Latest Post

 

Infonews - Dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga, Babinsa Koramil 01/Sikabaluan, Kodim 0319/Mentawai, Sertu Muskhandar melaksanakan komsos dengan pemilik peternakan ayam di Dusun Pokai, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Kamis (18/12/2025).


Pada kesempatan itu, Babinsa mengingatkan peternak agar dalam beternak ayam memperhatikan faktor perawatan, mulai dari pemberian makan yang rutin hingga kebersihan kandang ayam, 


"Hal ini harus selalu terjaga serta obat-obatan untuk kesehatan pada ayam, agar terhindar dari berbagai jenis penyakit" ucap Babinsa saat komsos dengan warga peternak ayam.

 

Tak hanya itu, Babinsa juga mengimbau agar peternak dapat menjaga kebersihan kandang ayamnya, sehingga tidak menimbulkan bau di sekitar kandang dan mengganggu lingkungan masyarakat setempat.

 

Pemilik ternak ayam Andi mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang sudah berkenan singgah di kandang ayamnya dan memberikan arahan positif.


"Kehadiran Babinsa ditengah masyarakat memberikan dampak setidaknya memotivasi warga dalam meningkatkan perekonomian warga dari berbagai sektor" tukasnya.



Editor : Tim Redaksi







 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat mengawali penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Apel Gelar Pasukan Posko Nataru yang digelar di Halaman Parkir Stasiun Padang, Kamis (18/12). Apel ini menandai kesiapan KAI Divre II Sumbar dalam mengawal mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun dengan tingkat pergerakan yang tinggi.

KAI Group menetapkan masa Angkutan Nataru selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Khusus Divre II Sumbar, kesiapan tersebut didukung oleh kinerja positif KAI Divre II Sumbar sepanjang Januari–November 2025. Dalam periode tersebut, KAI Divre II Sumbar melayani 1.673.399 pelanggan, tumbuh 9.3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 1.531.195 pelanggan. “Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi publik yang andal dan terintegrasi.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan dalam sambutannya membacakan amanat Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa masa Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru merupakan periode krusial yang membutuhkan kesiapan penuh seluruh Insan KAI.

“Periode Nataru menuntut kerja sama lintas fungsi, kedisiplinan operasional, serta ketepatan pengambilan keputusan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan,” ujar Bobby.

Ia menegaskan bahwa keselamatan, keandalan operasional, dan kualitas pelayanan menjadi fokus utama selama Angkutan Nataru 2025/2026 guna memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan terkendali.

Pada periode ini, khusus KAI Divre II Sumbar kapasitas tempat duduk mencapai 155.520 tempat duduk atau sebanyak 8.640 tempat duduk perhari, meningkat 20 persen dari realisasi Nataru sebelumnya. Frekuensi perjalanan sebanyak 504 perjalanan KA atau tumbuh 8 persen, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 468 perjalanan atau 28 perjalanan KA Perhari.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan kesiapan operasional diperkuat melalui pelaksanaan ramp check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di seluruh wilayah kerja, inspeksi Standar Pelayanan Minimum pada sarana dan stasiun, serta pemeriksaan prasarana jalan rel. KAI Divre II Sumbar juga melaksanakan pemeriksaan lintas  pada 17 Desember 2025 untuk memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh.

Selama masa Posko Nataru, KAI Divre II Sumbar menyiagakan 13 lokomotif, 26 kereta dan 2 kereta penolong di titik strategis. Kesiapan ini didukung dengan 433 tenaga PJL Prasarana Ekstra guna memastikan layanan berjalan lancar dari awal hingga akhir perjalanan pelanggan. Selain itu juga, dibeberapa titik rawan siapkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) yaitu perlengkapan darurat yang disiapkan PT KAI untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan operasional seperti banjir, longsor, atau kerusakan rel serta pelaksanaan posko Nataru para pekerja KAI di beberapa stasiun di wilayah operasional Divre II Sumbar.

“KAI juga menghadirkan layanan pendukung selama masa Nataru, termasuk aktivitas ramah anak, merchandise tematik, serta pengoperasian stasiun dan kereta bertema Natal dan Tahun Baru untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan pelanggan serta berbagai macam kesiapan lainnya,” kata Reza.

Melalui kesiapan operasional, penguatan prasarana, serta dukungan sumber daya yang terkoordinasi, KAI berkomitmen menjaga kelancaran Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Posko Nataru menjadi pusat kendali untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan operasional kereta api dan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya kecelakaan khususnya selama masa priode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, KAI Divre II Sumbar melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin petak jalan Stasiun Padang- Stasiun BIM - Stasiun Kayutanam, Rabu (17/12).

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan dalam arahannya saat safety breafing sebelum dimulainya kegiatan, menekankan pentingnya kewaspadaan, kepatuhan terhadap SOP, serta penguatan budaya keselamatan kerja, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi risiko akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem dan ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan pengisian formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) serta segera menindaklanjuti catatan yang ada selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset PT KAI, lokasi dan kondisi perlintasan, serta sistem drainase di sepanjang jalur, termasuk lokasi-lokasi yang sebelumnya terdampak banjir dan galodo.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan ini dilaksanakan, tidak hanya pada momen tertentu saja seperti menjelang Nataru saat ini. Namun, kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi setiap potensi bahaya dan memitigasi resiko yang ada di lapangan serta meningkatkan keamanan operasional KA demi mewujudkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan perjalanan KA yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api resmi tidak terjaga dan masyarakat yang berada di sekitar rel.

Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama.

"Sebanyak 28 perjalanan KA penumpang dan 24 perjalanan KA Barang (Klinker/Semen) yang di operasikan Divre II Sumbar setiap harinya, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan raya yang hendak melewati perlintasan kereta api khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar agar tetap selalu waspada, tengok kanan kiri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Reza.

Reza menegaskan, bagi pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas seperti menerobos palang pintu kereta api, mengabaikan semboyan 35 (Klakson) serta rambu-rambu lainnya merupakan tindak pidana lalu lintas.

Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, rambu-rambu atau sinyal peringatan harus dipatuhi sebagai tanda bahwa kereta api akan segera melintas, apabila masih terjadi pelanggaran, KAI Divre II Sumbar bisa menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Semoga dengan adanya kesadaran dari semua pihak, kita bersama-sama dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang KA khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar”, ungkap Reza.

Diakhiri kegiatan dilaksanakan safety talk guna mengevaluasi hasil pemeriksaan lintas dan memastikan tindaklanjut terhadap catatan yang ada di lapangan.

Kegiatan cek lintas ini merupakan bagian dari rangkaian kesiapan operasional KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. “Melalui pemeriksaan lintas secara langsung di lapangan, KAI memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal dan siap mendukung kelancaran perjalanan KA selama periode Nataru” kata Reza.

Selain aspek teknis prasarana, KAI Divre II Sumbar juga menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dengan memperkuat budaya keselamatan (safety culture) bagi seluruh insan KAI, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api. Sinergi antara kesiapan infrastruktur, kepatuhan prosedur operasional, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar selama masa angkutan Nataru 2025–2026.

“Dengan berbagai upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk memberikan pelayanan transportasi kereta api yang mengutamakan keselamatan, keandalan, serta kenyamanan bagi seluruh pelanggan dan masyarakat pengguna jalan,”. tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Dalam rangka meningkatkan kesadaran insan KAI terhadap pentingnya pengelolaan kelelahan kerja, kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat, serta perlindungan bagi penumpang kereta api khususnya menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Manajemen Kelelahan dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta Sosialisasi Asuransi Kecelakaan Penumpang Kereta Api, Selasa (16/12).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KAI Divre II Sumbar ini dihadiri langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Dwi Apriyanto, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Cicik Padang dr. Muthia Faurin, serta para pekerja Divre II Sumbar.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan yang dimulai dari kesiapan fisik, mental, dan kewaspadaan seluruh pekerja. Pengelolaan kelelahan kerja serta pemahaman terhadap penanganan kondisi darurat menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

Kemudian, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja, Dwi Apriyanto, menyampaikan sosialisasi mengenai mekanisme dan manfaat asuransi kecelakaan penumpang kereta api, termasuk hak-hak penumpang serta prosedur pengajuan santunan apabila terjadi kecelakaan.

Sementara itu, dr. Muthia Faurin, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Cicik Padang, memberikan penyuluhan terkait manajemen kelelahan kerja serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Materi yang disampaikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja dalam mengenali tanda-tanda kelelahan, menjaga kebugaran, serta melakukan penanganan awal yang tepat pada situasi darurat.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pekerja yang dilaksanakan di Stasiun Padang.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

“Memasuki periode Angkutan Nataru 2025/2026 yang memiliki tingkat mobilitas penumpang tinggi, KAI Divre II Sumbar terus memperkuat kesiapan internal, khususnya dari aspek kesehatan, keselamatan, dan kesiapsiagaan petugas. Melalui pembekalan manajemen kelelahan, P3K, serta pemahaman asuransi penumpang, kami ingin memastikan seluruh pekerja berada dalam kondisi prima sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan aman, lancar, dan optimal,” ujar Reza Shahab.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi dan kepedulian terhadap keselamatan kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Dengan SDM yang sehat, sigap, dan memahami prosedur keselamatan, KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama Angkutan Nataru 2025/2026, sekaligus mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, nyaman, dan berkesinambungan,” tutup Reza Shahab.(*)

Infonews - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai optimis lakukan kolaborasi dengan koperasi, dan sektor swasta guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis komoditas unggulan lokal.


Hal itu di sampaikan Bupati Mentawai, Rinto Wardana saat melepas ekspor perdana sebanyak 25 ton edible white copra yang diproduksi PT Kaya Samesta Trading, dimana kegiatan ini merupakan tonggak penting dalam upaya mendorong hilirisasi komoditas kelapa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat Mentawai.


Ia menuturkan, pelepasan ekspor ini merupakan perwujudan dari mimpi yang telah di rintis sejak tahun 2019. Saat itu, ia telah menyiapkan rumah dan lahan produksi di wilayah Sikakap dengan luas hampir dua hektare, lengkap dengan desain fasilitas produksi kopra putih. Namun, rencana tersebut sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020.


“Ini adalah mimpi yang sempat tertunda. Fasilitas produksi sebenarnya sudah siap sejak 2019, namun kondisi pandemi membuat rencana tersebut tidak berjalan. Hari ini, mimpi itu mulai terwujud" ucapnya saat melepasa eskspor perdana Edible White Copra di Padang, Selasa (16/12/2025).


Kedepan, kata dia fasilitas tersebut akan kembali difungsikan sebagai sentra produksi edible white copra di Kepulauan Mentawai dan pengelolaannya dipercayakan kepada pihak swasta yang profesional dan berpengalaman, yakni PT Kaya Samesta Trading.


Dia menegaskan, bahwa pengembangan industri kopra putih ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya program keenam yaitu meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Menurutnya, salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi masyarakat adalah ketergantungan pada tengkulak yang kerap mengendalikan harga komoditas.


“Dengan hadirnya eksportir langsung seperti PT Kaya Samesta Trading ini diharapkan dapat menjadi pembentuk harga yang lebih adil, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan oleh praktik permainan harga,” tegasnya.


Dalam skema pengembangan tersebut, sebanyak 43 Koperasi Merah Putih di Kepulauan Mentawai akan dilibatkan sebagai mitra strategis untuk menyuplai bahan baku kelapa dari masyarakat. Untuk proses hilirisasi dan pengendalian mutu tetap dilakukan oleh PT Kaya Samesta Trading guna menjaga kualitas produk yang diekspor.


Ia menjelaskan, penguatan koperasi-koperasi di Mentawai ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun mendatang, sehingga ekosistem usaha kelapa dapat tumbuh secara aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Selain mendorong harga yang lebih kompetitif, industri edible white copra ini dinilai memiliki dampak besar terhadap lapangan pekerjaan, karena proses produksinya bersifat padat karya.


“Dari 25 ton saja sudah menyerap cukup banyak tenaga kerja. Bayangkan jika ke depan produksinya mencapai ratusan bahkan ribuan ton. Ini berarti semakin banyak lapangan pekerjaan yang terbuka baik di Mentawai maupun di lokasi pengolahan,” tambahnya.


Bupati berharap PT Kaya Samesta Trading dapat terus berinvestasi dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pengelolaan komoditas kelapa Mentawai, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.


Dalam Kegiatan Pelepasan Ekspor Perdana ini di hadiri Setdakab Mentawai, Kadis Prindakop, Kabag Prokopim, Direktur PT Kaya Samesta Trading, Kepala Cabang Bank Mamdirk Padang dan Masyarakat, (*)



Editor : Tim Redaksi


 

INFONEWS-Selain bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak banjir di provinsi Sumatera Barat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar juga kembali menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program Bina Lingkungan berupa Becak Motor Kepala LPS Cupak Tangah Kota Padang senilai Rp. 35.750.000,- (tiga puluh lima juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah), Senin (15/12).

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjalankan peran sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada layanan transportasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Lurah Cupak Tangah, Kota Padang ini dihadiri oleh Manager Keuangan dan SDM KAI Divre II Sumbar sekaligus Anggota Komite TJSL KAI Divre II Sumbar, Aries Tri Mulyo, Sekretaris Camat Pauh Dafid Ferdian, Lurah Kapalo Koto Saidul Bahri, Niniak Mamak Cupak Tangah Samsul Bahri, Tim TJSL KAI Divre II Sumbar, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Manager Keuangan dan SDM KAI Divre II Sumbar, Aries Tri Mulyo menyampaikan bahwa penyaluran bantuan TJSL ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI untuk senantiasa hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sementara itu, Lurah Kapalo Koto Saidul Bahri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas kepedulian dan kontribusi nyata melalui program TJSL. Ia menilai bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan berharap agar dapat dimanfaatkan secara optimal serta dijaga bersama sehingga memberikan manfaat jangka panjang.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi keamanan dan keselamatan di sepanjang jalur rel kereta api kepada masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan serta mencegah potensi gangguan di area perkeretaapian. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis.

Reza menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar secara konsisten mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap pelaksanaan program TJSL, dengan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui program TJSL ini, KAI Divre II Sumbar berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi, sejalan dengan komitmen KAI untuk tumbuh dan berkembang bersama lingkungan sekitar.

KAI Divre II Sumatera Barat akan terus berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan secara berkelanjutan sebagai wujud kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. “Melalui sinergi yang kuat antara KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan berbagai program TJSL yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif serta mendukung pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif di wilayah Sumatera Barat,”tutup Reza.(*)

 


INFONEWS-Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa penyediaan hunian yang aman dan layak bagi warga terdampak banjir bandang menjadi kebutuhan paling mendesak yang harus segera direalisasikan.

Muharlion menyatakan bahwa DPRD Padang mendukung penuh terhadap percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Hal tersebut disampaikan Muharlion usai mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, dalam kunjungan kerja ke Kota Padang, Senin (15/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung dua lokasi lahan milik Pemko Padang yang disiapkan sebagai area pembangunan Huntara dan Huntap bagi warga terdampak bencana.


“Kebutuhan utama masyarakat korban bencana adalah tempat tinggal yang aman. Kami di DPRD Padang mengapresiasi langkah cepat peninjauan lokasi ini dan berharap pembangunan 100 unit Huntara di Simpang Haru serta 300 hingga 400 unit Huntap di Balai Gadang dapat segera direalisasikan,” ujar Muharlion didampingi Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim, serta dua anggota DPRD Kota Padang, Rafdi dan Yusri Latif.

Adapun dua lokasi yang ditinjau meliputi lahan aset milik Pemko Padang di belakang Pasar Simpang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, serta kawasan Bumi Perkemahan Air Dingin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Muharlion menambahkan, DPRD Padang siap mengawal seluruh proses pembangunan, mulai dari penganggaran hingga regulasi yang dibutuhkan.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar masyarakat yang direlokasi dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak serta terbebas dari ancaman bencana di masa mendatang.

“Kami memastikan DPRD akan mengawal agar alokasi anggaran dan aturan pendukung berjalan lancar. Tujuan utamanya adalah keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menilai percepatan pembangunan Huntara dan Huntap sangat penting untuk memberikan kepastian bagi warga terdampak bencana.

“Warga yang kehilangan rumah membutuhkan kepastian tempat tinggal secepat mungkin. Karena itu, kami di Komisi III mendorong agar seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dapat dipercepat tanpa mengabaikan aspek kualitas dan keselamatan,” ujar Rafdi.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD, khususnya Komisi III, akan melakukan pengawasan agar pembangunan hunian tersebut sesuai dengan peruntukan lahan dan ketentuan teknis yang berlaku.

“Kami ingin memastikan hunian yang dibangun benar-benar layak huni, aman dari risiko bencana, dan dilengkapi fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat. Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali kehidupan warga,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menyampaikan bahwa penyediaan hunian bagi warga terdampak bencana merupakan prioritas utama pemerintah kota.

“Hingga saat ini, sebanyak 80 kepala keluarga telah direlokasi ke Huntara Rumah Khusus Nelayan di Lubuk Buaya. Selain itu, Pemko Padang juga tengah mempersiapkan pembangunan sekitar 500 unit Huntap sebagai solusi jangka panjang,” kata Fadly Amran.


Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang, Desmon Danus, menjelaskan bahwa lahan di belakang Pasar Simpang Haru memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi dengan status Hak Pakai Pemko Padang Nomor 12 sekitar 100 unit Huntara.

Sementara itu, lahan di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang memiliki luas sekitar 2,98 hektare dan berpotensi untuk pembangunan sekitar 300 hingga 400 unit Huntap yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Diakhir kunjungannya, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menegaskan komitmen BNPB untuk mendukung langkah-langkah Pemko Padang dalam mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk dalam penyediaan Huntara dan Huntap bagi masyarakat terdampak.

“Kami siap memberikan dukungan terkait penyediaan hunian sementara dan hunian tetap ini, agar pemulihan pascabencana di Kota Padang dapat berjalan cepat, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya. (ADV)


Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.