Latest Post

 

INFONEWS-Stasiun Indarung bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan saksi perjalanan panjang perkembangan industri dan perkeretaapian di Indonesia. Dibangun pada tahun 1911 untuk mendukung distribusi hasil produksi PT Semen Padang sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara, stasiun ini sejak awal berperan sebagai simpul utama pengangkutan semen dari kawasan industri Indarung menuju Pelabuhan Teluk Bayur melalui jalur rel sepanjang 19 kilometer.

Selama lebih dari satu abad, Stasiun Indarung terus mempertahankan perannya sebagai infrastruktur strategis yang menghubungkan kawasan produksi dengan pelabuhan. Sejak masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga era kemerdekaan, stasiun ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional. Di tengah berbagai dinamika perkembangan zaman, bangunan berarsitektur kolonial tersebut tetap berdiri kokoh dengan mempertahankan nilai historisnya, sekaligus beradaptasi melalui modernisasi sarana dan sistem operasional perkeretaapian.

Kini, Stasiun Indarung tidak hanya menjadi simbol sejarah perkeretaapian di Sumatera Barat, tetapi juga berperan sebagai salah satu simpul penting dalam ekosistem logistik nasional. Melalui layanan angkutan barang berbasis rel, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan solusi logistik end-to-end yang efisien, aman, andal, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis nasional serta meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Salah satu layanan unggulan yang beroperasi dari Stasiun Indarung adalah KA Karang Putiah yang melayani angkutan semen dan klinker dari kawasan industri PT Semen Padang menuju fasilitas distribusi yang terhubung dengan Pelabuhan Teluk Bayur. Setiap perjalanan KA Karang Putiah memiliki kapasitas angkut hingga 600 ton, sehingga mampu mengangkut komoditas dalam volume besar secara lebih efisien, tepat waktu, aman, serta ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi jalan raya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab, mengatakan bahwa Stasiun Indarung tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas operasional, tetapi juga merupakan bagian dari sejarah panjang pembangunan industri nasional.

“Stasiun Indarung memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena sejak awal keberadaannya menjadi penghubung utama distribusi hasil produksi Semen Padang. Hingga saat ini kami terus menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai historis dengan peningkatan kualitas pelayanan operasional agar stasiun ini tetap memberikan manfaat bagi industri, pelanggan, maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Reza, berbagai upaya revitalisasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan, tetapi juga memastikan nilai sejarah bangunan tetap terpelihara sebagai bagian dari identitas perkeretaapian nasional.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa bangunan bersejarah tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat terus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan saat ini. Melalui pengembangan layanan logistik berbasis rel, Stasiun Indarung terus berkontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas nasional sekaligus menjadi warisan yang tetap hidup dan relevan mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.

Selain menjalankan fungsi operasional, Stasiun Indarung juga memiliki nilai sosial, budaya, dan edukatif bagi masyarakat. Keberadaannya telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat sekitar serta berpotensi mendukung pengembangan wisata sejarah dan wisata industri yang memperkenalkan perjalanan panjang perkeretaapian dan industri semen di Sumatera Barat kepada generasi muda.

Sebagai perusahaan transportasi nasional, KAI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung Sistem Logistik Nasional melalui pengembangan layanan angkutan barang berbasis rel yang terintegrasi dengan kawasan industri, pelabuhan, dan moda transportasi lainnya. Pemanfaatan teknologi digital dalam operasional logistik juga terus dikembangkan guna meningkatkan keandalan layanan, transparansi proses distribusi, serta efisiensi operasional.

Melalui optimalisasi layanan logistik berbasis rel, KAI berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan nasional, menekan biaya logistik, mengurangi emisi karbon melalui penggunaan transportasi massal yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Lebih dari satu abad sejak mulai beroperasi, Stasiun Indarung membuktikan bahwa warisan sejarah dapat terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan. Dari sebuah stasiun yang lahir untuk mendukung industri semen nasional, kini Stasiun Indarung bertransformasi menjadi simpul logistik modern yang menghubungkan sejarah, industri, dan masa depan, sekaligus mempertegas komitmen KAI dalam menghadirkan layanan logistik end-to-end yang efisien, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi Indonesia.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan operasional kereta api serta mengantisipasi potensi gangguan perjalanan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur sekolah, KAI Divre II Sumbar melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin di petak jalan Stasiun Padang–Naras, Kamis (11/6).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dan diikuti oleh jajaran manajemen dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan operasional dan kondisi prasarana perkeretaapian, meliputi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, hingga sistem drainase pada titik-titik yang berpotensi terdampak banjir.

Selain pemeriksaan lintas, manajemen juga melakukan pemantauan kesiapan operasional di sejumlah stasiun, yaitu Stasiun Tabing, Stasiun Duku, Stasiun Lubuk Alung, Stasiun Pariaman, dan Stasiun Naras guna memastikan seluruh sarana dan prasarana siap mendukung perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan andal.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dalam arahannya saat safety briefing di Stasiun Padang sebelum kegiatan dimulai, menegaskan bahwa budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama bagi seluruh insan KAI dalam menjalankan operasional. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, disiplin dalam menjalankan prosedur, proaktif mengidentifikasi potensi risiko, serta segera menindaklanjuti setiap temuan di lapangan melalui pengisian formulir Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), khususnya pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa cek lintas merupakan program rutin yang dilaksanakan secara berkala dan tidak hanya dilakukan menjelang masa libur sekolah. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi andal, mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, serta melakukan langkah mitigasi risiko guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

“Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.

Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumbar juga melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan.

Reza mengungkapkan bahwa setiap harinya KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker dan semen. Dengan tingginya frekuensi perjalanan tersebut, masyarakat diminta untuk selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.

Ia menambahkan bahwa tindakan menerobos palang pintu, mengabaikan semboyan 35 (isyarat suara/klakson lokomotif), maupun melanggar rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, pelanggaran tersebut juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk tuntutan ganti rugi apabila mengakibatkan kecelakaan atau gangguan operasional kereta api.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi hasil pemeriksaan lintas sekaligus memastikan seluruh temuan di lapangan segera ditindaklanjuti sesuai standar keselamatan yang berlaku.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan upaya-upaya preventif melalui pemeriksaan operasional maupun prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi kepada masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza.(*)

INFONEWS - Isu yang beredar terkait perselingkuhan yang melibatkan nama kepala desa Makalo merupakan isu tidak benar dan dipastikan tidak sesuai dengan fakta hanya sengaja menggiring opini atas ketidaksukaan terhadap kepala desa.


Dengan terbitnya pemberitaan di media online yang sempat viral, Kepala Desa Makalo, Delti Hardi mengklarifikasi informasi tersebut bahwa dugaan perselingkuhan itu tidak benar dan bisa di buktikan.


"Informasi ini sengaja di giring untuk menjatuhkan saya sebagai kepala desa dan memang ada beberapa oknum di pemdes yang tidak senang kehadiran saya sebagai kepala desa" sebut Delti kepada media, kamis (11/6/2026).


Dia menegaskan, terkait dugaan perselingkuhan ini bisa di buktikan dengan keterangan yang diberikan pihak perempuan  yang diduga menjadi korban dan juga si korban siap memberikan klarifikasi.


Dia menepis informasi yang berkembang saat ini soal perselingkuhan terhambat roda pemerintahan tidak benar, semuanya tetap berjalan secara normatif tidak ada yang terkendala terkait dengan pelayanan 


"Tidak ada terhambat roda pemerintahan desa terkait degan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik" sebutnya.


Selain itu dia juga meluruskan terkait dengan pengusiran dikampung yang dilakukan pihak-pihak tertentu di lakukan hanya sepihak dan juga tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan dugaan perselingkuhan.


Ia menyampaikan, dalam persoalan dugaan perselingkuhan ini ada yang memprovokasi masyarakat dan bukan masyarakat setempat yang melakukan pengusiran.


"Intinya ada pihak-pihak yang tidak senang dengan melakukan berbagai cara dengan tujuan untuk menjatuhkan saya sebagai kepala desa dengan membangun isu yang tidak benar" ucap Delti


Yanti selaku kasi pelayanan desa Makalo yang di isukan jadi korban menyampaikan, bahwa informasi yang beredar terkait perselingkuhan dengan kepala desa isu tidak benar.


" Saya dengan kepala desa hanya sebatas pimpinan dengan bawaan tidak ada hubungan khusus" tegas Yanti 


Dengan beredarnya informasi terkait perselingkuhan ini, pihaknya juga menjelaskan dengan Ketua BPD Desa Makalo, Kepala Dusun Tubeket, Isar Anggota Dewan dengan jawaban yang sama bahwa informasi itu tidak benar melalui komunikasi telepon.


"Saya juga di isukan mengandung, sementara saya dengan kepala desa tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas pimpinan dengan bawaan, sampai saat ini saya tidak ada hamil dan boleh diperiksa untuk pembuktian" tegasnya.


Informasi yang beredar di media online, pihaknya sangat keberatan, karena tidak sesuai dengan fakta, jadi dugaan perselingkuhan itu berita hoaks.


Isu perselingkuhan yang di informasikan ini tidak sesuai fakta dan tidak terbukti dan pihaknya siap menempuh jalur hukum dan si pemberi informasi harus mempertanggungjawabkan persoalan tersebut.



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset perusahaan melalui pengembangan Space by KAI, sebuah platform digital yang menghadirkan kemudahan bagi investor, pelaku usaha, maupun mitra bisnis untuk mengakses informasi berbagai aset strategis KAI di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah operasional Divisi Regional II Sumatera Barat.

Melalui laman space.kai.id, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai peluang pemanfaatan aset KAI secara lebih cepat, lengkap, dan transparan. Kehadiran platform ini merupakan bagian dari transformasi digital KAI dalam meningkatkan kualitas layanan bisnis sekaligus memperluas peluang investasi berbasis aset perusahaan.

Sebelumnya, informasi mengenai aset komersial KAI khususnya di wilayah Divre II Sumbar dipublikasikan melalui media cetak yang memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan distribusi, kecepatan pembaruan data, serta efisiensi penyampaian informasi. Kini, melalui Space by KAI, seluruh informasi aset dapat diakses secara daring sehingga memudahkan calon investor dalam mengidentifikasi peluang usaha sesuai kebutuhan.

Di wilayah Divre II Sumatera Barat, KAI menawarkan beragam aset yang memiliki potensi untuk dikembangkan bersama mitra bisnis, mulai dari lahan, bangunan, ruang usaha di stasiun, rumah perusahaan, media periklanan, hingga berbagai aset pendukung operasional perkeretaapian lainnya. Seluruh aset yang ditampilkan dilengkapi dengan informasi lokasi, luas area, foto, deskripsi, status aset, serta informasi pendukung lainnya yang memberikan gambaran menyeluruh kepada calon mitra.

Platform ini juga dilengkapi fitur pencarian digital berbasis peta interaktif (interactive map) yang memungkinkan pengguna menelusuri aset berdasarkan lokasi maupun jenis kebutuhan usaha. Dengan dukungan teknologi geotagging, pengguna dapat mengetahui posisi aset secara lebih akurat sehingga proses survei maupun perencanaan investasi menjadi lebih mudah dan efisien.

Selain itu, Space by KAI telah terintegrasi dengan database aset perusahaan sehingga informasi yang tersedia selalu diperbarui secara berkala. Hal ini memberikan kepastian bagi calon investor dalam memperoleh informasi terkini mengenai aset yang masih tersedia untuk dimanfaatkan.

Tidak hanya menyediakan informasi aset, platform ini juga menghadirkan fitur direct contact yang memungkinkan calon mitra berkomunikasi langsung dengan tim pemasaran aset KAI untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme kerja sama, proses sewa, maupun peluang pemanfaatan aset sesuai kebutuhan bisnis.

Pengembangan Space by KAI akan terus dilakukan secara bertahap. Saat ini platform telah menghadirkan katalog digital aset, geolocation aset komersial, integrasi database aset perusahaan, serta integrasi dengan kai.id. Ke depan, platform ini akan terhubung dengan Access by KAI sehingga eksposur aset dapat menjangkau jutaan pelanggan KAI di seluruh Indonesia.

Tahap pengembangan berikutnya juga akan menghadirkan berbagai fitur baru, seperti integrasi Point of Interest (POI), rekomendasi bisnis berdasarkan potensi aset, klasifikasi aset sesuai jenis usaha, dashboard mitra B2B untuk monitoring kontrak dan revenue sharing, perpanjangan kontrak secara digital, pengajuan perubahan data maupun lokasi sewa, hingga sistem bidding untuk aset potensial.

Selanjutnya, KAI juga menyiapkan fitur simulasi bisnis, estimasi Return on Investment (ROI), simulasi biaya beserta termin pembayaran, serta integrasi dengan lembaga pembiayaan sebagai bentuk dukungan terhadap kemudahan investasi dan pengembangan usaha para mitra.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor yang berminat memanfaatkan aset KAI di wilayah operasional Divre II Sumatera Barat, informasi lengkap dapat diakses melalui space.kai.id. “Calon mitra juga dapat menghubungi kontak yang tersedia pada platform tersebut atau datang langsung ke Kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Jalan Stasiun No. 1, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25129” kata Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa pengembangan Space by KAI merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan bisnis yang semakin terbuka, modern, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

“Melalui Space by KAI, kami berharap masyarakat dan dunia usaha semakin mudah memperoleh informasi aset yang dibutuhkan untuk mengembangkan kegiatan bisnis. Berbagai aset strategis KAI yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Barat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama mitra sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, mendorong pertumbuhan investasi daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara secara produktif,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui penutupan sejumlah perlintasan liar di wilayah operasional perusahaan.

Pada Senin (8/6), KAI Divre II Sumbar bersama stakeholder terkait melaksanakan penutupan tiga perlintasan liar yang berada di lintas Lubuk Alung–Pariaman, yakni :
• KM 57+1/2 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman
• KM 57+1/2 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman
• KM 57+2/3 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman

Kali ini, penutupan perlintasan liar dilakukan oleh tim Pengamanan dan Prasarana KAI Divre II Sumbar, Perwakilan Polsek Kota Pariaman, Penutupan juga melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Pariaman, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), Kepala Desa Cimparuah beserta jajaran, Dubalang Desa Cimparuah, perangkat kewilayahan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil joint inspection yang sebelumnya dilakukan oleh KAI Divre II Sumbar bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan BAPEDA guna mengidentifikasi dan mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional perjalanan kereta api. Selain tidak memiliki izin resmi, perlintasan tersebut umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang memadai sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi perkeretaapian. Oleh karena itu, KAI terus melakukan berbagai upaya secara konsisten dan berkelanjutan guna meminimalkan potensi risiko di jalur kereta api.

“Penutupan perlintasan liar merupakan salah satu langkah nyata yang kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholder agar tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib,” ujar Reza.

Hingga saat ini, KAI Divre II Sumbar telah menutup 21 perlintasan liar dari total 35 titik perlintasan liar yang menjadi program penutupan secara bertahap sesuai program nasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 titik berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2026, sementara 4 titik lainnya telah ditutup pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa penguatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui penutupan perlintasan liar. KAI juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur yang berlaku, serta memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional perusahaan.

Selain itu, KAI secara berkelanjutan melaksanakan edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, serta pengguna jalan. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api maupun perlintasan sebidang.

“KAI terus memperkuat keselamatan melalui penutupan perlintasan liar, peningkatan kompetensi SDM, penerapan SOP secara disiplin, serta edukasi publik yang dilakukan secara berkelanjutan bersama seluruh stakeholder. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup, tidak melakukan aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga tercipta layanan transportasi yang semakin aman, andal, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.(*)

INFONEWS  -Di dataran tinggi Nagari Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, berdiri Stasiun Kayutanam, sebuah stasiun kelas II yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Sumatera Barat. Dibangun pada masa kolonial Belanda dan kini berstatus sebagai bangunan cagar budaya, stasiun ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga merepresentasikan warisan perkembangan teknologi transportasi berbasis rel di wilayah Sumatera Barat.

Pada masanya, Stasiun Kayutanam merupakan simpul utama yang menghubungkan kawasan pesisir dengan wilayah pedalaman Sumatera Barat. Dari stasiun inilah dahulu beroperasi jalur kereta api bergigi (rack railway), satu-satunya di Sumatera Barat, yang memungkinkan perjalanan kereta melintasi medan pegunungan menuju Padang Panjang. Meskipun jalur tersebut kini telah menjadi bagian dari sejarah, bangunan stasiun tetap berdiri kokoh dengan karakter arsitektur kolonial yang masih terpelihara.

Seiring perkembangan zaman, peran Stasiun Kayutanam terus bertransformasi. Setelah kembali melayani perjalanan kereta api lokal sejak tahun 2016, kini stasiun tersebut menjadi titik awal layanan KA Lembah Anai yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas di Kota Padang.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, mulai 1 Januari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melakukan perubahan relasi KA Lembah Anai dari sebelumnya melayani rute Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Kayutanam–Padang. Perubahan tersebut merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mudah diakses, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat.

Selain memperluas jangkauan layanan, KAI Divre II Sumbar juga meningkatkan kapasitas angkut KA Lembah Anai. Jika sebelumnya menggunakan Railbus dengan kapasitas 78 tempat duduk, kini layanan dioperasikan menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi (K3) dengan kapasitas 192 tempat duduk. Peningkatan kapasitas tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memanfaatkan transportasi kereta api dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.

Berbagai peningkatan layanan tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan jumlah pelanggan. Selama periode Januari hingga Mei, volume pelanggan KA Lembah Anai terus menunjukkan tren peningkatan, yaitu sebanyak 11.680 pelanggan pada tahun 2023, meningkat menjadi 13.135 pelanggan pada tahun 2024, kemudian mencapai 13.260 pelanggan pada tahun 2025. Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan melonjak signifikan menjadi 24.783 pelanggan.

Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, KA Lembah Anai melayani sebanyak 24.783 pelanggan, meningkat 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 13.260 pelanggan.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, bebas dari kemacetan, serta memiliki tarif yang terjangkau. Tren positif ini juga menunjukkan bahwa pengembangan layanan KA Lembah Anai mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat, baik untuk mendukung mobilitas harian, perjalanan menuju tempat kerja dan pendidikan, maupun aktivitas wisata.

KAI juga menetapkan tarif yang terjangkau, yaitu Rp3.000 untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, serta Rp5.000 untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya. Dengan jadwal perjalanan yang teratur serta tarif yang ekonomis, KA Lembah Anai diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari sekaligus mendorong penggunaan transportasi massal berbasis rel yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan merupakan indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KA Lembah Anai.

“Pertumbuhan volume pelanggan KA Lembah Anai hingga 87 persen menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang andal. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” ujar Reza.

Menurutnya, pengembangan layanan KA Lembah Anai merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kereta api menawarkan kepastian waktu tempuh, kenyamanan selama perjalanan, serta menjadi solusi mobilitas yang bebas dari kemacetan. Kami berharap KA Lembah Anai terus menjadi pilihan masyarakat Sumatera Barat, baik untuk aktivitas sehari-hari, perjalanan menuju tempat kerja dan pendidikan, maupun sebagai sarana menikmati potensi wisata di sepanjang jalur Lembah Anai,” tambah Reza.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan pelayanan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumatera Barat juga terus melakukan berbagai penyempurnaan, mulai dari peningkatan kebersihan, keandalan sarana, optimalisasi pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

Melalui pengembangan layanan KA Lembah Anai, KAI tidak hanya menghadirkan moda transportasi yang modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali peran Stasiun Kayutanam sebagai simpul mobilitas yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dari sebuah stasiun yang pernah menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian di Sumatera Barat, Stasiun Kayutanam kini kembali menjalankan perannya sebagai penghubung masyarakat dengan pusat-pusat aktivitas sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang berkelanjutan di Sumatera Barat.(*)


INFONEWS-Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta penerapan berbagai program efisiensi energi di lingkungan operasional perusahaan.

Sebagai moda transportasi massal berbasis rel, kereta api memiliki peran strategis dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dibandingkan kendaraan pribadi, kereta api mampu mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan dengan tingkat konsumsi energi yang lebih efisien, sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Secara rata-rata, emisi kereta api berada pada kisaran 30–40 gram CO₂ per penumpang per kilometer, jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi yang dapat mencapai 150–200 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Tingkat efisiensi tersebut menjadikan kereta api mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 75 persen dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Kontribusi nyata moda transportasi berbasis rel tersebut tercermin dari tingginya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api di Sumatera Barat. Sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026, KAI Divre II Sumbar telah melayani 2.891.915 pelanggan. Dengan jumlah tersebut, penggunaan transportasi kereta api diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga sekitar 10.000 ton CO₂ dibandingkan apabila perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi di sektor transportasi.

Sebagai bagian dari implementasi energi hijau, KAI Divre II Sumbar telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang sejak Desember 2024 dengan kapasitas terpasang sebesar 40,7 kWp. Pemanfaatan energi surya ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain di Stasiun Padang, KAI Divre II Sumbar juga tengah mempersiapkan pengembangan pemanfaatan PLTS di Depo dan Kantor Divre II Sumbar serta Mess KAI Padang sebagai bagian dari perluasan penggunaan energi baru terbarukan di lingkungan kerja perusahaan.

Keberadaan PLTS tersebut memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, setara dengan penanaman sekitar 570 pohon dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 366 ton CO₂ per tahun. Di samping mendukung pelestarian lingkungan, penggunaan energi surya juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi operasional melalui pengurangan konsumsi listrik dari sumber energi konvensional.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan program Green Movement di lingkungan kerja. Salah satu implementasinya adalah kebijakan Green Transportation Day yang dilaksanakan setiap hari Kamis, di mana seluruh pekerja didorong untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti kereta api, angkutan umum, bersepeda, maupun berjalan kaki saat berangkat dan pulang kerja.

Tidak hanya itu, KAI Divre II Sumbar juga terus mengoptimalkan berbagai langkah efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED hemat energi pada fasilitas operasional, pengaturan konsumsi daya listrik secara lebih efektif, serta peningkatan efisiensi operasional perjalanan kereta api guna mendukung penghematan penggunaan bahan bakar.

Berbagai inisiatif tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong dekarbonisasi sektor transportasi, di mana penguatan transportasi publik berbasis rel menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan sistem transportasi yang rendah emisi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai peran transportasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Transportasi berbasis rel merupakan salah satu solusi mobilitas berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi hijau, serta penerapan berbagai program keberlanjutan lainnya, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terwujudnya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat transformasi hijau di sektor transportasi melalui peningkatan layanan yang semakin efisien, modern, aman, dan berkelanjutan. Upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.(*)



Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.