Articles by "Padang"

Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

 

INFONEWS-Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, secara resmi membuka kegiatan Gathering Pendonor Apheresis bertema "Bersama untuk Kebaikan" yang diselenggarakan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang di Ballroom Hotel Santika Padang, Sabtu (11/7/2026).

Dalam sambutannya, Zulhardi Z Latif menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor apheresis yang selama ini dengan penuh keikhlasan meluangkan waktu untuk membantu sesama, bahkan tidak mengenal siang maupun malam demi memenuhi kebutuhan darah pasien.

"Atas nama Pengurus PMI Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendonor apheresis. Dedikasi Bapak dan Ibu merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang telah menyelamatkan begitu banyak nyawa," ujarnya.

Selanjutnya , Zulhardi menjelaskan bahwa donor apheresis merupakan metode donor darah modern yang lebih efisien karena hanya mengambil komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, sementara komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor melalui alat khusus.

Menurutnya, satu kali donor apheresis dapat menghasilkan trombosit setara dengan 6 hingga 10 kantong donor darah biasa, sehingga sangat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi komponen darah secara khusus.

"Komponen darah ini memiliki fungsi yang sangat vital, terutama bagi pasien demam berdarah, pasien kanker, maupun pasien lain yang membutuhkan transfusi trombosit atau plasma dalam kondisi darurat," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mengenal dan menjadi pendonor apheresis sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

"Kami mengajak masyarakat sehat, terutama generasi muda, untuk menjadi pendonor apheresis. Setiap komponen darah yang didonorkan adalah harapan hidup bagi mereka yang sedang melawan penyakit," ungkapnya.

Seterusnya, Zulhardi menambahkan, sering kali masyarakat tidak menyadari bahwa setetes komponen darah yang didonorkan telah mengeringkan ribuan air mata keluarga pasien.

"Tanpa kita sadari, darah yang kita donorkan telah menyelamatkan begitu banyak kehidupan. Berapa banyak anak yang tidak jadi kehilangan ayah atau ibunya, dan berapa banyak orang tua yang tidak jadi kehilangan anaknya. Semua itu karena kepedulian para pendonor," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhardi juga mengungkapkan komitmen PMI Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang dalam memberikan penghargaan kepada para pendonor darah yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali.

Ia menyebutkan saat ini masih terdapat 37 pendonor yang menjadi daftar penerima penghargaan umrah. Pada tahun 2026, sebanyak 17 pendonor dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Insyaallah tahun ini sebanyak 17 orang akan kami berangkatkan umrah. Tanggal 13 Juli 2026 satu orang berangkat, kemudian 10 Agustus 2026 sebanyak enam orang, dan selanjutnya 31 Agustus 2026 sebanyak sepuluh orang lagi akan diberangkatkan sebagai bentuk apresiasi PMI bersama Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir," jelasnya.

Menutup sambutannya, Zulhardi mengatakan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

"Menyumbangkan darah bukan hanya tindakan mulia untuk menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, membantu pembakaran kalori, dan menjaga kebugaran. Mari jadikan donor darah sebagai gaya hidup kemanusiaan," pungkasnya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung program transisi energi nasional melalui kesiapan penerapan biodiesel B50 pada seluruh sarana perkeretaapian berbasis diesel. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sejalan dengan mulai diberlakukannya mandatori biodiesel B50 oleh Pemerintah pada 1 Juli 2026, KAI Divre II Sumbar telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan sarana, pengujian teknis, hingga penguatan aspek keselamatan agar proses transisi berjalan secara aman, bertahap, dan tetap mengutamakan keandalan layanan kepada pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI menyambut baik implementasi kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

“KAI Divre II Sumbar mendukung penuh implementasi mandatori biodiesel B50 sebagai bagian dari transformasi sektor transportasi menuju energi yang lebih bersih. Seluruh sarana diesel kami telah dipersiapkan melalui serangkaian pengujian teknis dan evaluasi operasional sehingga penerapan B50 dapat dilakukan secara aman tanpa mengurangi aspek keselamatan, keandalan perjalanan, maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Reza.

Sebagai bagian dari implementasi tersebut, KAI Divre II Sumbar telah memulai penggunaan biodiesel B50 pada KRD Minangkabau Ekspres dan Lokomotif CC 2018352 sejak 7 Juli 2026. Selanjutnya, penggunaan B50 akan diterapkan secara bertahap pada seluruh sarana diesel yang beroperasi di wilayah Divre II Sumbar sesuai kesiapan teknis dan ketersediaan pasokan bahan bakar.

Sebelumnya, PT KAI (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan uji terap penggunaan biodiesel B50 pada sarana perkeretaapian berbasis diesel sebagai bagian dari proses validasi sebelum implementasi secara luas. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan karakteristik B50 sesuai dengan kebutuhan operasional kereta api yang mengutamakan keselamatan dan keandalan.

Pada lokomotif, pengujian difokuskan pada performa mesin selama operasi, meliputi respons engine, stabilitas proses pembakaran, konsumsi bahan bakar, serta kondisi komponen utama. Sementara pada kereta pembangkit dilakukan pengujian terhadap performa genset, efisiensi konsumsi bahan bakar, kualitas emisi, kondisi filter, hingga ketahanan operasi untuk memastikan pasokan listrik selama perjalanan tetap optimal.

“Kami menerapkan setiap tahapan implementasi secara terukur melalui pengujian, pemantauan, dan evaluasi berkelanjutan. Hal ini penting agar penggunaan biodiesel B50 tetap memenuhi standar keselamatan operasional sekaligus menjaga keandalan sarana dalam melayani masyarakat,” tambah Reza.

Penerapan biodiesel B50 merupakan kelanjutan dari penggunaan biodiesel pada operasional KAI yang sebelumnya telah melalui tahapan implementasi B35 dan B40. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi KAI dalam mengimplementasikan B50 secara lebih optimal dan bertanggung jawab.

Selain mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi nabati berbasis sumber daya dalam negeri, penggunaan B50 juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Sebagai penyedia layanan transportasi publik, KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya mengutamakan keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan melalui penerapan teknologi dan energi yang lebih ramah lingkungan.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Melalui penerapan biodiesel B50, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga lingkungan dan mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih hijau,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya pada masa libur sekolah 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus meningkatkan kualitas layanan penumpang, salah satunya melalui optimalisasi layanan Lost and Found bagi pelanggan yang mengalami kehilangan barang di dalam kereta api maupun di area stasiun.

Layanan Lost and Found merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran. KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan perjalanan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap barang bawaan pelanggan melalui sistem penanganan barang hilang yang terintegrasi dan dapat diakses di seluruh stasiun KAI.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa layanan Lost and Found telah membantu banyak pelanggan menemukan kembali barang-barang yang tertinggal.

“Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 17 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp. 46.150.000. Sementara hingga Semester I tahun 2026, telah tercatat 14 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp. 46.002.500. Seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Reza.

Barang-barang yang ditemukan pun sangat beragam, mulai dari telepon genggam, laptop, tablet, dompet, tas, dokumen penting, hingga uang tunai.

“KAI berkomitmen penuh untuk menjaga setiap barang yang ditemukan dan mengupayakan pengembaliannya kepada pemilik yang sah. Kami mengimbau pelanggan agar tidak ragu segera melapor apabila merasa kehilangan barang selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api,” tambah Reza.

Apabila pelanggan menyadari adanya barang yang tertinggal atau hilang, laporan dapat segera disampaikan kepada kondektur selama perjalanan, petugas stasiun, petugas Polsuska, maupun melalui Contact Center KAI 121. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Reza menjelaskan bahwa setiap barang yang ditemukan akan langsung diamankan oleh petugas dan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun apabila diperlukan. Selanjutnya, barang tersebut akan diberi label identitas, didokumentasikan, serta dicatat ke dalam Database Lost and Found KAI yang terintegrasi secara daring antarstasiun.

“Dengan sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melaporkan maupun melakukan pengecekan barang yang hilang di seluruh stasiun KAI. Hal tersebut membuat proses penelusuran menjadi lebih cepat, akurat, dan efektif,” jelas Reza.

Sebagai langkah pencegahan, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama perjalanan, membawa barang secukupnya, serta melakukan pengecekan kembali pada rak bagasi, area tempat duduk, maupun sekitar tempat duduk sebelum turun dari kereta api.

“Kami berharap setiap perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain tiba di tujuan dengan selamat, kami juga ingin memastikan seluruh pelanggan membawa kembali barang bawaannya dengan lengkap. Namun apabila terjadi kehilangan, pelanggan tidak perlu panik karena KAI siap membantu melalui layanan Lost and Found yang tersedia di seluruh stasiun,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat masih menyediakan lebih dari 18 ribu tiket kereta api lokal bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan sisa masa libur sekolah hingga 12 Juli 2026. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama untuk berwisata maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Selama periode angkutan libur sekolah, 20 Juni hingga 12 Juli 2026, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 187.008 tempat duduk. Setiap harinya, KAI melayani rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas 7.792 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa hingga Selasa (7/7), sebanyak 151. 912 tiket telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat penjualan tiket masih berlangsung hingga akhir masa libur sekolah.

“Masih tersedia 18.122 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat hingga 12 Juli 2026, dengan rincian 3.574 tempat duduk KA Lembah Anai, 9.384 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres, dan 5.163 tempat duduk KA Pariaman Ekspres,” ujar Reza.

Selama masa libur sekolah, penjualan tiket didominasi oleh pelanggan yang memanfaatkan kereta api untuk berwisata, terutama menuju destinasi wisata pantai di Kota Pariaman menggunakan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras. Hingga saat ini, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres telah mencapai 100.075 tiket, sedangkan sisanya berasal dari pelanggan KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai.

Menurut Reza, tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Kami mengajak masyarakat yang belum merencanakan perjalanan untuk segera memanfaatkan tiket yang masih tersedia. Kereta api menawarkan perjalanan yang nyaman, bebas macet, tepat waktu, serta menjadi pilihan yang ideal untuk menikmati momen liburan bersama keluarga,” jelasnya.

Selain menawarkan perjalanan yang nyaman, kereta api juga memberikan kemudahan dalam proses pembelian tiket. Pelanggan dapat melakukan pemesanan secara digital melalui aplikasi Access by KAI, mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui aplikasi Access by KAI guna menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket yang dimiliki.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go show) mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, selama tempat duduk masih tersedia,” tambah Reza.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa masa libur sekolah dengan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan, dan bebas dari kemacetan, sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar Rapat Safety Committee (SC) Perdana Bulan Juli 2026 pada Selasa (7/7) di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor Divre II Sumbar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, dan dihadiri oleh jajaran manajemen Divre II Sumbar, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, serta Tim Keselamatan dari Kantor Pusat KAI. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi implementasi program keselamatan, mengidentifikasi potensi risiko, serta menyusun langkah-langkah mitigasi guna memastikan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.

Dalam arahannya, Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang harus menjadi budaya dan tanggung jawab setiap insan KAI, bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tertanam dalam setiap aktivitas kerja. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar harus terus meningkatkan kinerja keselamatan dan berupaya mewujudkan zero accident secara berkelanjutan melalui disiplin, kepedulian, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur kerja,” tegas Lutfi.

Pada rapat tersebut, Tim Safety Committee Divre II Sumbar memaparkan hasil evaluasi kinerja keselamatan, perkembangan implementasi program K3, tindak lanjut atas temuan di lapangan, serta berbagai upaya pengendalian risiko yang telah dan akan dilakukan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi setiap unit kerja untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, dan memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan secara optimal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung konstruktif. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk menyampaikan masukan, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antarunit dalam menghadapi berbagai tantangan operasional. Melalui koordinasi yang semakin solid, diharapkan penerapan budaya keselamatan dapat semakin konsisten di seluruh wilayah kerja Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pelaksanaan Safety Committee secara berkala merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) terhadap sistem manajemen keselamatan.

“Safety Committee bukan hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan KAI dalam menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja. Keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam mengimplementasikan prinsip keselamatan di setiap lini operasional melalui peningkatan kompetensi, komunikasi yang efektif, serta pengawasan yang berkesinambungan.

“Melalui koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama, kami optimistis budaya keselamatan di lingkungan KAI Divre II Sumbar akan semakin kokoh. Dengan demikian, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api selama masa libur sekolah tahun 2026. Pada periode liburan, Minggu (5/7), penjualan tiket kereta api lokal mencapai 10.283 tiket dalam satu hari atau setara 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan.

Selama periode libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 12 Juli 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 644 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 179.216 tempat duduk. Setiap harinya, KAI menyediakan rata-rata 28 perjalanan kereta api dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa tingginya volume pelanggan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya pada momentum libur sekolah yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan keluarga.

“Pada Minggu, 5 Juli 2026, volume penumpang mencapai 10.283 pelanggan atau setara 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, terutama untuk perjalanan wisata. Hal ini juga menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, efisien, serta lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan jumlah pelanggan tidak terlepas dari komitmen KAI dalam menjaga kualitas pelayanan serta memastikan operasional perjalanan berjalan optimal meskipun permintaan masyarakat meningkat secara signifikan.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan. Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta peningkatan pelayanan di stasiun sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.

Tingginya jumlah pelanggan selama masa libur sekolah juga semakin memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung sektor pariwisata di Sumatera Barat. Berbagai destinasi wisata yang berada di sepanjang jalur kereta api kini semakin mudah dijangkau dengan tarif yang terjangkau, waktu tempuh yang pasti, serta tingkat keselamatan yang tinggi.

Salah seorang pelanggan KA Pariaman Ekspres, Rina Putri, mengaku rutin memilih kereta api sebagai moda transportasi saat berlibur bersama keluarga.

“Saya lebih memilih kereta api karena perjalanannya nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan. Selain tarifnya terjangkau, pemandangan sepanjang perjalanan juga menjadi pengalaman tersendiri, terutama saat menuju kawasan wisata di Pariaman. Pelayanan petugas di stasiun maupun di dalam kereta juga ramah dan sangat membantu, sehingga membuat perjalanan bersama keluarga terasa lebih menyenangkan,” ungkap Rina.

Sebagai penyedia layanan transportasi publik, KAI Divre II Sumatera Barat terus melakukan berbagai peningkatan layanan secara berkelanjutan. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan kebersihan sarana dan prasarana, memperkuat kualitas pelayanan petugas, menyediakan informasi perjalanan yang mudah diakses, serta mengoptimalkan fasilitas di stasiun demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pelanggan.

Reza menambahkan, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh aspek operasional.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan transportasi. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang semakin aman, nyaman, tepat waktu, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasi serta kapasitas angkut sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur sekolah maupun hari besar nasional.

KAI juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar merencanakan perjalanan sejak dini, membeli tiket melalui kanal resmi, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan bersama.

Untuk memperoleh informasi mengenai jadwal perjalanan, ketersediaan tiket, maupun layanan pelanggan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI121 melalui media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp 0811-1211-1121.

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya).

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI memahami perhatian masyarakat terhadap kondisi perlintasan tersebut dan terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan keselamatan di seluruh perlintasan sebidang melalui sinergi bersama berbagai pihak.

“Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi perlintasan dapat segera tertangani. Untuk itu, KAI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujar Reza.

Menurut Reza, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan serta kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang semakin aman. Oleh karena itu, KAI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder agar setiap permasalahan yang ada dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain mendorong percepatan penanganan infrastruktur, KAI juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan keselamatan melalui edukasi kepada masyarakat, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, serta koordinasi rutin dengan instansi terkait guna meminimalkan potensi kecelakaan.

KAI Divre II Sumatera Barat juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya. Pengguna sepeda motor diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat kondisi hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan posisi perlintasan yang tidak tegak lurus dengan rel berpotensi meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

Pengguna jalan juga diimbau untuk mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memperhatikan rambu-rambu dan marka jalan, berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta selalu mengutamakan perjalanan kereta api. Kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumatera Barat berharap kolaborasi yang semakin erat antara seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan tertib.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan perlintasan sebidang yang aman. Dengan kolaborasi yang kuat serta kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan akan terus meningkat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Minggu (5/7) pukul 12.00 WIB, hampir 150 ribu pelanggan telah melakukan pemesanan tiket dan diberangkatkan menggunakan layanan kereta api selama masa liburan sekolah 2026 di wilayah Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa berdasarkan data per Minggu (5/7) pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 141.651 pelanggan selama masa liburan sekolah periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan 113,62 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu 124.672 tempat duduk.

Sementara itu, pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 20 Juni hingga 5 Juli 2025, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api tercatat sebanyak 114.153 pelanggan. Dengan demikian, terjadi peningkatan volume pelanggan sebesar 24,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian okupansi di atas 100 persen tersebut merupakan okupansi kumulatif. Kondisi ini dapat terjadi karena pola perjalanan kereta api bersifat fleksibel. Pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan sehingga satu tempat duduk dapat melayani pelanggan yang berbeda pada segmen perjalanan yang berbeda.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, khususnya selama masa libur sekolah. Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta terjangkau.

Tingginya volume pelanggan juga menunjukkan bahwa layanan transportasi kereta api memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan kereta api membantu keluarga merencanakan liburan, pelajar dan mahasiswa melakukan perjalanan, serta memudahkan masyarakat mengakses kabupaten atau kota tujuan, kawasan wisata, pusat aglomerasi, maupun sentra aktivitas ekonomi secara lebih fleksibel dengan biaya yang ekonomis.

Reza menjelaskan, puncak volume pelanggan terjadi pada 28 Juni 2026 dengan jumlah 9.933 pelanggan, atau setara dengan 127,47 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 7.792 tempat duduk. Selanjutnya disusul pada 7 Juli sebanyak 9.909 pelanggan, 5 Juli sebanyak 9.428 pelanggan, 2 Juli sebanyak 9.534 pelanggan, dan 1 Juli sebanyak 9.423 pelanggan.

Dari sisi stasiun, mobilitas pelanggan tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Adapun rinciannya sebagai berikut.

Kedatangan penumpang:
• Stasiun Padang: 38.054 penumpang
• Stasiun Pariaman: 29.517 penumpang
• Stasiun Air Tawar: 12.199 penumpang
• Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM): 10.267 penumpang
• Stasiun Naras: 7.264 penumpang

Keberangkatan penumpang:
• Stasiun Padang: 38.386 penumpang
• Stasiun Pariaman: 27.908 penumpang
• Stasiun Air Tawar: 13.585 penumpang
• Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM): 9.288 penumpang
• Stasiun Lubuk Alung: 7.214 penumpang

Dari sisi layanan, KA Pariaman Ekspres tetap menjadi primadona masyarakat dengan jumlah pelanggan tertinggi selama periode tersebut, yaitu 100.075 pelanggan. Selanjutnya disusul KA Minangkabau Ekspres sebanyak 20.917 pelanggan dan KA Lembah Anai sebanyak 20.659 pelanggan.

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan guna memastikan setiap pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan berkesan.

“Untuk mempermudah masyarakat menggunakan layanan kereta api, tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Saat ini pelanggan sudah dapat melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan tanggal 6 Juli hingga 13 Juli 2026,” ujar Reza.

Ia menambahkan, penjualan tiket kereta api lokal dilakukan secara bertahap sesuai jadwal, yaitu mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan diimbau melakukan pemesanan lebih awal sesuai tanggal perjalanan yang diinginkan.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa liburan sekolah. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan selama masa liburan sekolah 2026. Dengan layanan yang terus kami tingkatkan, kami berharap kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, resmikan revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berada di Jalan Tanjung Indah No. 25, Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (4/7/2026).

Peresmian pembangunan ulang masjid yang kini tampil dengan wajah baru dan lebih megah itu ditandai dengan pengguntingan pita, penekanan sirine dan penandatanganan prasasti masjid.

Turut hadir di kesempatan itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat, Ganefri, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Duski Samad, serta para donatur pembangunan masjid, dan elemen masyarakat Kampung Lapai.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye
mengatakan, revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang menjadi bukti kuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam membangun sarana ibadah.

Ia turut mengapresiasi, dedikasi pengurus, jamaah, dan para donatur yang telah mewujudkan pembangunan kembali Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berarsitektur megah tersebut.

Ia meyakini, keberadaan masjid ini akan semakin memperkuat syiar Islam serta menjadi pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus mendukung implementasi program Smart Surau.(*)

 

INFONEWS-Sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bekerja sama dengan Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Cabang Padang menyelenggarakan kegiatan Muharam Fest yang diikuti oleh 170 anak yatim beserta bunda yatim di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, pada Sabtu (4/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan dhuafa, menghadirkan pengalaman yang berkesan, memberikan ruang penuh kasih sayang, serta mempererat ukhuwah Islamiyah melalui berbagai aktivitas edukatif, rekreatif, dan spiritual.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui program yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga edukasi.

“Melalui Muharam Fest, KAI ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak yatim. Kami berharap perjalanan dengan kereta api, edukasi keselamatan, hingga berbagai aktivitas yang disiapkan hari ini dapat menjadi kenangan indah, menumbuhkan semangat, serta memotivasi mereka untuk terus meraih cita-cita,” ujar Reza.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengalaman naik Kereta Api Pariaman Ekspres relasi Pauhlima- Naras dari Stasiun Padang menuju Stasiun Pariaman pulang pergi (PP). Selama perjalanan, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan perkeretaapian, mulai dari profesi yang ada di KAI, tata cara pemesanan tiket, hingga pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.

Setibanya di Pantai Gandoriah, anak-anak mengikuti berbagai kegiatan yang dikemas secara menarik, seperti dongeng Islami, berkuda, makan bersama, dan pemberian santunan serta doa bersama dalam kegiatan “Mengetuk Pintu Langit”. Sementara itu, bunda yatim mengikuti sesi Ruang Pulih Ibu Tangguh, sebagai wadah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperoleh motivasi.

Kepala Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Padang, Romi Satriawan Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan KAI Divre II Sumbar dalam menyukseskan Muharam Fest.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar yang telah membuka ruang kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan bunda yatim. Tidak hanya memberikan kesempatan menikmati perjalanan dengan kereta api, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar, bermain, dan menguatkan nilai-nilai keislaman. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh para peserta. Salah seorang anak yatim, Alikha Naila Maharani (10), mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini pertama kalinya saya naik kereta api. Perjalanannya seru, bisa bermain bersama teman-teman, mendengarkan dongeng, dan naik kuda. Terima kasih kepada KAI dan semua kakak-kakak yang sudah membuat kami bahagia hari ini,” tuturnya dengan penuh antusias.

Melalui kolaborasi ini, KAI Divre II Sumbar berharap Muharam Fest tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.(*)

Atlet Pencak Silat Putra Pusaka pegang medali emas (kanan) didampingi sang kakak Alvin Pusaka (kiri).

INFONEWSPerguruan Pencak Silat Surya Sakti sukses menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026. Kompetisi bergengsi yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Kampus Air Tawar, pada 25–28 Juni 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy. Dalam ajang tersebut, kontingen Surya Sakti tampil mendominasi dengan memboyong total 21 medali emas dari berbagai kategori tanding yang diperebutkan.

​Salah satu pencapaian yang paling mencuri perhatian datang dari kategori Laga Usia Dini 2. Medali emas di kelas ini berhasil disabet oleh Alvano Putra Pusaka, pesilat muda berbakat yang saat ini menempuh pendidikan di SMPN 31 Padang. Performa apik Alvano di gelanggang tidak hanya mengharumkan nama sekolahnya, tetapi juga membuktikan kualitas pembinaan atlet usia dini yang berjalan efektif di Sumatera Barat.

​Keberhasilan luar biasa Alvano Putra Pusaka beserta puluhan atlet lainnya tidak lepas dari tangan dingin Irsyad Hardani, S.A.P. Selaku Ketua Perguruan Pencak Silat Surya Sakti, ia secara konsisten memberikan bimbingan, didikan, dan motivasi tinggi kepada para pesilat. Dedikasi manajemen perguruan dalam merancang program latihan yang terukur menjadi kunci utama di balik dominasi mereka pada turnamen tingkat nasional ini.

​"Menanggapi hasil positif tersebut, Irsyad Hardani mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas perjuangan seluruh anak didiknya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026. Prestasi ini dinilai sebagai bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan komitmen jangka panjang yang telah ditanamkan sejak dini di lingkungan perguruan,"kata Irsyad dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (2/7/2026).

​Lebih lanjut, Irsyad juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah terkait masa depan pendidikan para atlet berprestasi ini. Ia berharap Pemerintah Kota Padang memberikan kemudahan dan prioritas bagi para peraih medali emas untuk masuk ke sekolah-sekolah favorit melalui jalur prestasi (Japres). "Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk penghargaan sekaligus stimulus agar para atlet muda tetap semangat memberikan yang terbaik,"jelasnya. 

​Setelah kesuksesan di UNP, Perguruan Pencak Silat Surya Sakti langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni Porprov XVI 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat. Menghadapi pekan olahraga multi-event tersebut, persiapan maksimal mulai dari penguatan fisik, pemantapan teknik, hingga kesiapan mental dan kedisiplinan latihan yang konsisten terus digenjot agar performa atlet tetap berada di level tertinggi.

"Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, tetap rendah hati, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pungkas Irsyad Hardani, yang selain memimpin perguruan juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pelatih IPSI Kota Padang, Anggota Pelatih IPSI Sumbar, serta Lurah Koto Lalang, Lubuk Kilangan.


Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub sebagai pembina foto bersama dengan ketua perguruan serta para atlet pencak silat Surya Sakti.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub yang juga merupakan Pembina Perguruan Pencak Silat Surya Sakti mengatakan, kami atas nama pembina di Perguruan Pencak Silat Surya Sakti mengucapkan terima kasih kepada anak - anak kami atlet pencak silat Surya Sakti atas prestasi yang diraih di Kejuaraan Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026.

Dikatakan, memang dari beberapa jadwal pertandingan di ikuti anak-anak Surya Sakti, sudah sering berkonstribusi terhadap Kota Padang dan terhadap Sumatera Barat.

"Kami mengharapkan kepada pemerintah  bagaimana kita tetap memperjuangkan aset-aset ini.Anak-anak kita ini adalah aset.Karena memang tidak berapa lama lagi ke depan juga menghadapi Porprov XVI,"pungkasnya.(bm)

 


INFONEWS-Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan dana TJSL sebesar Rp285.080.000.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar sekaligus Anggota Komite TJSL, Reza Shahab mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional KAI.

“Program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran KAI tidak hanya dirasakan melalui layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Reza.

Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan dana Program TJSL sebesar Rp. 1.077.864.151,-. Sementara itu, hingga akhir Juni 2026, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp285.080.000, yang dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada Selasa (30/6), Tim TJSL KAI Divre II Sumbar kembali menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat di Kota Padang melalui Program Bina Lingkungan KAI Sar’i, yaitu:

1. Bantuan renovasi Masjid Al Rasul di Kampung Jua, Lubuk Begalung, Kota Padang, senilai Rp. 19.600.000,-.
2. Bantuan pembangunan Masjid Al Furqan di Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, senilai Rp. 15.480.000,-.

“Melalui Program TJSL, kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pembangunan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambah Reza.

Salah seorang perwakilan penerima bantuan, Raymon Tito selaku Ketua Pengurus Masjid Ar Rosul Kampung Jua menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT KAI Divre II Sumbar terhadap masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KAI Divre II Sumbar atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan rumah ibadah demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan para penerima bantuan lainnya. Mereka berharap PT KAI terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta senantiasa menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Reza menegaskan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan Program TJSL semakin tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Oleh karena itu, KAI akan terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, KAI Divre II Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan aset perkeretaapian serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api sebagai tanggung jawab bersama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada KAI. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus terjaga sehingga KAI mampu memberikan pelayanan transportasi yang semakin aman, nyaman, selamat, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat berhasil menuntaskan program nasional penutupan perlintasan liar di wilayah operasionalnya sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Pada Selasa (30/6), KAI Divre II Sumbar bersama para pemangku kepentingan kembali melaksanakan penutupan dua perlintasan liar di wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, yaitu di KM 53+9/0 petak jalan Stasiun Pauh Kambar–Kurai Taji dan KM 1+1/2 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Pauh Lima. Dengan selesainya penutupan dua titik tersebut, KAI Divre II Sumbar telah menutup seluruh 35 titik perlintasan liar yang menjadi target program nasional di wilayah operasionalnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas instansi, antara lain Dinas Perhubungan Kota Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Padang, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), perwakilan Camat Lubuk Begalung, perwakilan Lurah Pampangan Nan XX dan Kurai Taji beserta perangkat kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Penutupan perlintasan liar ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil joint inspection yang sebelumnya dilakukan bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan, dan Bappeda untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa penyelesaian seluruh target penutupan perlintasan liar merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat aspek keselamatan operasional perkeretaapian.

“Hari ini menjadi tonggak penting karena KAI Divre II Sumbar telah menyelesaikan seluruh target penutupan 35 perlintasan liar di wilayah operasional kami. Ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat baik antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mendukung terciptanya transportasi perkeretaapian yang lebih aman,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, dari total 35 titik yang menjadi target, sebanyak 28 perlintasan liar berhasil ditutup sepanjang tahun 2026, sedangkan 7 titik lainnya telah ditutup pada tahun sebelumnya.

Menurut Reza, keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Selain tidak memiliki izin resmi, perlintasan tersebut umumnya tidak dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang. Namun demikian, keberhasilan menjaga keselamatan tetap membutuhkan dukungan seluruh pihak agar perlintasan yang telah ditutup tidak dibuka kembali,” tambahnya.

Selain penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat budaya keselamatan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan standar operasional prosedur secara disiplin, serta pengawasan operasional yang berkesinambungan.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui sosialisasi keselamatan di sekolah, komunitas, pemerintah daerah, serta kepada para pengguna jalan. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api maupun saat melintasi perlintasan sebidang.

“KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam membangun budaya keselamatan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman, andal, dan nyaman,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup, tidak melakukan aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api ketika melintasi perlintasan sebidang sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan menyelesaikan seluruh target penutupan perlintasan liar ini menjadi bukti nyata sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat. KAI berharap kolaborasi tersebut terus terjaga sehingga layanan transportasi kereta api semakin selamat, andal, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan Kereta Api Pariaman Ekspres pada puncak pelaksanaan Festival Tabuik yang berlangsung di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, pada Ahad (28/6). Tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan moda transportasi kereta api menunjukkan bahwa KA Pariaman Ekspres semakin menjadi pilihan utama untuk berwisata sekaligus menghindari kepadatan arus lalu lintas menuju lokasi acara.

Untuk mendukung tingginya mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap hari dengan total kapasitas 4.240 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pada puncak Festival Tabuik volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.712 pelanggan, atau 158% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

“Pada Ahad, 28 Juni 2026, volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.712 pelanggan atau 158% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu sebanyak 4.240 tempat duduk. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat menggunakan kereta api untuk menghadiri puncak Festival Tabuik,” jelas Reza.

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan kondisi normal, rata-rata jumlah pelanggan KA Pariaman Ekspres sekitar 3.000 pelanggan per hari. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 124% pada momentum puncak Festival Tabuik.

“Peningkatan volume pelanggan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan kesiapan KAI dalam mengelola operasional pada masa tingginya permintaan. Seluruh perjalanan didukung oleh petugas yang siaga, optimalisasi rangkaian, serta pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” tambah Reza.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000, KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras menjadi moda transportasi favorit masyarakat dan wisatawan menuju Kota Pariaman. Selain bebas dari kemacetan, stasiun tujuan berada sekitar 200 meter dari Pantai Gandoriah sehingga memudahkan pelanggan untuk langsung menikmati rangkaian Festival Tabuik.

Selama perjalanan sekitar satu setengah jam, pelanggan juga disuguhkan panorama khas pesisir barat Sumatera Barat, mulai dari hamparan sawah hijau, perkampungan tradisional, hingga pemandangan Samudra Hindia yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah seorang pelanggan, Fajar, warga Kota Padang, mengaku sengaja memilih KA Pariaman Ekspres untuk menghadiri puncak Festival Tabuik.

“Naik kereta lebih praktis karena tidak perlu menghadapi kemacetan atau mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan begitu tiba di Pariaman kami bisa langsung menikmati Festival Tabuik. Menurut saya, kereta api menjadi pilihan terbaik saat ada acara besar seperti ini,” ungkap Fajar.

Tingginya jumlah pelanggan pada momen Festival Tabuik semakin menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan andal dalam mendukung sektor pariwisata serta mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.

KAI Divre II Sumbar juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Tiket KA Lokal dijual secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan transportasi menuju berbagai destinasi wisata. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan, menjaga ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan, serta menyesuaikan kapasitas maupun pola operasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen-momen dengan permintaan tinggi,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya minat masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres pada momentum Hari Asyura 10 Muharram 1448 H yang bertepatan dengan rangkaian Festival Tabuik di Kota Pariaman.

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berkesan, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap harinya dengan total kapasitas 4.240 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama untuk bepergian sekaligus berwisata, terutama pada momen libur dan penyelenggaraan event budaya berskala besar.

“Kemarin, pada Hari Asyura 1448 Hijriah atau bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026, volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.082 penumpang atau setara dengan 143% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.240 tempat duduk,” jelas Reza.

Dibandingkan dengan hari biasa yang rata-rata melayani sekitar 3.000 pelanggan per hari, jumlah tersebut mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat atau mencapai sekitar 103%.

“Peningkatan volume pelanggan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas perencanaan operasional yang telah disiapkan KAI dalam menghadapi lonjakan penumpang pada masa libur dan penyelenggaraan Festival Tabuik. Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kenyamanan pelanggan,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar memperkirakan jumlah pelanggan akan kembali meningkat pada puncak Festival Tabuik yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan segera melakukan pemesanan tiket.

Tiket KA Pariaman Ekspres dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, dengan penjualan tiket dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000, KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras menjadi moda transportasi favorit masyarakat dan wisatawan menuju Kota Pariaman. Selain bebas dari kemacetan, kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dengan suguhan panorama khas pesisir barat Sumatera Barat berupa hamparan sawah, perkampungan, serta pemandangan Samudra Hindia sepanjang perjalanan sekitar 1,5 jam.

Setibanya di Stasiun Pariaman, pelanggan hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah, lokasi utama penyelenggaraan Festival Tabuik yang menjadi salah satu agenda wisata budaya terbesar di Sumatera Barat.

Salah seorang pelanggan, Naila, wisatawan asal Kota Padang, mengaku sengaja memilih menggunakan KA Pariaman Ekspres untuk menghadiri Festival Tabuik.

“Naik kereta itu lebih praktis. Tidak perlu khawatir terjebak macet atau mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan sesampainya di Pariaman kami bisa langsung menikmati suasana Festival Tabuik. Menurut saya, kereta adalah pilihan terbaik saat acara besar seperti ini,” ungkap Naila.

Tingginya volume pelanggan pada momentum Hari Asyura semakin mempertegas bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang semakin dipercaya masyarakat, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan wisata. Selain aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan, kereta api juga menawarkan kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.

“Kami mengajak masyarakat yang ingin menyaksikan puncak Festival Tabuik pada 28 Juni 2026 untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI agar perjalanan dapat direncanakan dengan baik dan pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman, aman, dan berkesan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui pemasangan spanduk imbauan keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang pada Selasa (23/6). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pemasangan spanduk merupakan salah satu langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya pada perlintasan yang tidak dijaga.

“Momentum libur sekolah biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Melalui pemasangan spanduk dan sosialisasi langsung di lapangan, kami ingin mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi rel kereta api,” ujar Reza.

Pada kegiatan yang dilaksanakan Selasa (23/6), KAI Divre II Sumbar memasang spanduk keselamatan di empat titik, yaitu:
• KM 1+6/7 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Pulau Air;
• KM 3+600 petak jalan Stasiun Bukit Putus – Stasiun Padang;
• KM 5+900 petak jalan Stasiun Bukit Putus – Stasiun Pauh Lima; dan
• KM 13+1/2 petak jalan Stasiun Pauh Lima – Stasiun Indarung.

Selain pemasangan spanduk, KAI juga melaksanakan sosialisasi langsung kepada masyarakat di perlintasan sebidang melalui pengeras suara serta membentangkan spanduk keselamatan di beberapa titik strategis. Kegiatan diawali dengan briefing petugas sebelum turun ke lapangan untuk memastikan penyampaian edukasi berjalan efektif.

Sepanjang tahun 2026, KAI Divre II Sumbar telah memasang sebanyak 15 spanduk imbauan keselamatan di berbagai perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi. Pemasangan pada masa libur sekolah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.

Selain pemasangan media imbauan, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat berbagai program peningkatan keselamatan, di antaranya meningkatkan kewaspadaan perjalanan kereta api dengan menginstruksikan masinis untuk memperbanyak penggunaan Semboyan 35 (S35) saat melintasi perlintasan tidak dijaga, melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, serta menjalin koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan lainnya.

Upaya tersebut melengkapi langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya, seperti penutupan perlintasan liar secara bertahap, sosialisasi keselamatan di sekolah maupun di perlintasan sebidang, serta pemasangan berbagai media edukasi keselamatan di wilayah kerja Divre II Sumbar.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. KAI sebagai operator akan tetap berperan aktif melalui berbagai langkah preventif untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan selamat.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan memaksakan melintas ketika kereta api sudah mendekat karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka perlintasan liar maupun kembali membuka perlintasan yang telah ditutup, karena selain melanggar ketentuan yang berlaku, tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“Melalui pemasangan spanduk imbauan keselamatan dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta budaya disiplin dan selamat di setiap perlintasan sebidang, khususnya selama masa libur sekolah dengan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, sekaligus menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati pesona pesisir barat Sumatera Barat melalui KA Pariaman Ekspres.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KA Pariaman Ekspres beroperasi sebanyak 10 perjalanan setiap hari dengan kapasitas 4.240 tempat duduk yang melayani relasi Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras.

“KA Pariaman Ekspres tidak hanya menjadi moda transportasi yang ekonomis, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang unik dengan menyuguhkan panorama alam pesisir, hamparan sawah hijau, serta suasana khas perkampungan Minangkabau sepanjang perjalanan,” ujar Reza.

Dengan tarif hanya Rp5.000, kereta ini menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Gandoriah, Pariaman. Perjalanan sekitar 1,5 jam menawarkan pengalaman menikmati panorama laut yang membentang di sisi jalur kereta, persawahan yang asri, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan budaya Minangkabau.

Setibanya di Stasiun Pariaman, pelanggan hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah, salah satu destinasi wisata unggulan Sumatera Barat yang menawarkan keindahan pantai, kuliner khas, serta berbagai aktivitas wisata keluarga.

Selain menikmati wisata pantai, masyarakat juga dapat menyaksikan Festival Tabuik, tradisi budaya yang telah dikenal secara nasional dan menjadi daya tarik utama Kota Pariaman. Festival ini diselenggarakan setiap tahun pada 1–10 Muharram sebagai bentuk peringatan Asyura.

Tabuik berasal dari kata Arab tabut yang berarti peti. Dalam pelaksanaannya, Tabuik diwujudkan dalam bentuk replika menara berhias megah yang diarak melalui prosesi budaya yang diiringi tabuhan tasa, pertunjukan silek (silat tradisional), tarian, hingga prosesi puncak berupa pembuangan Tabuik ke laut. Tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut setiap tahunnya mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Tiket KA Pariaman Ekspres Masih Tersedia Menjelang Puncak Festival Tabuik

Untuk mendukung mobilitas masyarakat pada momentum puncak Festival Tabuik yang akan berlangsung pada akhir pekan 27–28 Juni 2026, KAI Divre II Sumbar menyediakan sebanyak 8.480 tempat duduk KA Pariaman Ekspres.

Berdasarkan data sementara per 23 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 3.825 tiket telah terjual, atau setara dengan tingkat okupansi 45 persen, sehingga masih tersedia 4.655 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Update pemesanan tiket KA Pariaman Ekspres untuk keberangkatan tanggal 27 dan 28 Juni 2026 menunjukkan sebanyak 3.825 tiket telah terjual atau mencapai okupansi 45 persen. Angka tersebut masih terus bergerak seiring berlangsungnya proses pemesanan,” jelas Reza.

KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan agar memperoleh kepastian perjalanan dan dapat menikmati Festival Tabuik dengan lebih nyaman.

Untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan, pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilayani secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Alya, salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, mengaku memilih KA Pariaman Ekspres karena menawarkan pengalaman wisata yang hemat sekaligus menyenangkan.

“Naik KA Pariaman Ekspres seperti mendapatkan paket wisata singkat yang murah meriah. Sepanjang perjalanan saya bisa menikmati pemandangan laut yang indah, mencicipi kuliner khas Minang, lalu kembali di hari yang sama dengan perjalanan yang nyaman dan tenang,” ungkapnya.

Kehadiran KA Pariaman Ekspres tidak hanya meningkatkan aksesibilitas menuju berbagai destinasi wisata di Sumatera Barat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal. Dengan tarif yang terjangkau, layanan yang nyaman, serta perjalanan yang menawarkan panorama alam yang khas, kereta api menjadi pilihan transportasi yang semakin diminati.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti Festival Tabuik,” tutup Reza.

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat selama masa angkutan libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Pada periode tersebut, KAI Divre II Sumbar menyediakan total 124.672 tempat duduk atau rata-rata 7.792 tempat duduk setiap hari untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Penyediaan kapasitas tersebut merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen libur sekolah untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, nyaman, dan terjangkau selama masa libur sekolah. Antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, serta mampu menghindarkan pelanggan dari kepadatan lalu lintas di jalan raya,” ujar Reza.

Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yaitu:
• KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM);
• KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras; dan
• KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari masih menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses yang mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat, nyaman, dan bebas dari kemacetan selama musim liburan.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan setiap hari dengan relasi BIM–Pulau Aie dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Kereta ini juga menjadi pilihan bagi rombongan pelajar dan wisatawan melalui layanan pemesanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Selama perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat berupa hamparan perbukitan, persawahan, serta suasana pedesaan yang asri, menjadikan perjalanan dengan kereta api sebagai bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tambah Reza.

Hingga Senin, 22 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 36.200 tiket KA lokal telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya penjualan tiket.

Penjualan tersebut merupakan akumulasi pemesanan untuk keberangkatan 20 Juni hingga 29 Juni 2026, mengingat tiket KA lokal dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI.

Selain memastikan ketersediaan kapasitas angkut, KAI Divre II Sumbar juga terus menjaga keandalan operasional dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap sarana, prasarana, serta fasilitas pelayanan di stasiun dan di atas kereta. Kesiapan petugas operasional juga terus ditingkatkan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama masa angkutan libur sekolah.

Untuk kemudahan perjalanan, masyarakat diimbau melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi KAI lainnya serta menghindari pembelian melalui pihak yang tidak bertanggung jawab guna mencegah potensi penipuan.

“Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi selama libur sekolah. Selain nyaman, aman, dan terjangkau, kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sekaligus mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui penataan dan penutupan perlintasan sebidang yang tidak resmi. Pada 18–19 Juni 2026, KAI Divre II Sumbar bersama para pemangku kepentingan melaksanakan penutupan delapan perlintasan liar di lintas Lubuk Alung–Pariaman dan Pariaman–Naras sebagai bagian dari upaya menciptakan operasional kereta api yang aman, selamat, dan andal.

Delapan perlintasan yang ditutup berada di KM 57+9/0, KM 57+4/5, dan KM 57+2/3 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman, serta KM 65+2/3, KM 65+147, KM 65+5/6, dan KM 65+875 petak jalan Pariaman–Naras. Seluruh perlintasan tersebut merupakan akses tidak resmi dengan lebar sekitar ±2 meter yang berada di area operasional kereta api dan tidak dilengkapi fasilitas keselamatan sesuai standar.

Kegiatan penutupan dilakukan oleh Tim Pengamanan KAI Divre II Sumbar dengan melibatkan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Pariaman, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), perangkat kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil joint inspection yang sebelumnya dilaksanakan KAI Divre II Sumbar bersama instansi terkait untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan, baik melalui peningkatan pengamanan maupun penutupan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang tinggi karena tidak berada dalam pengawasan resmi serta tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan.

“KAI Divre II Sumbar secara konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan penataan perlintasan sebidang. Penutupan perlintasan yang tidak resmi merupakan langkah preventif untuk meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan aman dan selamat,” ujar Reza.

Menurut Reza, langkah penataan dan penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari mitigasi risiko guna menekan potensi kecelakaan di jalur kereta api. Program ini akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai titik lainnya berdasarkan hasil evaluasi bersama para pemangku kepentingan.

Selain penataan infrastruktur, KAI Divre II Sumbar juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau untuk hanya menggunakan perlintasan resmi, berhenti sejenak sebelum melintas, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.

Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan tersendiri serta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu, mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan, serta tidak membuka kembali maupun menggunakan perlintasan liar yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung terciptanya budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian. Melalui sinergi antara operator, pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat, diharapkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan”, tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.