Latest Post

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan Kereta Api Pariaman Ekspres pada puncak pelaksanaan Festival Tabuik yang berlangsung di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, pada Ahad (28/6). Tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan moda transportasi kereta api menunjukkan bahwa KA Pariaman Ekspres semakin menjadi pilihan utama untuk berwisata sekaligus menghindari kepadatan arus lalu lintas menuju lokasi acara.

Untuk mendukung tingginya mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap hari dengan total kapasitas 4.240 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pada puncak Festival Tabuik volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.712 pelanggan, atau 158% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

“Pada Ahad, 28 Juni 2026, volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.712 pelanggan atau 158% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu sebanyak 4.240 tempat duduk. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat menggunakan kereta api untuk menghadiri puncak Festival Tabuik,” jelas Reza.

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan kondisi normal, rata-rata jumlah pelanggan KA Pariaman Ekspres sekitar 3.000 pelanggan per hari. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 124% pada momentum puncak Festival Tabuik.

“Peningkatan volume pelanggan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan kesiapan KAI dalam mengelola operasional pada masa tingginya permintaan. Seluruh perjalanan didukung oleh petugas yang siaga, optimalisasi rangkaian, serta pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” tambah Reza.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000, KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras menjadi moda transportasi favorit masyarakat dan wisatawan menuju Kota Pariaman. Selain bebas dari kemacetan, stasiun tujuan berada sekitar 200 meter dari Pantai Gandoriah sehingga memudahkan pelanggan untuk langsung menikmati rangkaian Festival Tabuik.

Selama perjalanan sekitar satu setengah jam, pelanggan juga disuguhkan panorama khas pesisir barat Sumatera Barat, mulai dari hamparan sawah hijau, perkampungan tradisional, hingga pemandangan Samudra Hindia yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah seorang pelanggan, Fajar, warga Kota Padang, mengaku sengaja memilih KA Pariaman Ekspres untuk menghadiri puncak Festival Tabuik.

“Naik kereta lebih praktis karena tidak perlu menghadapi kemacetan atau mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan begitu tiba di Pariaman kami bisa langsung menikmati Festival Tabuik. Menurut saya, kereta api menjadi pilihan terbaik saat ada acara besar seperti ini,” ungkap Fajar.

Tingginya jumlah pelanggan pada momen Festival Tabuik semakin menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan andal dalam mendukung sektor pariwisata serta mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.

KAI Divre II Sumbar juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Tiket KA Lokal dijual secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan transportasi menuju berbagai destinasi wisata. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan, menjaga ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan, serta menyesuaikan kapasitas maupun pola operasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen-momen dengan permintaan tinggi,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya minat masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres pada momentum Hari Asyura 10 Muharram 1448 H yang bertepatan dengan rangkaian Festival Tabuik di Kota Pariaman.

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berkesan, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap harinya dengan total kapasitas 4.240 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama untuk bepergian sekaligus berwisata, terutama pada momen libur dan penyelenggaraan event budaya berskala besar.

“Kemarin, pada Hari Asyura 1448 Hijriah atau bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026, volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.082 penumpang atau setara dengan 143% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.240 tempat duduk,” jelas Reza.

Dibandingkan dengan hari biasa yang rata-rata melayani sekitar 3.000 pelanggan per hari, jumlah tersebut mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat atau mencapai sekitar 103%.

“Peningkatan volume pelanggan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas perencanaan operasional yang telah disiapkan KAI dalam menghadapi lonjakan penumpang pada masa libur dan penyelenggaraan Festival Tabuik. Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kenyamanan pelanggan,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar memperkirakan jumlah pelanggan akan kembali meningkat pada puncak Festival Tabuik yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan segera melakukan pemesanan tiket.

Tiket KA Pariaman Ekspres dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, dengan penjualan tiket dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000, KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras menjadi moda transportasi favorit masyarakat dan wisatawan menuju Kota Pariaman. Selain bebas dari kemacetan, kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dengan suguhan panorama khas pesisir barat Sumatera Barat berupa hamparan sawah, perkampungan, serta pemandangan Samudra Hindia sepanjang perjalanan sekitar 1,5 jam.

Setibanya di Stasiun Pariaman, pelanggan hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah, lokasi utama penyelenggaraan Festival Tabuik yang menjadi salah satu agenda wisata budaya terbesar di Sumatera Barat.

Salah seorang pelanggan, Naila, wisatawan asal Kota Padang, mengaku sengaja memilih menggunakan KA Pariaman Ekspres untuk menghadiri Festival Tabuik.

“Naik kereta itu lebih praktis. Tidak perlu khawatir terjebak macet atau mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan sesampainya di Pariaman kami bisa langsung menikmati suasana Festival Tabuik. Menurut saya, kereta adalah pilihan terbaik saat acara besar seperti ini,” ungkap Naila.

Tingginya volume pelanggan pada momentum Hari Asyura semakin mempertegas bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang semakin dipercaya masyarakat, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan wisata. Selain aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan, kereta api juga menawarkan kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.

“Kami mengajak masyarakat yang ingin menyaksikan puncak Festival Tabuik pada 28 Juni 2026 untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI agar perjalanan dapat direncanakan dengan baik dan pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman, aman, dan berkesan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui pemasangan spanduk imbauan keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang pada Selasa (23/6). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pemasangan spanduk merupakan salah satu langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya pada perlintasan yang tidak dijaga.

“Momentum libur sekolah biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Melalui pemasangan spanduk dan sosialisasi langsung di lapangan, kami ingin mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi rel kereta api,” ujar Reza.

Pada kegiatan yang dilaksanakan Selasa (23/6), KAI Divre II Sumbar memasang spanduk keselamatan di empat titik, yaitu:
• KM 1+6/7 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Pulau Air;
• KM 3+600 petak jalan Stasiun Bukit Putus – Stasiun Padang;
• KM 5+900 petak jalan Stasiun Bukit Putus – Stasiun Pauh Lima; dan
• KM 13+1/2 petak jalan Stasiun Pauh Lima – Stasiun Indarung.

Selain pemasangan spanduk, KAI juga melaksanakan sosialisasi langsung kepada masyarakat di perlintasan sebidang melalui pengeras suara serta membentangkan spanduk keselamatan di beberapa titik strategis. Kegiatan diawali dengan briefing petugas sebelum turun ke lapangan untuk memastikan penyampaian edukasi berjalan efektif.

Sepanjang tahun 2026, KAI Divre II Sumbar telah memasang sebanyak 15 spanduk imbauan keselamatan di berbagai perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi. Pemasangan pada masa libur sekolah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.

Selain pemasangan media imbauan, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat berbagai program peningkatan keselamatan, di antaranya meningkatkan kewaspadaan perjalanan kereta api dengan menginstruksikan masinis untuk memperbanyak penggunaan Semboyan 35 (S35) saat melintasi perlintasan tidak dijaga, melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, serta menjalin koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan lainnya.

Upaya tersebut melengkapi langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya, seperti penutupan perlintasan liar secara bertahap, sosialisasi keselamatan di sekolah maupun di perlintasan sebidang, serta pemasangan berbagai media edukasi keselamatan di wilayah kerja Divre II Sumbar.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. KAI sebagai operator akan tetap berperan aktif melalui berbagai langkah preventif untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan selamat.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan memaksakan melintas ketika kereta api sudah mendekat karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka perlintasan liar maupun kembali membuka perlintasan yang telah ditutup, karena selain melanggar ketentuan yang berlaku, tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“Melalui pemasangan spanduk imbauan keselamatan dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta budaya disiplin dan selamat di setiap perlintasan sebidang, khususnya selama masa libur sekolah dengan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, sekaligus menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati pesona pesisir barat Sumatera Barat melalui KA Pariaman Ekspres.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KA Pariaman Ekspres beroperasi sebanyak 10 perjalanan setiap hari dengan kapasitas 4.240 tempat duduk yang melayani relasi Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras.

“KA Pariaman Ekspres tidak hanya menjadi moda transportasi yang ekonomis, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang unik dengan menyuguhkan panorama alam pesisir, hamparan sawah hijau, serta suasana khas perkampungan Minangkabau sepanjang perjalanan,” ujar Reza.

Dengan tarif hanya Rp5.000, kereta ini menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Gandoriah, Pariaman. Perjalanan sekitar 1,5 jam menawarkan pengalaman menikmati panorama laut yang membentang di sisi jalur kereta, persawahan yang asri, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan budaya Minangkabau.

Setibanya di Stasiun Pariaman, pelanggan hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah, salah satu destinasi wisata unggulan Sumatera Barat yang menawarkan keindahan pantai, kuliner khas, serta berbagai aktivitas wisata keluarga.

Selain menikmati wisata pantai, masyarakat juga dapat menyaksikan Festival Tabuik, tradisi budaya yang telah dikenal secara nasional dan menjadi daya tarik utama Kota Pariaman. Festival ini diselenggarakan setiap tahun pada 1–10 Muharram sebagai bentuk peringatan Asyura.

Tabuik berasal dari kata Arab tabut yang berarti peti. Dalam pelaksanaannya, Tabuik diwujudkan dalam bentuk replika menara berhias megah yang diarak melalui prosesi budaya yang diiringi tabuhan tasa, pertunjukan silek (silat tradisional), tarian, hingga prosesi puncak berupa pembuangan Tabuik ke laut. Tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut setiap tahunnya mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Tiket KA Pariaman Ekspres Masih Tersedia Menjelang Puncak Festival Tabuik

Untuk mendukung mobilitas masyarakat pada momentum puncak Festival Tabuik yang akan berlangsung pada akhir pekan 27–28 Juni 2026, KAI Divre II Sumbar menyediakan sebanyak 8.480 tempat duduk KA Pariaman Ekspres.

Berdasarkan data sementara per 23 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 3.825 tiket telah terjual, atau setara dengan tingkat okupansi 45 persen, sehingga masih tersedia 4.655 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Update pemesanan tiket KA Pariaman Ekspres untuk keberangkatan tanggal 27 dan 28 Juni 2026 menunjukkan sebanyak 3.825 tiket telah terjual atau mencapai okupansi 45 persen. Angka tersebut masih terus bergerak seiring berlangsungnya proses pemesanan,” jelas Reza.

KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan agar memperoleh kepastian perjalanan dan dapat menikmati Festival Tabuik dengan lebih nyaman.

Untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan, pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilayani secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Alya, salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, mengaku memilih KA Pariaman Ekspres karena menawarkan pengalaman wisata yang hemat sekaligus menyenangkan.

“Naik KA Pariaman Ekspres seperti mendapatkan paket wisata singkat yang murah meriah. Sepanjang perjalanan saya bisa menikmati pemandangan laut yang indah, mencicipi kuliner khas Minang, lalu kembali di hari yang sama dengan perjalanan yang nyaman dan tenang,” ungkapnya.

Kehadiran KA Pariaman Ekspres tidak hanya meningkatkan aksesibilitas menuju berbagai destinasi wisata di Sumatera Barat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal. Dengan tarif yang terjangkau, layanan yang nyaman, serta perjalanan yang menawarkan panorama alam yang khas, kereta api menjadi pilihan transportasi yang semakin diminati.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti Festival Tabuik,” tutup Reza.

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat selama masa angkutan libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Pada periode tersebut, KAI Divre II Sumbar menyediakan total 124.672 tempat duduk atau rata-rata 7.792 tempat duduk setiap hari untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Penyediaan kapasitas tersebut merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen libur sekolah untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, nyaman, dan terjangkau selama masa libur sekolah. Antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, serta mampu menghindarkan pelanggan dari kepadatan lalu lintas di jalan raya,” ujar Reza.

Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yaitu:
• KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM);
• KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras; dan
• KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari masih menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses yang mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat, nyaman, dan bebas dari kemacetan selama musim liburan.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan setiap hari dengan relasi BIM–Pulau Aie dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Kereta ini juga menjadi pilihan bagi rombongan pelajar dan wisatawan melalui layanan pemesanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Selama perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat berupa hamparan perbukitan, persawahan, serta suasana pedesaan yang asri, menjadikan perjalanan dengan kereta api sebagai bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tambah Reza.

Hingga Senin, 22 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 36.200 tiket KA lokal telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya penjualan tiket.

Penjualan tersebut merupakan akumulasi pemesanan untuk keberangkatan 20 Juni hingga 29 Juni 2026, mengingat tiket KA lokal dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI.

Selain memastikan ketersediaan kapasitas angkut, KAI Divre II Sumbar juga terus menjaga keandalan operasional dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap sarana, prasarana, serta fasilitas pelayanan di stasiun dan di atas kereta. Kesiapan petugas operasional juga terus ditingkatkan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama masa angkutan libur sekolah.

Untuk kemudahan perjalanan, masyarakat diimbau melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi KAI lainnya serta menghindari pembelian melalui pihak yang tidak bertanggung jawab guna mencegah potensi penipuan.

“Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi selama libur sekolah. Selain nyaman, aman, dan terjangkau, kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sekaligus mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui penataan dan penutupan perlintasan sebidang yang tidak resmi. Pada 18–19 Juni 2026, KAI Divre II Sumbar bersama para pemangku kepentingan melaksanakan penutupan delapan perlintasan liar di lintas Lubuk Alung–Pariaman dan Pariaman–Naras sebagai bagian dari upaya menciptakan operasional kereta api yang aman, selamat, dan andal.

Delapan perlintasan yang ditutup berada di KM 57+9/0, KM 57+4/5, dan KM 57+2/3 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman, serta KM 65+2/3, KM 65+147, KM 65+5/6, dan KM 65+875 petak jalan Pariaman–Naras. Seluruh perlintasan tersebut merupakan akses tidak resmi dengan lebar sekitar ±2 meter yang berada di area operasional kereta api dan tidak dilengkapi fasilitas keselamatan sesuai standar.

Kegiatan penutupan dilakukan oleh Tim Pengamanan KAI Divre II Sumbar dengan melibatkan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Pariaman, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), perangkat kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil joint inspection yang sebelumnya dilaksanakan KAI Divre II Sumbar bersama instansi terkait untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan, baik melalui peningkatan pengamanan maupun penutupan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang tinggi karena tidak berada dalam pengawasan resmi serta tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan.

“KAI Divre II Sumbar secara konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan penataan perlintasan sebidang. Penutupan perlintasan yang tidak resmi merupakan langkah preventif untuk meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan aman dan selamat,” ujar Reza.

Menurut Reza, langkah penataan dan penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari mitigasi risiko guna menekan potensi kecelakaan di jalur kereta api. Program ini akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai titik lainnya berdasarkan hasil evaluasi bersama para pemangku kepentingan.

Selain penataan infrastruktur, KAI Divre II Sumbar juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau untuk hanya menggunakan perlintasan resmi, berhenti sejenak sebelum melintas, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.

Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan tersendiri serta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu, mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan, serta tidak membuka kembali maupun menggunakan perlintasan liar yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung terciptanya budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian. Melalui sinergi antara operator, pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat, diharapkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan”, tutup Reza.(*)

 

INFONEWS – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kota Padang memberikan sejumlah catatan strategis terhadap usulan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) Tahun Anggaran 2026. Dalam pembahasan tersebut, legislatif menegaskan agar setiap penambahan anggaran belanja daerah benar-benar diarahkan untuk mendukung program prioritas yang memberikan manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat luas.

​Pembahasan intensif ini berlangsung dalam rapat kerja Pansus IV DPRD Kota Padang di Ruang Komisi IV pada Rabu (17/6/2026). Rapat strategis tersebut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra terkait, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang.

​Agenda utama rapat membedah berbagai usulan perubahan anggaran dari masing-masing OPD, mulai dari kebutuhan belanja pegawai, biaya operasional, hingga program kerja baru yang didanai melalui APBD Perubahan 2026. Ketua Pansus IV DPRD Padang, Mulyadi, mengungkapkan bahwa mayoritas usulan perubahan anggaran yang diajukan oleh OPD masih didominasi oleh kebutuhan rutin seperti gaji, honorarium, dan operasional kantor.

​"Sebagian besar usulan yang kami bahas masih berkaitan dengan penambahan gaji, honorarium, dan kebutuhan operasional. Belum banyak program baru yang diajukan karena umumnya hanya penyesuaian pada kegiatan yang sudah berjalan," ujar Mulyadi saat memberikan keterangan.

​DPRD menekankan bahwa setiap tambahan anggaran, baik yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) maupun dana transfer pemerintah pusat, harus menjadi stimulus pembangunan daerah. Pansus IV meminta pemerintah kota tidak sekadar menghabiskan anggaran untuk belanja rutin, melainkan harus jeli melihat potensi program yang memperkuat kesejahteraan warga Kota Padang.

​Selain menyoroti belanja rutin pegawai, Pansus IV juga memberikan perhatian ekstra terhadap tata kelola dan usulan dana hibah yang diajukan oleh OPD. DPRD menegaskan bahwa seluruh proses administrasi dan penyaluran dana hibah wajib mengacu pada regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak memicu persoalan hukum atau temuan di kemudian hari.
Mengingat masa pelaksanaan kegiatan melalui APBD Perubahan sangat terbatas, Pansus IV mengingatkan seluruh OPD untuk menghitung lini masa kerja secara cermat dan realistis. Proyek-proyek fisik yang membutuhkan mekanisme tender atau lelang harus diperhitungkan dengan matang agar seluruh program kerja bisa rampung tepat waktu sebelum akhir tahun anggaran.

​Di sektor pendidikan, koordinasi ini mendalami mekanisme penyaluran bantuan pendidikan, program beasiswa, serta kesiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Mulyadi meminta Dinas Pendidikan memastikan akurasi data daya tampung SMP Negeri di Kota Padang agar seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) mendapatkan kepastian akses pendidikan yang merata.

​Tidak hanya sektor pendidikan, alokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2026 ini juga diproyeksikan untuk mendukung persiapan Kota Padang sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Dari seluruh hasil bedah anggaran tersebut, Pansus IV mengeluarkan rekomendasi utama berupa pentingnya kepatuhan terhadap regulasi agar penggunaan anggaran daerah tetap transparan dan akuntabel.

​Sebagai penutup, DPRD Kota Padang berkomitmen penuh untuk mengawal ketat setiap rupiah yang dialokasikan dalam perubahan anggaran demi kepentingan publik. Pihak legislatif berharap hasil akhir dari APBD Perubahan 2026 ini memberikan output serta outcome yang terukur, konkret, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Padang.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.