Latest Post

 

INFONEWS-Siti Nurbaya Food, usaha mikro dan kecil (UMK) mitra binaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, berhasil meraih penghargaan Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 pada subkategori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah Makanan Halal Terbaik dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Prestasi ini menjadi pengakuan atas upaya pelaku usaha daerah dalam mengembangkan produk makanan halal yang berkualitas dan berdaya saing.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kunjungan Kementerian Perindustrian kepada Siti Nurbaya Food pada Kamis (15/10), bertepatan dengan partisipasi KAI dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi KAI Divre II Sumbar sekaligus menunjukkan bahwa UMK daerah memiliki peluang untuk berkembang dan meraih pengakuan di tingkat nasional melalui peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar halal, serta penguatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan apresiasi atas pencapaian Siti Nurbaya Food. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan UMK yang dilakukan secara berkelanjutan perlu diiringi dengan inovasi, konsistensi menjaga mutu, dan perluasan akses pasar.

“Kami mengapresiasi prestasi Siti Nurbaya Food yang berhasil meraih Terbaik II IHYA 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa UMK daerah memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Bagi KAI Divre II Sumbar, keberhasilan mitra binaan merupakan salah satu hasil yang ingin terus didorong melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), agar UMK tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga semakin siap memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usahanya,” ujar Reza.

Sebagai bagian dari upaya memperluas peluang pemasaran, KAI turut memfasilitasi keikutsertaan enam UMK mitra binaan dari berbagai wilayah operasional dalam TEI 2026. Dari enam UMK tersebut, dua di antaranya berasal dari Divre II Sumbar, yakni Siti Nurbaya Food dan Nastar Mutiara.

Keikutsertaan dalam pameran perdagangan internasional ini memberikan kesempatan bagi UMK untuk memperkenalkan produk unggulan kepada calon pembeli, membangun jejaring bisnis, serta memperoleh wawasan mengenai kebutuhan dan standar pasar yang lebih luas, termasuk peluang memasuki pasar ekspor.

Partisipasi tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pengembangan UMK melalui perluasan akses pemasaran dan penguatan daya saing. Selain membuka peluang promosi produk, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan kesiapan memenuhi kebutuhan pasar.

Pada kesempatan yang sama, KAI juga menerima penghargaan Partner Appreciation – In Recognition of Outstanding Contribution to Export Human Resource Development dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Apresiasi ini diberikan atas kemitraan dan kontribusi KAI dalam pengembangan sumber daya manusia ekspor melalui Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan.

Penghargaan tersebut semakin memperkuat dorongan bagi KAI untuk membangun kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi pelaku usaha, sehingga UMK memiliki kemampuan yang semakin baik dalam mengelola bisnis, mengembangkan produk, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Di wilayah Sumatera Barat, pengembangan UMK juga berlangsung seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Sepanjang Januari–September 2026, KAI Divre II Sumbar melayani 1.731.760 pelanggan, meningkat sekitar 15,81% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.495.310 pelanggan.

Peningkatan mobilitas tersebut turut membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal oleh konsumen dari berbagai wilayah. Dalam konteks ini, penguatan UMK menjadi bagian penting dari upaya mendorong potensi ekonomi daerah agar dapat berkembang melalui peningkatan kualitas produk, akses pasar, dan jejaring usaha.

“Kami berharap prestasi Siti Nurbaya Food dapat menjadi inspirasi bagi UMK mitra binaan lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. KAI Divre II Sumbar akan terus mendorong program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, sehingga UMK semakin mandiri, mampu bersaing, dan memiliki kesempatan untuk menembus pasar yang lebih luas,” tutup Reza.

Melalui program TJSL dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMK secara berkelanjutan, memperkuat daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmen dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat serta pemberian kacamata gratis kepada siswa SDN 11 Kampung Jua, yang dilaksanakan di Stasiun Kampung Jua, Senin (12/10).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta 30 siswa penerima kacamata gratis. Program tersebut merupakan bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar untuk memperluas manfaat kehadiran perusahaan, tidak hanya melalui layanan transportasi kereta api, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Asisten Manager Kesehatan Safrizal beserta jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar, Kepala SDN 11 Kampung Jua Baihaki, serta Lurah Kampung Jua Wardan. Kolaborasi antara perusahaan, institusi pendidikan, dan pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan program sosial yang tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian dari komitmen KAI untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu wilayah perlu memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan dan pendidikan.

“Kami ingin kehadiran KAI memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian kacamata kepada siswa, kami berharap dapat membantu masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendukung anak-anak agar dapat belajar dengan lebih nyaman. Bagi kami, pelayanan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kereta api, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujar Lutfi.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, disertai pelayanan pengobatan gratis. Pemeriksaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memantau kondisi kesehatan secara berkala serta mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan.

Selain layanan kesehatan bagi masyarakat umum, KAI Divre II Sumbar juga memberikan kacamata gratis kepada 30 siswa SDN 11 Kampung Jua. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan koreksi penglihatan siswa sehingga mereka dapat membaca, menulis, dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap faktor kesehatan yang berperan dalam menunjang proses pendidikan anak.

Rangkaian kegiatan juga mencakup penyuluhan kesehatan bertema “Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Hebat”. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Kepala SDN 11 Kampung Jua, Baihaki, menyampaikan apresiasi atas perhatian KAI Divre II Sumbar terhadap kebutuhan kesehatan para siswa. Pemberian kacamata gratis diharapkan dapat membantu siswa yang membutuhkan koreksi penglihatan agar lebih optimal dalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan kenyamanan mereka selama beraktivitas di sekolah.

Melalui program TJSL, KAI Divre II Sumbar berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran, kemandirian, dan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jangkauan program dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mengembangkan program tanggung jawab sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Dengan demikian, keberadaan KAI di Sumatera Barat diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas melalui transportasi kereta api, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama berada di dalam perjalanan kereta api. Setiap penumpang diharapkan saling menghargai serta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya video yang beredar di media sosial terkait kejadian kegaduhan antarpenumpang di atas KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9) yang lalu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika terdapat rombongan penumpang yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam. Aktivitas percakapan dengan suara yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya kemudian mendapat teguran dari petugas pelayanan kereta api (Walka).

“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.

Dalam situasi tersebut, salah seorang penumpang yang merasa terganggu kemudian turut menegur rombongan penumpang tersebut. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa. Petugas yang berada di dalam kereta api segera mengambil tindakan dengan melerai pihak-pihak yang terlibat dan mengupayakan penyelesaian secara persuasif agar situasi tidak berkembang lebih lanjut.

“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.

Selain melakukan penanganan langsung, petugas juga menyampaikan imbauan melalui announcement kepada seluruh penumpang agar menjaga ketenangan, tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya, serta menghormati hak setiap penumpang untuk memperoleh perjalanan yang aman dan nyaman.

KAI mengingatkan bahwa kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Oleh karena itu, setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana perjalanan tetap tertib, antara lain dengan berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penumpang lain, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.

KAI juga mengimbau agar penumpang yang merasa terganggu tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperbesar persoalan. Setiap keluhan atau gangguan selama perjalanan dapat segera disampaikan kepada petugas kereta api agar dapat ditangani secara tepat dan terukur.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tertib. KAI mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya perjalanan yang saling menghormati, karena keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.(*)

 

INFONEWS-Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Bank Rakyat Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong UMK mitra binaan agar semakin mandiri, berkembang, dan memiliki daya saing. Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan UMK bertema “Bersama Mendukung UMK Naik Kelas dan Berdaya Saing” yang berlangsung Selasa (6/10) di Ballroom Santika Premiere Hotel Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, Vice President of Corporate Social Responsibility KAI, Sulardi Wiyatman, Branch Office Head BRI Khatib Sulaiman Anang Sigit Harwanto, Manager Keuangan dan SDM KAI Divre II Sumbar Aries Tri Mulyo, jajaran Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI, serta 85 UMK mitra binaan KAI.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, KAI tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, tetapi juga memiliki komitmen untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“KAI tidak hanya hadir untuk melayani pelanggan, tetapi juga senantiasa menengok kanan dan kiri untuk melihat potensi serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program TJSL, kami berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan UMK agar semakin mandiri dan mampu berkembang,” ujar Lutfi.

Menurutnya, UMK memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan permodalan, tetapi juga perlu disertai dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, pengelolaan usaha, akses terhadap layanan keuangan, serta kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perkembangan pasar.

“Harapannya, para mitra binaan tidak berhenti pada tahap menerima bantuan, tetapi dapat memanfaatkan berbagai pembinaan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya naik kelas menjadi UMK yang semakin kuat dan berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Branch Office Head BRI Khatib Sulaiman Anang Sigit Harwanto menyampaikan dukungan BRI terhadap pengembangan UMK melalui penguatan kapasitas usaha, pemanfaatan layanan perbankan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Kolaborasi antara KAI dan BRI tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang bagi pelaku UMK untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih profesional, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan dan pemanfaatan akses layanan perbankan.

Kegiatan pembinaan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian berbagai materi terkait pengelolaan dan pengembangan UMK, serta sharing session yang memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan memperoleh wawasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para UMK mitra binaan dapat semakin meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan peluang kolaborasi dan ekosistem pembiayaan secara optimal,” kata Lutfi.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, KAI berharap UMK mitra binaan dapat tumbuh lebih mandiri, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang melalui peningkatan infrastruktur, kompetensi Petugas Jaga Lintasan (PJL), edukasi masyarakat, serta penanganan perlintasan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan andal.

Bersama KAI Properti, KAI Divre II Sumbar melakukan penguatan fasilitas keselamatan berupa gardu jaga, alat komunikasi, alarm, rambu-rambu keselamatan, dan perlengkapan pendukung lainnya. Saat ini, pembangunan gardu Jaga Perlintasan (JPL) pada 12 titik prioritas telah mencapai progres 20 persen dan terus dilaksanakan secara bertahap.

Dari sisi sumber daya manusia, hingga 6 Oktober 2026 seluruh PJL di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar telah tersertifikasi. Sepanjang Januari hingga September 2026, pembekalan juga telah diberikan kepada 109 PJL eksisting dan 37 PJL baru dengan materi budaya keselamatan, penyegaran standar operasional, peningkatan kewaspadaan, serta pemahaman hak dan kewajiban pekerja.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara kesiapan infrastruktur, kompetensi petugas, dan kedisiplinan pengguna jalan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada kesiapan petugas dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Karena itu, KAI terus melakukan perbaikan dari sisi infrastruktur dan kompetensi petugas, sekaligus memperkuat edukasi agar masyarakat memahami risiko dan aturan keselamatan,” ujar Reza.

Dalam proses penyiapan PJL, calon petugas terlebih dahulu melalui seleksi administrasi, psikologi, wawancara, dan kesehatan. Setelah dinyatakan lolos, calon PJL menjalani On Job Training (OJT) di JPL eksisting, pengenalan lapangan selama 30 hari, pemberkasan dan pengajuan sertifikasi, penerbitan Surat Keterangan Kecakapan (SKK), sertifikasi melalui balai uji Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), hingga penerbitan Smart Card sebelum ditempatkan sesuai kebutuhan.

KAI juga terus memperkuat edukasi mengenai disiplin dan regulasi keselamatan. Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, termasuk kewajiban pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api, mematuhi sinyal dan rambu keselamatan, serta tidak menerobos palang pintu ketika kereta api akan melintas.

“Pemahaman terhadap regulasi perlu terus dibangun. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui bahwa menerobos perlintasan berbahaya, tetapi juga memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan terdapat ketentuan yang wajib dipatuhi,” jelas Reza.

Sebagai bagian dari langkah preventif, hingga 6 Oktober 2026 KAI Divre II Sumbar telah menutup 30 titik perlintasan liar, melaksanakan sosialisasi keselamatan di 67 titik perlintasan sebidang, serta memasang 24 banner keselamatan di titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.

Pada Selasa (6/10), kegiatan sosialisasi disiplin dan keselamatan kembali dilaksanakan di empat titik, yaitu perlintasan Km 3+600 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Padang, Km 8+600 dan Km 8+7/8 petak jalan Stasiun Padang–Tabing, serta Km 1+4/5 petak jalan Stasiun Padang–Pulau Air. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan keselamatan dan membangun kesadaran akan risiko perjalanan kereta api.

Selain di perlintasan, edukasi keselamatan juga dilakukan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Hingga 6 Oktober 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di 48 sekolah dan lokasi lainnya serta menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di 30 lokasi.

“Perbaikan keselamatan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Kami tidak ingin keselamatan hanya menjadi perhatian ketika terjadi kecelakaan. Potensi risiko harus dicegah sejak awal melalui fasilitas yang memadai, petugas yang kompeten, serta masyarakat yang memahami dan mematuhi aturan,” tutur Reza.

KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak menerobos palang pintu, tidak berhenti di atas perlintasan, mematuhi rambu dan sinyal keselamatan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

Melalui penguatan infrastruktur, sertifikasi dan peningkatan kompetensi petugas, penutupan perlintasan liar, edukasi regulasi, serta sosialisasi keselamatan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar terus membangun ekosistem perkeretaapian yang semakin aman, tertib, dan andal.(*)

 



INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama berada di dalam perjalanan kereta api. Setiap penumpang diharapkan saling menghargai serta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya video yang beredar di media sosial terkait kejadian kegaduhan antarpenumpang di atas KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9) yang lalu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika terdapat rombongan penumpang yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam. Aktivitas percakapan dengan suara yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya kemudian mendapat teguran dari petugas pelayanan kereta api (Walka).

“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.

Dalam situasi tersebut, salah seorang penumpang yang merasa terganggu kemudian turut menegur rombongan penumpang tersebut. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa. Petugas yang berada di dalam kereta api segera mengambil tindakan dengan melerai pihak-pihak yang terlibat dan mengupayakan penyelesaian secara persuasif agar situasi tidak berkembang lebih lanjut.

“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.

Selain melakukan penanganan langsung, petugas juga menyampaikan imbauan melalui announcement kepada seluruh penumpang agar menjaga ketenangan, tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya, serta menghormati hak setiap penumpang untuk memperoleh perjalanan yang aman dan nyaman.

KAI mengingatkan bahwa kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Oleh karena itu, setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana perjalanan tetap tertib, antara lain dengan berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penumpang lain, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.

KAI juga mengimbau agar penumpang yang merasa terganggu tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperbesar persoalan. Setiap keluhan atau gangguan selama perjalanan dapat segera disampaikan kepada petugas kereta api agar dapat ditangani secara tepat dan terukur.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tertib. KAI mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya perjalanan yang saling menghormati, karena keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.(*)

 

INFONEWS-Minat warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api lokal di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menunjukkan perkembangan positif. Hingga Agustus 2026, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 5.427 pelanggan WNA, meningkat 6,70 persen dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 5.086 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api lokal turut menjadi bagian dari pilihan mobilitas bagi WNA selama berada di Sumatera Barat. Selain memberikan akses transportasi antarkawasan, keberadaan layanan kereta api lokal juga mendukung konektivitas menuju sejumlah wilayah yang memiliki potensi pariwisata, ekonomi, dan aktivitas masyarakat.

Secara historis, jumlah pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar juga mengalami perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data rekapitulasi, pada 2022 tercatat 1.007 pelanggan WNA, kemudian meningkat menjadi 4.225 pelanggan pada 2023, atau tumbuh 319,57 persen. Pertumbuhan kembali terjadi pada 2024 dengan jumlah 10.169 pelanggan, meningkat 140,69 persen dibandingkan 2023. Pada 2025, jumlah pelanggan WNA tercatat 6.997 pelanggan.

Sementara itu, hingga Agustus 2026 jumlah pelanggan WNA telah mencapai 5.427 pelanggan, atau sekitar 77,56 persen dari total pelanggan WNA sepanjang 2025. Capaian tersebut dicatat hanya dalam delapan bulan pertama 2026 dan masih menyisakan empat bulan periode pencatatan hingga akhir tahun.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab mengatakan, pertumbuhan pelanggan WNA menjadi salah satu indikator positif bahwa layanan kereta api lokal memiliki peran dalam mendukung mobilitas masyarakat internasional di Sumatera Barat.

“Pertumbuhan pelanggan WNA sebesar 6,70 persen pada periode Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi gambaran positif terhadap pemanfaatan layanan kereta api lokal. Ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya digunakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga menjadi salah satu pilihan transportasi bagi wisatawan mancanegara selama berada di Sumatera Barat,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan tersebut juga menjadi dorongan bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. KAI berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, mudah, dan inklusif bagi seluruh pelanggan tanpa membedakan latar belakang maupun kewarganegaraan.

“Bagi kami, setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang perlu dilayani dengan baik. Karena itu, peningkatan jumlah pelanggan WNA juga menjadi bagian dari evaluasi kami untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, informasi perjalanan, kemudahan akses, serta pengalaman pelanggan di stasiun maupun selama perjalanan,” tambah Reza.

Dari sisi persebaran pelanggan, pertumbuhan WNA hingga Agustus 2026 tidak hanya terjadi pada satu stasiun, tetapi tersebar di sejumlah stasiun dalam wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.

Stasiun Padang mencatat peningkatan dari 1.071 pelanggan pada Januari–Agustus 2025 menjadi 1.338 pelanggan pada periode yang sama 2026, atau tumbuh 24,93 persen. Stasiun Pariaman meningkat dari 560 menjadi 679 pelanggan, atau tumbuh 21,25 persen. Sementara itu, Stasiun Air Tawar meningkat dari 421 menjadi 443 pelanggan, atau tumbuh 5,23 persen.

Pertumbuhan persentase yang lebih tinggi juga tercatat di beberapa stasiun dengan basis pelanggan yang lebih kecil. Stasiun Kuraitaji meningkat dari 79 menjadi 154 pelanggan atau tumbuh 94,94 persen, Stasiun Kayutanam dari 44 menjadi 78 pelanggan atau tumbuh 77,27 persen, serta Stasiun Sicincin dari 25 menjadi 78 pelanggan atau meningkat 212 persen.

“Pertumbuhan di berbagai stasiun menjadi hal yang menarik untuk terus kami cermati. Tidak hanya melihat besarnya angka secara persentase, kami juga melihat persebaran pelanggan WNA di berbagai titik layanan. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebutuhan mobilitas WNA menggunakan kereta api terdapat di lebih banyak wilayah,” jelas Reza.

Berdasarkan akumulasi periode 2022 hingga Agustus 2026, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi, yakni 10.229 pelanggan, disusul Stasiun Padang sebanyak 5.681 pelanggan, Stasiun Pariaman 2.889 pelanggan, dan Stasiun Air Tawar 1.861 pelanggan.

Khusus periode Januari–Agustus 2026, BIM mencatat 1.345 pelanggan WNA, sementara Stasiun Padang mencapai 1.338 pelanggan. Jika digabungkan, kedua stasiun tersebut menyumbang sekitar 49,45 persen dari total pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar hingga Agustus 2026.

Sementara itu, lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi pada periode Januari–Agustus 2026, yaitu BIM, Padang, Pariaman, Air Tawar, dan Pasar Alai, secara keseluruhan mencatat 4.050 pelanggan, atau sekitar 74,63 persen dari total pelanggan WNA.

Reza menambahkan, posisi stasiun yang terhubung dengan kawasan perkotaan, pusat aktivitas masyarakat, maupun akses menuju destinasi wisata menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas WNA di Sumatera Barat.

“KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya menghadirkan layanan yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, kemudahan, dan kualitas pelayanan. Kami berharap kereta api dapat semakin berkontribusi dalam mendukung konektivitas pariwisata dan perekonomian Sumatera Barat, termasuk memberikan kemudahan mobilitas bagi wisatawan mancanegara,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.