terhadap ruang digital diperketat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dinilai menyimpang.

“Konten-konten yang mengarah pada kampanye LGBT harus diawasi secara serius. Pemerintah bersama pihak terkait harus memastikan ruang digital tetap sehat dan tidak merusak moral anak bangsa,” tegasnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar terhadap pola pergaulan anak dan remaja. Kemudahan mengakses media sosial serta berbagai platform digital disebut membuka ruang masuknya konten-konten yang dianggap bertentangan dengan norma agama dan budaya masyarakat Minangkabau.

Muharlion, menegaskan perlunya langkah konkret dan terukur untuk mencegah penyebaran perilaku LGBT di kalangan generasi muda. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter, nilai agama, serta pengawasan ruang digital harus menjadi perhatian bersama.

“Pencegahan LGBT tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh adat hingga lingkungan sosial. Pendidikan karakter dan penguatan nilai agama harus menjadi benteng utama generasi muda,” ujar Muharlion. 

Selain pengawasan digital, Muharlion juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, LKAAM, tokoh agama, dan keluarga dalam melakukan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui pendidikan karakter, penguatan keagamaan, hingga penyuluhan kesehatan mental dan reproduksi di lingkungan pendidikan.

Di sisi regulasi, Pemko Padang kini telah memberlakukan Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Dalam Perda tersebut, fenomena LGBT secara khusus dimasukkan sebagai bagian dari penyakit sosial bersama persoalan maksiat dan kenakalan remaja.

Regulasi baru itu sekaligus menggantikan Perda Nomor 11 Tahun 2005 yang dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan kondisi sosial masyarakat saat ini. Pemerintah daerah menjadikan pencegahan LGBT sebagai salah satu prioritas demi menjaga norma sosial, adat istiadat, serta citra Kota Padang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya.

Tak hanya di tingkat daerah, pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga disebut terus melakukan penyaringan terhadap konten, film, dan aplikasi digital yang dinilai memuat kampanye LGBT di berbagai platform daring.

Muharlion berharap langkah pencegahan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tetap memiliki karakter kuat dan tidak kehilangan jati diri budaya serta nilai-nilai keagamaan.Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga ketertiban sosial dan masa depan generasi muda Indonesia,” pungkasnya.(Edg)

 

INFONEWS-Selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14 hingga 17 Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat volume penumpang kereta api mencapai 30.379 pelanggan. Jumlah tersebut setara sekitar 107 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 28.432 kursi.

Tingginya volume pelanggan menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah pelanggan tertinggi selama periode libur tersebut. Tercatat sebanyak 24.092 pelanggan menggunakan layanan KA Pariaman Ekspres atau setara sekitar 142 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 16.960 kursi.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani 2.897 pelanggan dan KA Minangkabau Ekspres sebanyak 3.390 pelanggan.

“Peningkatan volume pelanggan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api. Kini, kereta api semakin menjadi pilihan transportasi publik yang efisien, nyaman, aman, dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan KAI Divre II Sumbar, mulai dari aspek operasional, pelayanan pelanggan, hingga perawatan sarana dan prasarana secara berkelanjutan.

Selama periode libur panjang tersebut, lima stasiun dengan volume keberangkatan pelanggan tertinggi yakni Stasiun Padang sebanyak 9.080 pelanggan, Stasiun Pariaman 6.410 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.506 pelanggan, Stasiun Naras 2.066 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 1.392 pelanggan.

Sementara itu, untuk kedatangan pelanggan, lima stasiun dengan volume tertinggi yaitu Stasiun Padang sebanyak 8.709 pelanggan, Stasiun Pariaman 6.899 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.332 pelanggan, Stasiun Naras 1.895 pelanggan, serta Stasiun BIM sebanyak 1.584 pelanggan.

Ketepatan waktu perjalanan kereta api yang terbebas dari hambatan lalu lintas menjadi salah satu keunggulan layanan yang terus dipertahankan KAI Divre II Sumbar. Selain itu, seluruh perjalanan kereta api juga didukung oleh kesiapan petugas operasional serta perawatan sarana dan prasarana yang dilakukan secara berkala demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI.

Melalui aplikasi tersebut, pemesanan tiket dapat dilakukan sejak H-7 sebelum keberangkatan sehingga pelanggan dapat memastikan ketersediaan tiket lebih awal. Selain itu, KAI juga tetap menyediakan layanan pembelian tiket secara langsung (go show) di loket stasiun yang dibuka mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan selama tiket masih tersedia.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, baik di stasiun maupun selama perjalanan kereta api. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas utama kami dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal dan berkelanjutan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Dalam rangka libur panjang Kenaikan Yesus Keristus yang berlangsung pada 14 Mei 2026 dan cuti bersama hingga 17 Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyediakan total 112 perjalanan kereta api lokal untuk melayani mobilitas masyarakat di wilayah Sumbar.

Selama periode tersebut, kapasitas angkut yang disiapkan mencapai 28.432 tempat duduk, dengan rata-rata 28 perjalanan setiap hari atau sekitar 7.108 kursi per hari. Hingga Sabtu (16/5) pukul 12.00 WIB, sebanyak 27.538 tiket telah terjual dan masih tersedia 7.446 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, tempat duduk untuk KA Pariaman Ekspres dan KA Lembah Anai habis terjual.

Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa angka penjualan tersebut masih bersifat dinamis seiring proses transaksi yang terus berlangsung. KAI mengimbau pelanggan untuk segera melakukan pemesanan agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan terjamin.

Pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. Sementara itu, pembelian langsung di loket stasiun dilayani mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan (go-show).

KAI Divre II Sumbar terus memastikan seluruh layanan berjalan optimal selama masa angkutan liburan ini, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan.(*)

Informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan maupun layanan pelanggan dapat diperoleh melalui:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp: 0811-1211-1121

 

Wakil Ketua DPRD Padang Jupri Maadang, Ketua KONI Padang Erianto Mahmuda dan Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga foto bersama usai pembukaan kejuaraan Sepak Takraw 2026 di Lapangan futsal BB Balai Baru depan SMA 5 Padang

INFONEWS-Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri Maadang, memberikan apresiasi kepada KONI Kota Padang atas program persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumbar 2026. Apresiasi disampaikan politisi PAN tersebut saat pembukaan Kejuaraan Sepak Takraw Piala Wali Kota Padang 2026 di Lapangan Futsal BB depan SMA 5 Kota Padang, Jumat [15/5/2026].

Jupri menilai KONI Kota Padang di bawah kepemimpinan Erianto Mahmuda memiliki program kerja yang nyata, jelas, dan terukur.

“KONI Kota Padang saat ini menunjukkan kerja nyata. Programnya jelas, mulai dari merangkul cabor-cabor potensi emas, menyiapkan tim mulai dari seleksi, hingga menggelar turnamen pemanasan,” ujar Jupri.

Ia mencontohkan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, seperti Kejuaraan Bola Voli Anak Nagari di Kuranji beberapa waktu lalu, serta Kejuaraan Sepak Takraw 2026 yang berlangsung 15 hingga 17 Mei 2026.

“Tidak hanya itu, KONI Kota Padang juga sudah menyiapkan usulan anggaran dana berbentuk bonus bagi atlet dan cabor yang berhasil mendulang medali. Ini bentuk keseriusan dalam memotivasi atlet,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD. Ia berharap dukungan anggaran bisa ditingkatkan pada APBD Perubahan 2026.

“Kami terus memohon dukungan anggaran dari unsur DPRD Padang pada APBD Perubahan tahun 2026. Anggaran ini penting untuk keberangkatan kontingen ke Porprov dan persiapan menjadi tuan rumah beberapa pertandingan,” kata Erianto.

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai akan membuat persiapan atlet dan cabor berjalan lebih optimal. KONI Padang menargetkan peningkatan perolehan medali pada Porprov Sumbar 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan kedua tokoh saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Sepak Takraw Piala Wali Kota Padang 2026 yang diikuti 12 tim se-Sumatera Barat. (*)



 

INFONEWS-Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion apresiasi pembangunan sumur bor dan fasilitas tempat wudhu di Masjid Raya Kenagarian Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Hal itu disampaikannya ketika peresmian fasilitas tersebut yang merupakan wakaf dari keluarga Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Kamis (14/5/2026).

“Beliau selaku anak nagari mewakafkan untuk pembangunan sumur bor. Selain itu, Menaker Prof Yassierli PhD., juga memberikan bantuan pelatihan vokasi untuk 3.100 anak-anak Kota Padang. Selaku Ketua DPRD Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli meresmikan pemanfaatan sumur bor dan fasilitas tempat wudhu bar tersebut didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Human Initiative sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir 2025 lalu.

Kehadiran fasilitas air bersih tersebut disambut antusias warga. Selain menjadi solusi kebutuhan dasar masyarakat, bantuan itu juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas bagi masyarakat yang tengah bangkit dari masa pemulihan bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar dan Kota Padang, pimpinan OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, serta Ketua Pengurus Masjid Raya Balai Gadang, Firman. (*)

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional perjalanan kereta api melalui pelaksanaan perawatan sarana secara berkala dan berkesinambungan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar melaksanakan pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian (Rhamcheck) sarana dan kelengkapan standar pelayanan minimum (SPM) bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang dan Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) sarana yang melibatkan jajaran manajemen serta petugas teknis sarana di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan perkeretaapian berada dalam kondisi optimal dan laik operasi.

Saat Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP)Tim sarana dan manajemen KAI Divre II Sumbar melaksanakan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penting, seperti emplasemen Stasiun Padang, Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta lokasi stabling lainnya. Pemeriksaan meliputi pengecekan kebersihan sarana, kondisi pendingin udara (AC), sistem pengereman, perangkat keselamatan, hingga kesiapan operasional armada.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, dan Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki peran penting dalam menjaga keandalan armada melalui perawatan berkala lokomotif, kereta, dan gerbong serta KRD.

“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus berkontribusi terhadap kesiapan operasional kereta api melalui perawatan sarana secara berkala. Tujuannya untuk menjaga keandalan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Reza.

Untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre II Sumbar menerapkan sejumlah strategi dan inovasi, antara lain:

* Pemeliharaan Preventif, yaitu pelaksanaan perawatan berkala agar lokomotif dan kereta selalu dalam kondisi optimal sebelum dioperasikan. Pemeriksaan kereta meliputi komponen bogie, pegas, axle box, roda, bearing, sistem pengereman, serta komponen teknis lainnya. Sementara pemeriksaan lokomotif meliputi kabin masinis, sistem pengereman, perangkat pengendali, dan peralatan keselamatan.
* Peningkatan Kompetensi SDM, melalui pelatihan rutin dan sertifikasi bagi teknisi perawatan guna menjaga standar kualitas pekerjaan dan keselamatan operasional.
* Penerapan Teknologi Digital, dengan memanfaatkan aplikasi mobile, dashboard berbasis web, serta checksheet digital untuk memantau jadwal dan status perawatan sarana secara real-time.

Reza menambahkan bahwa seluruh perawatan periodik dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar seluruh sarana dapat beroperasi secara optimal dan melayani pelanggan tanpa kendala.

“Perawatan sarana tidak hanya berfungsi menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Lokomotif, kereta, dan gerbong yang dirawat dengan standar tinggi akan meminimalisir potensi gangguan teknis selama perjalanan,” tambah Reza.

Dalam mendukung proses perawatan sarana, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan peningkatan fasilitas depo dan kesiapsiagaan penanganan darurat. Salah satunya melalui penyediaan rerailing jack equipment untuk mendukung proses evakuasi sarana yang mengalami anjlokan.

Selain itu, sejumlah peningkatan fasilitas juga dilakukan, antara lain normalisasi ukuran balok tumpuan untuk rerailing jack equipment agar proses evakuasi lebih efisien, peningkatan kualitas peralatan kerja otomatis (electric tools), serta kalibrasi berkala alat ukur guna menjaga standar perawatan tetap optimal.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan perkeretaapian. Oleh karena itu, setiap kegiatan perawatan, pemeriksaan, hingga rampcheck selalu kami lakukan secara ketat agar seluruh armada layak operasi dan memenuhi standar keamanan,” jelas Reza.

KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, andal, dan selamat bagi seluruh pelanggan.

“Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan. Perawatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi standar teknis, melainkan juga wujud kepedulian KAI Divre II Sumbar terhadap kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14–17 Mei 2026. Pada masa angkutan long weekend tersebut, KAI Divre II Sumbar menyediakan total 28.432 tempat duduk atau rata-rata 7.108 tempat duduk setiap harinya untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Kesiapan kapasitas ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa libur panjang. Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, dan bebas dari kemacetan jalan raya,” ujar Reza.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari tetap menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat dan nyaman tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas saat libur panjang.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan per hari dengan relasi BIM–Pulau Aie dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Kereta ini juga mendukung aktivitas wisata edukatif dan perjalanan rombongan pelajar melalui layanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat yang menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari hamparan perbukitan hingga suasana pedesaan yang asri.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari upaya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi daerah, dan mobilitas masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambah Reza.

Selain meningkatkan kapasitas layanan, KAI Divre II Sumbar juga terus memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas operasional agar perjalanan kereta api tetap berjalan lancar selama masa angkutan libur panjang. Pemeriksaan rutin terhadap rangkaian kereta dan fasilitas pelayanan dilakukan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

Untuk kemudahan pemesanan, tiket KA lokal dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. KAI juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari potensi penipuan.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi selama long weekend. Selain nyaman dan terjangkau, perjalanan dengan kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan menyenangkan,” tutup Reza..(*)

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan dan layanan pelanggan, masyarakat dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121

 


INFONEWS
-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Melalui berbagai program edukatif, KAI Divre II Sumbar berupaya menanamkan budaya tertib dan kecintaan terhadap transportasi publik sejak usia dini.


Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada Rabu (13/5) KAI Divre II Sumbar menerima kunjungan edukasi dari 88 siswa SD Plus Lillah di Stasiun Padang. Kegiatan ini dipandu oleh petugas frontliner Stasiun Padang, tim Angkutan Penumpang dan tim Humas Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KAI memberikan kesempatan kepada rombongan sekolah maupun wisata edukasi untuk memperoleh pengalaman langsung mengenal dunia perkeretaapian melalui layanan perjalanan rombongan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal kereta api sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, tertib, dan ramah lingkungan. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran menggunakan transportasi publik sejak usia dini,” ujar Reza.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi edukatif mengenai dunia perkeretaapian, mulai dari pengenalan profesi petugas KAI, fasilitas stasiun, tata cara pemesanan tiket, proses boarding, hingga pengalaman naik kereta api. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan di area perkeretaapian, seperti larangan bermain di jalur rel, kewajiban mematuhi aturan di stasiun, serta pentingnya membiasakan budaya tertib saat menggunakan transportasi publik.

Sebagai informasi, KAI Divre II Sumbar juga melayani pembelian tiket rombongan untuk perjalanan KA Lokal dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Rombongan minimal berjumlah 20 orang.
2. Surat permohonan diajukan paling awal 14 hari dan paling lambat 8 hari sebelum jadwal keberangkatan.
3. Surat permohonan memuat:
    * Nama rombongan
    * Nama perwakilan dan nomor telepon yang dapat dihubungi
    * Jumlah anggota rombongan
    * Daftar anggota rombongan beserta nomor identitas/NIK
    * Jadwal keberangkatan
    * Relasi perjalanan
4.Penumpang usia 3 tahun ke atas wajib memiliki tiket dan identitas/NIK.
5.⁠Anak di bawah 3 tahun yang menggunakan tempat duduk sendiri wajib memiliki tiket.
6.Pembayaran dilakukan melalui virtual account.
7.Setelah pembayaran lunas, akan dibuat berita acara kesepakatan.
8.Tiket rombongan yang telah dibayar tidak dapat dibatalkan, diubah jadwal, maupun diubah jumlah penumpangnya.
9.Penumpang rombongan wajib hadir minimal 30 menit sebelum keberangkatan.
10.Perwakilan rombongan akan dihubungi petugas loket setelah tiket selesai dicetak.
11. Seluruh peserta rombongan wajib mematuhi ketentuan dan peraturan KAI yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal transportasi publik sekaligus menanamkan nilai keselamatan, kedisiplinan, dan budaya tertib sejak dini.

“Kereta api diharapkan tidak hanya menjadi pilihan transportasi utama masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berkesan bagi semua kalangan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api melalui pelaksanaan pemeriksaan detail serta perawatan intensif sarana dan prasarana perkeretaapian di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem yang dapat berubah secara tiba-tiba, termasuk risiko banjir, longsor, amblesan tanah, hingga pergerakan kontur tanah pada sejumlah titik rawan di wilayah Sumatera Barat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Divre II Sumbar melaksanakan Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) Prasarana yang melibatkan seluruh jajaran manajemen serta petugas teknis prasarana.

Kegiatan diawali dengan briefing di Ruang Buya Hamka yang dipimpin oleh Manager Operasi Fasilitas Angkutan dan Pengendalian Perjalanan KA, Acep S Manan. Dalam arahannya disampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh aspek operasional perkeretaapian berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang telah ditetapkan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap operasional kereta api serta berbagai elemen vital prasarana perkeretaapian, meliputi kondisi rel seperti rel retak, rel patah, rel gompel, bantalan, profil ballast, sistem penambat, hingga sambungan rel. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan geometri jalur, ruang bebas, ruang manfaat jalur, lingkungan sekitar jalur rel yang tertutup tanaman liar, pemeriksaan lengkung, wesel, jembatan, terowongan, sistem persinyalan, serta berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya.

Khusus pada jembatan dan bangunan pendukung, pemeriksaan difokuskan pada kondisi lendutan, stabilitas konstruksi, dan daya dukung terhadap operasional perjalanan kereta api. Sementara pada sistem persinyalan, pemeriksaan dilakukan guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal sehingga dapat mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah Sumatera Barat pada beberapa petak jalur memiliki potensi pergerakan kontur tanah, terutama saat intensitas hujan tinggi. Oleh karena itu, KAI terus meningkatkan langkah-langkah mitigasi preventif guna menjaga keandalan jalur kereta api.

“Petugas prasarana bersama tim manajemen secara berkala melakukan pemetaan prioritas perawatan dan inspeksi berjalan kaki di seluruh wilayah operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” ujar Reza.

Selain penguatan aspek teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Menurut Reza, sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara konsisten. Seluruh unit operasional KAI Divre II Sumbar akan terus bersiaga penuh untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, andal, dan selamat,” tutup Reza.(*)

 



INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima Penghargaan Platinum dalam program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) di Tempat Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakry, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Firdaus Firman kepada Asisten Manager KAI Divre II Sumbar, dr. Doni Fitra Yogi, Senin (11/5).

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja, sekaligus mendorong terciptanya tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan bebas diskriminasi bagi seluruh pekerja.

Proses penilaian penghargaan dimulai dari tahapan pendaftaran dan verifikasi kelengkapan dokumen administrasi. Perusahaan yang lolos pada tahap tersebut selanjutnya mengikuti pemeriksaan uji petik langsung oleh tim penilai pusat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia ke lokasi perusahaan terpilih. Untuk PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, pelaksanaan penilaian uji petik dilakukan pada 25 November 2025.

Dalam proses penilaian tersebut, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian tim penilai, meliputi dokumen kebijakan perusahaan terkait P2HIV-AIDS, rencana kegiatan atau program yang dijalankan, serta hasil kegiatan yang telah dicapai perusahaan dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Kegiatan penghargaan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan terbaik dan terpilih dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Dari total 488 perusahaan penerima penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) di Tempat Kerja dengan kategori Silver, Gold, dan Platinum, PT KAI (Persero) Divre II Sumbar berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan tertinggi kategori Platinum tingkat nasional.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan kolaborasi seluruh insan KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif. Kami meyakini bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja bukan hanya bagian dari pemenuhan regulasi, tetapi juga bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan, kesejahteraan, serta perlindungan hak seluruh pekerja,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran KAI Divre II Sumbar yang telah mendukung implementasi program P2HIV-AIDS secara konsisten di lingkungan kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja, manajemen, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung program ini. Penghargaan tingkat nasional ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan budaya kerja yang sehat, peduli, dan bebas diskriminasi,” tambahnya.

Ia menambahkan, KAI Divre II Sumbar akan terus mendukung berbagai program edukasi, sosialisasi, dan kampanye kesehatan kerja secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran pekerja serta membangun budaya kerja yang inklusif dan humanis.

“Melalui penghargaan ini, kami berharap semangat kepedulian terhadap sesama dan pentingnya kesehatan kerja dapat terus tumbuh di lingkungan perusahaan, sehingga tercipta tempat kerja yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan melalui aksi donor darah yang digelar di Stasiun Padang, Jumat (8/5). Kegiatan ini terlaksana bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang dan diikuti oleh pegawai KAI, pelanggan kereta api, serta masyarakat umum.

Mengusung tema “Jadilah Pahlawan Kebaikan, Selamatkan yang Membutuhkan”, kegiatan donor darah dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh tim medis dari PMI Kota Padang dan KAI Divre II Sumbar untuk memastikan seluruh rangkaian donor darah berjalan aman dan lancar.

Peserta yang mengikuti donor darah sebelumnya menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari registrasi, pengecekan kadar hemoglobin (HB), pemeriksaan golongan darah, hingga konsultasi kesehatan dengan dokter. Tahapan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan peserta memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.

Dari kegiatan tersebut, berhasil terkumpul sebanyak 38 kantong darah yang nantinya akan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di berbagai rumah sakit di Kota Padang dan sekitarnya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap program kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar ingin terus menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Setetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi keselamatan sesama,” ujar Reza.

Selain menjadi aksi sosial, kegiatan donor darah ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan manfaat donor darah secara rutin bagi tubuh.

KAI Divre II Sumbar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“PT KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus hadir tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” tutup Reza.(*)

 

Komisi III DPRD Kota Padang Raker bahas temuan dilapangan bersama Dinas PUPR, Bapenda dan DLH Kota Padang. 

INFONEWS- Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menjelaskan bahwa agenda rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan tindak lanjut dari hasil pembahasan di Badan Musyawarah(Bamus) DPRD Kota Padang.

Dalam agenda tersebut, Komisi III mengundang rapat kerja, pada Kamis ( 7/5/2026) kepada Dinas PUPR, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membahas sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan.

Menurut Helmi, salah satu fokus utama pembahasan adalah operasional mini asphalt mixing plant atau alat produksi aspal yang sebelumnya telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2025. Pengadaan alat tersebut bertujuan mempercepat penanganan jalan berlubang di Kota Padang.

“Selama ini ketika ada jalan berlubang, Dinas PUPR harus membeli aspal dari pihak ketiga. Akibatnya pelayanan kepada masyarakat sering terlambat karena harus menunggu produksi dan antrean dari pihak luar. Karena itu, kami mendorong adanya inovasi dengan menghadirkan mini asphalt mixing plant sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, Komisi III telah melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung operasional alat tersebut.Saat ini alat sudah mulai beroperasi, namun kapasitas produksinya belum maksimal.

“Kalau beroperasi optimal sebenarnya kapasitasnya bisa mencapai 15 ton per hari. Tetapi sekarang baru sekitar 3 sampai 4 ton karena masih ada beberapa infrastruktur dan sarana pendukung yang perlu dibenahi,” katanya.

Helmi menambahkan, fasilitas tersebut nantinya juga akan dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif milik Dinas PUPR agar operasional lebih maksimal dan mampu mempercepat pelayanan perbaikan jalan di Kota Padang.

Selain membahas produksi aspal, Komisi III juga menyoroti banyaknya baliho dan media promosi di jalur utama Kota Padang yang kondisinya dinilai membahayakan masyarakat.

“Kami melihat banyak baliho yang konstruksinya sudah rapuh dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitarnya. Karena itu kami memanggil Bapenda, PUPR, dan DLH untuk membahas penertibannya,” jelas Helmi.

Menurutnya, Bapenda memiliki kewenangan terkait pajak reklame, sementara Dinas PUPR berkaitan dengan perizinan dan konstruksi, sedangkan DLH menangani reklame yang berada di taman kota atau jalur hijau.

Ia meminta OPD terkait segera melakukan inventarisasi terhadap baliho yang rusak, mati izin, atau tidak lagi digunakan. Jika pemilik tidak melakukan perbaikan, maka baliho tersebut diminta untuk dibongkar demi keselamatan masyarakat.

“Kalau sudah tidak layak dan membahayakan, harus dilakukan penertiban. Selain menjaga keselamatan, ini juga untuk menjaga estetika Kota Padang,” katanya.

Helmi juga mengusulkan agar baliho kosong yang tidak digunakan dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, seperti ajakan menjaga kebersihan, hemat air, atau imbauan strategis lainnya.

“Daripada dibiarkan kosong dan kumuh, lebih baik dimanfaatkan untuk pesan-pesan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi III DPRD Kota Padang turut membahas persoalan perlintasan sebidang kereta api yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

Helmi menyebut pemerintah pusat melalui Balai dan Kementerian Perhubungan masih menanggung operasional penjagaan perlintasan hingga Desember 2026.

“Untuk tahun 2027 nanti, akan ada kesepakatan bersama antara pemerintah daerah yang dilalui jalur kereta api, seperti Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman,” katanya.

Menurutnya, perlintasan liar harus dievaluasi karena dapat membahayakan masyarakat.Ia meminta Dinas Perhubungan melakukan inventarisasi terhadap seluruh perlintasan sebidang, baik yang resmi maupun yang liar.

“Kalau memang tidak resmi dan terlalu rapat jaraknya, tentu harus ditertibkan. Tetapi untuk perlintasan resmi yang memang dibutuhkan masyarakat, Komisi III siap memberikan dukungan, termasuk terkait penambahan anggaran penjaga perlintasan,” tutupnya.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui penataan perlintasan sebidang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penutupan perlintasan liar di Km 38+9/0 petak jalan Duku–Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (7/5).

Kegiatan penutupan perlintasan tersebut dihadiri oleh Tim Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman, PT Jasa Raharja Kanwil Sumatera Barat, Babinsa Koramil Lubuk Alung, Wali Nagari Balah Hilia, Wali Korong Pasa Gadang, unsur kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, khususnya Pasal 5 dan Pasal 6 terkait evaluasi serta penataan perlintasan sebidang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa perlintasan liar memiliki tingkat risiko tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi.

“Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah dan instansi terkait melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan masyarakat maupun perjalanan kereta api,” ujarnya.

Perlintasan liar dengan lebar sekitar ±2 meter tersebut selama ini digunakan oleh pejalan kaki dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat yang melintas.

Penutupan ini juga menjadi bagian dari langkah pengendalian risiko di titik-titik rawan kecelakaan. Sejak tahun 2025 hingga April 2026, KAI Divre II Sumbar bersama para pemangku kepentingan telah menutup sebanyak 21 perlintasan liar di berbagai wilayah operasional.

Selain penataan perlintasan, selama tahun 2026 KAI Divre II Sumbar juga memperkuat upaya keselamatan melalui sosialisasi di 21 titik perlintasan, edukasi keselamatan di 2 sekolah, serta pemasangan media peringatan di sejumlah lokasi strategis.

Menurut Reza, keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan dukungan penegakan hukum dan budaya disiplin masyarakat.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penutupan perlintasan liar bertujuan untuk mengarahkan masyarakat menggunakan titik penyeberangan resmi yang lebih aman dan memenuhi standar keselamatan.

KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan liar maupun memanfaatkan jalur tidak resmi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Keselamatan perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin, mematuhi rambu dan isyarat, serta hanya menggunakan perlintasan resmi demi keselamatan bersama,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.