Articles by "Padang"

Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

 

INFONEWS-Perlintasan sebidang kereta api masih menjadi salah satu titik rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali melakukan penutupan perlintasan sebidang liar.

Penutupan kali ini dilakukan pada perlintasan sebidang liar di KM 12+600 petak jalan Paulima–Indarung pada Kamis (9/4). Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, khususnya pada Pasal 5 dan 6.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa perlintasan liar dengan lebar sekitar ±2 meter tersebut selama ini digunakan oleh pejalan kaki dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api.

“Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan, sekaligus menindaklanjuti hasil koordinasi dan kesepakatan bersama warga setempat serta instansi terkait,” ujarnya.

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap perlintasan sebidang harus dikelola sesuai dengan kelas jalan dan kewenangan pemerintah, serta dilakukan evaluasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut dapat berupa peningkatan fasilitas keselamatan, pembangunan perlintasan tidak sebidang, atau penutupan perlintasan.

Kegiatan penutupan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa beserta jajaran, perwakilan BTP Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Padang, PT Jasa Raharja Kanwil Sumatera Barat, Camat Pauh, Lurah Limau Manis Selatan, unsur kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan penutupan perlintasan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat dukungan serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

KAI Divre II Sumatera Barat mencatat hingga saat ini terdapat 121 perlintasan sebidang resmi dan 156 perlintasan tidak resmi di wilayah operasionalnya yang terus dievaluasi secara berkala.

Sepanjang tahun 2025, KAI bersama para pemangku kepentingan telah menutup sebanyak 18 perlintasan sebidang liar. Sementara itu, pada tahun 2026 hingga saat ini, telah dilakukan penutupan terhadap 2 perlintasan liar.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

Reza menegaskan bahwa terdapat tiga aspek utama dalam mewujudkan keselamatan di perlintasan kereta api, yaitu infrastruktur, penegakan hukum, dan budaya.

Dari sisi infrastruktur, evaluasi perlintasan harus dilakukan secara berkala oleh pemerintah dengan melibatkan KAI dan instansi terkait. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Perkeretaapian Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 94 ayat (2) yang menyatakan bahwa penutupan perlintasan sebidang dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah.

“Upaya penutupan perlintasan sebidang ini memerlukan dukungan semua pihak. Keselamatan perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak,” jelas Reza.

Dari sisi penegakan hukum, diperlukan tindakan tegas terhadap pelanggaran di perlintasan sebidang guna memberikan efek jera serta meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas yang memuat sanksi pidana bagi pelanggar, termasuk kewajiban berhenti saat sinyal berbunyi atau palang pintu mulai ditutup.

Sementara itu, dari sisi budaya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan. Pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi rambu dan isyarat saat melintasi perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam rangka menutup perlintasan liar yang berpotensi membahayakan, sekaligus memastikan adanya pemahaman dan dukungan dari warga.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan, serta tidak membuka atau memanfaatkan perlintasan liar.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu disiplin dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Kecelakaan yang terjadi tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada operasional perjalanan kereta api,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS -Komisi IV DPRD Kota Padang menggelar pembahasan mendalam terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun 2025, khususnya pada kinerja Dinas Kesehatan Kota Padang pada, Senin (6/4/2026).

Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan peningkatan layanan kesehatan yang berkualitas dan penanganan kasus strategis di tahun berikutnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan, “Paripurna LKPJ Wali Kota Padang 2025 adalah mekanisme tahunan yang wajib dipatuhi oleh pemerintah daerah sebagai bentuk akuntabilitas kepada DPRD. Melalui Pansus IV, kami memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi penting untuk mengoptimalkan kinerja Dinas Kesehatan, terutama dalam mengukur capaian program unggulan yang didukung oleh APBD, demi perbaikan pada 2026.”

Dinas Kesehatan Kota Padang pada tahun 2025 mengelola anggaran sebesar Rp365,4 miliar dengan realisasi anggaran mencapai 94,03%.

Pendapatan yang diperoleh juga melampaui target dengan realisasi 101,29%. Meski demikian, beberapa isu strategis muncul dalam pembahasan Pansus IV, seperti tingginya angka kematian ibu, peningkatan kasus LGBT yang berhubungan dengan HIV/AIDS, serta tantangan pembatasan layanan kesehatan oleh BPJS.

Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa realisasi anggaran yang melebihi target didasarkan pada kisaran perhitungan tahun sebelumnya.

Mereka juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk universitas dan Satpol PP, untuk sosialisasi kesehatan dan pengawasan praktek-praktek aborsi ilegal di kalangan muda.

Terkait pengadaan yang hampir 100% terealisasi, metode penunjukan langsung digunakan sesuai ketentuan.

Muharlion menegaskan, “Penting bagi pemerintah daerah untuk menetapkan penurunan kematian ibu dan bayi sebagai indikator utama berbasis hasil nyata, bukan sekadar capaian program. Kami juga mendorong integrasi data pelayanan kesehatan dari Puskesmas hingga rumah sakit untuk mempercepat respon terhadap kasus kritis.”

Rekomendasi lain dari Pansus IV meliputi pelaksanaan survey kepuasan independen untuk validitas Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), peningkatan komunikasi dengan layanan kesehatan terkait, serta pemanggilan pihak BPJS guna koordinasi lebih lanjut atas masalah layanan kesehatan masyarakat.

Muharlion menambahkan, “Meski APBD 2026 sudah berjalan di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadli Amran dan Wakil Maigus Nasir, semua catatan dari LKPJ 2025 wajib menjadi bahan evaluasi serius demi peningkatan layanan publik yang lebih baik.”

Pembahasan ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Padang, sekaligus menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat secara komprehensif. (*)

 

INFONEWS-Dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang, Komisi III mengulas hasil Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun 2025 yang membahas kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada, Senin (6/4/2026).

Pembahasan ini menjadi landasan penting dalam mengawal program pembangunan dan pengelolaan anggaran untuk tahun mendatang.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyampaikan, “Paripurna LKPJ Wali Kota Padang 2025 merupakan bagian mekanisme wajib setiap tahun, di mana DPRD memberikan rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi Pansus. Kita menilai kinerja OPD, terutama terkait program unggulan yang didukung APBD, sebagai dasar perbaikan pelaksanaan di tahun 2026.”

Bappeda pada tahun anggaran 2025 memperoleh anggaran sebesar Rp17,39 miliar dengan realisasi mencapai 90,71%. Efisiensi anggaran terjadi pada beberapa pos, seperti pengalihan biaya diklat pegawai ke BKPSDM dan pengurangan anggaran makan-minum rapat.

Pansus III merekomendasikan peningkatan solidaritas ASN di lingkungan Bappeda agar mendukung kinerja lebih optimal ke depan.

Sementara Dinas PUPR yang mengelola anggaran sekitar Rp161,7 miliar mencatat realisasi anggaran 90,91% dengan capaian fisik 94,56%.

Namun, sejumlah proyek infrastruktur mengalami keterlambatan, seperti pembangunan instalasi pengelolaan limbah tinja (IPLT), lanjutan pembangunan RSUD lantai 4, dan sistem drainase perkotaan.

Penyebabnya beragam, mulai dari dampak bencana hingga keterlambatan pengadaan material. Pansus menegaskan agar waktu penyelesaian paket pekerjaan dipastikan rampung akhir Desember agar tidak ada lagi kontrak yang molor. Selain itu, transparansi dan pengelolaan dana darurat (BTT) harus lebih jelas dan diaudit secara ketat.

Muharlion menambahkan, “Meskipun APBD 2026 sudah dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadli Amran dan Wakil Maigus Nasir, catatan penting dari LKPJ 2025 ini wajib menjadi pijakan serius untuk memperbaiki pelaksanaan program, khususnya di sektor infrastruktur yang menjadi prioritas pembangunan.”

Pansus III juga meminta agar fasilitas seperti AMP Mini segera dioptimalkan untuk mendukung perbaikan jalan dan pemanfaatan lahan yang sudah tersedia agar pelayanan publik lebih maksimal.

Evaluasi mendalam ini diharapkan memacu peningkatan efektivitas pengelolaan anggaran dan pembangunan infrastruktur di Kota Padang, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

INFONEWS-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang melalui Komisi II menggelar pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025 pada, Senin (6/4/2026).

Pembahasan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja pendapatan daerah dan pengelolaan anggaran demi peningkatan efektivitas program di tahun mendatang.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyampaikan, “Agenda paripurna LKPJ Wali Kota Padang 2025 merupakan mekanisme tahunan yang wajib dijalankan sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD. Melalui pembahasan Pansus II ini, kami mendapatkan banyak masukan untuk mengoptimalkan kinerja OPD di bidang keuangan dan aset daerah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan APBD 2026.”

Dalam pembahasan Pansus II, Bapenda berhasil menunjukkan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menggembirakan, dengan realisasi yang melebihi target hingga 115,65%.

Capaian ini didukung oleh pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan realisasi pendapatan lainnya yang melampaui ekspektasi.

Meski begitu, sejumlah permasalahan tetap ditemukan, seperti realisasi anggaran di kegiatan Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) yang masih di bawah target karena kendala proses tender jasa.

Untuk itu, Pansus II merekomendasikan agar koordinasi lebih intensif dilakukan terhadap SKPD pengelola pendapatan daerah agar evaluasi dan inovasi dalam pencapaian target dapat dilakukan secara optimal.

Sementara itu, BPKAD melaporkan realisasi belanja sebesar 76,37% dari anggaran yang dialokasikan, dengan beberapa efisiensi belanja yang menjadi perhatian.

Beberapa program seperti Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah dan Pengelolaan Barang Milik Daerah mencatat capaian realisasi yang bervariasi, dengan tantangan utama pada efisiensi dan perubahan regulasi pengelolaan keuangan.

Muharlion menegaskan, “Walaupun tahun 2026 sudah berjalan, evaluasi dan rekomendasi dari LKPJ 2025 harus menjadi pijakan serius dalam mengawal anggaran APBD 26 yang kini sepenuhnya di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Maigus Nasir. Semua catatan ini wajib diperhatikan agar program pemerintah daerah berjalan lebih efektif dan berdampak nyata.”

Pembahasan LKPJ ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh OPD terkait untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja pengelolaan keuangan daerah, demi kemajuan pembangunan Kota Padang secara berkelanjutan. (*)

 

INFONEWS- Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif, mengatakan pentingnya menjaga kekompakan dan keharmonisan antar warga sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikannya pada acara Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar di pelataran Masjid Istiqlal Binuang, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Selasa (7/4/2026) malam.

Acara itu dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, Camat Pauh Titin Masfetrin, Ketua Pengurus Masjid Istiqlal Binuang, Dasman, serta Ketua Pemuda Binuang, Ardi Koto Rajo Batuah, dan para tokoh masyarakat setempat.

“Silaturahmi seperti ini harus terus dijaga. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah menghadirkan berbagai program pembangunan khususnya di wilayah Binuang ini,” katanya.

Raju Minropa menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan masyarakat khususnya selepas Ramadhan.

“Melalui momentum Halal Bihalal ini semoga nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah kita. Ini juga menjadi kekuatan untuk menuju kejayaan Kota Padang, sesuai dengan visi misi dan Progul yang sudah dicanangkan Bapak Wali Kota bersama Wawako," ujarnya.

Ketua Pengurus Masjid Istiqlal Binuang, Dasman, menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Binuang. (*)

 

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. 

INFONEWS-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar rapat paripurna dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025.

Pembahasan ini dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) I, yang menyoroti kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan efektivitas pelaksanaan program unggulan yang didukung oleh APBD Kota Padang.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari mekanisme aturan undang-undang yang wajib dilakukan setiap tahun.

“Hari ini kita membahas LKPJ Wali Kota Padang 2025 sebagai bagian dari mekanisme pertanggungjawaban yang diserahkan oleh pemerintah daerah ke DPRD untuk dibahas dan diberikan rekomendasi. Ini penting agar kita dapat mengukur kinerja program unggulan yang didanai dari APBD dan membuat catatan perbaikan untuk pelaksanaan tahun berikutnya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Dalam pembahasan Pansus I, sejumlah catatan penting muncul, khususnya terkait optimalisasi kinerja Dinas Pertanahan, Inspektorat, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Misalnya, Dinas Pertanahan mendapat catatan mengenai pengelolaan tanah aset Pemerintah Kota yang masih banyak belum terinventarisir serta perlunya fokus penanganan sawah agar dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Begitu pula Inspektorat yang mendapat rekomendasi agar evaluasi terhadap SKPD-SKPD di Kota Padang lebih serius dilakukan, terutama pada fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program dan anggaran.

Muharlion menambahkan, “Walaupun kita sudah memasuki tahun 2026, LKPJ ini tetap menjadi catatan penting untuk memperbaiki pelaksanaan program, terutama di bidang infrastruktur dan pengelolaan anggaran. APBD 2026 sudah sepenuhnya berada di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadli Amran dan Wakil Abu Jamaigus, sehingga menjadi tanggung jawab mereka untuk mengawal dan memperbaiki pelaksanaan yang sudah ada.”

Ia mengingatkan agar catatan-catatan dari pembahasan ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi dijadikan dasar konkret untuk peningkatan pelayanan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Pembahasan LKPJ Wali Kota 2025 ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap efektivitas anggaran dan pelaksanaan program yang berjalan selama tahun lalu, sehingga dapat menjadi pijakan untuk perencanaan yang lebih matang dan akuntabel pada tahun 2026. (*)

 

INFONEWS-Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, khususnya di perlintasan sebidang. Langkah ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi kembali dilaksanakan pada Selasa (7/4) di sejumlah titik strategis perlintasan sebidang, yaitu:
1. Perlintasan resmi dijaga Km 1+300/400 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Pulau Air
2. ⁠Perlintasan resmi dijaga Km 1+900/000 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Pulau Air
3. ⁠Perlintasan tidak dijaga Km 8+600 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Tabing
4. ⁠Perlintasan resmi dijaga Km 9+1/2 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Tabing

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan melalui pengeras suara, memasang media sosialisasi berupa spanduk, serta membagikan stiker bertema keselamatan dengan pesan “Berhenti Sejenak, Tengok Kanan Kiri, Pastikan Aman, Lanjutkan Perjalanan.”

Hingga April 2026, KAI Divre II Sumbar telah menjangkau 13 titik perlintasan sebidang melalui kegiatan serupa sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Edukasi juga menyasar sekolah-sekolah serta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api.

Menurut Reza, keberadaan palang pintu dan rambu lalu lintas tidak akan optimal tanpa kesadaran dari pengguna jalan. “Keselamatan di perlintasan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan dan mendahulukan perjalanan kereta api,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap pelanggaran di perlintasan sebidang memiliki risiko besar, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi perjalanan kereta api dan petugas operasional.

Perlintasan sebidang sendiri merupakan titik rawan karena menjadi pertemuan langsung antara jalur kereta api dan jalan raya. Oleh sebab itu, pengguna jalan diingatkan untuk selalu berhenti sejenak, memastikan kondisi aman dari kedua arah, serta mematuhi seluruh rambu yang ada sebelum melintas.

Selain berdampak pada keselamatan, pelanggaran di perlintasan sebidang juga memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan perjalanan yang aman dengan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang,” tutup Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperluas jangkauan sosialisasi serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan melaporkan potensi bahaya di sekitar jalur kereta api melalui stasiun terdekat atau layanan Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.(*)

 


INFONEWS-Dalam momentum libur panjang Paskah, minat masyarakat terhadap transportasi kereta api di wilayah Sumatera Barat menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya okupansi penumpang pada perjalanan KA Lembah Anai yang bahkan menembus lebih dari 100 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. KA Lembah Anai rute Stasiun Kayutanam–Stasiun Padang pulang-pergi (PP) yang mulai beroperasi dengan relasi baru  pada 1 Januari 2026. Kehadiran relasi ini disambut antusias oleh masyarakat, tercermin dari tingkat keterisian tempat duduk yang penuh pada libur paskah.

Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata maupun bersilaturahmi bersama keluarga. KA Lembah Anai menjadi salah satu pilihan favorit karena menawarkan perjalanan yang nyaman sekaligus menyuguhkan panorama alam khas Sumatera Barat yang indah.

Tingginya okupansi tersebut juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang semakin andal, baik dari sisi keselamatan, ketepatan waktu, maupun kenyamanan perjalanan. KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya pada periode peak season seperti libur Paskah.

Untuk mengantisipasi tingginya animo masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoptimalkan seluruh rangkaian perjalanan serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana agar operasional tetap berjalan dengan aman dan lancar.

KAI mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan tiket, terutama pada masa libur panjang.

KAI Divre II Sumatera Barat akan terus meningkatkan kualitas layanan guna menghadirkan pengalaman perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan.

KA Lembah Anai yang melayani 6 perjalanan setiap hari pada rute Kayutanam-Padang menawarkan pengalaman perjalanan dengan panorama alam yang hijau dan menyejukkan, sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpang.

Relasi Kayutanam–Padang
- KA PLB B51A berangkat pukul 05.30 WIB, tiba pukul 07.04 WIB
- ⁠KA PLB B53A berangkat pukul 11.40 WIB, tiba pukul 13.16 WIB
- ⁠KA PLB B55A berangkat pukul 16.20 WIB, tiba pukul 17.57 WIB

Relasi Padang–Kayutanam
- KA PLB B52A berangkat pukul 08.35 WIB, tiba pukul 10.10 WIB
- ⁠KA PLB B54A berangkat pukul 14.10 WIB, tiba pukul 15.45 WIB
- ⁠KA PLB B56A berangkat pukul 18.55 WIB, tiba pukul 20.30 WIB

“Berdasarkan data volume penjualan tiket KA Lembah Anai mas Paskah priode 3-5 April 2026, jumlah penumpang KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang (PP) pada libur Paskah mencapai 4113 pelanggan atau sekitar 120 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan pada periode 3-5 April yakni 3.456 tempat duduk.

Informasi lengkap mengenai jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Dengan jadwal keberangkatan yang teratur serta tarif yang terjangkau, KA Lembah Anai diharapkan menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas harian, pendidikan, pekerjaan, hingga perjalanan wisata.

Selain itu, KAI Divre II Sumatera Barat juga menetapkan tarif yang sangat terjangkau. Untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, tarif tiket sebesar Rp3.000, sedangkan untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya ditetapkan sebesar Rp5.000.

“KAI mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk memanfaatkan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, bebas macet, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan, serta menyesuaikan kapasitas dan pola operasi sesuai dinamika kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.(*)

Bicarakan pembangunan jembatan Kalawi Limau Manis, Anggota DPRD Kota Padang Rafdi/Ketua F PKS DPRD Padang laksanakan pertemuan Zigo Rolanda anggota DPR RI yang sudah memperjuangkan jembatan ini. Terima kasih juga supportnya Pak Iqra Chissa Wakil Ketua DPRD /Ketua DPD Golkar Padang dan Uda Helmi Musim anggota DPRD Kota Padang dari Partai Golkar.

INFONEWS - Kondisi Jembatan Kalawi di Jalan Koto Panjang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang yang kondisinya memprihatinkan. Hampir seluruh lantai jembatan yang terbuat dari plat besi sudah banyak yang terlepas, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.


Jembatan yang berada di RW 7 Kelurahan Limau Manis ini merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain sebagai jalur alternatif menuju Kampus Universitas Andalas (Unand) dan pusat kota, jembatan juga digunakan untuk distribusi hasil pertanian, akses ke rumah sakit, serta jalur penghubung antara Kenagarian Pauh dengan Limau Manis.

Anggota DPRD Kota Padang Rafdi,ST.,menyampaikan beberapa waktu lalu, kami bersama PUPR Kota Padang, berkoordinasi terkait kendala lapangan untuk design rencana peningkatan pembangunan kembali jembatan Kalawi Limau Manis

Kami secara pribadi sangat berterima kasih kepada Pak Zigo Rolanda anggota DPR RI yang sudah memperjuangkan jembatan ini. Terima kasih juga supportnya Pak Iqra Chissa Wakil Ketua DPRD Sumbar dan Uda Helmi Musim anggota DPRD Kota Padang dari Partai Golkar. Kami sudah melakukan pertemuan bersama pada tanggal 3 Maret 2026 kemarin.

"Sekali lagi, kita berterima kasih kepada Bapak Zigo Rolando yang sudah menginisiasi pembangunan jembatan Kalawi Kurahan Limau Manis Kecamatan Pauh. Saat ini sedang dalam tahap design.InsyaAllah kita akan segera berkoordinasi dengan BPJN, "ungkap Rafdi Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang, anggota dewan dari dari pemilihan (Dapil) III Pauh Lubuk Kilangan ini, Sabtu (4/4/2026) saat  dihubungi media ini melalui via WhatsApp.

"Pada tahap ini, tentu design harus tepat agar secara konstruksi bisa tepat dan masyarakat bisa menerima terkait pemanfaatan lahan.Kami membantu mengkoordinasikan dengan seluruh stakeholder.Termasuk dengan BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional).Sesuai kordinasi dengan Pak Zigo, Pak Iqra dan Pak Helmi Musim," ujarnya.

Sebelumnya tanggal 9 Oktober 2025, Pak Zigo dan pak wali sudah melaunching rencana pembangunan jembatan Kalawi ini.Jembatan ini menghubungkan masyarakat Limau Manis dengan kampus Unand Limau Manis."Kita berharap bisa terealisasi karena akan meluaskan akses masyarakat dengan pusat- pusat ekonomi,"pungkasnya.

Sebelumnya, baru - baru ini Wakil Ketua DPRD Sumbar, Iqra Chissa, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. Ia menegaskan, pembangunan ulang jembatan sangat mendesak mengingat fungsinya yang strategis bagi warga sekitar.

“Untuk merevitalisasi jembatan ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Melihat keterbatasan APBD provinsi dan kota, jumlah itu memang cukup besar. Karena itu, kami akan mengupayakan agar pembangunan jembatan ini bisa dibiayai melalui APBN. Kita berharap pembangunan ini bisa direalisasikan pada 2026 atau 2027, " pungkasnya. (bim).


Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., 

INFONEWS-Pemerintah pusat sebelumnya menetapkan skema kerja hybrid, termasuk work from home (WFH) aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat, dengan tetap menekankan agar pelayanan publik tidak terganggu.


Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi energi dari sektor transportasi dan operasional perkantoran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa penerapan WFH harus disertai aturan yang jelas serta pengawasan yang ketat agar tidak disalahgunakan.

"Muharlion mengingatkan potensi penyalahgunaan kebijakan work from home (WFH) aparatur sipil negara (ASN) yang jatuh pada hari Jumat sebagai ajang libur panjang," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan agar aparatur sipil negara tetap bekerja secara profesional meski tidak berkantor demi menjaga kelancaran pelayanan masyarakat.

Ya, tentu harus jelas. WFH itu kan bekerja dari rumah, jadi harus dipastikan ada SOP-nya. Mulai dari jam kerja, target harian, sampai indikator kinerjanya harus terukur.

Ia menekankan bahwa tidak semua instansi bisa menerapkan WFH, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik seperti sektor kesehatan.

“Yang pelayanan publik itu tentu tidak bisa sembarangan. Jangan sampai kebijakan ini justru mengganggu pelayanan ke masyarakat.Karena itu, penerapan kebijakan ini harus selektif sesuai dengan karakteristik tugas masing-masing instansi,"tegasnya.

Muharlion juga mengingatkan agar kebijakan WFH tidak dimanfaatkan sebagai celah untuk kepentingan di luar pekerjaan, terutama dengan skema WFH setiap hari Jumat yang berpotensi dianggap sebagai long weekend.

“Jangan sampai WFH ini dijadikan momen lain. Sebenarnya ini hanya memindahkan tempat kerja saja, dari kantor ke rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan dapat dilakukan melalui sistem presensi yang jelas, mulai dari absensi pagi hingga laporan kinerja harian ASN.

Mulai dari absen pagi jam 08.00 atau sebelumnya, kemudian aktivitas kerjanya harus jelas. Karena setiap pegawai kan sudah punya beban kerja dan indikator kinerja masing-masing.

Terkait kemungkinan adanya sanksi bagi ASN yang melanggar aturan WFH, Muharlion mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

“Sekarang kita belum lihat regulasinya secara detail. Nanti kita minta dari BKPSDM atau bagian hukum seperti apa juknisnya. Yang jelas, DPRD akan melakukan pengawasan terhadap kebijakan ini. Pengawasan DPRD akan difokuskan pada implementasi kebijakan di daerah agar tidak menimbulkan persoalan baru," ujarnya.

Muharlion menilai kebijakan WFH tetap bisa diterapkan di Kota Padang, meski dampaknya terhadap penghematan energi perlu dikaji lebih lanjut.

“Kalau memang itu kebijakan pemerintah pusat dan tujuannya untuk penghematan, tentu harus dijalankan. Tapi yang paling penting, pelayanan jangan sampai terganggu dan kinerja tetap terjaga,”pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang melalui Plh Kepala BKPSDM Tarmizi menyebutkan pihaknya masih akan membahas teknis pelaksanaan WFH di tingkat daerah.

“Karena berlaku Jumat dan bertepatan dengan tanggal merah, jadi teknisnya akan dibahas terlebih dahulu,” ungkapnya. (*)

 

INFONEWS-Pada masa libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Jumat Agung dan Hari Raya Paskah pada Jumat (3/4), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan sebanyak 23.376 tempat duduk untuk layanan perjalanan kereta api selama periode 3 hingga 5 April 2026. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa meskipun masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 telah usai, Divre II Sumbar terus berupaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Sumatera Barat dengan mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie-BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima-Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam-Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap harinya beroperasi pada lintas Pauh Lima-Padang-Pariaman-Naras dengan tarif tiket Rp5.000. Layanan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi unggulan seperti Pantai Gandoriah Pariaman.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres menjalani 12 perjalanan per hari pada rute Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Stasiun Pulau Aie dengan harga tiket Rp10.000. Selain menunjang konektivitas bandara, kereta ini juga menghadirkan nilai tambah melalui program tiket rombongan edukatif yang ramah bagi pelajar.

Adapun KA Lembah Anai yang melayani 6 perjalanan setiap hari pada rute Kayutanam-Padang menawarkan pengalaman perjalanan dengan panorama alam yang hijau dan menyejukkan, sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpang.

“Pengoperasian ketiga kereta api lokal tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterhubungan antardaerah di Sumatera Barat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat” kata Reza.

Ia menambahkan, dengan tarif yang terjangkau serta fasilitas yang memadai, kereta api menjadi sarana transportasi yang ideal bagi masyarakat maupun wisatawan untuk menikmati kekayaan alam dan budaya Minangkabau secara aman dan nyaman.

“Tiket kereta api lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, dengan sistem penjualan yang dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan” ujar Reza.

Reza juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi Access by KAI, guna menghindari potensi penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dengan jadwal perjalanan yang andal dan terencana, KAI memastikan setiap pelanggan dapat menikmati layanan transportasi yang aman, tertib, dan menyenangkan selama masa libur panjang ini.

“KAI akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari aspek ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Penyesuaian kapasitas dan pola operasi juga kami lakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada momen long weekend,” tutup Reza.(*)


INFONEWS 

Perjuangan tak kenal lelah membuahkan hasil. PSP Padang (Pandeka Minang) sukses keluar sebagai juara usai mengalahkan PSPP dengan skor tipis 3-2 dalam pertandingan laga final Liga 4 Sumatera Barat (Sumbar) musim 2025/2026 yang digelar di Stadion Utama Sumbar, Padang Pariaman, Kamis (2/4/2026).

Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin Ketua Ketua Umum PSP Padang Amril Amin "Aciak”, Anggota DPRD Padang Padang didampingi Ketua Harian Osman Ayub Wakil Ketua DPRD Kota Padang, pelatih Joni Efendi serta dukungan penuh  Wali Kota Padang Fadly Amran.




Laga turut disaksikan langsung Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua Askot PSSI Kota Padang Mastilizal Aye (Wakil Ketua DPRD Kota Padang), Ketua Harian PSP Padang Osman Ayub (Wakil Ketua DPRD Kota Padang).


Kemenangan ini memastikan PSP Padang keluar sebagai juara Liga 4 Sumbar 2025/2026 setelah melalui laga final penuh drama dan tensi tinggi.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga babak tambahan waktu 2 x 15 menit (extra time). Kedua tim saling kejar gol sebelum PSP memastikan kemenangan dramatis.

PSPP akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-26 melalui aksi individu Jimmy Trian Brother. Memanfaatkan bola lambung dari lini tengah, ia lolos dari kawalan bek dan dengan cerdik melepaskan lob melewati kiper Rafiq Effendi. Skor berubah 0-1 untuk PSPP.Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-1 untuk keunggulan PSPP.

Memasuki babak kedua.Tekanan PSP akhirnya berbuah hasil pada menit ke-56. Kaka Muhammad Sheva sukses mencetak gol penyama setelah mencocor bola di depan gawang. Skor menjadi 1-1.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 1-1 dan laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Pada babak tambahan waktu, PSPP kembali unggul melalui sundulan Januardi Rahmad Dwi Ananda memanfaatkan sepak pojok. Skor berubah menjadi 1-2.PSP merespons cepat. Kapten tim PSP, Agung Wijaksono, sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-105 dan menyamakan skor menjadi 2-2.

Lepas jeda extra time, PSP langsung berbalik unggul. Carel Syadef kembali menjadi aktor penting setelah mencetak gol pada menit ke-106 melalui aksi individu di dalam kotak penalti. Skor berubah 3-2 untuk PSP.

PSPP berusaha mengejar ketertinggalan. Babak kedua tambahan waktu tuntas, peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan PSP Padang.

Sebelumnya, Ketua Umum PSP, Amril "Aciak" Amin didampingi Ketua Harian Osman Ayub mengatakan bahwa kesebelasan PSP Padang dalam kondisi siap tempur.Seluruh pemain dalam kondisi baik dan siap mengikuti laga.

Amril Amin menyebut, PSP Padang dipastikan memulai Liga 4 Sumbar pada awal Januari 2026. Perjuangan tak kenal lelah itu nantinya diharapkan akan membawa PSP Padang kembali ke kasta sepakbola tertinggi.(bim/*)




 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat pertumbuhan jumlah pengguna kereta api lokal selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Berdasarkan data per 1 April 2026 pukul 23.59 WIB, sejak 11 Maret 2026 tercatat sebanyak 153.206 pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta api lokal di wilayah Divre II Sumbar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang tercatat sebanyak 137.936 pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang semakin andal.

Pergerakan penumpang tertinggi, baik kedatangan maupun keberangkatan, masih didominasi oleh Stasiun Padang. Adapun rincian volume penumpang selama masa Angkutan Lebaran adalah sebagai berikut:

Kedatangan Penumpang:
- Stasiun Padang: 40.616 penumpang
- Stasiun Pariaman: 28.817 penumpang
- Stasiun Air Tawar: 12.687 penumpang
- Stasiun BIM: 10.158 penumpang
- Stasiun Naras: 9.626 penumpang

Keberangkatan Penumpang:
- Stasiun Padang: 40.299 penumpang
- Stasiun Pariaman: 25.985 penumpang
- Stasiun Air Tawar: 14.310 penumpang
- Stasiun BIM: 10.389 penumpang
- Stasiun Lubuk Alung: 9.284 penumpang

Secara nasional, Stasiun Padang juga tercatat sebagai stasiun tujuan favorit kedua untuk layanan kereta api lokal dengan jumlah 40.616 penumpang. Pada sisi keberangkatan, Stasiun Padang juga menempati posisi kedua dengan total 40.299 penumpang.

“Lonjakan volume penumpang tertinggi terjadi pada 24 dan 25 Maret 2026, dengan jumlah penumpang berangkat berkisar antara 10.000 hingga 10.300 orang per hari,” ujar Reza.

Sebagian besar pelanggan memanfaatkan layanan kereta api untuk keperluan liburan dan wisata, terutama menuju kawasan pantai di Kota Pariaman dengan KA Pariaman Ekspres. Hingga saat ini, total penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 107.783 tiket.

Selain mendukung sektor pariwisata, KA Pariaman Ekspres juga menjadi sarana transportasi andalan bagi masyarakat yang beraktivitas bekerja maupun berdagang di wilayah yang dilintasinya.

Dalam rangka meningkatkan kemudahan akses layanan, KAI menyediakan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Tiket dapat dibeli mulai H-7 sebelum keberangkatan dengan ketentuan maksimal 10 tiket dalam satu kode booking.

Reza juga mengingatkan masyarakat agar hanya melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi, baik melalui aplikasi Access by KAI maupun loket stasiun (go show maksimal 3 jam sebelum keberangkatan selama tiket masih tersedia), guna menghindari penipuan serta menjamin keabsahan tiket.

Secara umum, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Divre II Sumbar berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Seluruh perjalanan kereta api dapat dijalankan dengan baik serta tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketepatan waktu.

Guna mendukung kelancaran operasional, KAI Divre II Sumbar telah mengoptimalkan seluruh sumber daya, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana, maupun prasarana.

Petugas operasional seperti masinis dan asisten masinis menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Sementara itu, petugas frontliner seperti kondektur, petugas ticketing, dan customer service turut memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan, KAI Divre II Sumbar juga menyiagakan personel tambahan, termasuk petugas penjaga pintu perlintasan ekstra serta petugas daerah pemantauan khusus. Selain itu, Alat Material untuk Siaga (AMUS) juga disiapkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan seperti banjir, longsor, maupun kerusakan jalur.

Pada aspek keamanan dan ketertiban, KAI bekerja sama dengan aparat setempat serta menyiapkan total 196 personel pengamanan yang terdiri dari 24 Polsuska, 119 petugas security, 3 Babin Polsuska, serta dukungan 50 personel TNI/Polri.

KAI juga secara konsisten melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan, meningkatkan pengawasan di perlintasan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar.

KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan guna menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pelanggan. Kami berharap layanan yang semakin baik ini dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat,” tutup Reza.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja operasional yang sangat baik selama masa Angkutan Lebaran 2026, khususnya dalam hal ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan (On Time Departure/OTD) kereta api lokal mencapai 100 persen, melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 99,24 persen.

Sementara itu, tingkat ketepatan waktu kedatangan (On Time Arrival/OTA) kereta api lokal juga mencapai 100 persen, melebihi target sebesar 97,00 persen.

Capaian ini menunjukkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, khususnya dalam menghadirkan perjalanan yang tepat waktu, aman, dan nyaman selama periode angkutan Lebaran.

Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas dari kemacetan, sehingga menjadi pilihan favorit masyarakat, khususnya pada masa mudik Lebaran.

Selain menjaga ketepatan waktu, KAI Divre II Sumbar juga terus memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan tetap terjaga secara optimal.

Dengan capaian ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang andal dan terpercaya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh insan KAI dalam menjaga kualitas layanan selama masa angkutan Lebaran.

“Capaian ketepatan waktu 100 persen ini menjadi bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Kami terus berupaya menjaga disiplin operasional, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Reza.

Ia juga menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan secara berkelanjutan guna mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan, serta mengajak masyarakat untuk terus menjadikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi yang selamat, nyaman, dan tepat waktu” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa Stasiun Padang menjadi salah satu stasiun favorit masyarakat secara nasional, baik sebagai stasiun keberangkatan maupun tujuan untuk layanan kereta api lokal selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Selama periode tersebut, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan KA lokal, atau rata-rata 28 perjalanan per hari. Adapun rincian layanan yang dioperasikan meliputi:
• 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP)
• 12 perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (PP)
• 6 perjalanan KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP)

Ketiga layanan tersebut melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang di Stasiun Padang sebagai salah satu stasiun utama di wilayah Sumatera Barat.

Dari sisi kapasitas, KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan sebanyak 171.424 tempat duduk selama 22 hari masa Angkutan Lebaran, atau rata-rata 7.792 tempat duduk per hari.

Berdasarkan data hingga 30 April 2026, Stasiun Padang menempati posisi kedua sebagai stasiun tujuan favorit dengan total 36.419 penumpang. Sementara itu, pada kategori keberangkatan, Stasiun Padang juga berada pada posisi kedua dengan jumlah 36.976 penumpang.

Adapun posisi pertama untuk kategori stasiun favorit keberangkatan dan tujuan ditempati oleh Stasiun Sukabumi yang berada di provinsi Jawa Barat, dengan capaian 54.322 penumpang untuk keberangkatan dan 56.016 penumpang untuk kedatangan.

Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Selain itu, hal ini juga menegaskan peran strategis Stasiun Padang sebagai salah satu simpul transportasi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

KAI Divre II Sumatera Barat akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi keselamatan, ketepatan waktu, maupun kenyamanan, guna memberikan pengalaman perjalanan yang terbaik bagi seluruh pelanggan.

“Kami mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api lokal, khususnya melalui Stasiun Padang yang berhasil menjadi salah satu stasiun favorit secara nasional selama masa Angkutan Lebaran 2026. Capaian ini merupakan hasil dari komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/3).

“Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat yang semakin meningkat.”

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan menggunakan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik, serta berkontribusi dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Barat.(*)

 

INFONEWS-Dalam rangka mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan Pos Kesehatan di sejumlah stasiun utama. Pos kesehatan tersebut tersedia di Stasiun Padang, Stasiun Naras dan Stasiun Kayutanam yang beroperasi menyesuaikan dengan jam layanan kereta api.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen KAI Divre II Sumbar dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung operasional, termasuk awak sarana perkeretaapian, petugas posko kesehatan, serta petugas lainnya yang berperan langsung dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KAI memahami pentingnya pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Pos kesehatan ini kami hadirkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi penumpang maupun petugas. Kami menyiagakan tenaga medis yang terdiri dari 2 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 7 paramedis. Selain itu, tersedia 1 unit ambulans yang siap digunakan dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Lebih lanjut, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan 14 rumah sakit di sepanjang jalur kereta api guna memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila diperlukan.

Sebagai bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan, KAI Divre II Sumbar turut menjalin sinergi dengan Rumah Sakit Semen Padang dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang kereta api. “Kegiatan ini dilaksanakan pada 18–19 Maret 2026 serta 23–24 Maret 2026, bertempat di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB”, kata Reza.

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol.

“Melalui berbagai upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap dapat memberikan pelayanan yang optimal serta memastikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 1447 H,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Sebagai upaya penyelamatan aset negara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima 8 e-Sertipikat dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sijunjung dengan total luas 24.978 m². Sertipikat tersebut merupakan bagian dari program sertipikasi tahun 2026 di lingkungan Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa penyerahan e-Sertipikat dilaksanakan pada Senin (30/3) di Ruang Buya Hamka, Kantor PT KAI Divre II Sumbar. Sertipikat tersebut diterima oleh Vice President Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan, didampingi Manager Aset Divre II Sumbar, Priyatmoko dan jajaran manajemen. Sementara itu, dari pihak BPN Kabupaten Sijunjung hadir Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sijunjung, Muhammad Arief Sulaiman, S.St didampingi Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Alex Suvrianto, SH, beserta jajaran.

Reza menambahkan bahwa program pensertipikatan merupakan langkah strategis dalam mengamankan aset, memberikan legalitas, serta menjamin kepastian hukum atas lahan milik KAI di berbagai wilayah. Aset tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan infrastruktur nasional serta peningkatan pelayanan perkeretaapian.

“KAI Divre II Sumbar terus menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan Kantor Wilayah BPN di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Sinergi ini dilakukan sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing, sekaligus menjadi landasan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah serta penanganan permasalahan aset KAI,” ujar Reza.

Vice President PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan menyampaikan bahwa penerimaan e-Sertipikat ini merupakan langkah penting dalam upaya pengamanan dan penertiban aset negara yang dikelola KAI.

“Pensertipikatan aset merupakan bentuk komitmen KAI dalam memastikan seluruh aset memiliki legalitas yang kuat dan kepastian hukum, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung operasional dan pengembangan perkeretaapian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional dalam mempercepat proses sertipikasi aset.

“Kami mengapresiasi dukungan BPN Kabupaten Sijunjung yang telah bersinergi bersama KAI. Ke depan, kerja sama ini akan terus ditingkatkan guna mempercepat penataan dan pengamanan aset secara menyeluruh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Alex Suvrianto, SH mewakili Kepala Kantor BPN Kabupaten Sijunjung menyampaikan bahwa penerbitan e-Sertipikat merupakan bagian dari komitmen BPN dalam mendukung pengamanan aset negara, khususnya aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Melalui program sertipikasi ini, kami ingin memastikan setiap aset negara memiliki kepastian hukum yang jelas, sehingga terlindungi dari potensi sengketa maupun penyalahgunaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital melalui e-Sertipikat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan data pertanahan.

“Kami berharap sinergi antara BPN dan PT KAI dapat terus diperkuat, sehingga proses pensertipikatan aset berjalan lebih cepat, tertib, dan memberikan manfaat optimal bagi negara serta masyarakat,” tambahnya.

Pada tahun 2025, secara keseluruhan KAI Divre II Sumbar telah melakukan pensertipikatan sebanyak 30 e-Sertipikat dengan total luas 148.319 m². Proses ini akan terus dilaksanakan secara bertahap.

“KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya penyelamatan aset negara, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan serta mengembangkan proses bisnis perkeretaapian”, tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan perkembangan terbaru terkait penjualan tiket kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengungkapkan bahwa hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 125.879 tiket telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bergerak seiring dengan penjualan tiket yang masih berlangsung.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena masih tersedia lebih dari 27 ribu tempat duduk hingga 1 April 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 11.164 tempat duduk KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 11.601 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM (PP), serta 4.420 tempat duduk KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP),” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa puncak penjualan tiket telah terjadi pada 24 dan 25 Maret 2026, dengan penjualan mencapai lebih dari 10 ribu tiket per hari. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis penjualan tiket akan kembali meningkat pada akhir pekan mendatang.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 171.424 tempat duduk. Jumlah ini meningkat 9% dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Rata-rata, setiap harinya tersedia 28 perjalanan kereta api dengan kapasitas mencapai 7.792 tempat duduk.

KAI Divre II Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih tersedia. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang praktis, aman, dan nyaman, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun berwisata bersama keluarga.

Dengan jadwal perjalanan yang teratur, waktu tempuh yang terukur, serta tarif yang terjangkau, layanan kereta api lokal di Sumatera Barat menjadi alternatif transportasi yang andal untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalan raya. Selain itu, pelanggan juga dapat menikmati kemudahan pemesanan tiket secara digital melalui aplikasi Access by KAI yang cepat, aman, dan transparan.

Reza juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi, khususnya aplikasi Access by KAI, guna menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket.

“Pemesanan tiket kereta api lokal dapat dilakukan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. Sementara itu, loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go-show) mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum libur Lebaran ini dengan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB, lebih dari 100.000 penumpang yang melakukan pemesanan tiket dan telah diberangkatkan melalui layanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan hari ini, Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 106.747 penumpang pada masa Angkutan Lebaran yakni periode 11 Maret 2026 s.d 1 April 2026 dari total kapasitas 171.424 tempat duduk yang disediakan atau rata-rata 7.792 tempat duduk setiap harinya.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama pada masa libur lebaran ini. “Angka ini masih akan terus bertambah karena masa Angkutan lebaran masih berlangsung hingga 1 April 2026 mendatang,” ujar Reza.

Dari sisi stasiun, mobilitas penumpang tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Rincian jumlah penumpang pada masa libur tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk kedatangan penumpang:
- Stasiun Padang: 29.253 penumpang
- Stasiun Pariaman: 21.209 penumpang
- Stasiun Air Tawar: 8.571 penumpang
- Stasiun Naras: 7.401 penumpang
- Stasiun Lubuk Alung: 5.698 penumpang

Untuk keberangkatan penumpang:
- Stasiun Padang: 28.506 penumpang
- Stasiun Pariaman: 19.320 penumpang
- Stasiun Air Tawar: 10.252 penumpang
- ⁠Stasiun Lubuk Alung: 6.382 penumpang
- ⁠Stasiun Naras: 6.322 penumpang

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

“Untuk mempermudah pengguna jasa kereta api, tiket kereta api Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Untuk pemesanan hari ini pelanggan sudah dapat memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 25 Maret 2026 hingga 1 April 2026 mendatang” kata Reza.

“Penjualan tiket kereta api akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu H-7 keberangkatan” imbuhnya.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Angkutan Lebaran ini. Perusahaan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“KAI berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Dengan layanan yang semakin baik kami berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat pada momen Lebaran nanti,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api, khususnya KA Pariaman Ekspres, selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026. Sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan layanan angkutan yang andal dan aman, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras (PP) setiap harinya dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 4.240 tempat duduk.

KA Pariaman Ekspres kembali menjadi primadona masyarakat, terutama bagi pelanggan yang ingin menikmati perjalanan wisata ke Kota Pariaman. Tingginya animo ini terlihat dari tingkat keterisian tempat duduk yang terus menunjukkan tren positif, khususnya pada masa libur Lebaran.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat Sumatera Barat untuk bepergian menggunakan kereta api pada momen Lebaran tahun ini sangat tinggi, terutama pada layanan KA Pariaman Ekspres yang menjadi pilihan favorit untuk perjalanan wisata.

“KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu layanan unggulan yang diminati masyarakat, khususnya bagi pelanggan yang ingin berwisata ke kawasan pesisir seperti Pantai Gandoriah di Pariaman,” jelas Reza.

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras melayani rute Padang–Pariaman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Selain menawarkan perjalanan yang relatif singkat, pelanggan juga disuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat sepanjang perjalanan.

Dengan tarif yang terjangkau, KA Pariaman Ekspres menjadi solusi transportasi yang ekonomis, aman, dan nyaman bagi masyarakat, baik untuk keperluan liburan, silaturahmi, maupun aktivitas lainnya selama masa Lebaran.

“Volume penumpang KA Pariaman Ekspres pada hari ini, 24 Maret 2026, mencapai 6.674 penumpang atau sebesar 158% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yakni sebanyak 4.240 tempat duduk,” tambah Reza.

Tingginya angka tersebut semakin menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, terutama pada masa liburan panjang. Selain menawarkan harga yang kompetitif, kereta api juga unggul dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, serta kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, baik dari aspek keselamatan, ketepatan waktu, maupun kenyamanan selama perjalanan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana, kesiapan petugas di lapangan, hingga peningkatan layanan di stasiun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan selama masa Angkutan Lebaran ini. KAI akan terus berupaya memberikan layanan terbaik serta menyesuaikan kapasitas dan pola operasi guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.