Latest Post

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmen dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat serta pemberian kacamata gratis kepada siswa SDN 11 Kampung Jua, yang dilaksanakan di Stasiun Kampung Jua, Senin (12/10).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta 30 siswa penerima kacamata gratis. Program tersebut merupakan bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar untuk memperluas manfaat kehadiran perusahaan, tidak hanya melalui layanan transportasi kereta api, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Asisten Manager Kesehatan Safrizal beserta jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar, Kepala SDN 11 Kampung Jua Baihaki, serta Lurah Kampung Jua Wardan. Kolaborasi antara perusahaan, institusi pendidikan, dan pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan program sosial yang tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian dari komitmen KAI untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu wilayah perlu memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan dan pendidikan.

“Kami ingin kehadiran KAI memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian kacamata kepada siswa, kami berharap dapat membantu masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendukung anak-anak agar dapat belajar dengan lebih nyaman. Bagi kami, pelayanan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kereta api, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujar Lutfi.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, disertai pelayanan pengobatan gratis. Pemeriksaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memantau kondisi kesehatan secara berkala serta mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan.

Selain layanan kesehatan bagi masyarakat umum, KAI Divre II Sumbar juga memberikan kacamata gratis kepada 30 siswa SDN 11 Kampung Jua. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan koreksi penglihatan siswa sehingga mereka dapat membaca, menulis, dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap faktor kesehatan yang berperan dalam menunjang proses pendidikan anak.

Rangkaian kegiatan juga mencakup penyuluhan kesehatan bertema “Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Hebat”. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Kepala SDN 11 Kampung Jua, Baihaki, menyampaikan apresiasi atas perhatian KAI Divre II Sumbar terhadap kebutuhan kesehatan para siswa. Pemberian kacamata gratis diharapkan dapat membantu siswa yang membutuhkan koreksi penglihatan agar lebih optimal dalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan kenyamanan mereka selama beraktivitas di sekolah.

Melalui program TJSL, KAI Divre II Sumbar berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran, kemandirian, dan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jangkauan program dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mengembangkan program tanggung jawab sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Dengan demikian, keberadaan KAI di Sumatera Barat diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas melalui transportasi kereta api, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama berada di dalam perjalanan kereta api. Setiap penumpang diharapkan saling menghargai serta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya video yang beredar di media sosial terkait kejadian kegaduhan antarpenumpang di atas KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9) yang lalu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika terdapat rombongan penumpang yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam. Aktivitas percakapan dengan suara yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya kemudian mendapat teguran dari petugas pelayanan kereta api (Walka).

“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.

Dalam situasi tersebut, salah seorang penumpang yang merasa terganggu kemudian turut menegur rombongan penumpang tersebut. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa. Petugas yang berada di dalam kereta api segera mengambil tindakan dengan melerai pihak-pihak yang terlibat dan mengupayakan penyelesaian secara persuasif agar situasi tidak berkembang lebih lanjut.

“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.

Selain melakukan penanganan langsung, petugas juga menyampaikan imbauan melalui announcement kepada seluruh penumpang agar menjaga ketenangan, tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya, serta menghormati hak setiap penumpang untuk memperoleh perjalanan yang aman dan nyaman.

KAI mengingatkan bahwa kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Oleh karena itu, setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana perjalanan tetap tertib, antara lain dengan berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penumpang lain, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.

KAI juga mengimbau agar penumpang yang merasa terganggu tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperbesar persoalan. Setiap keluhan atau gangguan selama perjalanan dapat segera disampaikan kepada petugas kereta api agar dapat ditangani secara tepat dan terukur.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tertib. KAI mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya perjalanan yang saling menghormati, karena keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.(*)

 

INFONEWS-Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Bank Rakyat Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong UMK mitra binaan agar semakin mandiri, berkembang, dan memiliki daya saing. Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan UMK bertema “Bersama Mendukung UMK Naik Kelas dan Berdaya Saing” yang berlangsung Selasa (6/10) di Ballroom Santika Premiere Hotel Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, Vice President of Corporate Social Responsibility KAI, Sulardi Wiyatman, Branch Office Head BRI Khatib Sulaiman Anang Sigit Harwanto, Manager Keuangan dan SDM KAI Divre II Sumbar Aries Tri Mulyo, jajaran Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI, serta 85 UMK mitra binaan KAI.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, KAI tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, tetapi juga memiliki komitmen untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“KAI tidak hanya hadir untuk melayani pelanggan, tetapi juga senantiasa menengok kanan dan kiri untuk melihat potensi serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program TJSL, kami berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan UMK agar semakin mandiri dan mampu berkembang,” ujar Lutfi.

Menurutnya, UMK memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan permodalan, tetapi juga perlu disertai dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, pengelolaan usaha, akses terhadap layanan keuangan, serta kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perkembangan pasar.

“Harapannya, para mitra binaan tidak berhenti pada tahap menerima bantuan, tetapi dapat memanfaatkan berbagai pembinaan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya naik kelas menjadi UMK yang semakin kuat dan berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Branch Office Head BRI Khatib Sulaiman Anang Sigit Harwanto menyampaikan dukungan BRI terhadap pengembangan UMK melalui penguatan kapasitas usaha, pemanfaatan layanan perbankan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Kolaborasi antara KAI dan BRI tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang bagi pelaku UMK untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih profesional, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan dan pemanfaatan akses layanan perbankan.

Kegiatan pembinaan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian berbagai materi terkait pengelolaan dan pengembangan UMK, serta sharing session yang memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan memperoleh wawasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para UMK mitra binaan dapat semakin meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan peluang kolaborasi dan ekosistem pembiayaan secara optimal,” kata Lutfi.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, KAI berharap UMK mitra binaan dapat tumbuh lebih mandiri, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang melalui peningkatan infrastruktur, kompetensi Petugas Jaga Lintasan (PJL), edukasi masyarakat, serta penanganan perlintasan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan andal.

Bersama KAI Properti, KAI Divre II Sumbar melakukan penguatan fasilitas keselamatan berupa gardu jaga, alat komunikasi, alarm, rambu-rambu keselamatan, dan perlengkapan pendukung lainnya. Saat ini, pembangunan gardu Jaga Perlintasan (JPL) pada 12 titik prioritas telah mencapai progres 20 persen dan terus dilaksanakan secara bertahap.

Dari sisi sumber daya manusia, hingga 6 Oktober 2026 seluruh PJL di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar telah tersertifikasi. Sepanjang Januari hingga September 2026, pembekalan juga telah diberikan kepada 109 PJL eksisting dan 37 PJL baru dengan materi budaya keselamatan, penyegaran standar operasional, peningkatan kewaspadaan, serta pemahaman hak dan kewajiban pekerja.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara kesiapan infrastruktur, kompetensi petugas, dan kedisiplinan pengguna jalan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada kesiapan petugas dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Karena itu, KAI terus melakukan perbaikan dari sisi infrastruktur dan kompetensi petugas, sekaligus memperkuat edukasi agar masyarakat memahami risiko dan aturan keselamatan,” ujar Reza.

Dalam proses penyiapan PJL, calon petugas terlebih dahulu melalui seleksi administrasi, psikologi, wawancara, dan kesehatan. Setelah dinyatakan lolos, calon PJL menjalani On Job Training (OJT) di JPL eksisting, pengenalan lapangan selama 30 hari, pemberkasan dan pengajuan sertifikasi, penerbitan Surat Keterangan Kecakapan (SKK), sertifikasi melalui balai uji Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), hingga penerbitan Smart Card sebelum ditempatkan sesuai kebutuhan.

KAI juga terus memperkuat edukasi mengenai disiplin dan regulasi keselamatan. Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, termasuk kewajiban pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api, mematuhi sinyal dan rambu keselamatan, serta tidak menerobos palang pintu ketika kereta api akan melintas.

“Pemahaman terhadap regulasi perlu terus dibangun. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui bahwa menerobos perlintasan berbahaya, tetapi juga memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan terdapat ketentuan yang wajib dipatuhi,” jelas Reza.

Sebagai bagian dari langkah preventif, hingga 6 Oktober 2026 KAI Divre II Sumbar telah menutup 30 titik perlintasan liar, melaksanakan sosialisasi keselamatan di 67 titik perlintasan sebidang, serta memasang 24 banner keselamatan di titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.

Pada Selasa (6/10), kegiatan sosialisasi disiplin dan keselamatan kembali dilaksanakan di empat titik, yaitu perlintasan Km 3+600 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Padang, Km 8+600 dan Km 8+7/8 petak jalan Stasiun Padang–Tabing, serta Km 1+4/5 petak jalan Stasiun Padang–Pulau Air. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan keselamatan dan membangun kesadaran akan risiko perjalanan kereta api.

Selain di perlintasan, edukasi keselamatan juga dilakukan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Hingga 6 Oktober 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di 48 sekolah dan lokasi lainnya serta menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di 30 lokasi.

“Perbaikan keselamatan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Kami tidak ingin keselamatan hanya menjadi perhatian ketika terjadi kecelakaan. Potensi risiko harus dicegah sejak awal melalui fasilitas yang memadai, petugas yang kompeten, serta masyarakat yang memahami dan mematuhi aturan,” tutur Reza.

KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak menerobos palang pintu, tidak berhenti di atas perlintasan, mematuhi rambu dan sinyal keselamatan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

Melalui penguatan infrastruktur, sertifikasi dan peningkatan kompetensi petugas, penutupan perlintasan liar, edukasi regulasi, serta sosialisasi keselamatan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar terus membangun ekosistem perkeretaapian yang semakin aman, tertib, dan andal.(*)

 



INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama berada di dalam perjalanan kereta api. Setiap penumpang diharapkan saling menghargai serta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya video yang beredar di media sosial terkait kejadian kegaduhan antarpenumpang di atas KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9) yang lalu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika terdapat rombongan penumpang yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam. Aktivitas percakapan dengan suara yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya kemudian mendapat teguran dari petugas pelayanan kereta api (Walka).

“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.

Dalam situasi tersebut, salah seorang penumpang yang merasa terganggu kemudian turut menegur rombongan penumpang tersebut. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa. Petugas yang berada di dalam kereta api segera mengambil tindakan dengan melerai pihak-pihak yang terlibat dan mengupayakan penyelesaian secara persuasif agar situasi tidak berkembang lebih lanjut.

“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.

Selain melakukan penanganan langsung, petugas juga menyampaikan imbauan melalui announcement kepada seluruh penumpang agar menjaga ketenangan, tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya, serta menghormati hak setiap penumpang untuk memperoleh perjalanan yang aman dan nyaman.

KAI mengingatkan bahwa kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Oleh karena itu, setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana perjalanan tetap tertib, antara lain dengan berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penumpang lain, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.

KAI juga mengimbau agar penumpang yang merasa terganggu tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperbesar persoalan. Setiap keluhan atau gangguan selama perjalanan dapat segera disampaikan kepada petugas kereta api agar dapat ditangani secara tepat dan terukur.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tertib. KAI mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya perjalanan yang saling menghormati, karena keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.(*)

 

INFONEWS-Minat warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api lokal di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menunjukkan perkembangan positif. Hingga Agustus 2026, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 5.427 pelanggan WNA, meningkat 6,70 persen dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 5.086 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api lokal turut menjadi bagian dari pilihan mobilitas bagi WNA selama berada di Sumatera Barat. Selain memberikan akses transportasi antarkawasan, keberadaan layanan kereta api lokal juga mendukung konektivitas menuju sejumlah wilayah yang memiliki potensi pariwisata, ekonomi, dan aktivitas masyarakat.

Secara historis, jumlah pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar juga mengalami perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data rekapitulasi, pada 2022 tercatat 1.007 pelanggan WNA, kemudian meningkat menjadi 4.225 pelanggan pada 2023, atau tumbuh 319,57 persen. Pertumbuhan kembali terjadi pada 2024 dengan jumlah 10.169 pelanggan, meningkat 140,69 persen dibandingkan 2023. Pada 2025, jumlah pelanggan WNA tercatat 6.997 pelanggan.

Sementara itu, hingga Agustus 2026 jumlah pelanggan WNA telah mencapai 5.427 pelanggan, atau sekitar 77,56 persen dari total pelanggan WNA sepanjang 2025. Capaian tersebut dicatat hanya dalam delapan bulan pertama 2026 dan masih menyisakan empat bulan periode pencatatan hingga akhir tahun.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab mengatakan, pertumbuhan pelanggan WNA menjadi salah satu indikator positif bahwa layanan kereta api lokal memiliki peran dalam mendukung mobilitas masyarakat internasional di Sumatera Barat.

“Pertumbuhan pelanggan WNA sebesar 6,70 persen pada periode Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi gambaran positif terhadap pemanfaatan layanan kereta api lokal. Ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya digunakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga menjadi salah satu pilihan transportasi bagi wisatawan mancanegara selama berada di Sumatera Barat,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan tersebut juga menjadi dorongan bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. KAI berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, mudah, dan inklusif bagi seluruh pelanggan tanpa membedakan latar belakang maupun kewarganegaraan.

“Bagi kami, setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang perlu dilayani dengan baik. Karena itu, peningkatan jumlah pelanggan WNA juga menjadi bagian dari evaluasi kami untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, informasi perjalanan, kemudahan akses, serta pengalaman pelanggan di stasiun maupun selama perjalanan,” tambah Reza.

Dari sisi persebaran pelanggan, pertumbuhan WNA hingga Agustus 2026 tidak hanya terjadi pada satu stasiun, tetapi tersebar di sejumlah stasiun dalam wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.

Stasiun Padang mencatat peningkatan dari 1.071 pelanggan pada Januari–Agustus 2025 menjadi 1.338 pelanggan pada periode yang sama 2026, atau tumbuh 24,93 persen. Stasiun Pariaman meningkat dari 560 menjadi 679 pelanggan, atau tumbuh 21,25 persen. Sementara itu, Stasiun Air Tawar meningkat dari 421 menjadi 443 pelanggan, atau tumbuh 5,23 persen.

Pertumbuhan persentase yang lebih tinggi juga tercatat di beberapa stasiun dengan basis pelanggan yang lebih kecil. Stasiun Kuraitaji meningkat dari 79 menjadi 154 pelanggan atau tumbuh 94,94 persen, Stasiun Kayutanam dari 44 menjadi 78 pelanggan atau tumbuh 77,27 persen, serta Stasiun Sicincin dari 25 menjadi 78 pelanggan atau meningkat 212 persen.

“Pertumbuhan di berbagai stasiun menjadi hal yang menarik untuk terus kami cermati. Tidak hanya melihat besarnya angka secara persentase, kami juga melihat persebaran pelanggan WNA di berbagai titik layanan. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebutuhan mobilitas WNA menggunakan kereta api terdapat di lebih banyak wilayah,” jelas Reza.

Berdasarkan akumulasi periode 2022 hingga Agustus 2026, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi, yakni 10.229 pelanggan, disusul Stasiun Padang sebanyak 5.681 pelanggan, Stasiun Pariaman 2.889 pelanggan, dan Stasiun Air Tawar 1.861 pelanggan.

Khusus periode Januari–Agustus 2026, BIM mencatat 1.345 pelanggan WNA, sementara Stasiun Padang mencapai 1.338 pelanggan. Jika digabungkan, kedua stasiun tersebut menyumbang sekitar 49,45 persen dari total pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar hingga Agustus 2026.

Sementara itu, lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi pada periode Januari–Agustus 2026, yaitu BIM, Padang, Pariaman, Air Tawar, dan Pasar Alai, secara keseluruhan mencatat 4.050 pelanggan, atau sekitar 74,63 persen dari total pelanggan WNA.

Reza menambahkan, posisi stasiun yang terhubung dengan kawasan perkotaan, pusat aktivitas masyarakat, maupun akses menuju destinasi wisata menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas WNA di Sumatera Barat.

“KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya menghadirkan layanan yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, kemudahan, dan kualitas pelayanan. Kami berharap kereta api dapat semakin berkontribusi dalam mendukung konektivitas pariwisata dan perekonomian Sumatera Barat, termasuk memberikan kemudahan mobilitas bagi wisatawan mancanegara,” tutup Reza.(*)

INFONEWS-Di tengah hamparan persawahan dan perbukitan yang menjadi lanskap khas Sumatera Barat, Stasiun Duku hadir sebagai salah satu simpul transportasi penting yang terus bergerak mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat. Suara peluit kereta api di stasiun ini bukan sekadar penanda keberangkatan dan kedatangan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, berdagang hingga melakukan perjalanan wisata.

Stasiun Duku terletak di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Lokasinya memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari jaringan perjalanan kereta api yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Barat, antara lain Padang, Lubuk Alung, Pariaman, serta kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Stasiun Duku juga menjadi bagian dari sejarah panjang perkeretaapian di Sumatera Barat. Keberadaannya telah melewati berbagai fase perkembangan perkeretaapian sejak masa Staatsspoorwegen ter Sumatra’s Westkust. Seiring perkembangan layanan dan kebutuhan masyarakat, wajah Stasiun Duku turut mengalami transformasi. Bangunan stasiun kini hadir dengan sentuhan arsitektur khas Minangkabau melalui bentuk atap gonjong yang memadukan unsur modernitas dengan identitas budaya lokal.

Transformasi Stasiun Duku tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga dari semakin berkembangnya fungsi stasiun sebagai bagian dari konektivitas transportasi masyarakat. Sejak 2018, pengoperasian jalur kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau semakin memperkuat peran kawasan Duku dalam mendukung konektivitas menuju bandara. Selanjutnya, pada 22 Maret 2019, KA Lembah Anai juga mulai melayani perjalanan dengan berhenti di Stasiun Duku, melengkapi layanan KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat.

Salah satu keunggulan Stasiun Duku adalah perannya dalam melayani naik dan turun penumpang pada seluruh layanan kereta api penumpang yang beroperasi di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat. Hal tersebut menjadikan Stasiun Duku memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan antarkawasan maupun sebagai bagian dari perjalanan yang terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Perkembangan layanan kereta api di Sumatera Barat turut tercermin dari aktivitas penumpang di Stasiun Duku. Sepanjang periode 2021 hingga Semester I 2026, Stasiun Duku telah melayani sebanyak 751.429 pelanggan. Angka tersebut menggambarkan peran Stasiun Duku sebagai salah satu simpul mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan keberlanjutan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan, Stasiun Duku juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain ruang tunggu yang luas dan nyaman, ruang laktasi bagi ibu menyusui, area bermain anak, musala, area parkir kendaraan yang luas, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan pelayanan yang semakin inklusif dengan memperhatikan kebutuhan berbagai kelompok pelanggan.

Selain memiliki akses terhadap berbagai layanan kereta api, Stasiun Duku juga memiliki keunggulan dari sisi konektivitas antarmoda. Lokasinya yang berada di kawasan strategis pada jalur Padang–Bukittinggi memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan menuju berbagai tujuan setelah tiba di stasiun. Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah pilihan moda transportasi lanjutan, mulai dari angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), hingga layanan transportasi berbasis aplikasi atau angkutan online.

Ketersediaan berbagai pilihan moda transportasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan perjalanan lanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Stasiun Duku sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang saling terhubung, di mana perjalanan menggunakan kereta api dapat dilanjutkan dengan moda transportasi lain secara lebih mudah.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa keberadaan Stasiun Duku memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem transportasi di Sumatera Barat.

“Stasiun Duku bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat. Dengan melayani seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, didukung fasilitas yang memadai serta akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah,” ujar Reza.

Menurutnya, keberadaan stasiun juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan. Pelajar, mahasiswa, pekerja, wisatawan hingga masyarakat yang melakukan aktivitas perdagangan dapat memanfaatkan layanan kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi dalam menunjang mobilitas mereka.

Pergerakan penumpang yang berlangsung setiap hari turut menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun. Kehadiran transportasi publik yang terhubung dengan berbagai wilayah membuka akses bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas usaha dan layanan transportasi lanjutan.

Stasiun Duku juga memiliki karakter tersendiri karena mampu memadukan fungsi transportasi modern dengan identitas budaya Minangkabau. Bentuk atap gonjong pada bangunan stasiun bukan sekadar elemen arsitektur, tetapi menjadi representasi bahwa modernisasi transportasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan karakter daerah.

Seiring dengan aktivitas masyarakat yang terus berkembang, KAI juga mengajak seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan fasilitas publik di lingkungan stasiun. Kedisiplinan dalam mengikuti arahan petugas, tertib antre, menjaga kebersihan serta menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk ketika berada di lingkungan stasiun maupun di sekitar jalur kereta api,” tambah Reza.

Stasiun Duku pada akhirnya bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api. Di setiap peron dan perjalanan yang berlangsung, terdapat berbagai cerita masyarakat yang terus bergerak. Dari pelajar yang berangkat menuntut ilmu, pekerja yang menjalankan aktivitas, wisatawan yang mengenal Sumatera Barat, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga.

Dengan fungsi layanan yang mencakup seluruh kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, fasilitas yang mendukung kenyamanan pelanggan, serta konektivitas dengan berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku terus mengambil bagian dalam membangun mobilitas masyarakat yang semakin terhubung.

KAI mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga Stasiun Duku sebagai bagian dari fasilitas transportasi publik dan wajah pelayanan perkeretaapian di Sumatera Barat. Karena setiap perjalanan yang dimulai dari Duku bukan hanya tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga tentang membuka akses, menghubungkan masyarakat, dan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, serta bermakna.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.