Latest Post

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperingati HUT ke-81 KAI melalui pelaksanaan upacara yang digelar di Halaman Stasiun Padang, Senin (28/9).

Upacara tersebut diikuti oleh Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, jajaran manajemen dan pegawai Divre II Sumbar, serta perwakilan anak perusahaan KAI. Dalam kesempatan tersebut, Lutfi Wijaya selaku pembina upacara membacakan amanat Direktur Utama KAI Bobby Rasidin.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa HUT ke-81 KAI mengusung tema “Semakin Melayani” sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan setiap pertumbuhan dan transformasi KAI senantiasa diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan serta manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Perjalanan dan berbagai pencapaian KAI hingga saat ini merupakan hasil kerja keras seluruh Insan KAI yang juga tidak terlepas dari dukungan keluarga. Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan yang perlu terus dijaga agar KAI dapat menjadi tempat bagi Insan KAI untuk tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik, sekaligus menjadi perusahaan yang membanggakan bagi keluarga serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumbar diisi dengan sejumlah agenda, di antaranya pemberian penghargaan masa bakti kepada pegawai dengan masa pengabdian 10, 15, 20, 25, dan 30 tahun.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan secara simbolis dan penandatanganan berita acara serah terima Program Bina Lingkungan (CSR) sebagai bagian dari komitmen KAI dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

KAI Divre II Sumbar juga menerima penyerahan piala Harhubnas atas sejumlah prestasi yang berhasil diraih dalam rangkaian kegiatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026. Prestasi tersebut meliputi Juara I Mini Soccer Harhubnas Tahun 2026 serta Juara I dan Juara III E-Sport Mobile Legends Harhubnas Tahun 2026. Piala tersebut diterima secara langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan bahwa momentum HUT ke-81 KAI menjadi pengingat bagi seluruh Insan KAI untuk terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan kualitas kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan masyarakat.

“Tema ‘Semakin Melayani’ menjadi semangat bersama bagi seluruh Insan KAI Divre II Sumbar untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, andal, dan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. HUT ke-81 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, kolaborasi, dan budaya keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa pencapaian yang telah diraih KAI Divre II Sumbar merupakan hasil kerja bersama yang perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh Insan KAI, keluarga, pelanggan, serta para pemangku kepentingan yang selama ini telah memberikan dukungan. Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya menghadirkan layanan perkeretaapian yang semakin berkualitas sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, dan semakin melayani. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat di perlintasan sebidang, yang dilaksanakan pada Senin (28/9) di JPL 07 KM 6+800, petak jalan Bukitputus–Padang (Stasiun Padang).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, PT Jasa Raharja, BTP Kelas II Padang, serta komunitas perkeretaapian Sumatrain, IRPS, dan Transport for Padang.

Edukasi diberikan secara langsung kepada pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang melalui penyampaian imbauan keselamatan, pembentangan spanduk, pembagian stiker keselamatan, dan pemberian souvenir. Pendekatan langsung tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mematuhi ketentuan keselamatan saat melintasi jalur kereta api.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya mengatakan bahwa keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat Semakin Melayani pada HUT ke-81 KAI kami wujudkan tidak hanya melalui peningkatan kualitas pelayanan perjalanan kereta api, tetapi juga dengan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas. Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang membutuhkan perhatian dan kesadaran bersama,” ujar Lutfi.

Ia menambahkan, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. KAI terus menjalankan langkah-langkah preventif sesuai kewenangan perusahaan, sementara pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kepatuhan serta budaya keselamatan di lingkungan perlintasan.

Sepanjang 2026, KAI Divre II Sumbar telah melakukan berbagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan di sekitar jalur kereta api. Upaya tersebut antara lain menutup 30 titik perlintasan liar, melaksanakan sosialisasi keselamatan di 57 titik perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta memasang 17 banner keselamatan di titik rawan kecelakaan.

Penguatan edukasi juga dilakukan di luar area perlintasan. Hingga 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di 47 sekolah dan lokasi lainnya, serta menyalurkan program CSR di 30 lokasi sebagai bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat.

“Berbagai upaya preventif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan kereta api. Jangan mengambil risiko karena keselamatan jauh lebih penting,” tutur Lutfi.

KAI Divre II Sumbar memandang peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang bukan semata-mata sebagai program perusahaan, melainkan sebagai bagian dari ekosistem keselamatan transportasi yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah, regulator, aparat, komunitas, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan perlintasan yang semakin aman.

Melalui momentum HUT ke-81, KAI Divre II Sumbar menegaskan bahwa “Semakin Melayani” juga berarti semakin peduli terhadap keselamatan. KAI akan terus menghadirkan pelayanan yang mengutamakan keselamatan sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian dari budaya keselamatan perjalanan kereta api.(*)

INFONEWS-Menjelang peringatan HUT ke-81 pada 28 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, andal, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat yang mengusung tema “Semakin Melayani.”


Peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat dilaksanakan melalui kegiatan Family Gathering pada Sabtu, 26 September 2026, di Kantor KAI Divre II Sumbar, Simpang Haru, Padang. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan insan KAI sekaligus merefleksikan perjalanan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya mengatakan bahwa bertambahnya usia perusahaan harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan budaya keselamatan dalam setiap lini operasional.

“HUT ke-81 KAI bukan hanya momentum untuk merayakan perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat ‘Semakin Melayani’ harus berjalan seiring dengan penguatan keselamatan, karena bagi KAI keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap perjalanan dan seluruh aktivitas operasional,” ujar Lutfi.

Menurutnya, pelayanan yang semakin baik tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas dan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga melalui konsistensi insan KAI dalam memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, tertib, andal, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Kami ingin setiap pelanggan merasakan bahwa kereta api hadir sebagai moda transportasi yang aman, nyaman dan dapat diandalkan. Karena itu, peningkatan pelayanan harus dibangun bersama dengan budaya keselamatan yang kuat,” lanjutnya.

Selain menjadi momentum kebersamaan, peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat juga diisi dengan kegiatan yang mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Salah satunya melalui penyerahan bantuan kaca mata gratis kepada 30 siswa dan siswi SD Negeri 11 Kampung Jua.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi KAI dalam mendukung kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak-anak di lingkungan sekitar. Bantuan kaca mata diharapkan dapat membantu para siswa dalam menunjang aktivitas belajar serta meningkatkan kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan apresiasi kepada insan KAI yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat perusahaan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pekerja dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik.

Dua insan KAI Divre II Sumatera Barat yang menerima penghargaan tersebut yaitu Ahmad Devit, penerima Best Inspirational Employee Tahun 2026 kategori Petugas Langsir, serta Mairudi, Kepala Stasiun Bukit Putus, yang memperoleh Station Award Tahun 2026 kategori Stasiun Besar dan Stasiun Kelas 1.

Lutfi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan cerminan dari kontribusi individu yang turut memperkuat kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Prestasi yang diraih rekan-rekan kami merupakan kebanggaan bagi Divre II Sumatera Barat. Ini menunjukkan bahwa semangat melayani dan menjaga keselamatan lahir dari dedikasi setiap insan KAI. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” kata Lutfi.

Penguatan keselamatan juga terus dilakukan KAI Divre II Sumatera Barat melalui berbagai langkah preventif, mulai dari peningkatan kompetensi petugas, pengawasan operasional dan prasarana, edukasi keselamatan kepada masyarakat, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

KAI juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api, khususnya dengan tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api, mematuhi aturan di perlintasan sebidang, serta mendahulukan perjalanan kereta api ketika berada di sekitar perlintasan.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari budaya keselamatan. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan ekosistem transportasi kereta api yang semakin aman dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” jelas Lutfi.

Rangkaian HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kebersamaan, penampilan West Sumatrain Band, Rantak Saayun, guest star lokal, Ganevo Dancer, serta kehadiran pelaku 10 UMKM yang turut memeriahkan kegiatan.

Melalui momentum HUT ke-81, KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menjadikan semangat “Semakin Melayani” sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, dengan pelayanan yang terus ditingkatkan dan keselamatan yang senantiasa menjadi fondasi utama dalam setiap perjalanan serta aktivitas perusahaan.(*)

 

INFONEWS- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar aksi donor darah di Stasiun Padang, Jumat (25/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian sosial KAI sekaligus kontribusi dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan pekerja KAI, pengguna jasa kereta api, serta masyarakat umum. Pelaksanaan donor darah didukung oleh tenaga medis dari Klinik Mediska Padang dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus momentum untuk mengajak lebih banyak pihak berkontribusi melalui aksi kemanusiaan.

“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memberikan manfaat yang nyata bagi sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak pekerja, pelanggan, maupun masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan,” ujar Reza.

Sebelum melakukan donor, setiap peserta terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari proses administrasi, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), penentuan golongan darah, hingga konsultasi medis. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk melakukan donor darah.

KAI Divre II Sumbar membuka kesempatan bagi pekerja, pengguna jasa kereta api, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi. Peserta yang dapat mengikuti kegiatan donor darah antara lain berusia 17 hingga 65 tahun, memiliki berat badan lebih dari 45 kilogram, serta dalam kondisi sehat dan memenuhi hasil pemeriksaan medis.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 38 orang. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, seluruh peserta dinyatakan laik donor dan berhasil menyumbangkan sebanyak 38 kantong darah.

“Alhamdulillah, seluruh peserta yang mendaftar dinyatakan laik donor dan terkumpul 38 kantong darah. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan memiliki arti penting karena dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Ini menjadi kontribusi nyata yang dapat dilakukan bersama untuk kemanusiaan,” kata Reza.

Menurut Reza, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 KAI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

“Kami berharap semangat berbagi dan tolong-menolong melalui donor darah dapat terus tumbuh dan dilakukan secara berkelanjutan. KAI terbuka untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain memberikan kontribusi terhadap ketersediaan darah, kegiatan donor darah juga menjadi ruang edukasi bagi peserta mengenai pentingnya donor darah secara berkala sesuai dengan ketentuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

“Memasuki usia ke-81 tahun, KAI tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga terus berupaya memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semoga aksi donor darah ini dapat menjadi bagian dari semangat KAI untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Pertumbuhan transportasi massal tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kapasitas dan jumlah perjalanan, tetapi juga bagaimana sistem transportasi mampu berkembang dengan tetap menjaga keselamatan sebagai fondasi utama. Semakin tinggi intensitas mobilitas masyarakat, semakin besar pula kebutuhan terhadap pengelolaan risiko yang sistematis, kesiapan sumber daya manusia, keandalan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Di Sumatera Barat, kebutuhan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan kereta api. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre II Sumatera Barat melayani 1.607.214 pelanggan KA Lokal, meningkat 19,52% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.344.690 pelanggan.

Peningkatan volume pelanggan tersebut menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan mobilitas masyarakat yang perlu diimbangi dengan peningkatan standar keselamatan secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, KAI Divre II Sumbar menerapkan pendekatan “Safety at Scale”, yaitu memastikan bahwa pertumbuhan layanan dan intensitas perjalanan selalu diikuti dengan penguatan pengelolaan risiko di seluruh lini operasional.

“Pertumbuhan mobilitas harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan budaya keselamatan. Ketika jumlah perjalanan dan pelanggan meningkat, maka pengelolaan risikonya juga harus semakin matang. Keselamatan tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek, tetapi membutuhkan kombinasi antara kesiapan infrastruktur, kompetensi SDM, teknologi, disiplin operasi, serta partisipasi masyarakat,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab.

Salah satu area yang membutuhkan perhatian khusus adalah perlintasan sebidang, karena menjadi titik interaksi langsung antara perjalanan kereta api dengan aktivitas pengguna jalan dan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan keselamatan di perlintasan sebidang sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan KAI, pemerintah daerah, aparat, pengelola jalan, serta masyarakat pengguna jalan.

Secara nasional, KAI menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang pada 2026 yang tersebar di sembilan Daop dan empat Divre, termasuk di wilayah Divre II Sumatera Barat. Program peningkatan keselamatan tersebut mencakup penyediaan gardu, rambu-rambu, peralatan keselamatan dan komunikasi, peningkatan kompetensi serta sertifikasi SDM penjaga perlintasan dan peralatan keselamatan lainnya.

Di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar, saat ini terdapat 121 perlintasan sebidang resmi dan 140 perlintasan tidak resmi. KAI secara berkelanjutan melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi potensi risiko, termasuk melalui penutupan perlintasan tidak resmi yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.

Sepanjang 2025, KAI Divre II Sumbar telah melakukan penutupan 18 titik perlintasan liar. Sementara hingga September 2026, telah dilakukan penutupan sebanyak 30 titik perlintasan liar.

Selain penataan perlintasan, penguatan keselamatan juga dilakukan melalui edukasi dan komunikasi langsung kepada masyarakat. Pada 2025, sosialisasi keselamatan telah dilaksanakan di 128 titik perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga. Pada 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan di 56 titik perlintasan.

Upaya edukasi juga diperluas ke lingkungan sekolah dan lokasi masyarakat lainnya. Pada 2025, sosialisasi keselamatan dilaksanakan di 15 lokasi, sedangkan pada 2026 telah mencapai 47 lokasi.

Untuk memperkuat pesan keselamatan secara langsung di lokasi yang memiliki potensi risiko, KAI Divre II Sumbar juga melakukan pemasangan 6 banner keselamatan pada 2025 dan meningkat menjadi 22 banner pada 2026 di sejumlah titik rawan kecelakaan.

“Pendekatan keselamatan harus dilakukan secara berlapis. Infrastruktur dan fasilitas keselamatan merupakan satu lapisan perlindungan, tetapi lapisan tersebut akan semakin kuat apabila diikuti kepatuhan pengguna jalan, kesadaran masyarakat untuk tidak menerobos perlintasan, serta koordinasi yang baik antarinstansi. Karena itu, edukasi dan sosialisasi akan terus kami lakukan secara konsisten,” lanjut Reza.

Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Setiap kejadian tidak hanya menjadi catatan operasional, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi risiko.

KAI juga memperluas kolaborasi dengan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Pada 2026, dukungan CSR telah diberikan di 30 lokasi sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan serta lingkungan sekitar jalur kereta api.

KAI Divre II Sumbar menegaskan bahwa keberadaan perlintasan sebidang harus diikuti dengan perilaku yang mengutamakan keselamatan. Pengguna jalan wajib berhenti, melihat, dan memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api maupun area yang menjadi bagian dari ruang manfaat jalur kereta api.

“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari budaya keselamatan dengan mematuhi rambu, tidak menerobos perlintasan, serta tidak beraktivitas di jalur kereta api. Dengan kolaborasi seluruh pihak, pertumbuhan transportasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan keselamatan,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan evaluasi, penguatan mitigasi, edukasi, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan andal. Pertumbuhan jumlah perjalanan dan pelanggan harus selalu diimbangi dengan peningkatan kualitas pengelolaan keselamatan.

World-class railway dimulai dari kemampuan untuk tumbuh dengan aman. Ketika mobilitas masyarakat semakin besar, maka standar keselamatan juga harus semakin kuat, terukur, dan konsisten.(*)

 

INFONEWS-Rencana perubahan dan penambahan unit usaha Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (PSM) mendapat sorotan dari DPRD Kota Padang. Dewan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat kajian terkait prospek usaha yang akan dijalankan perusahaan daerah tersebut.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026), meminta keterangan mengenai pembahasan PSM disampaikan langsung oleh masing-masing Ketua Panitia Khusus (Pansus). Tiga Ketua Pansus yang menangani pembahasan tersebut yakni Iskandar, Helmi Moesim, dan Arnedi Yarmen.

Ketua Pansus III DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen mengatakan, Pansus III dijadwalkan kembali menggelar rapat pada Kamis (24/9/2026). Sebelum rapat berlangsung, tim Pemko Padang diminta melengkapi kajian mengenai perubahan unit usaha PSM yang diusulkan.

Menurut Arnedi, terdapat dua usulan tambahan unit usaha yang menjadi perhatian Pansus III. Dua usaha tersebut yakni penyewaan mobil tanpa sopir dan jasa angkutan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Arnedi mengatakan, sejauh ini potensi kedua unit usaha tersebut belum terlihat secara jelas sebagai bisnis yang prospektif untuk dikembangkan PSM. Karena itu, Pansus membutuhkan penjelasan yang lebih kuat mengenai peluang usaha, potensi pasar, kebutuhan investasi, risiko, serta proyeksi keuntungan dari masing-masing unit usaha.

“Ada dua usulan tambahan unit usaha PSM yaitu penyewaan mobil tanpa sopir dan jasa angkutan sampah B3. Ini belum terlihat potensinya sebagai usaha yang prospek ke depannya,” kata Arnedi, politisi senior PKS ini.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini menjelaskan, tim Pemko Padang saat ini tengah melengkapi alasan dan kajian yang dibutuhkan untuk meyakinkan Pansus DPRD Kota Padang bahwa kedua usaha tersebut memiliki prospek dan dapat memberikan keuntungan. Kajian itu nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam pembahasan Pansus III.

Pembahasan perubahan unit usaha PSM tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penambahan jenis bisnis, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan usaha menghasilkan pendapatan dan memberikan kontribusi bagi perusahaan daerah. Dengan kajian yang lebih lengkap, DPRD Kota Padang dapat melihat secara lebih jelas kelayakan dua unit usaha tersebut sebelum pembahasan dilanjutkan. (*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat peran Stasiun Lubuk Alung sebagai salah satu simpul strategis mobilitas masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman. Tidak hanya menjadi tempat naik dan turun pelanggan, Stasiun Lubuk Alung memiliki posisi penting dalam mendukung konektivitas berbagai layanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar.

Secara operasional, Stasiun Lubuk Alung menjadi titik yang dilalui berbagai layanan kereta api pada koridor Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, serta Lubuk Alung–Kayu Tanam. Dengan posisi tersebut, stasiun ini menjadi salah satu titik penting yang mendukung pergerakan masyarakat dari kawasan Padang Pariaman menuju Padang, Pariaman, maupun wilayah Kayu Tanam dan sekitarnya.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, frekuensi perjalanan kereta api di wilayah ini juga terus mengalami perkembangan. Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani 8 perjalanan kereta api per hari. Sejak 2025 hingga saat ini, frekuensinya meningkat menjadi 10 perjalanan per hari. Selain itu, pola operasi KA Lembah Anai juga mengalami perubahan. Sebelumnya, enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi, sedangkan saat ini enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Padang pulang-pergi. Perubahan relasi tersebut turut memperluas akses masyarakat menuju pusat aktivitas di Kota Padang dan berdampak pada meningkatnya potensi pelanggan yang dilayani.

Pertumbuhan aktivitas tersebut tercermin dari volume pelanggan Stasiun Lubuk Alung. Pada Semester I 2021 tercatat 23.268 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 40.418 pelanggan pada 2022, 63.702 pelanggan pada 2023, 77.702 pelanggan pada 2024, dan 86.020 pelanggan pada 2025. Sementara hingga Semester I 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 132.054 pelanggan, atau meningkat sekitar 53,51 persen dibandingkan Semester I 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan volume pelanggan dan frekuensi perjalanan tersebut menunjukkan semakin pentingnya Stasiun Lubuk Alung dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang. Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Reza.

Selain fungsi pelayanan transportasi, KAI juga melihat adanya potensi pengembangan kawasan Stasiun Lubuk Alung melalui pemanfaatan aset perusahaan secara produktif. Salah satunya melalui optimalisasi lahan di lingkungan sekitar pasar rakyat yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan komersial yang tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan perkeretaapian. Potensi lainnya adalah pengembangan area parkir serta penyediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dari sisi layanan pendukung, keberadaan Klinik Mediska juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan KAI di kawasan Lubuk Alung. Fasilitas kesehatan tersebut dapat mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sesuai dengan layanan yang tersedia.

“Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya. Optimalisasi aset, pengembangan fasilitas parkir dan pengisian daya kendaraan listrik, serta keberadaan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan ekosistem yang memberikan nilai tambah. Tentunya seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.

Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan, bertambahnya volume pelanggan, serta potensi pengembangan kawasan dan layanan pendukung, Stasiun Lubuk Alung memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung konektivitas wilayah Sumatera Barat. KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga keberadaan stasiun dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.