Articles by "Padang"

Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

 


INFO,PADANG-Suasana meriah menyelimuti Sekolah Alam Islam Terpadu (IT) Ar Royyan, Kota Padang, dalam gelaran acara bertajuk Semarak Ar Royyan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, kreatif, dan berorientasi masa depan. Ketua Yayasan Raudhatul Ar Royyan, Elly Thrisyanti, SE, Akt, menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana menanamkan nilai, eksistensi, dan keunggulan Ar Royyan di tengah masyarakat.

Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari bazar UMKM, pasar murah, exhibition, hingga stand kewirausahaan masyarakat. Tak hanya itu, kreativitas siswa turut ditampilkan melalui berbagai pertunjukan dan aktivitas edukatif. Kegiatan luar kelas seperti berenang dan flying fox juga menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun keberanian anak.

Dalam sambutannya, Elly Thrisyanti menjelaskan bahwa Sekolah Alam IT Ar Royyan telah menerapkan program pendidikan berbasis masa depan, salah satunya melalui program bilingual. Program ini menggunakan dua bahasa pengantar, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dalam proses belajar mengajar.

"Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, memperluas pemahaman budaya, menciptakan lingkungan belajar global, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia internasional," ucapnya, Sabtu (10/1/26)

Berbeda dengan banyak sekolah yang masih dalam tahap perencanaan, Ar Royyan telah menerapkan komunikasi bahasa Inggris dalam keseharian di lingkungan sekolah (everyday English communication). Langkah ini diambil untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini agar siap bersaing secara global.

“Pendidikan di Ar Royyan berbasis karakter dan adab sebagai fondasi utama. Ilmu itu penting, tetapi tanpa adab, ilmu tidak akan bermakna,” ujar Elly. Ia menambahkan, sejak berdiri pada 7 Juli 2011, Sekolah Alam Ar Royyan terus berkembang dari jenjang TK hingga SMA, seiring tingginya kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan yang menekankan akhlakul karimah dan kecintaan pada alam.

Keunikan Ar Royyan terletak pada konsep kurikulumnya yang menjadikan alam sebagai ruang dan sumber belajar utama. Alih-alih membangun gedung beton, sekolah ini menghadirkan saung-saung belajar agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Konsep ini menegaskan identitas Sekolah Alam yang memanfaatkan apa pun di sekitar anak sebagai media pembelajaran.

Elly Thrisyanti juga mengungkapkan visi besar pengembangan Ar Royyan ke depan, termasuk rencana pembangunan perguruan tinggi dan program sister school. Program tersebut dirancang untuk membuka peluang pertukaran guru dan siswa dengan sekolah luar negeri. Langkah awal telah dilakukan melalui kegiatan English Camp yang melibatkan tutor dari 45 negara, bekerja sama dengan institusi yang berafiliasi dengan Cambridge University.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Nurfitri. Ia menilai Semarak Ar Royyan mampu menumbuhkan bakat seni, wawasan pengetahuan, serta jiwa kewirausahaan siswa. Dinas Pendidikan, kata dia, siap bersinergi dan memberikan dukungan program apabila pihak yayasan mengajukan pengembangan pendidikan.

Senada dengan itu, Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, memuji kolaborasi antara kegiatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan “Padang Juara” dan mendorong UMKM naik kelas.

Tak hanya fokus pada siswa, Ar Royyan juga membekali tenaga pendidik dengan pelatihan bahasa Inggris intensif. Selama dua bulan, guru dari berbagai jenjang dilatih untuk berani berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris setiap hari. “Kita orang Indonesia yang sedang belajar bahasa Inggris. Jangan takut untuk memulai,” pesan Elly.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Sekolah Alam IT Ar Royyan optimistis terus berkembang sebagai institusi pendidikan berintegritas. Melalui kolaborasi pendidikan karakter, penguasaan bahasa asing, dan kedekatan dengan alam, Ar Royyan kian mengukuhkan diri sebagai pilihan utama orang tua dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan islami.(*)

 

Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

INFONEWS,PADANG - Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai.

Setelah diterjang banjir bandang dan kehilangan harta benda, mereka kini harus menghadapi luka yang tak kalah perih. Fitnah dan hujatan publik akibat sebuah video viral di media sosial.

Video tersebut menuding adanya aktivitas alat berat yang diduga dipaksa bekerja untuk mengeruk pasir sungai, lalu dijual demi keuntungan pribadi.

Narasi itu menyebar liar, tanpa klarifikasi, tanpa empati dan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Akibatnya, para korban banjir yang tengah mengungsi di sebuah surau justru menjadi sasaran kemarahan netizen.

“Sudah jadi korban bencana, kami malah difitnah dan dihujat,” ungkap Ade salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Sejak video itu viral, dampaknya begitu nyata. Bantuan dari para donatur perlahan berhenti mengalir. Satu per satu keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan surau dan menumpang hidup di rumah kerabat karena tidak sanggup bertahan tanpa bantuan.

Kini, hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan di surau dengan perlengkapan seadanya, bertahan di tengah keputusasaan.

Tim media turun langsung ke lokasi kemudian menemui Misriadi (50), operator alat berat yang telah sejak awal ditugaskan untuk membantu penanganan pasca-bencana.

Media ini melakukan konfirmasi langsung terkait tuduhan pengancaman pada dirinya. Dengan suara tegas namun penuh kelelahan, ia membantah keras tudingan dalam video viral tersebut.

“Itu fitnah. Tidak pernah ada ancaman kepada saya. Pasir yang dimuat ke truk itu untuk ditimbunkan ke jalan dan halaman rumah warga yang rusak akibat banjir.” jelas Misriadi, Jumat (09/01/2026).

Misriadi menambahkan, penggunaan alat berat pun tidak bisa sembarangan dan harus melalui izin dinas terkait.

“Kalau memang diperlukan, kami lapor dulu pada Dinas yang menyediakan alat ini. Tidak ada jual beli pasir seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Indra (56) warga yang muncul dan disorot dalam video viral mengaku menjadi korban hujatan paling brutal.

Ia dimaki, dituding, bahkan disebut sebagai dalang penjarahan pasir sungai. Padahal, menurut pengakuannya, inisiatif pengambilan pasir murni demi kepentingan warga terdampak.

“Benar, itu inisiatif saya. Ada warga yang minta pasir untuk menimbun jalan dan halaman rumah mereka yang habis dibawa banjir. Bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Indra.

Sebagai tokoh adat dan Ninik Mamak setempat, Indra mengaku hanya menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Diakuinya, Ia berkomunikasi dengan operator dan memastikan izin telah diketahui pihak terkait. Namun di saat itulah, ia direkam secara diam-diam dan diberi narasi menyesatkan oleh oknum yang juga merupakan warga sekitar.

“Kami di sini ada lima KK, semuanya korban banjir dan mengungsi di surau. Tapi justru kami diperlakukan seperti penjahat. Bahkan saya sampai dijemput polisi karena video itu,” tuturnya lirih.

Kini, warga Gurun Panjang hanya ingin satu hal dari masalah video tersebut, yaitu kebenaran harus ditegakkan. Mereka berharap publik tidak lagi menghakimi berdasarkan potongan video tanpa konteks dan narasi provokasi tanpa ada konfirmasi ke lapangan.

Mereka juga berharap media dan para pembuat konten bisa lebih jernih dan berimbang sebelum menyebarkan informasi.

“Kami sedang berduka. Mengungsi di surau sejak bencana. Tiba-tiba keluarga kami dijemput oleh polisi karena fitnah di video itu,” ucap Kartina (55) dengan suara bergetar.

Lebih dari itu, luka psikologis juga membekas. Anak-anak dan kemenakan mereka mengalami tekanan mental akibat hujatan yang berseliweran di media sosial. Nama baik keluarga tercoreng, harga diri mereka terinjak di saat kondisi hidup sedang paling rapuh.

“Kami hanya ingin nama kami dibersihkan. Kami ini korban, bukan pelaku kejahatan,” harap warga.

Di tengah bencana alam yang belum sepenuhnya pulih, warga Gurun Panjang kini belajar satu hal pahit dari kejadian ini. Bahwa bencana sosial di media sosial bisa jauh lebih kejam dari banjir bandang yang telah merendam rumah dan menghanyutkan harta bendanya.(*)


Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan bahwa penanganan dan perlakuan terhadap perlintasan sebidang kereta api telah diatur secara jelas melalui Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 49, dijelaskan mengenai pembagian kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang, termasuk perbaikan jalan. Kewenangan perbaikan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status kepemilikan jalan, apakah merupakan jalan nasional, provinsi, atau kabupaten/kota. Dengan demikian, masing-masing pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab sesuai dengan status jalan tersebut.

Sementara itu, kewenangan KAI dalam melakukan perbaikan jalan di perlintasan sebidang hanya berlaku apabila kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh pekerjaan atau perbaikan jalur kereta api yang dilakukan oleh KAI. Dalam kondisi tersebut, KAI berkewajiban untuk mengembalikan kondisi jalan sebagaimana mestinya.

Terkait perlintasan sebidang di Lubuk Buaya, KAI Divre II Sumatera Barat menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelum dilakukan perbaikan geometri jalur kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa langkah perbaikan yang dilakukan KAI merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

“Sebagaimana diketahui bersama, kondisi jalan di perlintasan sebidang Lubuk Buaya memang sudah dalam keadaan rusak sebelum adanya pekerjaan perbaikan geometri jalur yang kami lakukan. Namun, demi keselamatan perjalanan kereta api dan juga keselamatan pengguna jalan, KAI mengambil langkah preventif dengan melakukan perbaikan bersamaan dengan perawatan jalur(perbaikan geometri perlintasan),” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa prinsip yang sama juga berlaku untuk perlintasan sebidang lainnya, termasuk di wilayah Teluk Bayur.

“Untuk perlintasan sebidang di Teluk Bayur maupun lokasi lainnya, kami tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Kami melihat terlebih dahulu status jalan tersebut, apakah merupakan kewenangan provinsi, kabupaten/kota, atau apakah kerusakan terjadi akibat pekerjaan jalur oleh KAI. Penanganan dan perbaikannya kami kembalikan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing,” tambahnya.

KAI Divre II Sumatera Barat juga berharap seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait dapat bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya peningkatan keselamatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak semata.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dan saling bersinergi dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di perlintasan di wilayah provinsi Sumatera Barat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan komitmen dan kepedulian dari semua pihak, termasuk pengguna jalan, agar potensi risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ungkap Reza.

Melalui kolaborasi yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, KAI optimistis keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang dapat terus ditingkatkan demi terciptanya transportasi yang aman, tertib, dan berkesinambungan.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan di perlintasan sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya).

Sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan, saat ini tengah dilakukan proses perbaikan geometri perlintasan sebidang di lokasi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap andal, aman, dan sesuai standar keselamatan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Perbaikan geometri perlintasan sebidang ini merupakan upaya KAI untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan selamat, sekaligus memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik bagi pengguna jalan yang melintas. Keselamatan menjadi prioritas utama kami, baik bagi pelanggan kereta api maupun masyarakat,” ujar Reza.

Adapun pekerjaan perbaikan geometri jalan rel meliputi angkatan (lifting dan leveling), pelurusan (lestrengan/linning), serta pemadatan (tamping).
- Lifting merupakan proses mengangkat rel sesuai nilai ketinggian yang telah ditentukan sehingga jalan rel menjadi rata.
- Lestrengan (linning) adalah proses meluruskan jalan rel secara vertikal ke kiri maupun ke kanan sesuai standar teknis.
- Tamping adalah proses memadatkan batu balas di bawah bantalan setelah rel diangkat dan diluruskan.

Secara teknis, perbaikan geometri di perlintasan sebidang dilakukan dengan cara membuang balas kotor hingga sekitar 15 cm di bawah bantalan, kemudian mengganti dengan balas baru yang selanjutnya dipadatkan melalui proses angkatan, pelurusan, dan pemadatan. Proses ini bertujuan untuk memastikan kualitas jalan rel berada dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui kereta api.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa durasi pekerjaan perbaikan bergantung pada kondisi track dan faktor cuaca.

“Kami juga melakukan pengaspalan pada bagian jalan yang berlubang di area perlintasan. KAI memastikan seluruh pekerjaan ini dilakukan secara optimal dan akan diselesaikan secepatnya tanpa mengurangi aspek keselamatan,” tambahnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan arahan petugas di sekitar lokasi perlintasan.

Sebagai informasi, Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM. 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, kewenangan perbaikan dan pemeliharaan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status jalan. Untuk jalan nasional menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan , jalan provinsi oleh Pemerintah Provinsi, jalan kabupaten/kota dan desa oleh Bupati atau Wali Kota, serta jalan khusus oleh badan hukum atau lembaga terkait. Pengaturan ini bertujuan memastikan kejelasan tanggung jawab antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan keselamatan bersama di perlintasan sebidang.

Dalam ketentuan yang sama,KAI bertanggung jawab terhadap pemeliharaan konstruksi jalur rel serta melakukan perbaikan jalan apabila kerusakan di perlintasan disebabkan oleh aktivitas perawatan atau pekerjaan jalur rel. Namun demikian, KAI juga dapat melakukan perbaikan sebagai langkah pengamanan keselamatan.

Sebelum dilakukan perbaikan geometri, kondisi di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelumnya, dan KAI beritikad melakukan perbaikan secara bersamaan dengan pekerjaan perbaikan geometri perlintasan demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja sama masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.(*)

 

INFONEWS- Sepanjang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 priode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 123.408 penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar. Angka ini meningkat 3.8 persen dibanding periode yang sama pada 2024 dengan total 118.898 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan peningkatan volume penumpang ini didorong oleh penambahan frekuensi perjalanan KA, peningkatan kapasitas tempat duduk, serta tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api.

Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Masyarakat kini semakin sadar bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya, seraya menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.

Reza menambahkan, 5 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi pada periode tersebut adalah Stasiun Padang dengan 31.746 penumpang, Stasiun Pariaman 23.845 penumpang, Stasiun Air tawar 11.691 penumpang, Stasiun Naras 7.525 penumpang, Stasiun Lubuk Alung 7.066 penumpang.

Kemudian, 5 stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Padang dengan 33.852 penumpang, Stasiun Pariaman 24.526 penumpang, Stasiun Air tawar 10.156 penumpang, Stasiun Naras 8.074 penumpang dan Stasiun BIM 6.768 penumpang

Dari sisi _on Time Performace_ (OTP) ketepatan waktu, KAI Divre II Sumbar berhasil mencatatkan performa yang membanggakan. Tingkat ketepatan waktu kedatangan kereta penumpang selama masa Nataru 2025 mencapai 99.60 % persen. Sementara untuk tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang masa Nataru Tahun 2025 di angka 99.80 persen.

Kinerja ini didukung oleh peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana. Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas hambatan lalu lintas.

KAI Divre II Sumbar mengimbau kepada calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI.

Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan sehingga calon pelanggan yang memiliki rencana menggunakan KA dapat jauh-jauh hari membeli tiket tanpa takut kehabisan.

KAI juga masih menyediakan layanan loket go-show di stasiun untuk penjualan tiket yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan KA selama tiket masih tersedia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan di seluruh aspek, baik di stasiun maupun di atas kereta. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas kami demi mewujudkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Reza..(*)


INFONEWS
-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat resmi menghadirkan relasi baru KA Lembah Anai rute Stasiun Kayutanam–Stasiun Padang pulang-pergi (PP) yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026. Kehadiran relasi ini disambut antusias oleh masyarakat, tercermin dari tingkat keterisian tempat duduk yang hampir penuh pada hari pertama pengoperasian.


Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pengembangan relasi KA Lembah Anai hingga Stasiun Padang merupakan langkah strategis KAI dalam menyediakan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, serta selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Sumatera Barat.

“Berdasarkan data pembaruan hingga pukul 17.00 WIB, jumlah penumpang KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang (PP) pada hari pertama mencapai 982 pelanggan atau sekitar 85 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni 1.152 tempat duduk. Angka ini masih bersifat dinamis karena penjualan tiket masih terus berlangsung,” ujar Reza.

KA Lembah Anai melayani enam frekuensi perjalanan setiap hari untuk masing-masing arah. Adapun jadwal perjalanan sebagai berikut:

Relasi Kayutanam–Padang
- KA PLB B51A berangkat pukul 05.30 WIB, tiba pukul 07.04 WIB
- ⁠KA PLB B53A berangkat pukul 11.40 WIB, tiba pukul 13.16 WIB
- ⁠KA PLB B55A berangkat pukul 16.20 WIB, tiba pukul 17.57 WIB

Relasi Padang–Kayutanam
- KA PLB B52A berangkat pukul 08.35 WIB, tiba pukul 10.10 WIB
- ⁠KA PLB B54A berangkat pukul 14.10 WIB, tiba pukul 15.45 WIB
- ⁠KA PLB B56A berangkat pukul 18.55 WIB, tiba pukul 20.30 WIB

Informasi lengkap mengenai jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Dengan jadwal keberangkatan yang teratur serta tarif yang terjangkau, KA Lembah Anai diharapkan menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas harian, pendidikan, pekerjaan, hingga perjalanan wisata.

Selain itu, KAI Divre II Sumatera Barat juga menetapkan tarif yang sangat terjangkau. Untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, tarif tiket sebesar Rp3.000, sedangkan untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya ditetapkan sebesar Rp5.000.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus apresiasi kepada masyarakat, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan souvenir menarik kepada para penumpang KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada hari pertama operasional. Pemberian souvenir tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, bersama jajaran manajemen Divre II Sumatera Barat di Stasiun Padang.

Kegiatan ini merupakan wujud terima kasih KAI kepada pelanggan atas kepercayaan dan antusiasme yang tinggi dalam menggunakan layanan KA Lembah Anai. Melalui kegiatan tersebut, KAI berharap dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga memberikan kesan positif serta mempererat kedekatan antara KAI dan masyarakat pengguna jasa kereta api di Sumatera Barat.

“KAI mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk memanfaatkan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, bebas macet, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan, serta menyesuaikan kapasitas dan pola operasi sesuai dinamika kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.(*)

 


PADANG - Upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan daerah kini memasuki babak baru. DPRD Kota Padang secara resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pangan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna yang digelar, Rabu (31/12/2025)sore.

Pengesahan tersebut menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kota Padang dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman, bergizi, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa Perda ini memiliki peran strategis bagi masa depan pangan daerah.

“Kehadiran Perda Penyelenggaraan Pangan ini diharapkan mampu menjaga kemandirian dan ketahanan pangan lokal, sekaligus melindungi kepentingan masyarakat,” ujar Muharlion saat memimpin rapat paripurna.


Rapat paripurna tersebut turut dihadiri para Wakil Ketua DPRD Padang, yakni Mastilizal Aye, Jupri, dan Osman Ayub, serta anggota DPRD dari delapan fraksi. Dari jajaran eksekutif, hadir Wali Kota Padang Fadly Amran bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD, BUMN/BUMD, organisasi masyarakat, OKP, dan tamu undangan lainnya.

Ranperda Penyelenggaraan Pangan sebelumnya dibahas secara intensif oleh Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Padang yang diketuai Faisal Nasir, dengan Indra Guswadi sebagai wakil ketua dan M Fautiaz Fauzi sebagai sekretaris. Pansus ini beranggotakan 11 orang yang merupakan perwakilan dari seluruh fraksi di DPRD Padang.

Dalam laporan hasil pembahasan, Faisal Nasir menjelaskan bahwa substansi Ranperda telah dirancang agar selaras dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

“Pansus III berharap Perda ini mampu mengakomodir asas kedaulatan, kemandirian, ketahanan, keamanan, manfaat, pemerataan berkelanjutan, serta keadilan pangan di daerah,” ungkapnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa pembahasan Ranperda dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada 15–18 April 2025, serta dilengkapi dengan konsultasi ke berbagai lembaga terkait. Dari proses tersebut, Pansus III menekankan pentingnya kejelasan pada setiap pasal.

“Setiap pasal diharapkan mampu menjelaskan persoalan sekaligus solusi dari permasalahan pangan yang diatur,” jelas Faisal.

Meski masih terdapat sejumlah catatan dan masukan, Pansus III menilai Ranperda Penyelenggaraan Pangan sudah layak ditetapkan menjadi Perda.

“Tentu masih diperlukan sedikit penyempurnaan agar pasal-pasal dan bab yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi Kota Padang serta kemampuan APBD,” tambahnya.

Pansus III juga merekomendasikan agar setelah disepakati DPRD, Perda ini segera ditindaklanjuti dengan kepastian hukum serta penyusunan Peraturan Wali Kota sebagai aturan pelaksana.
“Kami berharap Perda ini dapat meningkatkan marwah Kota Padang sebagai kota yang sehat, bergizi, dan mandiri dalam penyediaan pangan,” pungkas Faisal.


Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa Perda Penyelenggaraan Pangan menjadi landasan hukum penting bagi pemerintah daerah dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.

“Saat ini Kota Padang telah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Keamanan Pangan. Dengan ditetapkannya Perda Penyelenggaraan Pangan ini, diharapkan penyelenggaraan pangan oleh Pemerintah Kota Padang dapat berjalan lebih optimal dan terintegrasi,” tutup Fadly Amran. (*)


 


PADANG - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, kembali menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan visioner dengan memimpin Rapat Paripurna penutupan Masa Sidang I Tahun 2025 sekaligus pembukaan Masa Sidang II Tahun 2026, Rabu (31/12/2025).

Agenda strategis ini menjadi penanda penting kesinambungan kerja legislatif dalam mengawal pembangunan dan kepentingan masyarakat Kota Padang.

Rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan forum konstitusional untuk mengevaluasi kinerja dewan selama satu tahun terakhir.


Muharlion menegaskan bahwa setiap masa sidang harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara optimal.

Di bawah kepemimpinannya, DPRD Kota Padang terus diarahkan agar bekerja lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penutupan Masa Sidang I Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menilai sejauh mana agenda-agenda strategis yang telah dibahas benar-benar menjawab kebutuhan publik dan selaras dengan arah pembangunan daerah khususnya Kota Padang.

“Ia menilai hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif merupakan kunci keberhasilan pemerintahan daerah,”ujarnya.

Melalui rapat paripurna ini, DPRD mempertegas posisinya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.


Memasuki Masa Sidang II Tahun 2026, Muharlion mendorong seluruh anggota DPRD untuk meningkatkan soliditas dan etos kerja.

Tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama lintas fraksi serta komunikasi yang intensif dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap kebijakan yang dihasilkan bersifat solutif dan berkelanjutan.

Selain fokus pada kinerja, Muharlion juga menekankan pentingnya menjaga marwah dan integritas lembaga DPRD.


Menurutnya, setiap keputusan yang diambil dalam forum paripurna harus mencerminkan aspirasi rakyat serta menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab sebagai wakil masyarakat.

Dengan semangat baru di Masa Sidang II Tahun 2026, Muharlion optimistis DPRD Kota Padang mampu melahirkan kebijakan-kebijakan strategis yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Kepemimpinan yang tegas namun inklusif menjadi modal utama DPRD Padang untuk terus melaju dan menjawab harapan publik. (*)
 


 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat. Mulai 1 Januari 2026, terjadi perubahan relasi KA Lembah Anai. Dimana sebelumnya melayani rute Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini menjadi Kayutanam–Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa perubahan relasi ini merupakan bagian dari komitmen KAI Divre II Sumbar dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta memberikan kemudahan akses transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas menuju dan dari pusat Kota Padang.

Selain perubahan relasi, KAI Divre II Sumbar juga melakukan peningkatan kapasitas layanan KA Lembah Anai. Kapasitas tempat duduk yang sebelumnya hanya 78 tempat duduk kini meningkat menjadi 192 tempat duduk, sehingga mampu melayani lebih banyak pelanggan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Untuk mendukung layanan tersebut, KA Lembah Anai melayani 6 (enam) frekuensi perjalanan setiap hari untuk masing-masing arah, dengan jadwal sebagai berikut:

Relasi Kayutanam–Padang
- PLB B51A berangkat dari Kayutanam pukul 05.30 WIB dan tiba di Padang pukul 07.04 WIB
- ⁠PLB B53A berangkat dari Kayutanam pukul 11.40 WIB dan tiba di Padang pukul 13.16 WIB
- ⁠PLB B55A berangkat dari Kayutanam pukul 16.20 WIB dan tiba di Padang pukul 17.57 WIB

Relasi Padang–Kayutanam
- PLB B52A berangkat dari Padang pukul 08.35 WIB dan tiba di Kayutanam pukul 10.10 WIB
- ⁠PLB B54A berangkat dari Padang pukul 14.10 WIB dan tiba di Kayutanam pukul 15.45 WIB
- ⁠PLB B56A berangkat dari Padang pukul 18.55 WIB dan tiba di Kayutanam pukul 20.30 WIB

Informasi lengkap terkait jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Dengan jadwal keberangkatan yang teratur serta tarif yang terjangkau, KA Lembah Anai diharapkan menjadi pilihan transportasi andalan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, baik untuk aktivitas harian, pendidikan, pekerjaan, maupun wisata.

Pengembangan layanan KA Lembah Anai hingga Stasiun Padang merupakan upaya KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kereta api menjadi solusi perjalanan yang praktis dengan waktu tempuh yang pasti, bebas dari kemacetan, serta memberikan kenyamanan selama perjalanan,” kata Reza.

Menurut Reza, kemudahan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, jadwal keberangkatan yang konsisten, serta peningkatan kapasitas tempat duduk menjadi keunggulan utama layanan KA Lembah Anai. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa bepergian menggunakan kereta api kini semakin simpel, ekonomis, dan menyenangkan, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan wisata,” ujarnya.

Selain itu, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan tarif yang sangat terjangkau bagi masyarakat. Untuk perjalanan relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, tarif tiket ditetapkan sebesar Rp3.000, sedangkan untuk perjalanan relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya, tarif tiket sebesar Rp5.000. Tarif ini diharapkan dapat menjadi pilihan transportasi yang ramah di kantong bagi seluruh lapisan masyarakat.

“KAI mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk memanfaatkan layanan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, bebas macet, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Reza.(*)


INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Rabu (31/12) pukul 13.00 WIB, lebih dari 100.000 penumpang telah diberangkatkan melalui layanan kereta api selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Divre II Sumbar.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan hari ini, Rabu (31/12) pukul 13.00 WIB KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 101.744 penumpang pada masa Angkutan Nataru yakni periode 18 Desember 2025 s.d 4 Januari 2026 dari total kapasitas 128.160 tempat duduk yang disediakan atau rata-rata 7.120 tempat duduk setiap harinya.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama pada masa libur Nataru ini. “Angka ini masih akan terus bertambah karena masa Angkutan Nataru masih berlangsung hingga 4 Januari 2026 mendatang,” ujar Reza.

Penjualan tiket KA Lokal di wilayah Divre II Sumbar di dominasi oleh masyarakat yang hendak berlibur ataupun berwisata ke pantai di Kota Pariaman dengan menggunakan kereta api Pariaman Ekspres. Khusus untuk penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras pada masa Nataru 2025 hingga hari ini mencapai 84.815 tiket.

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras ini melayani rute Padang-Pariaman yang memakan waktu tempuh sekitar 1.5 jam. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

Tak hanya menjadi pilihan wisatawan, KA Pariaman Ekspres juga mendukung mobilitas masyarakat Sumbar yang bekerja atau berdagang di antara kota-kota yang dilaluinya.

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

“Untuk mempermudah pengguna jasa kereta api, tiket kereta api Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Untuk pemesanan hari ini pelanggan sudah dapat memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 1 Januari hingga 7 Januari 2026” kata Reza.

“Penjualan tiket kereta api akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu H-7 keberangkatan” imbuhnya.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Angkutan Nataru. Perusahaan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“KAI berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan pada masa Angkutan Nataru 2025. Dengan layanan yang semakin baik kami berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat,” tutup Reza.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mengoperasikan sebanyak 504 perjalanan kereta api dengan total ketersediaan tiket sebanyak 128.160 tempat duduk. Setiap harinya, KAI Divre II Sumbar melayani rata-rata 28 perjalanan kereta api dengan ketersediaan 7.120 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa data terbaru hingga Selasa, 30 Desember 2025 pukul 23.59 WIB, sebanyak 98.102 tempat duduk telah terjual. Angka tersebut masih bersifat dinamis seiring dengan proses penjualan tiket yang masih berlangsung. “Masih tersedia 30.058 tempat duduk hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru 2025,” ujar Reza.

Penjualan tiket kereta api lokal di wilayah Divre II Sumbar didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan layanan kereta api untuk berlibur maupun berwisata, khususnya menuju kawasan pantai di Kota Pariaman dengan menggunakan KA Pariaman Ekspres. Pada masa Angkutan Nataru hingga hari ini, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras telah mencapai 81.984 tempat duduk, sementara sisanya berasal dari pengguna jasa KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai.

KAI Divre II Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih tersedia selama masa Angkutan Nataru. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang praktis, aman, dan nyaman untuk menikmati libur akhir tahun, khususnya bagi pelanggan yang ingin berwisata bersama keluarga.

Dengan jadwal perjalanan yang teratur, waktu tempuh yang terukur, serta harga tiket yang terjangkau, layanan kereta api lokal di wilayah Sumatera Barat menjadi solusi transportasi andalan untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya. Pelanggan juga dapat menikmati kemudahan pemesanan tiket secara digital melalui aplikasi Access by KAI yang cepat, aman, dan transparan.

Reza mengimbau kepada seluruh pelanggan agar melakukan pemesanan atau pembelian tiket kereta api hanya melalui aplikasi Access by KAI. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket. Pemesanan tiket dapat dilakukan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung atau go-show mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru ini untuk bepergian menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang ramah lingkungan serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan kereta api serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. Kali ini Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan bersama jajaran manajemen, dan diserahkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Batu Busuk Kota Padang, Senin (29/12).

Dukungan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti paket sembako, antara lain beras, minyak goreng, dan gula, perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, mukena, dan sarung, serta bantuan sarana air bersih berupa toren air, tower toren, pengisian ulang air bersih sebanyak 8.000 liter, dan nasi bungkus senilai Rp.92.870.000,-.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa perusahaan terus mengedepankan empati dan kecepatan dalam merespons kondisi darurat. “Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap dengan melihat kebutuhan aktual di lapangan. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Reza.

Total bantuan yang telah di salurkan KAI Divre II Sumbar untuk masyarakat yang terdampak mencapai Rp257.216.267,-disalurkan dalam empat tahap. Tahap pertama dilakukan pada 27 November 2025 berupa sembako, sarung, selimut, dan terpal. Tahap kedua meliputi sembako, selimut, terpal, air mineral, family kits, dan tikar yang disalurkan ke BPBD Provinsi Sumatra Barat bersama anggota DPRD setempat dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyediaan kantong jenazah sebagai dukungan pascabencana. Tahap ketiga kembali memperkuat dukungan melalui penyerahan sembako kepada BPBD Sumatra Barat dan saat ini di tahap keempat diberikan langsung kepada masyarakat yang terdampak di kecamatan Nanggalo dan Batu Busuk.

Selain menyalurkan bantuan material, KAI Divre II Sumatera Barat juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Upaya ini dilakukan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak, sekaligus mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana secara terpadu.

Reza menegaskan bahwa bantuan ini merupakan komitmen KAI untuk terus hadir sebagai bagian dari masyarakat. “Kami berharap rangkaian bantuan ini dapat memperkuat solidaritas serta membantu percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak banjir,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka memberikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat atas kesiapsiagaan dan kecepatan dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Stasiun Padang, Senin (29/12).

Menurut Rieke, langkah cepat dan terukur yang dilakukan KAI Divre II Sumbar dalam memperbaiki jalur mampu menjaga operasional perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan lancar, meskipun dihadapkan pada kondisi alam yang cukup berat. Hal tersebut mencerminkan komitmen KAI dalam mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Rieke juga mengapresiasi penanganan jalur kereta api yang terdampak banjir di petak jalan Duku–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) serta Lubuk Alung–Kayu Tanam. Ia menilai penanganan cepat di lokasi tersebut sangat krusial untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan berorientasi pada keselamatan.

Selain penanganan operasional, Rieke turut menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkan KAI Divre II Sumatera Barat kepada masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut dinilai sebagai wujud nyata kepedulian BUMN terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

“Saat ini saya sedang bersama pejuang-pejuang Kereta Api Indonesia yang kebetulan menjadi koordinator untuk penanganan bantuan bencana di daerah Sumatera Barat. Dan mereka luar biasa sudah menghimpun sampai 23 miliar, sudah disalurkan dan ada beberapa titik yang terdampak bencana, termasuk rel menuju Bandara Internasional Minangkabau. Alhamdulillah langsung mereka bisa selesaikan dengan baik, dengan cepat”, ungkap Rieke.

Sementara itu, Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menegaskan bahwa dalam setiap tahapan penanganan pascabencana, KAI senantiasa mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama.

Sebagai Koordinator Satgas Bencana BUMN di wilayah Sumatera Barat, KAI Divre II Sumbar juga bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan serta mengoordinasikan kontribusi dari berbagai BUMN yang tergabung dalam Satgas Bencana Nasional Sumatera Barat. Total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp23 miliar dan disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta membantu masyarakat terdampak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa di tengah penanganan dampak bencana, KAI tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang dan masyarakat. KAI memastikan informasi perjalanan disampaikan secara cepat, akurat, dan transparan, serta melakukan pengaturan operasional guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

“Kami berupaya memastikan penumpang tetap memperoleh pelayanan optimal, mulai dari keselamatan, kenyamanan, hingga kepastian informasi selama masa pemulihan pascabencana. Di sisi lain, KAI juga hadir membantu masyarakat melalui berbagai program bantuan dan koordinasi lintas sektor sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan,” ujar Reza.

Ia menambahkan, KAI Divre II Sumatera Barat terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan, baik di stasiun maupun di atas kereta api, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar mobilitas masyarakat tetap terlayani secara optimal, khususnya pada masa pascabencana dan angkutan Nataru.

KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan operasional, memperkuat infrastruktur perkeretaapian, serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan layanan transportasi kereta api yang andal dan berkelanjutan.(*)

 

INFONEWS-Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Padang menyatakan dukungan penuh kepada Zulhardi Z. Latif untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua PMI Kota Padang periode 2026–2031. Dukungan tersebut disampaikan secara terbuka dalam kegiatan Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) PMI Kota Padang Tahun 2025.

Pernyataan dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua PMI Kecamatan Nanggalo, didampingi oleh para Ketua PMI Kecamatan se-Kota Padang, serta disaksikan seluruh peserta Mukerkot PMI Kota Padang tahun 2025.

Mewakili pengurus PMI Kecamatan se-Kota Padang, Yetti menegaskan bahwa Zulhardi Z. Latif layak melanjutkan kepemimpinan karena kinerjanya dinilai sangat luar biasa selama menjabat.

“Kami menilai di bawah kepemimpinan Bapak Zulhardi, PMI Kota Padang berjalan dengan sangat baik, aktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Yetty, Sabtu (27/12/2025).

Ia menyebutkan, salah satu program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat adalah aksi donor darah yang rutin dilaksanakan di setiap kecamatan, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya yang menyentuh langsung masyarakat, baik dalam situasi normal maupun saat terjadi bencana.

Selain penguatan layanan donor darah, PMI Kota Padang juga dinilai berhasil meningkatkan koordinasi antar kecamatan, memperkuat relawan, serta menjaga eksistensi PMI sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, seperti saat sekarang ini, dimana relawan PMI hadir sebelum dan sesudah TDB resmi berakhir.

“PMI Kota Padang dan relawannya selalu turun ke lapangan bahkan sebelum ditetapkannya status Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan tetap bertahan hingga TDB resmi berakhir. PMI bersama masyarakat kini beralih ke tahap rehabilitasi dan pemulihan,” ujarnya.

Melalui dukungan ini, pengurus PMI Kecamatan se-Kota Padang berharap Zulhardi Z. Latif dapat kembali memimpin PMI Kota Padang agar program-program kemanusiaan yang telah berjalan dengan baik dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.(*)

 


INFONEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengimbau seluruh penumpang kereta api agar tidak mengenakan perhiasan mencolok selama perjalanan, khususnya pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa meskipun area stasiun dan rangkaian kereta telah dilengkapi sistem pengamanan serta diawasi petugas, kewaspadaan pribadi penumpang tetap diperlukan, terutama dalam menjaga barang berharga.

“Kami mengimbau penumpang untuk tidak menggunakan perhiasan mencolok maupun membawa barang berharga secara berlebihan selama perjalanan. Langkah ini bertujuan meminimalkan potensi tindak kejahatan dan mewujudkan perjalanan yang aman serta nyaman,” kata Reza.

Pada masa libur panjang, KAI juga mengingatkan pelanggan agar lebih teliti terhadap barang bawaan, terutama saat akan turun dari kereta. Penumpang diminta memastikan seluruh barang pribadi tidak tertinggal di tempat duduk maupun bagasi.

Apabila terjadi kehilangan, pelanggan dapat segera melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, penumpang diimbau untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas mencurigakan di stasiun maupun di dalam kereta api.

“KAI terus berkomitmen meningkatkan pelayanan dan keamanan bagi pelanggan. Dukungan dan kerja sama masyarakat dalam mematuhi imbauan ini sangat diharapkan demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Reza.

Data Angkutan Nataru

Hingga Jumat (26/12/2025) pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan 57.031 penumpang selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah penumpang terbanyak, dengan total pemesanan tiket mencapai 48.502 penumpang. Angka ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.

Penjualan tiket kereta api dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan, yakni mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

“Semoga masa libur panjang ini berjalan lancar dan seluruh pelanggan dapat kembali ke tujuan dengan selamat serta barang bawaan yang lengkap,” tutup Reza.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumbar mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api Pariaman Ekspres selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 priode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan layanan angkutan yang andal dan aman, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa animo masyarakat Sumbar untuk bepergian menggunakan kereta api dalam momen Nataru ini sangat tinggi terutama yang menggunakan moda transportasi KA Pariaman Ekspres untuk berwisata ke kota Pariaman.

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras melayani rute Padang-Pariaman yang memakan waktu tempuh sekitar 1.5 jam menuju pusat wisata pantai Gandoriah. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

“Volume penumpang KA Pariaman Ekspres dari tanggal 18 hingga 25 Desember 2025 mencapai 39.874 penumpang atau 118% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama delapan hari tersebut yakni sebanyak 33.920 tempat duduk” jelas Reza.

Kemarin, Kamis 25 Desember 2025, di mana KAI Divre II Sumbar melayani 5.627 pelanggan dalam satu hari atau 171 % dari kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni sebanyak 4.240 tempat duduk.

“Peningkatan volume ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem operasional dan perencanaan angkutan masa libur yang telah dilakukan KAI. Seluruh perjalanan KA didukung oleh petugas, optimalisasi rangkaian, dan layanan di stasiun yang semakin ramah pelanggan,” tambah Reza.

Tingginya angka perjalanan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, terutama pada masa liburan panjang. Selain lebih terjangkau, aman dan nyaman, kereta api juga memberikan fleksibilitas waktu serta kemudahan akses ke berbagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Sumatera Barat.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan, KAI memastikan bahwa setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Sumatera Barat yang tetap menjadikan kereta api sebagai sarana transportasi pilihan dalam bepergian menuju lokasi wisata. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen-momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza.(*)

 

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion tinjau hunian sementara (Huntara) di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto.

INFONEWS-Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif yang diambil oleh Kaum Suku Tanjung Talang Pauh V dalam mengatasi ketersediaan lahan bagi warga terdampak bencana.

Melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal, kaum ini berhasil menyediakan solusi konkret bagi anak kemenakan mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang di Pangka Jambatan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.

Saat meninjau langsung lokasi hunian sementara (Huntara) di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto, Muharlion menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai adat dapat menjadi kunci penyelesaian masalah sosial yang kompleks.

Menurutnya, langkah yang diambil oleh para tokoh adat Suku Tanjung adalah teladan yang patut dicontoh oleh daerah lain di Kota Padang dalam menghadapi situasi darurat pascabencana.

"Ini adalah contoh yang sangat baik dari penerapan kebudayaan dalam mengatasi kesulitan lahan yang selama ini menjadi kendala utama pemerintah dalam relokasi korban bencana. Kami di DPRD sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif mandiri ini," ujar Muharlion di sela-sela kunjungannya melihat kondisi 11 Kepala Keluarga (KK) yang kini menempati hunian tersebut, Kamis (25/12/2025).

Muharlion menjelaskan bahwa keberadaan "Huntara Mandiri" ini terwujud berkat kolaborasi antara inisiatif warga yang dipelopori oleh Dasrul, bantuan donatur, serta dukungan dari struktur adat. Hal yang paling krusial, menurut Ketua DPRD, adalah kesediaan Mamak (pemimpin adat) Suku Tanjung yang telah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi anak kemenakannya.

Lebih lanjut, Muharlion mengungkapkan bahwa lahan yang telah disiapkan oleh kaum tersebut siap dihibahkan kepada Pemerintah Kota Padang. Melalui mekanisme hibah ini, pemerintah daerah nantinya akan memiliki payung hukum yang kuat untuk membangunkan bangunan permanen sehingga 11 KK warga Suku Tanjung dapat memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan legal secara administrasi negara.


Ketua DPRD Padang ini juga menekankan bahwa pola pendekatan melalui ninik mamak dan pemuka adat merupakan solusi inspiratif di tengah sulitnya mencari lahan relokasi. Mengingat terdapat lebih dari 300 warga di Kecamatan Pauh yang terdampak musibah banjir bandang, langkah Suku Tanjung ini dianggap sebagai terobosan yang mampu memangkas birokrasi pengadaan lahan yang biasanya memakan waktu lama.

"Ini adalah inspirasi yang bisa dicontoh, terutama bagaimana pendekatan para Mamak bisa memberikan kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap. Kita butuh solusi cepat karena masih ada ratusan warga lainnya yang menunggu kejelasan tempat tinggal pascabencana ini," tambah Muharlion dengan nada optimis


Senada dengan hal tersebut, Usar Rajo Kacik selaku Mamak Kapalo Warih Kaum Suku Tanjung menyatakan bahwa keputusan menyediakan tanah kaum adalah bentuk tanggung jawab moral. Pihaknya tidak ingin anak kemenakan terus menderita karena ketidakpastian lahan, sehingga pendekatan kebudayaan diambil demi menjamin keberlangsungan hidup generasi suku mereka di tanah yang aman.

Pembangunan hunian di atas tanah kaum ini dilakukan secara gotong royong, melibatkan anak kemenakan serta para relawan. Proses ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan tatanan adat di Pauh V masih sangat kuat dan efektif dalam merespons musibah, sekaligus meringankan beban pemerintah daerah dalam hal penyediaan infrastruktur dasar bagi pengungsi.

Muharlion berharap dalam waktu satu bulan ke depan, model pendekatan kebudayaan seperti yang dilakukan Suku Tanjung ini dapat segera diterapkan untuk warga terdampak lainnya. Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kerelaan tokoh adat, target penyelesaian masalah hunian bagi 300 lebih korban banjir di Kecamatan Pauh diharapkan dapat segera terealisasi. (ADV)




 

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub 

INFONEWS-Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, mengimbau masyarakat untuk menjaga sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai budaya Minangkabau yang hidup dan tumbuh di Kota Padang.

Imbauan tersebut disampaikan Osman Ayub saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu malam(24/12/2025).

Ia menekankan bahwa budaya Minang sangat menjunjung tinggi rasa empati dan kebersamaan, terutama di tengah kondisi Kota Padang yang masih berduka akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat adalah bagaimana budaya Minang mengajarkan saling menghargai. Apalagi kondisi kota kita saat ini sedang berduka. Orang menangis, kita ikut bersedih. Itu nilai yang hidup di Ranah Minang,” ujar Osman Ayub.


Ia mengingatkan bahwa sejumlah kawasan di Kota Padang, khususnya wilayah pinggiran kota atau daerah mudik seperti Kecamatan Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, merupakan daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang pada November 2025 lalu.

Bencana tersebut menyebabkan rumah warga hanyut, infrastruktur rusak, jembatan dan jalan terputus, hingga memaksa sebagian masyarakat mengungsi.

“Kejadian ini adalah musibah besar. Banyak warga kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga. Dalam kondisi seperti ini, sudah sepatutnya kita kembali pada nilai budaya kita, yakni menghormati saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah "katanya.

Osman Ayub yang juga merupakan putra daerah Nanggalo berharap para tokoh masyarakat di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Padang turut berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar perayaan Natal dan Tahun Baru dilakukan dengan penuh empati dan kebijaksanaan.
Ia juga menyoroti perlunya pengaturan pelayanan publik selama masa Natal dan Tahun Baru, termasuk sektor transportasi dan pengamanan kawasan wisata.

Menurutnya, pemerintah kota perlu menetapkan jam operasional layanan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat saat ini.


“Pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan, tapi dengan pengaturan yang jelas. Semua perlu diawali dengan imbauan agar masyarakat memahami situasi yang sedang kita hadapi bersama,” ujarnya.

Selain itu, Osman Ayub meminta petugas di kawasan wisata, khususnya Pantai Padang, untuk tetap bersiaga demi menjaga ketertiban dan keamanan selama libur akhir tahun.

Namun ia kembali menekankan bahwa esensi terpenting adalah menjaga nilai budaya dan rasa kemanusiaan.
“Budaya menghormati dalam perayaan itu memang baik, tapi jauh lebih berharga jika kita menghormati saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Banyak warga kita hingga hari ini masih bergantung pada bantuan,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Partai NasDem itu menyampaikan harapan agar Tahun Baru 2026 membawa pemulihan bagi Kota Padang dan kekuatan bagi seluruh warga terdampak bencana.

“Semoga di tahun baru nanti Kota Padang kembali membaik. Kepada seluruh keluarga korban, baik yang kehilangan harta maupun orang tercinta, semoga diberi ketabahan dan kekuatan. Kita doakan bersama agar semuanya kembali pulih,” pungkasnya. (ADV)




 

INFONEWS-PT KAI Divre II Sumbar memberikan informasi terkini mengenai jumlah perjalanan kereta api lokal serta kapasitas dan okupansi yang tersedia di wilayah operasional Divre II Sumbar masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode keberangkatan pada 18 Desember hingga 4 Desember 2025.

Kepala Humas Divre II Sumbar, M Reza Fahlepi menjelaskan bahwa, selama periode keberangkatan ini, tempat duduk masih tersedia. Total perjalanan Kereta Api yang dilayani oleh Divre II Sumbar Nataru tahun ini sebanyak 504 perjalanan, meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya dan kapasitas tempat duduk sebanyak 155.520 tempat duduk. Setiap harinya, rata-rata ada 28 perjalanan KA dengan 7.024 seat yang tersedia.

Update hari ini, Kamis, 25 Desember 2025 sebanyak  57.031 seat telah terjual. Angka ini masih bisa berubah karena proses penjualan masih berlangsung. “Sebanyak 57.031 seat telah terjual selama masa angkutan Nataru 2025”, kata Reza.

Tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya. Untuk pemesanan hari ini pelanggan sudah dapat memesan tiket hingga keberangkatan tanggal 31 Desember atau H-7 keberangkatan.

Reza menghimbau agar pelanggan KAI melakukan pemesanan/pembelian tiket kereta api hanya dari channel-channel resmi dan mitra resmi KAI, untuk menghindari penipuan dan memastikan keabsahan tiket.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go-show) mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

“KAI berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan pada masa Angkutan Nataru ini. Dengan layanan yang semakin baik serta berbagai inovasi, kami berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat pada momen Lebaran nanti,” tutup Reza.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.