Latest Post

 

INFONEWS-Sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat serta lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah salurkan lebih dari setengah miliar dana TJSL hingga akhir November 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar sekaligus anggota Komite TJSL, Reza Shahab, menjelaskan bahwa bantuan dana TJSL ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi PT KAI Divre II Sumbar dalam  berkontribusi positif melalui program-program sosial yang berkelanjutan. KAI akan terus hadir dan berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Tercatat, sepanjang tahun 2024 KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan bantuan dana Program TJSL sebesar Rp.399.997.451,-. Sementara itu, hingga akhir November 2025, total bantuan TJSL yang telah disalurkan sebesar Rp. 552.549.151,- ” ujar Reza.

Reza menambahakan bahwa Senin (24/11) Tim TJSL KAI Divre II Sumbar kembali menyalurkan dana bantuan secara simbolis kepada masyarakat di Provinsi Sumatera Barat. Kali ini penyaluran dana bantuan difokuskan di kota Padang meliputi:

1. Bantuan Program Bina Lingkungan KAI Edufriend untuk bantuan sarana dan prasarana SDN 01 Bungo Pasang senilai Rp 15.600.000,- (lima belas juta enam ratus ribu rupiah) di Koto Tangah, Kota Padang;
2. Bantuan Program Bina Lingkungan KAI Edufriend untuk bantuan renovasi TK Yayasan Wanita Kereta Api senilai Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) di Sawahan, Kota Padang;
3. Bantuan Program Bina Lingkungan KAI Dungmas untuk bantuan sembako Panti Asuhan Aisyiyah senilai Rp 11.545.000,- (sebelas juta lima ratus empat puluh lima ribu rupiah) di Koto Tangah, Kota Padang.

“Program TJSL ini merupakan bentuk kontribusi PT KAI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu para penerima dan mendorong semangat kebersamaan,” ujar Reza.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan aset dan kelancaran perjalanan kereta api, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Perwakilan penerima bantuan, Ibu Yuni Hayati Putri sekaligus Kepala SDN 01 Bungo Pasang, mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima sekolahnya akan sangat membantu peningkatan sarana belajar siswa.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sarana dan prasarana yang memadai tentu berdampak langsung pada kenyamanan dan kualitas pembelajaran anak-anak. Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar yang telah peduli dan membantu dunia pendidikan,” ujarnya.

Begitupun para penerima bantuan lainnya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang telah diberikan PT KAI. Mereka berharap perusahaan terus berkembang, sukses, dan menjadi entitas yang semakin peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberadaan KAI tidak hanya sebatas menyediakan layanan transportasi, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk tumbuh dan maju bersama masyarakat. Melalui Program TJSL, kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan memberikan dampak positif, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh penerimanya,” ujar Reza.

Reza juga menyampaikan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program sosial yang tepat sasaran serta mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Sumatera Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat. Semoga KAI semakin mampu memberikan pelayanan terbaik, menjaga keselamatan perjalanan, dan menghadirkan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar,” tutupnya.(*)

 

Infonews - Menjalin komunikasi dengan berbagai pihak merupakan keharusan yang di lakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam menjalankan tugasnya di wilayah binaan.


Pada kesempatan itu, Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serka Sopiandi sambangi mitra karib Alek Anak Buah Kapal (ABK) di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Senin (24/11/2025).


Dalam kegiatan komsos, Serka Sopiandi bahas terkait aktivitas ABK sat melaut termasuk para nelayan yang melaksanakan kegiatan di perairan kepulauan Mentawai.


"Kita motivasi para nelayan dalam melaksanakan kegiatan melaut dan memastikan kondisi cuaca saat beraktivitas" tuturnya.


Selain itu komsos ini juga sebagai bentuk wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun silahturahmi dengan warga binaan.



Editor : Tim Redaksi


Infonews - Mentawai's got talent yang di gagas Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Mentawai merupakan ajang pencarian bakat generasi muda sebagai pengembangan dan pemberdayaan dalam meningkatkan bakat seni di kepulauan Mentawai.


Perhelatan kegiatan Mentawai's got talent ini telah berlangsung selama dua hari yang di akhiri dengan malam puncak menghadirkan penampilan setiap pemenang yang di tutup oleh Wakil Bupati Mentawai di mandatkan kepada Kadis Pariwisata Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja di kawasan wisata homestay Mapadegat, Sabtu (22/11/2025) malam.


Dalam ajang pencarian bakat ini diikuti sebanyak 38 peserta dari tingkat SMP, SMA dan Umum yang di perlonbakan adalah Solo, Duet, Trio, Owarted dan Group dengan berakhir sebanyak 7 peserta berhasil menjadi pemenang di even Mentawai's got talent 


Kadis Parpora Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja menuturkan, pelaksanaan kegiatan mentawai's got talent ini dalam rangka memfasilitasi talenta generasi muda mentawai untuk dikembangkan dan di orbitkan pada setiap Iven 


"Kegiatan ini kita berikan panggung kepada seluruh peserta, sehingga generasi muda mentawai yang memiliki bakat seni dapat tersalurkan dan setiap Iven akan kita prioritaskan" sebut Aban 


Pelaksanaan Iven mentawai's got talent ini perdana di lakukan, nah untuk sementara hanya di tingkat kabupaten bisa digelar. Untuk tahun selanjutnya mudah-mudahan bisa di selenggarakan di tingkat kecamatan yang ada di empat pulau besar Mentawai.


Menurut Aban selama dua hari kegiatan berlangsung seluruh peserta menampilkan bakat dan talenta mereka dengan maksimal, meski demikian dalam even ini menjadi yang terbaik kembali kepada penilaian pada juri.


"Bagi peserta yang keluar menjadi juara diajang mentawai's got talent ini akan di prioritaskan untuk tampil di Iven tingkat kabupaten maupun di luar daerah nantinya" sebut Aban 


Kedepan, kata dia agenda ini akan menjadi prioritas untuk mengakomodir bakat seni para generasi muda di kepulauan Mentawai serta mereka adalah bagian dari binaan dinas pariwisata dan pemuda olahraga Mentawai, sehingga bakat generasi muda berkembang.


Tak hanya itu, pelaksanan even ini memang perdana di lakukan, namun dia tidak menyerah dengan kondisi efisien untuk bisa di laksanakan kembali pad tahun berikutnya yang akan di helat lebih luas lagi, mungkin saja bisa di Pulau Siberut dan juga pulau Pagai Utara Selatan.


Dia menyebut, even mentawai's got talent ini, mereka yang berhasil bakal di prioritaskan untuk tampil di agenda kegiatan pesona mentawiai yang di helat tahun besok, makanya kita terus berupaya berkoordinasi agar mendapat anggaran dari kementerian.


"Kalau ada perlombaan di luar Mentawai, kita siap memfasilitasi mereka untuk tampil, intinya Disparpora mentawai komitmen untuk mengembangkan bakat dan talenta generasi muda Mentawai" ujarnya.


Even mentawai's got talent di malam spektakuler yang berhasil keluar jadi juara sebagai berikut, Juara I  Sanggar Ragam Pesona di Ketuai Irene Lady, Juara II Group Capcin Ketua Manohara dari Sma n 1 Sioban, Juara III Group Girl’s Seven Cahaya Bangsa Ketua Aurora Olive


Untuk Harapan I diraih ileh Maroon’s Voice New di Ketuai Frengky Edwardo S dari Bosua, Harapan II  Rani Ananda Alfara (MTSN 1 Sipora, Harapan III Group Dance SMA Penabur Ketua Oktami Irsanda dan Favorit SMP N 1 Sioban Ketua Faith Rambu Haria.



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS -Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Padang menggelar rapat maraton hingga larut malam pada Sabtu (22/11).

Pertemuan ini berfokus pada pembahasan dan pencarian solusi darurat untuk mengatasi defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang mencapai angka signifikan, yaitu sekitar Rp109 miliar.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengungkapkan bahwa Banggar dan TAPD telah mencapai kesimpulan untuk mengambil beberapa langkah strategis dan cepat guna menutupi kekurangan anggaran tersebut.

Langkah-langkah yang disepakati ini menargetkan penghematan dari berbagai pos anggaran yang dianggap tidak terlalu mendesak atau memiliki potensi kelebihan.

Langkah pertama adalah melakukan efisiensi pada Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang. Melalui pengurangan ini, pemerintah daerah diperkirakan mampu mengumpulkan dana penghematan sekitar Rp18 miliar. Keputusan ini menunjukkan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam menanggulangi krisis anggaran.

Langkah kedua berfokus pada rasionalisasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Muharlion menjelaskan bahwa saat ini TPP diberikan selama 14 bulan, padahal kewajiban Pemko Padang hanya 12 bulan. Dengan mengurangi pemberian TPP selama dua bulan tersebut, Pemko diprediksi dapat menghemat anggaran sekitar Rp60 miliar, menjadikannya pos penghematan terbesar.

Ketiga, defisit akan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meskipun angka pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPK RI, SILPA ini diperkirakan menyumbang sekitar Rp8 miliar. Selain itu, penghematan juga dilakukan pada perjalanan dinas anggota DPRD, yang berhasil dihemat sekitar Rp4 miliar.

Sebagai langkah keempat dan yang paling krusial, Pemko Padang memutuskan untuk melakukan pinjaman bank. Semula pinjaman direncanakan sebesar Rp85 miliar, namun setelah penyesuaian kegiatan yang dibatalkan (dicancel), angkanya berkurang menjadi Rp61 miliar. Pinjaman ini bisa diambil dari Bank Nagari atau bank lain.

Muharlion menegaskan bahwa tanpa adanya pinjaman bank ini, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, pinjaman ini menjadi solusi vital untuk memastikan program pembangunan infrastruktur di Kota Padang tetap dapat berjalan.

Rapat Banggar yang krusial ini dihadiri lengkap oleh jajaran pimpinan DPRD, termasuk Wakil Ketua Mastilizal Aye dan Osman Ayub, didampingi Sekwan Hendrizal Azhar. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Asisten Bidang Anggaran Corry Saidan beserta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Padang. (bim)

 

INFONEWS-Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar resmi melewakan gelar adat Sako Suku Koto Belanti Padang yang merupakan balahan Suku Koto Nagari Saniangbaka kepada salah satu putra terbaik Minangkabau, Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K)., Subsp.O.T.B. Dalam prosesi adat yang sarat simbol dan nilai tersebut, beliau dianugerahi gelar terhormat Datuak Bagindo Nan Kuniang.


Pelewaan gala yang diselenggarakan pada Sabtu (22/11/2025) di Komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang ini berlangsung khidmat dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan kolega dari Sabah, Malaysia.

Prosesi pelewaan gelar adat ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat Minangkabau untuk mengukuhkan tokoh berprestasi yang memiliki kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

Dr. Rahyussalim dikenal sebagai dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang berpraktek di sejumlah rumah sakit besar di Jakarta. Keahliannya dalam micro invasive spine surgery berbasis laser, regenerative orthopaedic spine surgery, hingga layanan berbasis stem cell menjadikannya salah satu rujukan utama dalam penanganan masalah tulang belakang di Indonesia.

Selain aktif di dunia klinis, ia juga merupakan pengajar dan peneliti di Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI/RSCM. Di ranah organisasi ilmiah, ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) periode 2022–2025. Tak hanya itu, Dr. Rahyussalim juga dikenal sebagai Ketua IKA SMA 3 Padang yang kerap berkontribusi untuk almamater dan daerah kelahirannya.

Dalam pernyataannya usai pelewaan gala Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr.dr. Rahyussalim menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat ini diharapkan menjadi jembatan bagi Pemprov Sumbar untuk membuka pintu kerja sama internasional, khususnya dengan negara-negara tetangga.

“Kita lihat sendiri, acara ini turut dihadiri oleh kolega dari Sabah, Malaysia. Tentu ini akan berdampak bagi Pemprov Sumbar. Gubernur harus bisa membuka jaringan kerja sama dengan pihak luar,” ujarnya.

Selain itu kedepannya, ia berharap hubungan budaya dan adat antara Sumbar dan Sabah dapat diperkuat melalui momentum ini.

“Dengan pelewaan ini, kita berharap adanya jalinan kerja sama adat dan budaya antara Sabah dan Pemprov Sumbar. Mereka bahkan sudah berjanji akan mengundang kita ke acara adat di sana,” pungkasnya.

Acara penglewakan gelar adat ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh terkemuka di Sumbar, seperti Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekda Kota Padang Andre Algamar. Sementara Gubernur Sumbar  mengutus perwakilan.

Selain itu, kegiatan ini turut si hadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, Direktur Utama RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI dr. Ichsan Firdaus, Sp.KJ., M.M.R.S., CFrA, serta tokoh - tokoh penting lainnya.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini semakin menegaskan betapa pentingnya penglewakan gelar adat tersebut, sekaligus menandai pengakuan terhadap integritas dan kontribusi besar Dr. Rahyussalim di bidang medis maupun sosial.(bim)

INFONEWS -Puncak perayaan Tradisi Serak Gulo yang berlangsung di halaman Masjid Muhammadan, Pasagadang, Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (22/11/2025) sore, meski di guyur hujan lebat tetap  berlangsung meriah diikuti ribuan warga.


Tradisi Serak Gulo berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, menandai 1 Jumadil Akhir 1447 Hijriah.Serak Gulo, yang berarti “tebar gula”, merupakan ritual tahunan sarat makna, melibatkan penyebaran bungkusan gula dari atas masjid sebagai simbol syukur, keberkahan, dan persaudaraan antar-warga.

Tradisi ini diyakini berakar dari India Selatan dan menjadi penghormatan kepada ulama Sahul Hamid, yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Padang.

Sejak 2023, Serak Gulo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Prosesi inti dimulai dengan menaikkan karung-karung berisi empat ton gula pasir ke atap masjid.

Setelah doa bersama tokoh agama, gula dibagikan kepada warga yang antusias, meski diguyur hujan lebat.

Panitia bekerja ekstra untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.Acara didukung Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan sebagian dana dari Pokir DPRD Sumbar.


Sejumlah tokoh hadir, antara lain Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Anggota DPD RI Abu Bakar Jamalia, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kota.

Ketua Panitia, Faisal Gaus, mengingatkan warga agar menjaga ketertiban. Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan tradisi Serak Gulo akan terus dipertahankan dan kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lila Yanwar menyebut acara ini sebagai modal sosial penting yang memperkuat silaturahmi masyarakat.(bm)

 


INFONEWS-PT KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang KA melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Hal ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya disiplin berlalu lintas khususnya saat melintasi perlintasan sebidang KA.

Kali ini, menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Kamis (20/11) KAI Divre II Sumbar bersama KAI Properti dan stakeholder kembali melaksanakan giat sosialisasi disiplin perlintasan sebidang KA di 4 titik perlintasan sebidang diantaranya sbb :
1.⁠ ⁠JPL 7 Km 6+850 petak jalan Bukit Putus - Padang, Jalan Haji Agus Salim Kota Padang, Sumatera Barat
2.⁠ ⁠JPL 2 Km 1+385 petak jalan Padang - Pulau Aie, Jalan Tarandam Kota Padang, Sumatera Barat
3.⁠ ⁠JPL 8 Km 8+794 petak jalan Padang - Alai, Jalan M. Syafei Kota Padang, Sumatera Barat.
4.⁠ ⁠JPL 9 Km 9+135 petak jalan Alai-Air Tawar, Jalan KH. A Dahlan Kota Padang, Sumatera Barat.

Sosialisasi ini melibatkan instansi terkait lainnya seperti Balai Teknik Perkertaapian Kelas II Padang, PT Jasa Raharja, TNI/POLRI dan para Komunitas Pecinta Kereta Api serta instansi terkait lainnya. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker dan suvenir kepada pengguna jalan raya, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama serta memberikan bingkisan kepada petugas penjaga pintu perlintasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa sepanjang 2024, pihaknya telah melaksanakan 38 kali sosialisasi keselamatan berlalu lintas di berbagai lokasi, baik di perlintasan sebidang KA hingga di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional Divre II Sumbar. Sementara itu, pada 2025 sosialisasi perlintasan sebidang KA di wilayah Divre II Sumbar dilakukan secara rutin minimal 1 (satu) minggu 1 (satu) kali dan di setiap pelaksanaanya dilakukan di 4 (empat) titik perlintasan yang berbeda sehingga sampai dengan November 2025 ini, tercatat telah dilaksanakan sosialisasi sebanyak 124 titik.

Perlu diketahui perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi keselamatan bersama. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 181 Ayat (1) yang melarang aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api.

Reza mengatakan, pada pasal 181 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “setiap orang” dalam UU ini berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 18 yaitu perseorangan atau korporasi.

Setiap orang dilarang:
•⁠  ⁠Berada di ruang manfaat jalur kereta api;
Arti dari “berada di ruang manfaat jalur kereta api” yaitu terdiri dari jalan rel dan bidang tanah di kiri dan kanan jalan rel beserta ruang di kiri, kanan, atas, dan bawah yang digunakan untuk konstruksi jalan rel dan penempatan fasilitas operasi kereta api serta bangunan pelengkap lainnya. (Pasal 37)

•⁠  ⁠Ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum. (Pasal 38). Sedangkan yang dimaksud jalan rel yaitu dapat berada:
a. Pada permukaan tanah;
b. Di bawah permukaan tanah; dan
c. Di atas permukaan tanah.

•⁠  ⁠Menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api;
Pengertian dari menyeret dalam ketentuan Pasal 181 ayat (1) huruf b adalah menarik atau mendorong barang tanpa roda dan melintasi jalur kereta api.

•⁠  ⁠Menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.
Yang dimaksud dengan “kepentingan lain” adalah penggunaan jalur kereta api yang tidak sesuai dengan fungsinya, antara lain bermain, berjualan, menggembala ternak, menjemur barang, membuang sampah atau kegiatan lainnya.

Ketentuan tersebut dikecualikan bagi petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian.
Dalam ketentuan Pasal 181 ayat (2) ini yang termasuk surat tugas adalah kartu atau tanda pengenal.

Jika melihat konstruksi Pasal 181 ayat (2) tersebut maka, ketentuan Pasal 181 berlaku bagi setiap orang yang tidak mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasana Perkeretaapian.

“Setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah)”, Tegas Reza.

Reza menambahkan adapun upaya lain sepanjang tahun 2025 yang telah dilakukan KAI Divre II Sumbar untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya di perlintasan sebidang KA diantaranya :
1.⁠ ⁠Menutup sebanyak 14 titik perlintasan liar
2.⁠ ⁠Melaksanakan sosialisasi keselamatan dan keamanan di 14 sekolah
3.⁠ ⁠⁠Melakukan sosialisasi di 124 titik perlintasan resmi, baik yang dijaga maupun tidak dijaga
4.⁠ ⁠⁠Memasang 20 banner himbauan keselamatan di titik rawan kecelakaan
5.⁠ ⁠ Pemberian CSR berupa sarana olahraga di 32 lokasi titik perlintasan dan sekolah saat pelaksanaan sosialisasi.

KAI dan KAI Properti mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak menerobos palang pintu, tidak mengabaikan rambu, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, menyampaikan bahwa keteraturan, kepatuhan, dan edukasi masyarakat merupakan elemen penting untuk menekan angka kecelakaan di kawasan perlintasan sebidang.

“KAI Properti berkomitmen mendukung peningkatan keselamatan melalui perbaikan fasilitas, penataan lingkungan di sekitar jalur KA, penempatan petugas penjaga pintu, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Keselamatan bukan hanya urusan petugas, namun tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan,” ujar Ramdhani.

“Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di perlintasan sektoral. Kami berharap dukungan masyarakat agar selalu berhenti ketika palang mulai menutup, memperhatikan sinyal, serta memastikan jalur aman sebelum melintas,” lanjut Ramdhani.

“Dengan kepedulian dan kedisiplinan bersama, kecelakaan di perlintasan sebidang dapat dicegah, dan keselamatan transportasi dapat semakin terjamin,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar dan KAI Properti mengapresiasi masyarakat dan instansi yang mendukung upaya keselamatan perjalanan kereta api. Potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api dapat dilaporkan melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI di telepon 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.