Latest Post

 

INFONEWS-Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya pada masa libur sekolah 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus meningkatkan kualitas layanan penumpang, salah satunya melalui optimalisasi layanan Lost and Found bagi pelanggan yang mengalami kehilangan barang di dalam kereta api maupun di area stasiun.

Layanan Lost and Found merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran. KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan perjalanan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap barang bawaan pelanggan melalui sistem penanganan barang hilang yang terintegrasi dan dapat diakses di seluruh stasiun KAI.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa layanan Lost and Found telah membantu banyak pelanggan menemukan kembali barang-barang yang tertinggal.

“Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 17 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp. 46.150.000. Sementara hingga Semester I tahun 2026, telah tercatat 14 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp. 46.002.500. Seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Reza.

Barang-barang yang ditemukan pun sangat beragam, mulai dari telepon genggam, laptop, tablet, dompet, tas, dokumen penting, hingga uang tunai.

“KAI berkomitmen penuh untuk menjaga setiap barang yang ditemukan dan mengupayakan pengembaliannya kepada pemilik yang sah. Kami mengimbau pelanggan agar tidak ragu segera melapor apabila merasa kehilangan barang selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api,” tambah Reza.

Apabila pelanggan menyadari adanya barang yang tertinggal atau hilang, laporan dapat segera disampaikan kepada kondektur selama perjalanan, petugas stasiun, petugas Polsuska, maupun melalui Contact Center KAI 121. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Reza menjelaskan bahwa setiap barang yang ditemukan akan langsung diamankan oleh petugas dan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun apabila diperlukan. Selanjutnya, barang tersebut akan diberi label identitas, didokumentasikan, serta dicatat ke dalam Database Lost and Found KAI yang terintegrasi secara daring antarstasiun.

“Dengan sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melaporkan maupun melakukan pengecekan barang yang hilang di seluruh stasiun KAI. Hal tersebut membuat proses penelusuran menjadi lebih cepat, akurat, dan efektif,” jelas Reza.

Sebagai langkah pencegahan, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama perjalanan, membawa barang secukupnya, serta melakukan pengecekan kembali pada rak bagasi, area tempat duduk, maupun sekitar tempat duduk sebelum turun dari kereta api.

“Kami berharap setiap perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain tiba di tujuan dengan selamat, kami juga ingin memastikan seluruh pelanggan membawa kembali barang bawaannya dengan lengkap. Namun apabila terjadi kehilangan, pelanggan tidak perlu panik karena KAI siap membantu melalui layanan Lost and Found yang tersedia di seluruh stasiun,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat masih menyediakan lebih dari 18 ribu tiket kereta api lokal bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan sisa masa libur sekolah hingga 12 Juli 2026. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama untuk berwisata maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Selama periode angkutan libur sekolah, 20 Juni hingga 12 Juli 2026, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 187.008 tempat duduk. Setiap harinya, KAI melayani rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas 7.792 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa hingga Selasa (7/7), sebanyak 151. 912 tiket telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat penjualan tiket masih berlangsung hingga akhir masa libur sekolah.

“Masih tersedia 18.122 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat hingga 12 Juli 2026, dengan rincian 3.574 tempat duduk KA Lembah Anai, 9.384 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres, dan 5.163 tempat duduk KA Pariaman Ekspres,” ujar Reza.

Selama masa libur sekolah, penjualan tiket didominasi oleh pelanggan yang memanfaatkan kereta api untuk berwisata, terutama menuju destinasi wisata pantai di Kota Pariaman menggunakan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras. Hingga saat ini, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres telah mencapai 100.075 tiket, sedangkan sisanya berasal dari pelanggan KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai.

Menurut Reza, tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Kami mengajak masyarakat yang belum merencanakan perjalanan untuk segera memanfaatkan tiket yang masih tersedia. Kereta api menawarkan perjalanan yang nyaman, bebas macet, tepat waktu, serta menjadi pilihan yang ideal untuk menikmati momen liburan bersama keluarga,” jelasnya.

Selain menawarkan perjalanan yang nyaman, kereta api juga memberikan kemudahan dalam proses pembelian tiket. Pelanggan dapat melakukan pemesanan secara digital melalui aplikasi Access by KAI, mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui aplikasi Access by KAI guna menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket yang dimiliki.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go show) mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, selama tempat duduk masih tersedia,” tambah Reza.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa masa libur sekolah dengan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan, dan bebas dari kemacetan, sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar Rapat Safety Committee (SC) Perdana Bulan Juli 2026 pada Selasa (7/7) di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor Divre II Sumbar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, dan dihadiri oleh jajaran manajemen Divre II Sumbar, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, serta Tim Keselamatan dari Kantor Pusat KAI. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi implementasi program keselamatan, mengidentifikasi potensi risiko, serta menyusun langkah-langkah mitigasi guna memastikan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.

Dalam arahannya, Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang harus menjadi budaya dan tanggung jawab setiap insan KAI, bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tertanam dalam setiap aktivitas kerja. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar harus terus meningkatkan kinerja keselamatan dan berupaya mewujudkan zero accident secara berkelanjutan melalui disiplin, kepedulian, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur kerja,” tegas Lutfi.

Pada rapat tersebut, Tim Safety Committee Divre II Sumbar memaparkan hasil evaluasi kinerja keselamatan, perkembangan implementasi program K3, tindak lanjut atas temuan di lapangan, serta berbagai upaya pengendalian risiko yang telah dan akan dilakukan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi setiap unit kerja untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, dan memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan secara optimal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung konstruktif. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk menyampaikan masukan, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antarunit dalam menghadapi berbagai tantangan operasional. Melalui koordinasi yang semakin solid, diharapkan penerapan budaya keselamatan dapat semakin konsisten di seluruh wilayah kerja Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pelaksanaan Safety Committee secara berkala merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) terhadap sistem manajemen keselamatan.

“Safety Committee bukan hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan KAI dalam menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja. Keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam mengimplementasikan prinsip keselamatan di setiap lini operasional melalui peningkatan kompetensi, komunikasi yang efektif, serta pengawasan yang berkesinambungan.

“Melalui koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama, kami optimistis budaya keselamatan di lingkungan KAI Divre II Sumbar akan semakin kokoh. Dengan demikian, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api selama masa libur sekolah tahun 2026. Pada periode liburan, Minggu (5/7), penjualan tiket kereta api lokal mencapai 10.283 tiket dalam satu hari atau setara 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan.

Selama periode libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 12 Juli 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 644 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 179.216 tempat duduk. Setiap harinya, KAI menyediakan rata-rata 28 perjalanan kereta api dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa tingginya volume pelanggan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya pada momentum libur sekolah yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan keluarga.

“Pada Minggu, 5 Juli 2026, volume penumpang mencapai 10.283 pelanggan atau setara 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, terutama untuk perjalanan wisata. Hal ini juga menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, efisien, serta lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan jumlah pelanggan tidak terlepas dari komitmen KAI dalam menjaga kualitas pelayanan serta memastikan operasional perjalanan berjalan optimal meskipun permintaan masyarakat meningkat secara signifikan.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan. Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta peningkatan pelayanan di stasiun sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.

Tingginya jumlah pelanggan selama masa libur sekolah juga semakin memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung sektor pariwisata di Sumatera Barat. Berbagai destinasi wisata yang berada di sepanjang jalur kereta api kini semakin mudah dijangkau dengan tarif yang terjangkau, waktu tempuh yang pasti, serta tingkat keselamatan yang tinggi.

Salah seorang pelanggan KA Pariaman Ekspres, Rina Putri, mengaku rutin memilih kereta api sebagai moda transportasi saat berlibur bersama keluarga.

“Saya lebih memilih kereta api karena perjalanannya nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan. Selain tarifnya terjangkau, pemandangan sepanjang perjalanan juga menjadi pengalaman tersendiri, terutama saat menuju kawasan wisata di Pariaman. Pelayanan petugas di stasiun maupun di dalam kereta juga ramah dan sangat membantu, sehingga membuat perjalanan bersama keluarga terasa lebih menyenangkan,” ungkap Rina.

Sebagai penyedia layanan transportasi publik, KAI Divre II Sumatera Barat terus melakukan berbagai peningkatan layanan secara berkelanjutan. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan kebersihan sarana dan prasarana, memperkuat kualitas pelayanan petugas, menyediakan informasi perjalanan yang mudah diakses, serta mengoptimalkan fasilitas di stasiun demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pelanggan.

Reza menambahkan, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh aspek operasional.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan transportasi. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang semakin aman, nyaman, tepat waktu, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasi serta kapasitas angkut sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur sekolah maupun hari besar nasional.

KAI juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar merencanakan perjalanan sejak dini, membeli tiket melalui kanal resmi, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan bersama.

Untuk memperoleh informasi mengenai jadwal perjalanan, ketersediaan tiket, maupun layanan pelanggan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI121 melalui media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp 0811-1211-1121.

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya).

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI memahami perhatian masyarakat terhadap kondisi perlintasan tersebut dan terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan keselamatan di seluruh perlintasan sebidang melalui sinergi bersama berbagai pihak.

“Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi perlintasan dapat segera tertangani. Untuk itu, KAI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujar Reza.

Menurut Reza, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan serta kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang semakin aman. Oleh karena itu, KAI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder agar setiap permasalahan yang ada dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain mendorong percepatan penanganan infrastruktur, KAI juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan keselamatan melalui edukasi kepada masyarakat, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, serta koordinasi rutin dengan instansi terkait guna meminimalkan potensi kecelakaan.

KAI Divre II Sumatera Barat juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya. Pengguna sepeda motor diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat kondisi hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan posisi perlintasan yang tidak tegak lurus dengan rel berpotensi meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

Pengguna jalan juga diimbau untuk mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memperhatikan rambu-rambu dan marka jalan, berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta selalu mengutamakan perjalanan kereta api. Kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumatera Barat berharap kolaborasi yang semakin erat antara seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan tertib.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan perlintasan sebidang yang aman. Dengan kolaborasi yang kuat serta kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan akan terus meningkat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Minggu (5/7) pukul 12.00 WIB, hampir 150 ribu pelanggan telah melakukan pemesanan tiket dan diberangkatkan menggunakan layanan kereta api selama masa liburan sekolah 2026 di wilayah Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa berdasarkan data per Minggu (5/7) pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 141.651 pelanggan selama masa liburan sekolah periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan 113,62 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu 124.672 tempat duduk.

Sementara itu, pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 20 Juni hingga 5 Juli 2025, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api tercatat sebanyak 114.153 pelanggan. Dengan demikian, terjadi peningkatan volume pelanggan sebesar 24,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian okupansi di atas 100 persen tersebut merupakan okupansi kumulatif. Kondisi ini dapat terjadi karena pola perjalanan kereta api bersifat fleksibel. Pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan sehingga satu tempat duduk dapat melayani pelanggan yang berbeda pada segmen perjalanan yang berbeda.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, khususnya selama masa libur sekolah. Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta terjangkau.

Tingginya volume pelanggan juga menunjukkan bahwa layanan transportasi kereta api memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan kereta api membantu keluarga merencanakan liburan, pelajar dan mahasiswa melakukan perjalanan, serta memudahkan masyarakat mengakses kabupaten atau kota tujuan, kawasan wisata, pusat aglomerasi, maupun sentra aktivitas ekonomi secara lebih fleksibel dengan biaya yang ekonomis.

Reza menjelaskan, puncak volume pelanggan terjadi pada 28 Juni 2026 dengan jumlah 9.933 pelanggan, atau setara dengan 127,47 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 7.792 tempat duduk. Selanjutnya disusul pada 7 Juli sebanyak 9.909 pelanggan, 5 Juli sebanyak 9.428 pelanggan, 2 Juli sebanyak 9.534 pelanggan, dan 1 Juli sebanyak 9.423 pelanggan.

Dari sisi stasiun, mobilitas pelanggan tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Adapun rinciannya sebagai berikut.

Kedatangan penumpang:
• Stasiun Padang: 38.054 penumpang
• Stasiun Pariaman: 29.517 penumpang
• Stasiun Air Tawar: 12.199 penumpang
• Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM): 10.267 penumpang
• Stasiun Naras: 7.264 penumpang

Keberangkatan penumpang:
• Stasiun Padang: 38.386 penumpang
• Stasiun Pariaman: 27.908 penumpang
• Stasiun Air Tawar: 13.585 penumpang
• Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM): 9.288 penumpang
• Stasiun Lubuk Alung: 7.214 penumpang

Dari sisi layanan, KA Pariaman Ekspres tetap menjadi primadona masyarakat dengan jumlah pelanggan tertinggi selama periode tersebut, yaitu 100.075 pelanggan. Selanjutnya disusul KA Minangkabau Ekspres sebanyak 20.917 pelanggan dan KA Lembah Anai sebanyak 20.659 pelanggan.

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan guna memastikan setiap pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan berkesan.

“Untuk mempermudah masyarakat menggunakan layanan kereta api, tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Saat ini pelanggan sudah dapat melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan tanggal 6 Juli hingga 13 Juli 2026,” ujar Reza.

Ia menambahkan, penjualan tiket kereta api lokal dilakukan secara bertahap sesuai jadwal, yaitu mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan diimbau melakukan pemesanan lebih awal sesuai tanggal perjalanan yang diinginkan.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa liburan sekolah. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan selama masa liburan sekolah 2026. Dengan layanan yang terus kami tingkatkan, kami berharap kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, resmikan revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berada di Jalan Tanjung Indah No. 25, Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (4/7/2026).

Peresmian pembangunan ulang masjid yang kini tampil dengan wajah baru dan lebih megah itu ditandai dengan pengguntingan pita, penekanan sirine dan penandatanganan prasasti masjid.

Turut hadir di kesempatan itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat, Ganefri, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Duski Samad, serta para donatur pembangunan masjid, dan elemen masyarakat Kampung Lapai.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye
mengatakan, revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang menjadi bukti kuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam membangun sarana ibadah.

Ia turut mengapresiasi, dedikasi pengurus, jamaah, dan para donatur yang telah mewujudkan pembangunan kembali Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berarsitektur megah tersebut.

Ia meyakini, keberadaan masjid ini akan semakin memperkuat syiar Islam serta menjadi pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus mendukung implementasi program Smart Surau.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.