Latest Post

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang melalui peningkatan infrastruktur, kompetensi Petugas Jaga Lintasan (PJL), edukasi masyarakat, serta penanganan perlintasan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan andal.

Bersama KAI Properti, KAI Divre II Sumbar melakukan penguatan fasilitas keselamatan berupa gardu jaga, alat komunikasi, alarm, rambu-rambu keselamatan, dan perlengkapan pendukung lainnya. Saat ini, pembangunan gardu Jaga Perlintasan (JPL) pada 12 titik prioritas telah mencapai progres 20 persen dan terus dilaksanakan secara bertahap.

Dari sisi sumber daya manusia, hingga 6 Oktober 2026 seluruh PJL di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar telah tersertifikasi. Sepanjang Januari hingga September 2026, pembekalan juga telah diberikan kepada 109 PJL eksisting dan 37 PJL baru dengan materi budaya keselamatan, penyegaran standar operasional, peningkatan kewaspadaan, serta pemahaman hak dan kewajiban pekerja.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara kesiapan infrastruktur, kompetensi petugas, dan kedisiplinan pengguna jalan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada kesiapan petugas dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Karena itu, KAI terus melakukan perbaikan dari sisi infrastruktur dan kompetensi petugas, sekaligus memperkuat edukasi agar masyarakat memahami risiko dan aturan keselamatan,” ujar Reza.

Dalam proses penyiapan PJL, calon petugas terlebih dahulu melalui seleksi administrasi, psikologi, wawancara, dan kesehatan. Setelah dinyatakan lolos, calon PJL menjalani On Job Training (OJT) di JPL eksisting, pengenalan lapangan selama 30 hari, pemberkasan dan pengajuan sertifikasi, penerbitan Surat Keterangan Kecakapan (SKK), sertifikasi melalui balai uji Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), hingga penerbitan Smart Card sebelum ditempatkan sesuai kebutuhan.

KAI juga terus memperkuat edukasi mengenai disiplin dan regulasi keselamatan. Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, termasuk kewajiban pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api, mematuhi sinyal dan rambu keselamatan, serta tidak menerobos palang pintu ketika kereta api akan melintas.

“Pemahaman terhadap regulasi perlu terus dibangun. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui bahwa menerobos perlintasan berbahaya, tetapi juga memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan terdapat ketentuan yang wajib dipatuhi,” jelas Reza.

Sebagai bagian dari langkah preventif, hingga 6 Oktober 2026 KAI Divre II Sumbar telah menutup 30 titik perlintasan liar, melaksanakan sosialisasi keselamatan di 67 titik perlintasan sebidang, serta memasang 24 banner keselamatan di titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.

Pada Selasa (6/10), kegiatan sosialisasi disiplin dan keselamatan kembali dilaksanakan di empat titik, yaitu perlintasan Km 3+600 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Padang, Km 8+600 dan Km 8+7/8 petak jalan Stasiun Padang–Tabing, serta Km 1+4/5 petak jalan Stasiun Padang–Pulau Air. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan keselamatan dan membangun kesadaran akan risiko perjalanan kereta api.

Selain di perlintasan, edukasi keselamatan juga dilakukan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Hingga 6 Oktober 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di 48 sekolah dan lokasi lainnya serta menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di 30 lokasi.

“Perbaikan keselamatan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Kami tidak ingin keselamatan hanya menjadi perhatian ketika terjadi kecelakaan. Potensi risiko harus dicegah sejak awal melalui fasilitas yang memadai, petugas yang kompeten, serta masyarakat yang memahami dan mematuhi aturan,” tutur Reza.

KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak menerobos palang pintu, tidak berhenti di atas perlintasan, mematuhi rambu dan sinyal keselamatan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

Melalui penguatan infrastruktur, sertifikasi dan peningkatan kompetensi petugas, penutupan perlintasan liar, edukasi regulasi, serta sosialisasi keselamatan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar terus membangun ekosistem perkeretaapian yang semakin aman, tertib, dan andal.(*)

 



INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama berada di dalam perjalanan kereta api. Setiap penumpang diharapkan saling menghargai serta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya video yang beredar di media sosial terkait kejadian kegaduhan antarpenumpang di atas KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9) yang lalu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika terdapat rombongan penumpang yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam. Aktivitas percakapan dengan suara yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya kemudian mendapat teguran dari petugas pelayanan kereta api (Walka).

“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.

Dalam situasi tersebut, salah seorang penumpang yang merasa terganggu kemudian turut menegur rombongan penumpang tersebut. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa. Petugas yang berada di dalam kereta api segera mengambil tindakan dengan melerai pihak-pihak yang terlibat dan mengupayakan penyelesaian secara persuasif agar situasi tidak berkembang lebih lanjut.

“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.

Selain melakukan penanganan langsung, petugas juga menyampaikan imbauan melalui announcement kepada seluruh penumpang agar menjaga ketenangan, tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya, serta menghormati hak setiap penumpang untuk memperoleh perjalanan yang aman dan nyaman.

KAI mengingatkan bahwa kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Oleh karena itu, setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana perjalanan tetap tertib, antara lain dengan berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penumpang lain, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.

KAI juga mengimbau agar penumpang yang merasa terganggu tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperbesar persoalan. Setiap keluhan atau gangguan selama perjalanan dapat segera disampaikan kepada petugas kereta api agar dapat ditangani secara tepat dan terukur.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tertib. KAI mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya perjalanan yang saling menghormati, karena keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.(*)

 

INFONEWS-Minat warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api lokal di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menunjukkan perkembangan positif. Hingga Agustus 2026, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 5.427 pelanggan WNA, meningkat 6,70 persen dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 5.086 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api lokal turut menjadi bagian dari pilihan mobilitas bagi WNA selama berada di Sumatera Barat. Selain memberikan akses transportasi antarkawasan, keberadaan layanan kereta api lokal juga mendukung konektivitas menuju sejumlah wilayah yang memiliki potensi pariwisata, ekonomi, dan aktivitas masyarakat.

Secara historis, jumlah pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar juga mengalami perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data rekapitulasi, pada 2022 tercatat 1.007 pelanggan WNA, kemudian meningkat menjadi 4.225 pelanggan pada 2023, atau tumbuh 319,57 persen. Pertumbuhan kembali terjadi pada 2024 dengan jumlah 10.169 pelanggan, meningkat 140,69 persen dibandingkan 2023. Pada 2025, jumlah pelanggan WNA tercatat 6.997 pelanggan.

Sementara itu, hingga Agustus 2026 jumlah pelanggan WNA telah mencapai 5.427 pelanggan, atau sekitar 77,56 persen dari total pelanggan WNA sepanjang 2025. Capaian tersebut dicatat hanya dalam delapan bulan pertama 2026 dan masih menyisakan empat bulan periode pencatatan hingga akhir tahun.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab mengatakan, pertumbuhan pelanggan WNA menjadi salah satu indikator positif bahwa layanan kereta api lokal memiliki peran dalam mendukung mobilitas masyarakat internasional di Sumatera Barat.

“Pertumbuhan pelanggan WNA sebesar 6,70 persen pada periode Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi gambaran positif terhadap pemanfaatan layanan kereta api lokal. Ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya digunakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga menjadi salah satu pilihan transportasi bagi wisatawan mancanegara selama berada di Sumatera Barat,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan tersebut juga menjadi dorongan bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. KAI berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, mudah, dan inklusif bagi seluruh pelanggan tanpa membedakan latar belakang maupun kewarganegaraan.

“Bagi kami, setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang perlu dilayani dengan baik. Karena itu, peningkatan jumlah pelanggan WNA juga menjadi bagian dari evaluasi kami untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, informasi perjalanan, kemudahan akses, serta pengalaman pelanggan di stasiun maupun selama perjalanan,” tambah Reza.

Dari sisi persebaran pelanggan, pertumbuhan WNA hingga Agustus 2026 tidak hanya terjadi pada satu stasiun, tetapi tersebar di sejumlah stasiun dalam wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.

Stasiun Padang mencatat peningkatan dari 1.071 pelanggan pada Januari–Agustus 2025 menjadi 1.338 pelanggan pada periode yang sama 2026, atau tumbuh 24,93 persen. Stasiun Pariaman meningkat dari 560 menjadi 679 pelanggan, atau tumbuh 21,25 persen. Sementara itu, Stasiun Air Tawar meningkat dari 421 menjadi 443 pelanggan, atau tumbuh 5,23 persen.

Pertumbuhan persentase yang lebih tinggi juga tercatat di beberapa stasiun dengan basis pelanggan yang lebih kecil. Stasiun Kuraitaji meningkat dari 79 menjadi 154 pelanggan atau tumbuh 94,94 persen, Stasiun Kayutanam dari 44 menjadi 78 pelanggan atau tumbuh 77,27 persen, serta Stasiun Sicincin dari 25 menjadi 78 pelanggan atau meningkat 212 persen.

“Pertumbuhan di berbagai stasiun menjadi hal yang menarik untuk terus kami cermati. Tidak hanya melihat besarnya angka secara persentase, kami juga melihat persebaran pelanggan WNA di berbagai titik layanan. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebutuhan mobilitas WNA menggunakan kereta api terdapat di lebih banyak wilayah,” jelas Reza.

Berdasarkan akumulasi periode 2022 hingga Agustus 2026, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi, yakni 10.229 pelanggan, disusul Stasiun Padang sebanyak 5.681 pelanggan, Stasiun Pariaman 2.889 pelanggan, dan Stasiun Air Tawar 1.861 pelanggan.

Khusus periode Januari–Agustus 2026, BIM mencatat 1.345 pelanggan WNA, sementara Stasiun Padang mencapai 1.338 pelanggan. Jika digabungkan, kedua stasiun tersebut menyumbang sekitar 49,45 persen dari total pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar hingga Agustus 2026.

Sementara itu, lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi pada periode Januari–Agustus 2026, yaitu BIM, Padang, Pariaman, Air Tawar, dan Pasar Alai, secara keseluruhan mencatat 4.050 pelanggan, atau sekitar 74,63 persen dari total pelanggan WNA.

Reza menambahkan, posisi stasiun yang terhubung dengan kawasan perkotaan, pusat aktivitas masyarakat, maupun akses menuju destinasi wisata menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas WNA di Sumatera Barat.

“KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya menghadirkan layanan yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, kemudahan, dan kualitas pelayanan. Kami berharap kereta api dapat semakin berkontribusi dalam mendukung konektivitas pariwisata dan perekonomian Sumatera Barat, termasuk memberikan kemudahan mobilitas bagi wisatawan mancanegara,” tutup Reza.(*)

INFONEWS-Di tengah hamparan persawahan dan perbukitan yang menjadi lanskap khas Sumatera Barat, Stasiun Duku hadir sebagai salah satu simpul transportasi penting yang terus bergerak mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat. Suara peluit kereta api di stasiun ini bukan sekadar penanda keberangkatan dan kedatangan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, berdagang hingga melakukan perjalanan wisata.

Stasiun Duku terletak di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Lokasinya memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari jaringan perjalanan kereta api yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Barat, antara lain Padang, Lubuk Alung, Pariaman, serta kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Stasiun Duku juga menjadi bagian dari sejarah panjang perkeretaapian di Sumatera Barat. Keberadaannya telah melewati berbagai fase perkembangan perkeretaapian sejak masa Staatsspoorwegen ter Sumatra’s Westkust. Seiring perkembangan layanan dan kebutuhan masyarakat, wajah Stasiun Duku turut mengalami transformasi. Bangunan stasiun kini hadir dengan sentuhan arsitektur khas Minangkabau melalui bentuk atap gonjong yang memadukan unsur modernitas dengan identitas budaya lokal.

Transformasi Stasiun Duku tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga dari semakin berkembangnya fungsi stasiun sebagai bagian dari konektivitas transportasi masyarakat. Sejak 2018, pengoperasian jalur kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau semakin memperkuat peran kawasan Duku dalam mendukung konektivitas menuju bandara. Selanjutnya, pada 22 Maret 2019, KA Lembah Anai juga mulai melayani perjalanan dengan berhenti di Stasiun Duku, melengkapi layanan KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat.

Salah satu keunggulan Stasiun Duku adalah perannya dalam melayani naik dan turun penumpang pada seluruh layanan kereta api penumpang yang beroperasi di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat. Hal tersebut menjadikan Stasiun Duku memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan antarkawasan maupun sebagai bagian dari perjalanan yang terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Perkembangan layanan kereta api di Sumatera Barat turut tercermin dari aktivitas penumpang di Stasiun Duku. Sepanjang periode 2021 hingga Semester I 2026, Stasiun Duku telah melayani sebanyak 751.429 pelanggan. Angka tersebut menggambarkan peran Stasiun Duku sebagai salah satu simpul mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan keberlanjutan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan, Stasiun Duku juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain ruang tunggu yang luas dan nyaman, ruang laktasi bagi ibu menyusui, area bermain anak, musala, area parkir kendaraan yang luas, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan pelayanan yang semakin inklusif dengan memperhatikan kebutuhan berbagai kelompok pelanggan.

Selain memiliki akses terhadap berbagai layanan kereta api, Stasiun Duku juga memiliki keunggulan dari sisi konektivitas antarmoda. Lokasinya yang berada di kawasan strategis pada jalur Padang–Bukittinggi memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan menuju berbagai tujuan setelah tiba di stasiun. Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah pilihan moda transportasi lanjutan, mulai dari angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), hingga layanan transportasi berbasis aplikasi atau angkutan online.

Ketersediaan berbagai pilihan moda transportasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan perjalanan lanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Stasiun Duku sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang saling terhubung, di mana perjalanan menggunakan kereta api dapat dilanjutkan dengan moda transportasi lain secara lebih mudah.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa keberadaan Stasiun Duku memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem transportasi di Sumatera Barat.

“Stasiun Duku bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat. Dengan melayani seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, didukung fasilitas yang memadai serta akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah,” ujar Reza.

Menurutnya, keberadaan stasiun juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan. Pelajar, mahasiswa, pekerja, wisatawan hingga masyarakat yang melakukan aktivitas perdagangan dapat memanfaatkan layanan kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi dalam menunjang mobilitas mereka.

Pergerakan penumpang yang berlangsung setiap hari turut menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun. Kehadiran transportasi publik yang terhubung dengan berbagai wilayah membuka akses bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas usaha dan layanan transportasi lanjutan.

Stasiun Duku juga memiliki karakter tersendiri karena mampu memadukan fungsi transportasi modern dengan identitas budaya Minangkabau. Bentuk atap gonjong pada bangunan stasiun bukan sekadar elemen arsitektur, tetapi menjadi representasi bahwa modernisasi transportasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan karakter daerah.

Seiring dengan aktivitas masyarakat yang terus berkembang, KAI juga mengajak seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan fasilitas publik di lingkungan stasiun. Kedisiplinan dalam mengikuti arahan petugas, tertib antre, menjaga kebersihan serta menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk ketika berada di lingkungan stasiun maupun di sekitar jalur kereta api,” tambah Reza.

Stasiun Duku pada akhirnya bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api. Di setiap peron dan perjalanan yang berlangsung, terdapat berbagai cerita masyarakat yang terus bergerak. Dari pelajar yang berangkat menuntut ilmu, pekerja yang menjalankan aktivitas, wisatawan yang mengenal Sumatera Barat, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga.

Dengan fungsi layanan yang mencakup seluruh kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, fasilitas yang mendukung kenyamanan pelanggan, serta konektivitas dengan berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku terus mengambil bagian dalam membangun mobilitas masyarakat yang semakin terhubung.

KAI mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga Stasiun Duku sebagai bagian dari fasilitas transportasi publik dan wajah pelayanan perkeretaapian di Sumatera Barat. Karena setiap perjalanan yang dimulai dari Duku bukan hanya tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga tentang membuka akses, menghubungkan masyarakat, dan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, serta bermakna.(*)

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Kepolisian Daerah Sumatera Barat terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung keamanan dan keselamatan transportasi kereta api. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Simulasi Latihan Gabungan Penanganan Aksi Teror pada Moda Transportasi Kereta Api yang dilaksanakan di Stasiun Padang, Kamis (1/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, khususnya ancaman aksi terorisme yang dapat terjadi pada area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Selain menguji kesiapan personel, latihan juga menjadi sarana untuk memastikan setiap unsur memahami prosedur, tugas, fungsi, serta mekanisme koordinasi yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Manager Pengamanan Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, CTMP., CHRMP, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab beserta jajaran manajemen Divre II Sumbar, Karo Ops Polda Sumbar Kombespol Dessy Ismail, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombespol Lukman Syafri, Kepala SPN Polda Sumbar Kombespol Erwin Suwando, Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya, Kapolresta Padang Kombespol Apri Wibowo, serta jajaran PJU Polda Sumbar.

Pelaksanaan simulasi diawali dengan laporan kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian skenario dan tahapan penanganan aksi terorisme pada moda transportasi kereta api. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi yang dihadapi, alur komunikasi dan koordinasi, hingga langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan oleh masing-masing unsur sesuai tugas dan kewenangannya.

Dalam pelaksanaannya, simulasi tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis personel dalam menangani situasi darurat, tetapi juga menguji efektivitas komunikasi dan koordinasi lintas instansi. Hal ini penting mengingat penanganan kondisi darurat pada transportasi publik membutuhkan respons yang terintegrasi, cepat, terukur, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan pelanggan dan petugas.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumbar atas kolaborasi yang telah dilakukan melalui kegiatan latihan gabungan tersebut. Menurutnya, latihan bersama menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

“KAI mengapresiasi kolaborasi dan sinergi Polda Sumbar dalam pelaksanaan latihan gabungan ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi situasi darurat. Dengan latihan bersama, setiap unsur dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga apabila menghadapi kondisi yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan,” ujar Reza.

Apresiasi serupa disampaikan Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya kepada KAI Divre II Sumbar atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan simulasi latihan gabungan tersebut. Menurutnya, dukungan KAI dalam menyediakan lokasi, sarana, serta fasilitas pendukung turut menjadi faktor penting yang menunjang kelancaran pelaksanaan latihan.

“Polda Sumbar mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang diberikan PT KAI dalam menyukseskan latihan penanganan aksi teror ini. KAI telah mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan tempat, sarana, serta berbagai fasilitas pendukung, termasuk penggunaan dua gerbong kereta api sebagai bagian dari skenario latihan. Dukungan tersebut sangat membantu sehingga simulasi dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Susmelawati.

Susmelawati menambahkan bahwa kolaborasi antara Polri dan KAI merupakan bentuk sinergi positif dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan pada transportasi publik. Menurutnya, menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder terkait.

“Keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di sarana transportasi publik, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seperti yang dilakukan bersama KAI perlu terus diperkuat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dan semakin solid dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan simulasi latihan gabungan yang melibatkan personel dari unsur terkait. Dalam skenario yang diperagakan, personel melakukan sejumlah tahapan penanganan situasi darurat akibat ancaman aksi terorisme, mulai dari koordinasi dan pelaporan awal, pengamanan lokasi, pengendalian situasi, hingga proses evakuasi pelanggan dari area terdampak.

Simulasi juga memperagakan penanganan lanjutan oleh personel khusus sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, serta kebutuhan untuk menjaga situasi tetap terkendali sehingga potensi risiko terhadap pelanggan, petugas, maupun masyarakat di sekitar lokasi dapat diminimalkan.

Bagi KAI, pelaksanaan latihan gabungan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap kesiapan prosedur dan koordinasi yang telah dibangun. Hasil evaluasi dari latihan dapat menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat di lingkungan perkeretaapian.

Kolaborasi KAI bersama Polda Sumbar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan simulasi, tetapi terus dikembangkan melalui komunikasi, koordinasi, dan kegiatan peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara operator transportasi, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya, penanganan berbagai potensi gangguan keamanan dapat dilakukan secara lebih terpadu.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kesiapan operasional, peningkatan kompetensi personel, penerapan prosedur keselamatan, serta kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang terbangun, KAI bersama Polda Sumbar berharap kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dapat terus ditingkatkan, sehingga keamanan perjalanan kereta api dan keselamatan seluruh pelanggan maupun petugas senantiasa menjadi prioritas dalam penyelenggaraan transportasi kereta api di Sumatera Barat.(*)

 


INFONEWS-
Semarak Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat turut dihadirkan melalui kegiatan Sapa Pelanggan yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat di Stasiun Padang, Kamis (1/10). Melalui kegiatan ini, KAI dan Dishub menyapa langsung pelanggan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat dalam menggunakan layanan kereta api.

Kegiatan diikuti oleh jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat bersama insan KAI Divre II Sumbar, khususnya petugas frontliner, yang secara langsung menyapa dan berinteraksi dengan pelanggan. Dalam suasana penuh kehangatan, petugas juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat serta membagikan souvenir kepada pelanggan di Stasiun Padang dan pelanggan yang tengah melakukan perjalanan dengan KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi KAI kepada masyarakat sekaligus upaya membangun kedekatan yang lebih erat dengan pelanggan.

“Melalui kegiatan Sapa Pelanggan ini, kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih serta mempercayakan kereta api sebagai salah satu moda transportasi dalam mendukung mobilitas di Sumatera Barat. Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan pelanggan. Kami berharap setiap perjalanan bersama KAI tidak hanya aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga memberikan pengalaman yang hangat dan menyenangkan,” ujar Reza.

Sementara itu, Kabid Angkutan Jalan, Perkeretaapian dan Pengembangan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Momon, S.SiT., M.Sc., menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan operator transportasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Kegiatan Sapa Pelanggan ini merupakan bentuk kolaborasi yang positif antara KAI Divre II Sumbar dan Dishub Provinsi Sunbar dalam memeriahkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi momentum untuk mendengarkan kebutuhan dan memberikan apresiasi kepada pengguna jasa transportasi. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat untuk menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, terintegrasi, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujar Momon.

Reza menambahkan, keberadaan transportasi perkeretaapian memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjadi bagian dari sistem transportasi publik di Sumatera Barat. Untuk itu, peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat.

Kegiatan Sapa Pelanggan juga menjadi bagian dari komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga mengedepankan interaksi yang humanis. Kehadiran petugas secara langsung di tengah pelanggan diharapkan dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih positif sekaligus memperkuat kedekatan KAI dengan masyarakat.

“Bagi kami, pelayanan prima merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pelanggan. Karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan akan terus dilakukan, baik melalui peningkatan aspek keselamatan dan keandalan operasional maupun melalui pelayanan yang ramah, responsif, dan humanis,” kata Reza.

Melalui momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat, KAI Divre II Sumbar bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung penyelenggaraan transportasi publik yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu, serta memberikan pelayanan yang ramah dan berkualitas. Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan, KAI akan terus hadir mendukung mobilitas masyarakat serta menjadi bagian dari kemajuan transportasi di Sumatera Barat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Memasuki usia ke-81 tahun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui semangat “Semakin Melayani”. Semangat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan transportasi kereta api, tetapi juga melalui kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI, pada Senin (28/9), KAI Divre II Sumbar melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menyalurkan bantuan kepada tiga penerima manfaat di Sumatera Barat dengan total nilai Rp100.311.500. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung sektor pendidikan, sanitasi, serta sarana keagamaan.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi Program KAI Edufriend untuk pengadaan sarana dan prasarana SMA INS Kayu Tanam senilai Rp50.000.000; Program KAI Edufriend untuk pembangunan toilet dan sanitasi SMKN 2 Sawahlunto senilai Rp30.311.500; serta Program KAI Sar’i untuk renovasi Masjid Raya Sicincin senilai Rp20.000.000.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar sekaligus Anggota Komite TJSL, Reza Shahab mengatakan bahwa semangat “Semakin Melayani” pada momentum HUT ke-81 KAI menjadi pengingat bagi seluruh insan KAI untuk terus menghadirkan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Semangat Semakin Melayani kami maknai secara luas. Pelayanan bukan hanya tentang menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu, tetapi juga bagaimana keberadaan KAI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui Program TJSL, kami berupaya hadir untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan,” ujar Reza.

Reza menjelaskan, sepanjang tahun 2025 KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan dana Program TJSL sebesar Rp1.077.864.151. Sementara itu, hingga akhir September 2026, total bantuan TJSL yang telah disalurkan mencapai Rp531.631.997. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program di bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

Menurut Reza, pelaksanaan TJSL merupakan bagian dari komitmen KAI untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Karena itu, setiap program dirancang agar tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan bagi penerima manfaat.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan. Dukungan terhadap fasilitas pendidikan, sanitasi, maupun sarana ibadah merupakan bagian dari upaya KAI untuk tumbuh bersama masyarakat. Di usia ke-81 tahun ini, kami ingin terus memperkuat kehadiran KAI sebagai perusahaan yang semakin melayani dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Reza.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA INS Kayu Tanam, Ermizar, menyampaikan apresiasi atas dukungan KAI Divre II Sumbar melalui Program KAI Edufriend. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas perhatian dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi SMA INS Kayu Tanam dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar dan memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa. Semoga sinergi dan kepedulian KAI terhadap dunia pendidikan dapat terus berlanjut,” ungkap Ermizar.

Lebih lanjut, KAI Divre II Sumbar memandang bahwa keberlanjutan operasional perkeretaapian juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, selain menjalankan program sosial, KAI terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan aset perkeretaapian, mematuhi ketentuan keselamatan di perlintasan sebidang, serta turut menciptakan lingkungan operasional kereta api yang aman dan selamat.

Reza menambahkan bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam perjalanan KAI memberikan pelayanan terbaik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada KAI. Semangat Semakin Melayani akan terus kami wujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan sekaligus kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga KAI dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan menghadirkan layanan transportasi yang semakin aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.