Latest Post

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional perjalanan kereta api melalui pelaksanaan perawatan sarana secara berkala dan berkesinambungan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar melaksanakan pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian (Rhamcheck) sarana dan kelengkapan standar pelayanan minimum (SPM) bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang dan Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) sarana yang melibatkan jajaran manajemen serta petugas teknis sarana di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan perkeretaapian berada dalam kondisi optimal dan laik operasi.

Saat Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP)Tim sarana dan manajemen KAI Divre II Sumbar melaksanakan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penting, seperti emplasemen Stasiun Padang, Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta lokasi stabling lainnya. Pemeriksaan meliputi pengecekan kebersihan sarana, kondisi pendingin udara (AC), sistem pengereman, perangkat keselamatan, hingga kesiapan operasional armada.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, dan Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki peran penting dalam menjaga keandalan armada melalui perawatan berkala lokomotif, kereta, dan gerbong serta KRD.

“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus berkontribusi terhadap kesiapan operasional kereta api melalui perawatan sarana secara berkala. Tujuannya untuk menjaga keandalan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Reza.

Untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre II Sumbar menerapkan sejumlah strategi dan inovasi, antara lain:

* Pemeliharaan Preventif, yaitu pelaksanaan perawatan berkala agar lokomotif dan kereta selalu dalam kondisi optimal sebelum dioperasikan. Pemeriksaan kereta meliputi komponen bogie, pegas, axle box, roda, bearing, sistem pengereman, serta komponen teknis lainnya. Sementara pemeriksaan lokomotif meliputi kabin masinis, sistem pengereman, perangkat pengendali, dan peralatan keselamatan.
* Peningkatan Kompetensi SDM, melalui pelatihan rutin dan sertifikasi bagi teknisi perawatan guna menjaga standar kualitas pekerjaan dan keselamatan operasional.
* Penerapan Teknologi Digital, dengan memanfaatkan aplikasi mobile, dashboard berbasis web, serta checksheet digital untuk memantau jadwal dan status perawatan sarana secara real-time.

Reza menambahkan bahwa seluruh perawatan periodik dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar seluruh sarana dapat beroperasi secara optimal dan melayani pelanggan tanpa kendala.

“Perawatan sarana tidak hanya berfungsi menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Lokomotif, kereta, dan gerbong yang dirawat dengan standar tinggi akan meminimalisir potensi gangguan teknis selama perjalanan,” tambah Reza.

Dalam mendukung proses perawatan sarana, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan peningkatan fasilitas depo dan kesiapsiagaan penanganan darurat. Salah satunya melalui penyediaan rerailing jack equipment untuk mendukung proses evakuasi sarana yang mengalami anjlokan.

Selain itu, sejumlah peningkatan fasilitas juga dilakukan, antara lain normalisasi ukuran balok tumpuan untuk rerailing jack equipment agar proses evakuasi lebih efisien, peningkatan kualitas peralatan kerja otomatis (electric tools), serta kalibrasi berkala alat ukur guna menjaga standar perawatan tetap optimal.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan perkeretaapian. Oleh karena itu, setiap kegiatan perawatan, pemeriksaan, hingga rampcheck selalu kami lakukan secara ketat agar seluruh armada layak operasi dan memenuhi standar keamanan,” jelas Reza.

KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, andal, dan selamat bagi seluruh pelanggan.

“Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan. Perawatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi standar teknis, melainkan juga wujud kepedulian KAI Divre II Sumbar terhadap kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14–17 Mei 2026. Pada masa angkutan long weekend tersebut, KAI Divre II Sumbar menyediakan total 28.432 tempat duduk atau rata-rata 7.108 tempat duduk setiap harinya untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Kesiapan kapasitas ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa libur panjang. Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, dan bebas dari kemacetan jalan raya,” ujar Reza.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari tetap menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat dan nyaman tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas saat libur panjang.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan per hari dengan relasi BIM–Pulau Aie dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Kereta ini juga mendukung aktivitas wisata edukatif dan perjalanan rombongan pelajar melalui layanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat yang menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari hamparan perbukitan hingga suasana pedesaan yang asri.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari upaya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi daerah, dan mobilitas masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambah Reza.

Selain meningkatkan kapasitas layanan, KAI Divre II Sumbar juga terus memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas operasional agar perjalanan kereta api tetap berjalan lancar selama masa angkutan libur panjang. Pemeriksaan rutin terhadap rangkaian kereta dan fasilitas pelayanan dilakukan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

Untuk kemudahan pemesanan, tiket KA lokal dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. KAI juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari potensi penipuan.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi selama long weekend. Selain nyaman dan terjangkau, perjalanan dengan kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan menyenangkan,” tutup Reza..(*)

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan dan layanan pelanggan, masyarakat dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121

 


INFONEWS
-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Melalui berbagai program edukatif, KAI Divre II Sumbar berupaya menanamkan budaya tertib dan kecintaan terhadap transportasi publik sejak usia dini.


Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada Rabu (13/5) KAI Divre II Sumbar menerima kunjungan edukasi dari 88 siswa SD Plus Lillah di Stasiun Padang. Kegiatan ini dipandu oleh petugas frontliner Stasiun Padang, tim Angkutan Penumpang dan tim Humas Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KAI memberikan kesempatan kepada rombongan sekolah maupun wisata edukasi untuk memperoleh pengalaman langsung mengenal dunia perkeretaapian melalui layanan perjalanan rombongan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal kereta api sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, tertib, dan ramah lingkungan. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran menggunakan transportasi publik sejak usia dini,” ujar Reza.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi edukatif mengenai dunia perkeretaapian, mulai dari pengenalan profesi petugas KAI, fasilitas stasiun, tata cara pemesanan tiket, proses boarding, hingga pengalaman naik kereta api. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan di area perkeretaapian, seperti larangan bermain di jalur rel, kewajiban mematuhi aturan di stasiun, serta pentingnya membiasakan budaya tertib saat menggunakan transportasi publik.

Sebagai informasi, KAI Divre II Sumbar juga melayani pembelian tiket rombongan untuk perjalanan KA Lokal dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Rombongan minimal berjumlah 20 orang.
2. Surat permohonan diajukan paling awal 14 hari dan paling lambat 8 hari sebelum jadwal keberangkatan.
3. Surat permohonan memuat:
    * Nama rombongan
    * Nama perwakilan dan nomor telepon yang dapat dihubungi
    * Jumlah anggota rombongan
    * Daftar anggota rombongan beserta nomor identitas/NIK
    * Jadwal keberangkatan
    * Relasi perjalanan
4.Penumpang usia 3 tahun ke atas wajib memiliki tiket dan identitas/NIK.
5.⁠Anak di bawah 3 tahun yang menggunakan tempat duduk sendiri wajib memiliki tiket.
6.Pembayaran dilakukan melalui virtual account.
7.Setelah pembayaran lunas, akan dibuat berita acara kesepakatan.
8.Tiket rombongan yang telah dibayar tidak dapat dibatalkan, diubah jadwal, maupun diubah jumlah penumpangnya.
9.Penumpang rombongan wajib hadir minimal 30 menit sebelum keberangkatan.
10.Perwakilan rombongan akan dihubungi petugas loket setelah tiket selesai dicetak.
11. Seluruh peserta rombongan wajib mematuhi ketentuan dan peraturan KAI yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal transportasi publik sekaligus menanamkan nilai keselamatan, kedisiplinan, dan budaya tertib sejak dini.

“Kereta api diharapkan tidak hanya menjadi pilihan transportasi utama masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berkesan bagi semua kalangan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api melalui pelaksanaan pemeriksaan detail serta perawatan intensif sarana dan prasarana perkeretaapian di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem yang dapat berubah secara tiba-tiba, termasuk risiko banjir, longsor, amblesan tanah, hingga pergerakan kontur tanah pada sejumlah titik rawan di wilayah Sumatera Barat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Divre II Sumbar melaksanakan Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) Prasarana yang melibatkan seluruh jajaran manajemen serta petugas teknis prasarana.

Kegiatan diawali dengan briefing di Ruang Buya Hamka yang dipimpin oleh Manager Operasi Fasilitas Angkutan dan Pengendalian Perjalanan KA, Acep S Manan. Dalam arahannya disampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh aspek operasional perkeretaapian berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang telah ditetapkan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap operasional kereta api serta berbagai elemen vital prasarana perkeretaapian, meliputi kondisi rel seperti rel retak, rel patah, rel gompel, bantalan, profil ballast, sistem penambat, hingga sambungan rel. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan geometri jalur, ruang bebas, ruang manfaat jalur, lingkungan sekitar jalur rel yang tertutup tanaman liar, pemeriksaan lengkung, wesel, jembatan, terowongan, sistem persinyalan, serta berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya.

Khusus pada jembatan dan bangunan pendukung, pemeriksaan difokuskan pada kondisi lendutan, stabilitas konstruksi, dan daya dukung terhadap operasional perjalanan kereta api. Sementara pada sistem persinyalan, pemeriksaan dilakukan guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal sehingga dapat mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah Sumatera Barat pada beberapa petak jalur memiliki potensi pergerakan kontur tanah, terutama saat intensitas hujan tinggi. Oleh karena itu, KAI terus meningkatkan langkah-langkah mitigasi preventif guna menjaga keandalan jalur kereta api.

“Petugas prasarana bersama tim manajemen secara berkala melakukan pemetaan prioritas perawatan dan inspeksi berjalan kaki di seluruh wilayah operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” ujar Reza.

Selain penguatan aspek teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Menurut Reza, sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara konsisten. Seluruh unit operasional KAI Divre II Sumbar akan terus bersiaga penuh untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, andal, dan selamat,” tutup Reza.(*)

 



INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima Penghargaan Platinum dalam program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) di Tempat Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakry, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Firdaus Firman kepada Asisten Manager KAI Divre II Sumbar, dr. Doni Fitra Yogi, Senin (11/5).

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja, sekaligus mendorong terciptanya tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan bebas diskriminasi bagi seluruh pekerja.

Proses penilaian penghargaan dimulai dari tahapan pendaftaran dan verifikasi kelengkapan dokumen administrasi. Perusahaan yang lolos pada tahap tersebut selanjutnya mengikuti pemeriksaan uji petik langsung oleh tim penilai pusat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia ke lokasi perusahaan terpilih. Untuk PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, pelaksanaan penilaian uji petik dilakukan pada 25 November 2025.

Dalam proses penilaian tersebut, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian tim penilai, meliputi dokumen kebijakan perusahaan terkait P2HIV-AIDS, rencana kegiatan atau program yang dijalankan, serta hasil kegiatan yang telah dicapai perusahaan dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Kegiatan penghargaan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan terbaik dan terpilih dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Dari total 488 perusahaan penerima penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) di Tempat Kerja dengan kategori Silver, Gold, dan Platinum, PT KAI (Persero) Divre II Sumbar berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan tertinggi kategori Platinum tingkat nasional.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan kolaborasi seluruh insan KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif. Kami meyakini bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja bukan hanya bagian dari pemenuhan regulasi, tetapi juga bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan, kesejahteraan, serta perlindungan hak seluruh pekerja,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran KAI Divre II Sumbar yang telah mendukung implementasi program P2HIV-AIDS secara konsisten di lingkungan kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja, manajemen, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung program ini. Penghargaan tingkat nasional ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan budaya kerja yang sehat, peduli, dan bebas diskriminasi,” tambahnya.

Ia menambahkan, KAI Divre II Sumbar akan terus mendukung berbagai program edukasi, sosialisasi, dan kampanye kesehatan kerja secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran pekerja serta membangun budaya kerja yang inklusif dan humanis.

“Melalui penghargaan ini, kami berharap semangat kepedulian terhadap sesama dan pentingnya kesehatan kerja dapat terus tumbuh di lingkungan perusahaan, sehingga tercipta tempat kerja yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan melalui aksi donor darah yang digelar di Stasiun Padang, Jumat (8/5). Kegiatan ini terlaksana bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang dan diikuti oleh pegawai KAI, pelanggan kereta api, serta masyarakat umum.

Mengusung tema “Jadilah Pahlawan Kebaikan, Selamatkan yang Membutuhkan”, kegiatan donor darah dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh tim medis dari PMI Kota Padang dan KAI Divre II Sumbar untuk memastikan seluruh rangkaian donor darah berjalan aman dan lancar.

Peserta yang mengikuti donor darah sebelumnya menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari registrasi, pengecekan kadar hemoglobin (HB), pemeriksaan golongan darah, hingga konsultasi kesehatan dengan dokter. Tahapan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan peserta memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.

Dari kegiatan tersebut, berhasil terkumpul sebanyak 38 kantong darah yang nantinya akan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di berbagai rumah sakit di Kota Padang dan sekitarnya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap program kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar ingin terus menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Setetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi keselamatan sesama,” ujar Reza.

Selain menjadi aksi sosial, kegiatan donor darah ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan manfaat donor darah secara rutin bagi tubuh.

KAI Divre II Sumbar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“PT KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus hadir tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” tutup Reza.(*)

 

Komisi III DPRD Kota Padang Raker bahas temuan dilapangan bersama Dinas PUPR, Bapenda dan DLH Kota Padang. 

INFONEWS- Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menjelaskan bahwa agenda rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan tindak lanjut dari hasil pembahasan di Badan Musyawarah(Bamus) DPRD Kota Padang.

Dalam agenda tersebut, Komisi III mengundang rapat kerja, pada Kamis ( 7/5/2026) kepada Dinas PUPR, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membahas sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan.

Menurut Helmi, salah satu fokus utama pembahasan adalah operasional mini asphalt mixing plant atau alat produksi aspal yang sebelumnya telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2025. Pengadaan alat tersebut bertujuan mempercepat penanganan jalan berlubang di Kota Padang.

“Selama ini ketika ada jalan berlubang, Dinas PUPR harus membeli aspal dari pihak ketiga. Akibatnya pelayanan kepada masyarakat sering terlambat karena harus menunggu produksi dan antrean dari pihak luar. Karena itu, kami mendorong adanya inovasi dengan menghadirkan mini asphalt mixing plant sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, Komisi III telah melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung operasional alat tersebut.Saat ini alat sudah mulai beroperasi, namun kapasitas produksinya belum maksimal.

“Kalau beroperasi optimal sebenarnya kapasitasnya bisa mencapai 15 ton per hari. Tetapi sekarang baru sekitar 3 sampai 4 ton karena masih ada beberapa infrastruktur dan sarana pendukung yang perlu dibenahi,” katanya.

Helmi menambahkan, fasilitas tersebut nantinya juga akan dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif milik Dinas PUPR agar operasional lebih maksimal dan mampu mempercepat pelayanan perbaikan jalan di Kota Padang.

Selain membahas produksi aspal, Komisi III juga menyoroti banyaknya baliho dan media promosi di jalur utama Kota Padang yang kondisinya dinilai membahayakan masyarakat.

“Kami melihat banyak baliho yang konstruksinya sudah rapuh dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitarnya. Karena itu kami memanggil Bapenda, PUPR, dan DLH untuk membahas penertibannya,” jelas Helmi.

Menurutnya, Bapenda memiliki kewenangan terkait pajak reklame, sementara Dinas PUPR berkaitan dengan perizinan dan konstruksi, sedangkan DLH menangani reklame yang berada di taman kota atau jalur hijau.

Ia meminta OPD terkait segera melakukan inventarisasi terhadap baliho yang rusak, mati izin, atau tidak lagi digunakan. Jika pemilik tidak melakukan perbaikan, maka baliho tersebut diminta untuk dibongkar demi keselamatan masyarakat.

“Kalau sudah tidak layak dan membahayakan, harus dilakukan penertiban. Selain menjaga keselamatan, ini juga untuk menjaga estetika Kota Padang,” katanya.

Helmi juga mengusulkan agar baliho kosong yang tidak digunakan dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, seperti ajakan menjaga kebersihan, hemat air, atau imbauan strategis lainnya.

“Daripada dibiarkan kosong dan kumuh, lebih baik dimanfaatkan untuk pesan-pesan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi III DPRD Kota Padang turut membahas persoalan perlintasan sebidang kereta api yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

Helmi menyebut pemerintah pusat melalui Balai dan Kementerian Perhubungan masih menanggung operasional penjagaan perlintasan hingga Desember 2026.

“Untuk tahun 2027 nanti, akan ada kesepakatan bersama antara pemerintah daerah yang dilalui jalur kereta api, seperti Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman,” katanya.

Menurutnya, perlintasan liar harus dievaluasi karena dapat membahayakan masyarakat.Ia meminta Dinas Perhubungan melakukan inventarisasi terhadap seluruh perlintasan sebidang, baik yang resmi maupun yang liar.

“Kalau memang tidak resmi dan terlalu rapat jaraknya, tentu harus ditertibkan. Tetapi untuk perlintasan resmi yang memang dibutuhkan masyarakat, Komisi III siap memberikan dukungan, termasuk terkait penambahan anggaran penjaga perlintasan,” tutupnya.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.