Latest Post

Infonews - Revitalisasi sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora yang di kerjakan CV Andalan Sumatera Optimis bisa tuntas tahun 2025 yang merupakan paket kegiatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai.


Pekerjaan SMPN 2 Sipora ini di mulai sejak 11 Agustus 2025 dengan nilai kontrak 1.632.000.000.00 miliar, dimana waktu pekerjaan 120 hari kalender sebagai konsultan pengawas CV Marchindo Consultan.


Yatafao Mendrofa selaku Kontraktor pelaksana menyebut, pengerjaan revitalisasi sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora tahun 2025 ini segera di selesaikan, meski di beri waktu sampai tanggal 23 Desember 2025.


"Kita optimis pembangunan SMPN 2 Sipora dalam Minggu ini bisa segera kita tuntaskan" sebut, Yatafao Mendrofa yang akrap disapa Charles itu kepada media, Kamis (11/12/2025).


Ruangan Kelas Baru (RKB) ada tiga ruangan dalam tahap penyelesaian



Lebih lanjut di sampaikan, Soal pekerjaan di lingkungan pemerintah daerah, pihaknya tetap mengedepankan kualitas dan tidak mau bekerja asal-asalan, karena pembangunan yang di kerjakan untuk kebutuhan orang banyak.


Disisi lain dia akuinya, untuk menjadi pemenang revitalisasi sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora ini membutuhkan perjuangan, dimana saat pendaftaran ada ratusan perusahan yang ikut mendaftar.


Dari rasutan perusahaan yang ikut pengadaan tender tersebut di lakukan seleksi dan hasil seleksi itu tersisa 22 perusahan dengan penawaran yang sama-sama kuat, terangnya.


Kemudian di lakukan kembali seleksi oleh Pokja, dimana dari 22 tersisa 11 perusahan, dari 11 tinggal 3 perusahan hingga sampai di tetapkan satu perusahan jadi pemenang tender 


"Setelah mengikuti seleksi ketat itu, Pokja akhirnya menetapkan CV Andalan Sumatera jadi pemenang tender pengadaan revitalisasi sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora tahun 2025" sebutnya.


Pembangunan Labor dan turap SMPN 2 Sipora tengah dalam tahap penyelesaian



Untuk menjadi pemenang tender itu, kata dia tidak segampang yang dipikirkan, karena banyak mekanisme yang di lalui, ini lah bentuk perjuangan kita hingga bisa mengerjakan pembangunan SMPN 2 Sipora.


"Banyak kontraktor yang berebut untuk mendapatkan pekerjaan SMPN 2 Sipora ini, namun dengan perjuangan yang dilakukan persaingan lelang dipusat ibu kota kabupaten mentawai, akhirnya bisa kita lalui dan ditetapkan CV Andalan Sumatera sebagai pemenang tender" ujarnya.


Dikatakan, proses pembangunan SMPN 2 Sipora ini kita optimis segera selesai, meski ada penambahan waktu yang di berikan pihak Disdikbud Mentawai dan juga kita yakinkan tidak terjadi putus kontrak.


Komunikasi yang di lakukan Yatafao Mendrofa yang akrap disapa Charles dengan kepala daerah memberikan apresiasi atas kinerja CV Andalan Sumatera yang telah mengerjakan pembangunan SMPN 2 Sipora bisa selesai dengan baik.


"Bupati mentawai mengapresiasi atas terlaksananya pembangunan SMPN 2 Sipora dengan baik dan tuntas, sehingga tahun depan sudah bisa digunakan pihak sekolah untuk proses belajar mengajar" ucapnya. 


Kontraktor Pelaksana CV. Andalan Sumatera, Yatafao Mendrofa saat cek progres pengerjaan SMPN 2 Sipora



Dia menambhakan, tahun 2026 kalau dipercaya kembali untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan oleh pihak Pemkab Mentawai kita siap untuk mengerjakannya, karena kita bekerja selalu mengedepankan kualitas serta bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku,

 

"Pentingnya dalam setiap pekerjaan kontruksi musti mengedepankan profesionalisme dan niat baik" tutupnya.(*Robi).



Editor : Tim Redaksi




 

Anggota DPRD Padang Yusri Latif. 

INFONEWS-Sebagai anggota DPRD Kota Padang dari daerah pemilihan Pauh, Yusri Latif, SH.i., meminta  Pemerintah Kota melakukan penghijauan di kawasan Batu Busuk.

Hal itu disampaikan Yusri Latih ketika dibungi media ini via telepon selular untuk menanyakan kondisi Batu Busuk Kecamatan Pauh dalam massa tanggap darurat, Jumat (12/12/2025).

Yusri Latif mengaku sedang berada di Batu Busuk bersama masyarakat. Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengusulkan penghijauan atau reboisasi kepada Pemerintah Kota Padang. 

"Sekarang Pemko memang tak punya anggaran untuk itu. Tapi saya mengusulkan agar ada penghijauan," ujarnya.


Sekedar informasi, kawasan Batu Busuk Kota Padang termasuk daerah terparah terkena bencana banjir dan longsor melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Jembatan putus, jalan rusak, stoke makan tak memadai, pakain yang hanya melekat di badan dan ada juga warga yang tinggal di pengusian. 

Pemerintah Kota Padang sudah memasok bantuan makanan, pakaian, dan segala macam. Bahkan relawan langsung turun ke lokasi untuk membantu warga. (*)

 

Wakil Ketua DPRD Padang Osman Ayub. 

INFONEWS -Wakil Ketua DPRD Padang, Osman Ayub menyarankan Pemerintah Kota Padang, terutama Dinas PUPR memberi penjelasan ke warga Batu Busuk Kecamatan Pauh, yang terkena banjir.

Hal itu disampaikan Osman Ayub kepada media ini terkait permintaan warga agar Pemerintah Kota Padang turun tangan menyelasaikan permasalahan banjir dan dampak banjir di daerah itu, Jumat (12/12/2025)

Menurut Osman Ayub, yang terjadi adalah miskomukasi antara warga dengan pejabat yang di atas atau terkait. "Untuk itu, warga harus diberi penjelasan, karena kondisi warga kita sangat sesintif, " katanya.

Apalagi karena banjir ini banyak suami yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, sedangkan di satu sisi masyarakat butuh beras, anak-anak butuh belanja.

"Soal permintaan alat berat ini sebenarnya miskomunikasi saja. Saran saya, PUPR mengajak tokoh masyarakat setempat, dan memberi penjelasan kepada masyarakat," sarannya.

Apalagi, kata Osman Ayub, pekerjaan belum selesai, seperti di Tabing Banda Gadang Nanggalo, dia saja berkubang bersama masyarakat menyeselaiskan masalah di daerah itu.

Sementara itu, juru bicara Pemko Padang, Tommy TRD mengatakan, alat berat belum memungkinkan bekerja di Batu Busuk. "Soal KK (Kepala Keluarga), itu datanya salah. Saya sudah komunikasi dengan pejabat setempat, jumlah penduduknya ngak sampai 200," katanya, Kamis malam, 11 Desember 2025.(*)

 


INFONEWS-Dalam rangka mempersiapkan pelayanan yang optimal pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pembinaan bagi jajaran frontliner pada Kamis (11/12). Kegiatan diikuti oleh VP Divre II Sumbar, jajaran manajemen, serta 35 petugas frontliner.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan seluruh petugas garis depan, khususnya menjelang periode angkutan akhir tahun yang memiliki kompleksitas lebih tinggi.

“Frontliner adalah wajah KAI di mata pelanggan. Karena itu, kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan tepat sangat menentukan kualitas pengalaman pelanggan. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi petugas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI selama masa Angkutan Nataru,” ujar Reza.

VP Divre II Sumbar dalam sambutannya menegaskan bahwa kesiapan petugas frontliner menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kelancaran operasional dan pelayanan pelanggan, terutama pada masa Nataru yang memiliki intensitas perjalanan serta mobilitas masyarakat yang lebih tinggi. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan prima, kepatuhan terhadap aturan, serta peningkatan kewaspadaan untuk menjaga aspek keselamatan.

Selanjutnya, jajaran manajemen Divre II Sumbar memberikan pemaparan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dari masing-masing unit. Dalam sesi tersebut, ditekankan pentingnya konsistensi penerapan SOP, respons yang cepat terhadap kebutuhan pelanggan, serta koordinasi yang efektif antara petugas dan seluruh lini operasional agar seluruh proses pelayanan berjalan optimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing session dan diskusi interaktif antara peserta dan manajemen.

Dengan terselenggaranya kegiatan pembinaan ini, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pelanggan. Seluruh jajaran diharapkan dapat menjalankan tugas dengan profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan prima demi mendukung kelancaran Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(*)

Infonews - Dalam rangka menjaga lingkungan yang bersih, Babinsa Koramil 03/Sipora, Kodim 0319/Mentawai, Serka R Sianturi dan Sertu P Situngkir laksanakan gotong royong bersama pembersihan lokasi embung.


Kegiatan Goro bersama di pimpin langsung Camat Sipora Selatan di hadiri Kapolsek Sioban, Kades sioban, Kepala puskesmas, Anggota Babinsa sioban koramil 03/Sioban, Anggota Babinkamtibmas sioban, Aparatur camat sipora selatan, Aparatur desa Sioban, Aparatur puskesmas sioban dan masyarakat sioban, Jumat (12/12/2025).


Camat Sipora Selatan, Amir, S.AP menyebut kegiatan gotong royong bersama ini guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman di wilayah Sipora selatan.


"Ini motivasi bagi masyarakat agar peduli dengan kondisi lingkungan dengan melakukan pembersihan sampah di sekitar rumah" tuturnya.


Ditempat yang sama salah satu Babinsa Koramil 03/Sioban, Kodim 0319/Mentawai, Serka Robin Sianturi menyebut, kegiatan Goro bersama yang di laksanakan pihak kecamatan ini sangat baik sekali, setidaknya menjadi motivasi bagi masyarakat peduli dengan kebersihan.


"Kita selaku aparat territorial garda terdepan Babinsa di wilayah siapa mendukung program yang di gagas pihak kecamatan salah satunya peduli kebersihan" tuturnya.


Tak hanya itu, soal kebersihan juga menjadi salah satu program kepala daerah, dimana setiap kecamatan musti harus bersih dan menyiapkan fasilitas penampungan sampah.


"Kebersihan ini menjadi salah satu icon bagi daerah ketika pengunjung datang ke Mentawai baik lokal maupun mancanegara, tentunya keadaan wilayah harus bersih" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi


INFONEWS- DPRD Kota Padang Muharlion melakukan kunjungan ke lokasi tempat hunian sementara (Huntara) korban banjir bandang dan longsor di Rusunawa Padang Sarai Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (10/12/2025)


Tujuan kunjungan ini, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion memastikan warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor mendapatkan fasilitas yang layak.

Ini dilakukannya dalam rangka fungsi pengawasan selaku anggota DPDD Kota Padang terhadap langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Padang.

Sekedar informasi, disamping fungsi pengawasan (evaluasi), anggota DPRD memiliki tugas pokok membuat anggaran (budgeting) dan membuat undang-undang (legislasi).

"Kehadiran kita dalam rangka memastikan masyarakat mendapatkan tempat dan fasilitas yang layak," tegas Muharlion.

Seperti, jelas Muharlion, warga mendapatkan rumah, fasilitas tenpat tidur, alat masak, air bersih, MCK (mandi, cuci, kakus, red), dan lain-lain.

"Meraka nyaman, dan ada pengaman di lokasi tersebut. Allhamdulillah dari pantaun kami, fasilitas sangat layak, bagus dan memadai," ungkapnya.

Pada kunjungan tersebut, Muharlion didampingi oleh Kadis Perkim Kota Padang, Camat Koto Tangah, Polsek Koto tangah.(*)

 

INFONEWS-Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, melakukan peninjauan langsung ke lokasi hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor yang ditempatkan di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Padang Sarai, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (10/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas yang disediakan pemerintah benar-benar memenuhi standar kelayakan bagi para korban bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Muharlion menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan serta langkah-langkah penanganan bencana yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Padang.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan manusiawi,” ujar Muharlion.


Ia menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama, mulai dari tempat tinggal, perlengkapan tidur, peralatan memasak, ketersediaan air bersih, hingga fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Masyarakat harus merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Dari hasil peninjauan kami, fasilitas yang tersedia di sini sudah sangat memadai dan dalam kondisi baik,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Muharlion didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Padang, Camat Koto Tangah, serta jajaran Polsek Koto Tangah yang turut memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan.

Selain memastikan kelayakan hunian, Muharlion juga menaruh perhatian serius terhadap aspirasi warga terdampak dari Kecamatan Pauh yang menyatakan keberatan untuk menempati Huntara di kawasan Lubuk Buaya.


Menurut Muharlion, keberatan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor jarak yang dinilai terlalu jauh dari lingkungan asal dan aktivitas harian warga.

“Warga Pauh berharap hunian sementara berada lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Faktor pekerjaan, pendidikan anak, dan aktivitas sosial menjadi pertimbangan utama,” kata Muharlion usai peninjauan.

Meski Huntara Lubuk Buaya dinilai layak dan memiliki kapasitas sekitar 80 kamar, sebagian warga Pauh memilih bertahan sementara di wilayah asal.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang memprioritaskan pemanfaatan Huntara tersebut bagi warga terdampak dari Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji yang lokasinya lebih dekat.

Muharlion menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak bencana tanpa terkecuali.
DPRD, kata dia, mendorong Pemko Padang untuk segera menyiapkan alternatif lokasi hunian sementara yang lebih dekat dengan wilayah Pauh.


“Kami meminta Pemko Padang segera mencarikan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari Pauh, sehingga warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah,” tegasnya.

Selain itu, DPRD Padang juga telah menerima sejumlah masukan dari tokoh masyarakat setempat terkait opsi lokasi huntara alternatif, di antaranya pemanfaatan Rusunawa Universitas Andalas serta beberapa titik lain di sekitar Kecamatan Pauh yang dinilai memungkinkan.

Seluruh opsi tersebut saat ini tengah dibahas secara bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Padang dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan hunian, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Langkah ini diharapkannya dapat mempercepat proses penanganan pengungsi pascabencana sekaligus memastikan setiap warga memperoleh hunian sementara yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. (ADV)


Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.