Latest Post

 

INFONEWS-Pelanggan kereta api di Sumatera Barat diimbau untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan, kedatangan, serta stasiun pemberhentian sebelum melakukan perjalanan mulai 1 Desember 2026. Imbauan ini disampaikan sehubungan dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat.

Melalui pemberlakuan GAPEKA 2026, KAI Divre II Sumbar menyempurnakan pola operasi perjalanan kereta api untuk menghadirkan layanan yang lebih aman, tangguh, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Salah satu penyesuaian yang diterapkan adalah penambahan pemberhentian KA Pariaman Ekspres di Shelter Kampung Jua.

Penambahan pemberhentian tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang menggunakan layanan KA Pariaman Ekspres. Pelanggan tetap dapat menikmati layanan kereta api lokal dengan tarif terjangkau, sekaligus memiliki alternatif transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun perjalanan wisata.

Dalam penerapan GAPEKA 2026, frekuensi perjalanan ketiga layanan kereta api penumpang lokal di wilayah Divre II Sumbar tetap sama. KA Pariaman Ekspres tetap melayani 10 perjalanan per hari, KA Minangkabau Ekspres 12 perjalanan per hari, sedangkan KA Lembah Anai 6 perjalanan per hari.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa penyempurnaan pola operasi merupakan bagian dari upaya KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui GAPEKA 2026, kami berupaya memastikan perjalanan kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Penambahan pemberhentian KA Pariaman Ekspres di Shelter Kampung Jua diharapkan dapat memperluas kemudahan akses masyarakat. Kami mengimbau pelanggan untuk memperhatikan kembali jadwal terbaru agar perjalanan dapat direncanakan dengan baik,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal dengan karakteristik dan tujuan perjalanan yang beragam. KA Pariaman Ekspres melayani relasi Pauh Lima–Padang–Naras dengan tarif Rp5.000. Layanan ini menjadi salah satu pilihan masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju kawasan Pantai Gandoriah, Pariaman.

KA Minangkabau Ekspres melayani relasi Pulau Aie–Padang–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan tarif Rp10.000. Layanan ini menghubungkan kawasan perkotaan Padang dengan bandara, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani relasi Kayutanam–Duku–Padang. Tarif perjalanan Kayutanam–Duku sebesar Rp3.000, sedangkan Kayutanam–Padang sebesar Rp5.000. Layanan ini turut menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang lintas tersebut.

Seiring dengan penerapan jadwal baru, pelanggan perlu memastikan kembali waktu keberangkatan dan kedatangan di stasiun asal maupun tujuan, termasuk jadwal pemberhentian di stasiun antara. Pelanggan yang bepergian menggunakan KA Pariaman Ekspres juga diimbau memperhatikan informasi pemberhentian di Shelter Kampung Jua sesuai dengan jadwal perjalanan yang berlaku.

Jadwal perjalanan GAPEKA 2026 untuk masing-masing layanan dapat dilihat melalui kanal informasi resmi KAI. Pelanggan juga dapat memeriksa jadwal dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI dengan memastikan tanggal perjalanan, stasiun asal, stasiun tujuan, serta waktu keberangkatan sesuai dengan rencana perjalanan.

“Jangan lupa mengecek kembali jadwal sebelum berangkat, khususnya bagi pelanggan yang telah terbiasa menggunakan jadwal sebelumnya. Pastikan informasi pada tiket sesuai dengan perjalanan yang akan dilakukan. Dengan demikian, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang lebih tertib, nyaman, dan lancar,” tambah Reza.

Berikut Jadwal Perjalanan KA GAPEKA 2026 di wilayah Divre II Sumbar :
A. KA Pariaman Ekspres
Relasi Pauh Lima–Padang–Naras
• Keberangkatan Padang menuju Naras:
KA B2: 05.40 WIB
KA B4: 09.05 WIB
KA B6: 11.49 WIB
KA B8: 15.00 WIB
KA B10: 17.38 WIB
• Keberangkatan Naras menuju Padang:
KA B1: 05.45 WIB
KA B3: 08.25 WIB
KA B5: 12.05 WIB
KA B7: 14.25 WIB
KA B9: 17.45 WIB

B. KA Minangkabau Ekspres
Relasi Pulau Aie–Padang–Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
• Keberangkatan Pulau Aie menuju BIM:
KA B20: 06.05 WIB
KA B22: 08.30 WIB
KA B24: 11.10 WIB
KA B26: 13.50 WIB
KA B28: 16.25 WIB
KA B30: 18.50 WIB
• Keberangkatan BIM menuju Pulau Aie:
KA B21: 07.25 WIB
KA B23: 10.05 WIB
KA B25: 12.25 WIB
KA B27: 15.00 WIB
KA B29: 17.35 WIB
KA B31: 20.05 WIB

C. KA Lembah Anai
Relasi Kayutanam–Duku–Padang
• Keberangkatan Kayutanam menuju Padang:
KA B41: 05.30 WIB
KA B43: 10.55 WIB
KA B45: 15.35 WIB
• Keberangkatan Padang menuju Kayutanam:
KA B42: 08.15 WIB
KA B44: 13.20 WIB
KA B46: 18.25 WIB

Informasi lebih lanjut mengenai perjalanan kereta api dapat diperoleh melalui Contact Center KAI di nomor 121 atau (021) 121, layanan WhatsApp 0811-2223-3121, serta akun Instagram resmi @kai121_.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penyempurnaan pola operasi, peningkatan aksesibilitas, dan penguatan keselamatan perjalanan. KAI mengajak seluruh pelanggan untuk senantiasa mengikuti informasi resmi dan memeriksa jadwal terbaru sebelum melakukan perjalanan mulai 1 Desember 2026.(*)

 

Jelang pemberlakuan GAPEKA 2026, penambahan pemberhentian di Shelter Kampung Jua perluas akses masyarakat terhadap layanan kereta api

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember 2026. Melalui penerapan grafik perjalanan terbaru ini, KAI melakukan penyempurnaan pola perjalanan untuk mendukung layanan yang lebih aman, tangguh, dan mampu mengakomodasi kebutuhan pelanggan.

Salah satu penyempurnaan yang diterapkan di wilayah Divre II Sumbar adalah penambahan pemberhentian KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima - Naras di Shelter Kampung Jua. Kehadiran pemberhentian ini memberikan alternatif akses transportasi bagi masyarakat di sekitar kawasan Kampung Jua, sehingga pelanggan memiliki pilihan yang lebih dekat untuk memulai maupun mengakhiri perjalanan menggunakan kereta api.

Penambahan pemberhentian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan masyarakat dalam mengakses transportasi publik yang terjangkau dan efisien. Selain mendukung mobilitas sehari-hari, layanan ini juga memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang hendak menuju berbagai pusat aktivitas yang terhubung dengan jalur KA Pariaman Ekspres. Dengan akses yang semakin mudah, kereta api diharapkan dapat menjadi pilihan transportasi yang semakin relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Lebih dari sekadar penambahan titik pemberhentian, langkah ini juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perkembangan kawasan sekitar. Kemudahan mobilitas masyarakat dapat membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan sosial dan ekonomi lainnya. Dengan demikian, layanan kereta api diharapkan tidak hanya mendukung konektivitas antarkawasan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar shelter.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa penyempurnaan pola perjalanan melalui GAPEKA 2026 merupakan bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan sekaligus menjaga keandalan operasional.

“Penambahan pemberhentian KA Pariaman Ekspres di Shelter Kampung Jua diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan sekitarnya. Kami ingin layanan kereta api semakin mudah dijangkau dan memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat. Selain menyediakan alternatif perjalanan, kehadiran pemberhentian ini juga diharapkan dapat mendukung konektivitas kawasan dan membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” ujar Reza.

Dalam penerapan GAPEKA 2026, frekuensi perjalanan seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumbar, yaitu KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima - Naras, KA Lembah Anai relasi Padang - Kayutanam, dan KA Minangkabau Ekspres relasi Padang - BIM, tetap sama. Penyempurnaan dilakukan pada pola perjalanan KA Pariaman Ekspres termasuk penambahan pemberhentian di Shelter Kampung Jua, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keandalan operasional.

Sehubungan dengan pemberlakuan jadwal baru tersebut, KAI Divre II Sumbar mengimbau pelanggan untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan, tanggal perjalanan, serta stasiun asal dan tujuan sebelum berangkat. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan pelanggan menggunakan jadwal dan stasiun pemberhentian yang sesuai dengan ketentuan perjalanan mulai 1 Desember 2026.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk mengecek kembali informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI dan memastikan stasiun asal serta tujuan yang tercantum pada tiket sudah sesuai. Dengan merencanakan perjalanan sejak awal dan memperhatikan informasi resmi, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang lebih tertib, nyaman, dan lancar,” tambah Reza.

Informasi lebih lanjut mengenai perjalanan kereta api dapat diperoleh melalui Contact Center KAI di nomor 121 atau (021) 121, WhatsApp 0811-2223-3121, serta Instagram resmi @kai121_.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui penyempurnaan operasional dan pengembangan akses transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. KAI juga mengajak pelanggan untuk selalu memperhatikan informasi perjalanan terbaru demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan andal.(*)

INFONEWS-Kereta api terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumatera Barat, tidak hanya sebagai moda transportasi yang terjangkau, tetapi juga sebagai penghubung antarkawasan yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Melalui layanan KA Lembah Anai, KA Pariaman Ekspres, dan KA Minangkabau Ekspres, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan transformasi layanan transportasi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


Di antara ketiga layanan tersebut, KA Lembah Anai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat pada koridor Padang–Kayutanam. Dengan enam perjalanan setiap hari, layanan ini memberikan alternatif transportasi yang terjangkau sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan dengan panorama alam Sumatera Barat yang asri.

Beroperasi pada rute Padang–Kayutanam, KA Lembah Anai menghubungkan sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Kehadirannya memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat untuk bekerja, bersekolah, beraktivitas, maupun mengunjungi berbagai destinasi di sepanjang jalur yang dilayani.

Transformasi layanan ini tercermin dari pertumbuhan volume penumpang. Berdasarkan data Januari–September, KA Lembah Anai melayani 261.954 pelanggan pada 2026, meningkat dibandingkan 73.897 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan layanan KA Lembah Anai dalam mendukung mobilitas masyarakat. Namun, perbandingan ini perlu dilihat dengan mempertimbangkan perubahan pola layanan dan cakupan rute yang berlaku pada 2026.

“Kereta api harus semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Bukan hanya mengantarkan pelanggan dari satu stasiun ke stasiun lainnya, tetapi juga membuka akses, mempermudah mobilitas, dan memberikan nilai tambah bagi wilayah yang dilalui. KA Lembah Anai menjadi salah satu wujud transformasi layanan yang dapat dirasakan masyarakat, dengan menghadirkan transportasi yang terjangkau sekaligus mendukung potensi pariwisata daerah,” ujar Reza.

Selain KA Lembah Anai, KAI Divre II Sumatera Barat juga terus mengoptimalkan KA Pariaman Ekspres sebagai pilihan transportasi masyarakat dan wisatawan menuju kawasan pesisir, khususnya Kota Pariaman. Dengan 10 perjalanan setiap hari pada rute Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras, KA Pariaman Ekspres menawarkan tarif terjangkau sebesar Rp5.000. Layanan ini menjadi alternatif perjalanan menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah dan berbagai destinasi lainnya di Pariaman.

Pada Januari–September 2026, KA Pariaman Ekspres melayani 1.281.766 pelanggan, meningkat dibandingkan 1.215.676 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini memperlihatkan peran penting kereta api dalam menunjang perjalanan masyarakat sekaligus mendukung pergerakan wisatawan yang berpotensi memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga jasa pariwisata.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres memperkuat konektivitas Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Dengan 12 perjalanan setiap hari dan tarif perjalanan menuju bandara sebesar Rp10.000, layanan ini menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju dan dari bandara.

Sepanjang Januari–September 2026, KA Minangkabau Ekspres melayani 245.899 pelanggan, meningkat dari 203.829 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain menunjang perjalanan udara, layanan ini juga mendukung mobilitas pelajar melalui program tiket rombongan edukatif yang memberikan kesempatan untuk mengenal transportasi publik dan perkeretaapian secara langsung.

Pertumbuhan ini menegaskan peran kereta api dalam sistem transportasi Sumatera Barat, terutama dalam menyediakan pilihan perjalanan yang terjangkau dan menghubungkan masyarakat dengan pusat aktivitas, kawasan wisata, serta simpul transportasi lainnya.

Konektivitas yang semakin baik diharapkan turut mendorong pergerakan ekonomi lokal. Kemudahan akses menuju destinasi wisata dapat membuka peluang bagi pelaku usaha di sekitar stasiun dan kawasan yang dilalui kereta api. Di sisi lain, keterhubungan dengan bandara dan pusat kegiatan masyarakat memperkuat peran kereta api sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang saling terintegrasi.

KAI Divre II Sumatera Barat akan terus berupaya menjaga keselamatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan peran kereta api sebagai transportasi publik yang andal dan berkelanjutan.

“Harapan kami, kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Ketika mobilitas semakin mudah dan akses menuju pusat kegiatan maupun destinasi wisata semakin terbuka, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelanggan, tetapi juga masyarakat dan perekonomian daerah,” tutup Reza.

Melalui semangat transformasi dan pelayanan berkelanjutan, KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menghadirkan layanan kereta api yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, memperkuat konektivitas wilayah, serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Sumatera Barat.(*)

 

Jihan Salma Pusaka (kanan) didampingi Erica Asnishalina (kiri).
​INFONEWS — Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kedua mahasiswa dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) angkatan 2023 tersebut adalah Jihan Salma Pusaka dan Erica Asnishalina. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN IB Padang mampu bersaing dan berkontribusi secara aktif dalam forum akademik berskala global.


​Keberangkatan Jihan dan Erica ke Malaysia bertujuan untuk menjadi presenter dalam ajang bergengsi Malaysian Association of Applied Linguistics International Conference (MAALIC 2026). Konferensi internasional yang mempertemukan para akademisi dan peneliti linguistik dari berbagai negara ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 4 hingga 6 Oktober 2026.

Keikutsertaan mereka mempertegas komitmen program studi Tadris Bahasa Inggris dalam mendorong luaran riset mahasiswa di kancah internasional.

​Dalam konferensi tersebut, duo mahasiswa angkatan 23 ini mempresentasikan hasil penelitian ilmiah mereka yang berjudul "Social Masking and Cognitive Load among International Students at UIN Imam Bonjol Padang". Penelitian ini menyoroti fenomena psikolinguistik dan adaptasi sosial, khususnya bagaimana mahasiswa internasional di UIN Imam Bonjol Padang mengelola beban kognitif serta upaya penyesuaian diri (social masking) saat berinteraksi di lingkungan akademik baru.

​Pelaksanaan konferensi internasional MAALIC 2026 dipusatkan di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia. Berada di salah satu kampus ternama di Malaysia, Jihan dan Erica berkesempatan memaparkan gagasan mereka di hadapan para pakar linguistik terapan, peneliti, serta delegasi mahasiswa dari bermacam negara. Diskusi interaktif dalam sesi presentasi turut membuka ruang pertukaran ide yang konstruktif bagi pengembangan penelitian mereka.

​Partisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah bergengsi ini tidak hanya mengharumkan nama civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi reputasi kampus di kancah internasional. Keterlibatan mahasiswa dalam ajang seperti MAALIC 2026 menjadi wujud nyata implementasi penguatan riset serta internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.

​Melalui pencapaian ini, Jihan Salma Pusaka dan Erica Asnishalina berharap karya riset mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi literatur linguistik terapan dan studi mahasiswa internasional. Keberhasilan ini diharapkan pula dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN IB Padang untuk terus berinovasi, meneliti, serta berani berkarya hingga tingkat internasional.(bm)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan keandalan prasarana untuk mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan pariwisata, kelancaran distribusi logistik, serta konektivitas antarwilayah. Komitmen tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja Direktur Operasi, Infrastruktur dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, ke wilayah operasional KAI Divre II Sumbar pada 22–23 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembinaan dan sosialisasi kepada jajaran KAI Divre II Sumbar di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor KAI Divre II Sumbar. Dalam arahannya, Direktur Operasi, Infrastruktur dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah menekankan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, serta koordinasi dan kolaborasi seluruh unit kerja. Identifikasi potensi bahaya sejak dini dan konsistensi menjalankan prosedur menjadi kunci dalam menjaga keselamatan perjalanan serta keandalan operasional.

Penguatan keselamatan dilanjutkan melalui peninjauan langsung kondisi operasional dan pelayanan. Pada Kamis (22/10), rombongan mengamati pelaksanaan operasional kereta api, kemudian meninjau kondisi Stasiun Kayutanam, alur pergerakan penumpang, berinteraksi dengan pelanggan dan petugas frontliner serta meninjau jalur rel bergerigi.

Pada Jumat (23/10), rombongan melaksanakan pemeriksaan lintas menggunakan lori dresin pada petak jalan Stasiun Padang–Bukit Putus–Indarung. Pemeriksaan meliputi kondisi rel, wesel, jembatan, drainase, dan fasilitas operasional lainnya, termasuk peninjauan fasilitas serta pelayanan di Stasiun Bukit Putus, Stasiun Pauh Lima, dan Stasiun Indarung. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi lapangan untuk mengidentifikasi potensi risiko, memastikan kondisi prasarana, dan menentukan tindak lanjut pemeliharaan yang diperlukan.

Direktur Operasi, Infrastruktur dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasional, didukung kesiapan prasarana serta kolaborasi seluruh insan KAI. “Keselamatan tidak boleh hanya menjadi prosedur, tetapi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran. Pemeriksaan dan evaluasi lapangan harus mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta memastikan tindak lanjut yang tepat, sehingga keandalan operasional dapat terjaga dan layanan kereta api memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menambahkan bahwa keselamatan dan keandalan operasional merupakan fondasi utama dalam memberikan layanan transportasi yang berkelanjutan. Sepanjang Januari–September 2026, KAI Divre II Sumbar melayani 1.731.760 pelanggan, meningkat 15,81% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.495.310 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan pentingnya transportasi publik yang aman dan andal dalam menunjang aktivitas masyarakat, memperluas akses menuju pusat pendidikan, perdagangan, dan pekerjaan, serta mendukung pergerakan ekonomi antarkawasan.

Di sektor pariwisata, KA Minangkabau Ekspres menghubungkan kawasan perkotaan dengan Bandara Internasional Minangkabau, sedangkan KA Pariaman Ekspres mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju kawasan pesisir serta destinasi wisata Pariaman. Konektivitas tersebut memberikan alternatif perjalanan yang mendukung pergerakan wisatawan, meningkatkan akses ke destinasi, serta membuka peluang pertumbuhan usaha lokal, termasuk sektor kuliner, perdagangan, transportasi lanjutan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain angkutan penumpang, infrastruktur kereta api juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas kawasan perkotaan, industri, dan simpul distribusi barang. Peninjauan lintas Padang–Bukit Putus–Indarung menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan prasarana pada koridor operasional yang berkaitan dengan aktivitas industri dan distribusi. Keandalan rel, wesel, jembatan, drainase, serta fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan operasional dan menunjang kelancaran pergerakan barang serta keterhubungan antarmoda transportasi.

Penguatan keselamatan dan keandalan prasarana tidak hanya berorientasi pada kelancaran perjalanan kereta api, tetapi juga pada manfaat ekonomi yang lebih luas. Layanan penumpang yang andal mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata, sementara infrastruktur yang terpelihara menjadi fondasi bagi konektivitas industri dan distribusi logistik. Sinergi antara keselamatan, kesiapan infrastruktur, kualitas pelayanan, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan peran kereta api bagi pembangunan daerah.

KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat sinergi seluruh unit kerja untuk menjaga keselamatan perjalanan, meningkatkan keandalan prasarana, dan mengoptimalkan kualitas pelayanan. Melalui komitmen tersebut, KAI berupaya menghadirkan transportasi yang selamat, aman, andal, dan berkelanjutan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan pariwisata, kelancaran logistik, serta pemerataan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.(*)

 

INFONEWS-Penertiban Pasar Raya Padang kembali menjadi sorotan setelah kericuhan terjadi di lapangan. Upaya menciptakan pasar yang tertib dan nyaman dinilai penting, tetapi pelaksanaannya harus mengedepankan pendekatan humanis agar tidak memicu konflik antara petugas dan pedagang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya ketika dikonfirmasi awak media, Kamis, 22 Oktober 2026, menegaskan, penataan Pasar Raya tidak boleh hanya berorientasi pada ketertiban fisik. Pemerintah juga harus memperhatikan kondisi pedagang yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari aktivitas jual beli di pasar tersebut.

Menurutnya, penertiban memang diperlukan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih teratur. Namun, langkah tersebut harus dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan situasi di lapangan serta dampaknya terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.

"Kericuhan yang terjadi menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Persoalan yang memicu ketegangan perlu ditelusuri agar pelaksanaan penertiban berikutnya tidak kembali menimbulkan gesekan antara aparat dan pedagang," pungkasnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar tidak berhenti pada pelaksanaan penertiban semata. Pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan penataan pasar disertai penjelasan yang jelas, mekanisme yang terukur, serta komunikasi yang baik dengan pihak terdampak.

"Dialog dengan pedagang menjadi salah satu kunci penyelesaian persoalan. Dengan membuka ruang komunikasi, pemerintah dapat mendengar langsung keluhan, kebutuhan, dan kendala yang dihadapi pedagang sekaligus menjelaskan tujuan serta aturan penataan yang harus dipatuhi bersama," ujarnya.

Di sisi lain, katanya lagi, para pedagang juga perlu mendapatkan kejelasan mengenai ketentuan berjualan dan penataan lokasi usaha. Kepastian aturan diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman serta mencegah munculnya konflik ketika kebijakan penertiban diterapkan di lapangan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang itu menekankan bahwa penataan Pasar Raya harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. Pasar yang tertib dan nyaman perlu diwujudkan tanpa mengabaikan mata pencaharian pedagang yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi setempat.

"Penyelesaian persoalan ini membutuhkan langkah bijak, evaluasi yang terbuka, dan komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dengan pedagang. Penataan Pasar Raya Padang diharapkan tidak sekadar menghadirkan ketertiban, tetapi juga menciptakan suasana pasar yang aman, nyaman, dan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat," pungkasnya.(*)

 

INFONEWS-Kabar baik bagi dunia pendidikan di Kota Padang. Setelah tiga hari menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, murid PAUD/TK, SD, dan SMP kembali mengikuti pembelajaran tatap muka mulai Kamis (22/10/2026). Namun, ada aturan penting yang wajib dipatuhi: seluruh murid dan tenaga pendidik harus memakai masker saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

Keputusan kembali ke sekolah ini diambil Pemerintah Kota (Pemko) Padang seiring membaiknya kualitas udara yang kini berada pada kategori sedang. Meski aktivitas belajar kembali normal, kewaspadaan terhadap dampak kabut asap tetap menjadi perhatian agar kegiatan pendidikan berjalan tanpa mengabaikan kesehatan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan bahwa penggunaan masker menjadi bagian penting dari upaya perlindungan bagi murid dan tenaga pendidik. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.

“Kondisi udara sudah mulai membaik, dalam kategori sedang. Mulai besok, Kamis (22/10/2026), kita mulai kembali pembelajaran tatap muka, dengan kewajiban memakai masker bagi murid dan tendik,” ujar Yopi, Rabu (21/10/2026).

Yopi juga meminta seluruh kepala sekolah memastikan aturan penggunaan masker diterapkan secara konsisten. Tidak hanya saat kegiatan belajar di dalam kelas, warga sekolah diimbau tetap menjaga kesehatan dan mematuhi langkah pencegahan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan yang berpotensi terpapar kabut asap.

Menurut Yopi, keputusan membuka kembali sekolah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keselamatan bersama. Karena itu, kedisiplinan murid, tenaga pendidik, dan pihak sekolah menjadi faktor penting agar pembelajaran tatap muka dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mewajibkan penggunaan masker di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia berharap ketentuan tersebut benar-benar dijalankan, termasuk saat murid berangkat menuju sekolah, berada di lingkungan pendidikan, hingga melakukan aktivitas di luar ruangan.

Muharlion menilai penggunaan masker merupakan langkah pencegahan yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ia berharap seluruh pihak ikut mendukung kebijakan tersebut sehingga kembalinya kegiatan belajar mengajar tidak membuat perlindungan kesehatan murid terabaikan.

Sebelumnya, Pemko Padang memberlakukan PJJ bagi murid PAUD, SD, dan SMP pada 19–21 Oktober 2026 menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/192/DIKBUD-Pdg/X/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring Akibat Kondisi Kabut Asap. Kini, sekolah kembali dibuka, tetapi kewajiban memakai masker menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan murid tetap harus menjadi prioritas. (Edg) 

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.