Latest Post

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh pelanggan. Melalui penyediaan berbagai fasilitas serta peningkatan kualitas pelayanan, KAI Divre II Sumbar berupaya menciptakan ruang perjalanan yang ramah bagi perempuan, anak, keluarga, lansia, serta pelanggan berkebutuhan khusus.


Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mewujudkan layanan transportasi publik yang tidak hanya mengutamakan keselamatan operasional, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan setara bagi setiap pelanggan sejak memasuki area stasiun hingga tiba di tujuan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa transportasi publik yang berkualitas harus mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Oleh karena itu, KAI terus menghadirkan layanan yang mendukung terciptanya lingkungan perjalanan yang lebih ramah, inklusif, dan berorientasi pada pelanggan.

“Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua. KAI Divre II Sumbar berkomitmen menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan, anak, keluarga, maupun pelanggan berkebutuhan khusus melalui penyediaan fasilitas, kesiapan petugas, pemanfaatan sistem digital, serta edukasi kepada masyarakat,” ujar Reza.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan perempuan, KAI Divre II Sumbar menyediakan berbagai fasilitas, antara lain ruang laktasi dan toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan di stasiun. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan yang lebih baik selama perjalanan.

Bagi pelanggan yang bepergian bersama anak, KAI Divre II Sumbar juga menyediakan area bermain anak (playground) di stasiun tertentu sebagai ruang aktivitas yang aman dan menyenangkan selama menunggu keberangkatan kereta. Selain itu, KAI turut menghadirkan layanan perjalanan rombongan untuk kegiatan edukasi, sehingga anak-anak dapat mengenal transportasi massal sejak dini melalui pengalaman belajar secara langsung.

Layanan perjalanan rombongan edukasi dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun lembaga pendidikan dengan ketentuan minimal 20 peserta. Permohonan diajukan paling cepat 14 hari dan paling lambat 8 hari sebelum keberangkatan dengan melampirkan data rombongan, daftar peserta, jadwal perjalanan, serta memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku. Melalui program ini, KAI berharap dapat mendukung pembelajaran di luar kelas sekaligus menumbuhkan budaya menggunakan transportasi publik yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan yang inklusif, KAI Divre II Sumbar juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pelanggan berkebutuhan khusus, antara lain kursi roda, kursi prioritas di ruang tunggu, toilet khusus disabilitas, guiding block, jalur prioritas di stasiun, serta petugas yang selalu siap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan pelanggan.

Menurut Reza, kehadiran fasilitas fisik perlu didukung dengan kualitas pelayanan yang prima. Oleh sebab itu, KAI terus meningkatkan kompetensi petugas agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan sigap kepada seluruh pelanggan, khususnya kelompok prioritas.

Selain peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia, KAI juga terus mengembangkan sistem layanan digital untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses informasi perjalanan, melakukan pemesanan tiket, hingga memperoleh bantuan layanan secara cepat. Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem transportasi publik yang aman, modern, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“KAI percaya bahwa rasa aman bukan hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui budaya pelayanan yang menghormati setiap pelanggan. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi antara fasilitas, petugas, teknologi digital, dan edukasi publik agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan transportasi kereta api,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga kenyamanan, ketertiban, dan saling menghormati selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta api. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah bagi semua.

“Melalui berbagai inovasi layanan tersebut, kami berharap kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi yang andal, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat yang menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkesan bagi seluruh keluarga” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif selama masa libur sekolah 2026. Sepanjang periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026, sebanyak 205.464 pelanggan telah menggunakan layanan kereta api di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar. Jumlah tersebut meningkat 22,92 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 167.147 pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama selama masa liburan.

“Momentum libur sekolah tahun ini dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian bersama keluarga menggunakan kereta api karena dinilai aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat,” ujar Reza.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada KAI. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh insan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan kenyamanan pelanggan selama menggunakan transportasi kereta api.

Selama periode tersebut, lima stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi adalah Stasiun Padang sebanyak 56.451 pelanggan, Stasiun Pariaman 40.453 pelanggan, Stasiun Air Tawar 19.244 pelanggan, Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) 14.015 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 10.493 pelanggan.

Sementara itu, lima stasiun tujuan dengan volume kedatangan pelanggan tertinggi yaitu Stasiun Padang sebanyak 55.705 pelanggan, Stasiun Pariaman 42.644 pelanggan, Stasiun Air Tawar 17.461 pelanggan, Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) 14.946 pelanggan, serta Stasiun Naras 10.636 pelanggan.

Kinerja tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat selama masa liburan, khususnya menuju berbagai destinasi wisata, pusat aktivitas ekonomi, dan kawasan pesisir yang dilayani oleh kereta api. Kehadiran layanan kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi yang efisien, tetapi juga turut mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Salah seorang pelanggan KA Pariaman Ekspres, Rina (34), warga Kota Padang, mengaku rutin menggunakan kereta api saat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

“Perjalanannya nyaman, bersih, tepat waktu, dan anak-anak juga senang naik kereta. Selain harganya terjangkau, kami tidak perlu khawatir terjebak kemacetan sehingga liburan menjadi lebih menyenangkan,” ungkapnya.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat yang akan menggunakan kereta api agar merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan lebih awal tanpa khawatir kehabisan tiket.

Selain itu, KAI juga tetap menyediakan layanan go-show di loket stasiun yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan kereta, selama tiket masih tersedia.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur sekolah. KAI Divre II Sumbar akan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin aman, nyaman, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, secara resmi membuka kegiatan Gathering Pendonor Apheresis bertema "Bersama untuk Kebaikan" yang diselenggarakan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang di Ballroom Hotel Santika Padang, Sabtu (11/7/2026).

Dalam sambutannya, Zulhardi Z Latif menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor apheresis yang selama ini dengan penuh keikhlasan meluangkan waktu untuk membantu sesama, bahkan tidak mengenal siang maupun malam demi memenuhi kebutuhan darah pasien.

"Atas nama Pengurus PMI Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendonor apheresis. Dedikasi Bapak dan Ibu merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang telah menyelamatkan begitu banyak nyawa," ujarnya.

Selanjutnya , Zulhardi menjelaskan bahwa donor apheresis merupakan metode donor darah modern yang lebih efisien karena hanya mengambil komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, sementara komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor melalui alat khusus.

Menurutnya, satu kali donor apheresis dapat menghasilkan trombosit setara dengan 6 hingga 10 kantong donor darah biasa, sehingga sangat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi komponen darah secara khusus.

"Komponen darah ini memiliki fungsi yang sangat vital, terutama bagi pasien demam berdarah, pasien kanker, maupun pasien lain yang membutuhkan transfusi trombosit atau plasma dalam kondisi darurat," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mengenal dan menjadi pendonor apheresis sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

"Kami mengajak masyarakat sehat, terutama generasi muda, untuk menjadi pendonor apheresis. Setiap komponen darah yang didonorkan adalah harapan hidup bagi mereka yang sedang melawan penyakit," ungkapnya.

Seterusnya, Zulhardi menambahkan, sering kali masyarakat tidak menyadari bahwa setetes komponen darah yang didonorkan telah mengeringkan ribuan air mata keluarga pasien.

"Tanpa kita sadari, darah yang kita donorkan telah menyelamatkan begitu banyak kehidupan. Berapa banyak anak yang tidak jadi kehilangan ayah atau ibunya, dan berapa banyak orang tua yang tidak jadi kehilangan anaknya. Semua itu karena kepedulian para pendonor," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhardi juga mengungkapkan komitmen PMI Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang dalam memberikan penghargaan kepada para pendonor darah yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali.

Ia menyebutkan saat ini masih terdapat 37 pendonor yang menjadi daftar penerima penghargaan umrah. Pada tahun 2026, sebanyak 17 pendonor dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Insyaallah tahun ini sebanyak 17 orang akan kami berangkatkan umrah. Tanggal 13 Juli 2026 satu orang berangkat, kemudian 10 Agustus 2026 sebanyak enam orang, dan selanjutnya 31 Agustus 2026 sebanyak sepuluh orang lagi akan diberangkatkan sebagai bentuk apresiasi PMI bersama Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir," jelasnya.

Menutup sambutannya, Zulhardi mengatakan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

"Menyumbangkan darah bukan hanya tindakan mulia untuk menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, membantu pembakaran kalori, dan menjaga kebugaran. Mari jadikan donor darah sebagai gaya hidup kemanusiaan," pungkasnya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung program transisi energi nasional melalui kesiapan penerapan biodiesel B50 pada seluruh sarana perkeretaapian berbasis diesel. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sejalan dengan mulai diberlakukannya mandatori biodiesel B50 oleh Pemerintah pada 1 Juli 2026, KAI Divre II Sumbar telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan sarana, pengujian teknis, hingga penguatan aspek keselamatan agar proses transisi berjalan secara aman, bertahap, dan tetap mengutamakan keandalan layanan kepada pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI menyambut baik implementasi kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

“KAI Divre II Sumbar mendukung penuh implementasi mandatori biodiesel B50 sebagai bagian dari transformasi sektor transportasi menuju energi yang lebih bersih. Seluruh sarana diesel kami telah dipersiapkan melalui serangkaian pengujian teknis dan evaluasi operasional sehingga penerapan B50 dapat dilakukan secara aman tanpa mengurangi aspek keselamatan, keandalan perjalanan, maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Reza.

Sebagai bagian dari implementasi tersebut, KAI Divre II Sumbar telah memulai penggunaan biodiesel B50 pada KRD Minangkabau Ekspres dan Lokomotif CC 2018352 sejak 7 Juli 2026. Selanjutnya, penggunaan B50 akan diterapkan secara bertahap pada seluruh sarana diesel yang beroperasi di wilayah Divre II Sumbar sesuai kesiapan teknis dan ketersediaan pasokan bahan bakar.

Sebelumnya, PT KAI (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan uji terap penggunaan biodiesel B50 pada sarana perkeretaapian berbasis diesel sebagai bagian dari proses validasi sebelum implementasi secara luas. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan karakteristik B50 sesuai dengan kebutuhan operasional kereta api yang mengutamakan keselamatan dan keandalan.

Pada lokomotif, pengujian difokuskan pada performa mesin selama operasi, meliputi respons engine, stabilitas proses pembakaran, konsumsi bahan bakar, serta kondisi komponen utama. Sementara pada kereta pembangkit dilakukan pengujian terhadap performa genset, efisiensi konsumsi bahan bakar, kualitas emisi, kondisi filter, hingga ketahanan operasi untuk memastikan pasokan listrik selama perjalanan tetap optimal.

“Kami menerapkan setiap tahapan implementasi secara terukur melalui pengujian, pemantauan, dan evaluasi berkelanjutan. Hal ini penting agar penggunaan biodiesel B50 tetap memenuhi standar keselamatan operasional sekaligus menjaga keandalan sarana dalam melayani masyarakat,” tambah Reza.

Penerapan biodiesel B50 merupakan kelanjutan dari penggunaan biodiesel pada operasional KAI yang sebelumnya telah melalui tahapan implementasi B35 dan B40. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi KAI dalam mengimplementasikan B50 secara lebih optimal dan bertanggung jawab.

Selain mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi nabati berbasis sumber daya dalam negeri, penggunaan B50 juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Sebagai penyedia layanan transportasi publik, KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya mengutamakan keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan melalui penerapan teknologi dan energi yang lebih ramah lingkungan.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Melalui penerapan biodiesel B50, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga lingkungan dan mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih hijau,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya pada masa libur sekolah 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus meningkatkan kualitas layanan penumpang, salah satunya melalui optimalisasi layanan Lost and Found bagi pelanggan yang mengalami kehilangan barang di dalam kereta api maupun di area stasiun.

Layanan Lost and Found merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran. KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan perjalanan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap barang bawaan pelanggan melalui sistem penanganan barang hilang yang terintegrasi dan dapat diakses di seluruh stasiun KAI.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa layanan Lost and Found telah membantu banyak pelanggan menemukan kembali barang-barang yang tertinggal.

“Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 17 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp. 46.150.000. Sementara hingga Semester I tahun 2026, telah tercatat 14 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp. 46.002.500. Seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Reza.

Barang-barang yang ditemukan pun sangat beragam, mulai dari telepon genggam, laptop, tablet, dompet, tas, dokumen penting, hingga uang tunai.

“KAI berkomitmen penuh untuk menjaga setiap barang yang ditemukan dan mengupayakan pengembaliannya kepada pemilik yang sah. Kami mengimbau pelanggan agar tidak ragu segera melapor apabila merasa kehilangan barang selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api,” tambah Reza.

Apabila pelanggan menyadari adanya barang yang tertinggal atau hilang, laporan dapat segera disampaikan kepada kondektur selama perjalanan, petugas stasiun, petugas Polsuska, maupun melalui Contact Center KAI 121. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Reza menjelaskan bahwa setiap barang yang ditemukan akan langsung diamankan oleh petugas dan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun apabila diperlukan. Selanjutnya, barang tersebut akan diberi label identitas, didokumentasikan, serta dicatat ke dalam Database Lost and Found KAI yang terintegrasi secara daring antarstasiun.

“Dengan sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melaporkan maupun melakukan pengecekan barang yang hilang di seluruh stasiun KAI. Hal tersebut membuat proses penelusuran menjadi lebih cepat, akurat, dan efektif,” jelas Reza.

Sebagai langkah pencegahan, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama perjalanan, membawa barang secukupnya, serta melakukan pengecekan kembali pada rak bagasi, area tempat duduk, maupun sekitar tempat duduk sebelum turun dari kereta api.

“Kami berharap setiap perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain tiba di tujuan dengan selamat, kami juga ingin memastikan seluruh pelanggan membawa kembali barang bawaannya dengan lengkap. Namun apabila terjadi kehilangan, pelanggan tidak perlu panik karena KAI siap membantu melalui layanan Lost and Found yang tersedia di seluruh stasiun,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat masih menyediakan lebih dari 18 ribu tiket kereta api lokal bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan sisa masa libur sekolah hingga 12 Juli 2026. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama untuk berwisata maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Selama periode angkutan libur sekolah, 20 Juni hingga 12 Juli 2026, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 187.008 tempat duduk. Setiap harinya, KAI melayani rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas 7.792 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa hingga Selasa (7/7), sebanyak 151. 912 tiket telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat penjualan tiket masih berlangsung hingga akhir masa libur sekolah.

“Masih tersedia 18.122 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat hingga 12 Juli 2026, dengan rincian 3.574 tempat duduk KA Lembah Anai, 9.384 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres, dan 5.163 tempat duduk KA Pariaman Ekspres,” ujar Reza.

Selama masa libur sekolah, penjualan tiket didominasi oleh pelanggan yang memanfaatkan kereta api untuk berwisata, terutama menuju destinasi wisata pantai di Kota Pariaman menggunakan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras. Hingga saat ini, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres telah mencapai 100.075 tiket, sedangkan sisanya berasal dari pelanggan KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai.

Menurut Reza, tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Kami mengajak masyarakat yang belum merencanakan perjalanan untuk segera memanfaatkan tiket yang masih tersedia. Kereta api menawarkan perjalanan yang nyaman, bebas macet, tepat waktu, serta menjadi pilihan yang ideal untuk menikmati momen liburan bersama keluarga,” jelasnya.

Selain menawarkan perjalanan yang nyaman, kereta api juga memberikan kemudahan dalam proses pembelian tiket. Pelanggan dapat melakukan pemesanan secara digital melalui aplikasi Access by KAI, mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui aplikasi Access by KAI guna menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket yang dimiliki.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go show) mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, selama tempat duduk masih tersedia,” tambah Reza.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa masa libur sekolah dengan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan, dan bebas dari kemacetan, sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar Rapat Safety Committee (SC) Perdana Bulan Juli 2026 pada Selasa (7/7) di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor Divre II Sumbar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, dan dihadiri oleh jajaran manajemen Divre II Sumbar, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, serta Tim Keselamatan dari Kantor Pusat KAI. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi implementasi program keselamatan, mengidentifikasi potensi risiko, serta menyusun langkah-langkah mitigasi guna memastikan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.

Dalam arahannya, Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang harus menjadi budaya dan tanggung jawab setiap insan KAI, bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tertanam dalam setiap aktivitas kerja. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar harus terus meningkatkan kinerja keselamatan dan berupaya mewujudkan zero accident secara berkelanjutan melalui disiplin, kepedulian, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur kerja,” tegas Lutfi.

Pada rapat tersebut, Tim Safety Committee Divre II Sumbar memaparkan hasil evaluasi kinerja keselamatan, perkembangan implementasi program K3, tindak lanjut atas temuan di lapangan, serta berbagai upaya pengendalian risiko yang telah dan akan dilakukan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi setiap unit kerja untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, dan memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan secara optimal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung konstruktif. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk menyampaikan masukan, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antarunit dalam menghadapi berbagai tantangan operasional. Melalui koordinasi yang semakin solid, diharapkan penerapan budaya keselamatan dapat semakin konsisten di seluruh wilayah kerja Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pelaksanaan Safety Committee secara berkala merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) terhadap sistem manajemen keselamatan.

“Safety Committee bukan hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan KAI dalam menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja. Keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam mengimplementasikan prinsip keselamatan di setiap lini operasional melalui peningkatan kompetensi, komunikasi yang efektif, serta pengawasan yang berkesinambungan.

“Melalui koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama, kami optimistis budaya keselamatan di lingkungan KAI Divre II Sumbar akan semakin kokoh. Dengan demikian, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.