Latest Post

 

INFONEWS -Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Padang menggelar rapat maraton hingga larut malam pada Sabtu (22/11).

Pertemuan ini berfokus pada pembahasan dan pencarian solusi darurat untuk mengatasi defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang mencapai angka signifikan, yaitu sekitar Rp109 miliar.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengungkapkan bahwa Banggar dan TAPD telah mencapai kesimpulan untuk mengambil beberapa langkah strategis dan cepat guna menutupi kekurangan anggaran tersebut.

Langkah-langkah yang disepakati ini menargetkan penghematan dari berbagai pos anggaran yang dianggap tidak terlalu mendesak atau memiliki potensi kelebihan.

Langkah pertama adalah melakukan efisiensi pada Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang. Melalui pengurangan ini, pemerintah daerah diperkirakan mampu mengumpulkan dana penghematan sekitar Rp18 miliar. Keputusan ini menunjukkan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam menanggulangi krisis anggaran.

Langkah kedua berfokus pada rasionalisasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Muharlion menjelaskan bahwa saat ini TPP diberikan selama 14 bulan, padahal kewajiban Pemko Padang hanya 12 bulan. Dengan mengurangi pemberian TPP selama dua bulan tersebut, Pemko diprediksi dapat menghemat anggaran sekitar Rp60 miliar, menjadikannya pos penghematan terbesar.

Ketiga, defisit akan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meskipun angka pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPK RI, SILPA ini diperkirakan menyumbang sekitar Rp8 miliar. Selain itu, penghematan juga dilakukan pada perjalanan dinas anggota DPRD, yang berhasil dihemat sekitar Rp4 miliar.

Sebagai langkah keempat dan yang paling krusial, Pemko Padang memutuskan untuk melakukan pinjaman bank. Semula pinjaman direncanakan sebesar Rp85 miliar, namun setelah penyesuaian kegiatan yang dibatalkan (dicancel), angkanya berkurang menjadi Rp61 miliar. Pinjaman ini bisa diambil dari Bank Nagari atau bank lain.

Muharlion menegaskan bahwa tanpa adanya pinjaman bank ini, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, pinjaman ini menjadi solusi vital untuk memastikan program pembangunan infrastruktur di Kota Padang tetap dapat berjalan.

Rapat Banggar yang krusial ini dihadiri lengkap oleh jajaran pimpinan DPRD, termasuk Wakil Ketua Mastilizal Aye dan Osman Ayub, didampingi Sekwan Hendrizal Azhar. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Asisten Bidang Anggaran Corry Saidan beserta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Padang. (bim)

 

INFONEWS-Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar resmi melewakan gelar adat Sako Suku Koto Belanti Padang yang merupakan balahan Suku Koto Nagari Saniangbaka kepada salah satu putra terbaik Minangkabau, Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K)., Subsp.O.T.B. Dalam prosesi adat yang sarat simbol dan nilai tersebut, beliau dianugerahi gelar terhormat Datuak Bagindo Nan Kuniang.


Pelewaan gala yang diselenggarakan pada Sabtu (22/11/2025) di Komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang ini berlangsung khidmat dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan kolega dari Sabah, Malaysia.

Prosesi pelewaan gelar adat ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat Minangkabau untuk mengukuhkan tokoh berprestasi yang memiliki kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

Dr. Rahyussalim dikenal sebagai dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang berpraktek di sejumlah rumah sakit besar di Jakarta. Keahliannya dalam micro invasive spine surgery berbasis laser, regenerative orthopaedic spine surgery, hingga layanan berbasis stem cell menjadikannya salah satu rujukan utama dalam penanganan masalah tulang belakang di Indonesia.

Selain aktif di dunia klinis, ia juga merupakan pengajar dan peneliti di Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI/RSCM. Di ranah organisasi ilmiah, ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) periode 2022–2025. Tak hanya itu, Dr. Rahyussalim juga dikenal sebagai Ketua IKA SMA 3 Padang yang kerap berkontribusi untuk almamater dan daerah kelahirannya.

Dalam pernyataannya usai pelewaan gala Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr.dr. Rahyussalim menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat ini diharapkan menjadi jembatan bagi Pemprov Sumbar untuk membuka pintu kerja sama internasional, khususnya dengan negara-negara tetangga.

“Kita lihat sendiri, acara ini turut dihadiri oleh kolega dari Sabah, Malaysia. Tentu ini akan berdampak bagi Pemprov Sumbar. Gubernur harus bisa membuka jaringan kerja sama dengan pihak luar,” ujarnya.

Selain itu kedepannya, ia berharap hubungan budaya dan adat antara Sumbar dan Sabah dapat diperkuat melalui momentum ini.

“Dengan pelewaan ini, kita berharap adanya jalinan kerja sama adat dan budaya antara Sabah dan Pemprov Sumbar. Mereka bahkan sudah berjanji akan mengundang kita ke acara adat di sana,” pungkasnya.

Acara penglewakan gelar adat ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh terkemuka di Sumbar, seperti Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekda Kota Padang Andre Algamar. Sementara Gubernur Sumbar  mengutus perwakilan.

Selain itu, kegiatan ini turut si hadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, Direktur Utama RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI dr. Ichsan Firdaus, Sp.KJ., M.M.R.S., CFrA, serta tokoh - tokoh penting lainnya.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini semakin menegaskan betapa pentingnya penglewakan gelar adat tersebut, sekaligus menandai pengakuan terhadap integritas dan kontribusi besar Dr. Rahyussalim di bidang medis maupun sosial.(bim)

INFONEWS -Puncak perayaan Tradisi Serak Gulo yang berlangsung di halaman Masjid Muhammadan, Pasagadang, Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (22/11/2025) sore, meski di guyur hujan lebat tetap  berlangsung meriah diikuti ribuan warga.


Tradisi Serak Gulo berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, menandai 1 Jumadil Akhir 1447 Hijriah.Serak Gulo, yang berarti “tebar gula”, merupakan ritual tahunan sarat makna, melibatkan penyebaran bungkusan gula dari atas masjid sebagai simbol syukur, keberkahan, dan persaudaraan antar-warga.

Tradisi ini diyakini berakar dari India Selatan dan menjadi penghormatan kepada ulama Sahul Hamid, yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Padang.

Sejak 2023, Serak Gulo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Prosesi inti dimulai dengan menaikkan karung-karung berisi empat ton gula pasir ke atap masjid.

Setelah doa bersama tokoh agama, gula dibagikan kepada warga yang antusias, meski diguyur hujan lebat.

Panitia bekerja ekstra untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.Acara didukung Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan sebagian dana dari Pokir DPRD Sumbar.


Sejumlah tokoh hadir, antara lain Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Anggota DPD RI Abu Bakar Jamalia, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kota.

Ketua Panitia, Faisal Gaus, mengingatkan warga agar menjaga ketertiban. Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan tradisi Serak Gulo akan terus dipertahankan dan kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lila Yanwar menyebut acara ini sebagai modal sosial penting yang memperkuat silaturahmi masyarakat.(bm)

 


INFONEWS-PT KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang KA melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Hal ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya disiplin berlalu lintas khususnya saat melintasi perlintasan sebidang KA.

Kali ini, menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Kamis (20/11) KAI Divre II Sumbar bersama KAI Properti dan stakeholder kembali melaksanakan giat sosialisasi disiplin perlintasan sebidang KA di 4 titik perlintasan sebidang diantaranya sbb :
1.⁠ ⁠JPL 7 Km 6+850 petak jalan Bukit Putus - Padang, Jalan Haji Agus Salim Kota Padang, Sumatera Barat
2.⁠ ⁠JPL 2 Km 1+385 petak jalan Padang - Pulau Aie, Jalan Tarandam Kota Padang, Sumatera Barat
3.⁠ ⁠JPL 8 Km 8+794 petak jalan Padang - Alai, Jalan M. Syafei Kota Padang, Sumatera Barat.
4.⁠ ⁠JPL 9 Km 9+135 petak jalan Alai-Air Tawar, Jalan KH. A Dahlan Kota Padang, Sumatera Barat.

Sosialisasi ini melibatkan instansi terkait lainnya seperti Balai Teknik Perkertaapian Kelas II Padang, PT Jasa Raharja, TNI/POLRI dan para Komunitas Pecinta Kereta Api serta instansi terkait lainnya. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker dan suvenir kepada pengguna jalan raya, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama serta memberikan bingkisan kepada petugas penjaga pintu perlintasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa sepanjang 2024, pihaknya telah melaksanakan 38 kali sosialisasi keselamatan berlalu lintas di berbagai lokasi, baik di perlintasan sebidang KA hingga di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional Divre II Sumbar. Sementara itu, pada 2025 sosialisasi perlintasan sebidang KA di wilayah Divre II Sumbar dilakukan secara rutin minimal 1 (satu) minggu 1 (satu) kali dan di setiap pelaksanaanya dilakukan di 4 (empat) titik perlintasan yang berbeda sehingga sampai dengan November 2025 ini, tercatat telah dilaksanakan sosialisasi sebanyak 124 titik.

Perlu diketahui perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi keselamatan bersama. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 181 Ayat (1) yang melarang aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api.

Reza mengatakan, pada pasal 181 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “setiap orang” dalam UU ini berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 18 yaitu perseorangan atau korporasi.

Setiap orang dilarang:
•⁠  ⁠Berada di ruang manfaat jalur kereta api;
Arti dari “berada di ruang manfaat jalur kereta api” yaitu terdiri dari jalan rel dan bidang tanah di kiri dan kanan jalan rel beserta ruang di kiri, kanan, atas, dan bawah yang digunakan untuk konstruksi jalan rel dan penempatan fasilitas operasi kereta api serta bangunan pelengkap lainnya. (Pasal 37)

•⁠  ⁠Ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum. (Pasal 38). Sedangkan yang dimaksud jalan rel yaitu dapat berada:
a. Pada permukaan tanah;
b. Di bawah permukaan tanah; dan
c. Di atas permukaan tanah.

•⁠  ⁠Menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api;
Pengertian dari menyeret dalam ketentuan Pasal 181 ayat (1) huruf b adalah menarik atau mendorong barang tanpa roda dan melintasi jalur kereta api.

•⁠  ⁠Menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.
Yang dimaksud dengan “kepentingan lain” adalah penggunaan jalur kereta api yang tidak sesuai dengan fungsinya, antara lain bermain, berjualan, menggembala ternak, menjemur barang, membuang sampah atau kegiatan lainnya.

Ketentuan tersebut dikecualikan bagi petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian.
Dalam ketentuan Pasal 181 ayat (2) ini yang termasuk surat tugas adalah kartu atau tanda pengenal.

Jika melihat konstruksi Pasal 181 ayat (2) tersebut maka, ketentuan Pasal 181 berlaku bagi setiap orang yang tidak mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasana Perkeretaapian.

“Setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah)”, Tegas Reza.

Reza menambahkan adapun upaya lain sepanjang tahun 2025 yang telah dilakukan KAI Divre II Sumbar untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya di perlintasan sebidang KA diantaranya :
1.⁠ ⁠Menutup sebanyak 14 titik perlintasan liar
2.⁠ ⁠Melaksanakan sosialisasi keselamatan dan keamanan di 14 sekolah
3.⁠ ⁠⁠Melakukan sosialisasi di 124 titik perlintasan resmi, baik yang dijaga maupun tidak dijaga
4.⁠ ⁠⁠Memasang 20 banner himbauan keselamatan di titik rawan kecelakaan
5.⁠ ⁠ Pemberian CSR berupa sarana olahraga di 32 lokasi titik perlintasan dan sekolah saat pelaksanaan sosialisasi.

KAI dan KAI Properti mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak menerobos palang pintu, tidak mengabaikan rambu, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, menyampaikan bahwa keteraturan, kepatuhan, dan edukasi masyarakat merupakan elemen penting untuk menekan angka kecelakaan di kawasan perlintasan sebidang.

“KAI Properti berkomitmen mendukung peningkatan keselamatan melalui perbaikan fasilitas, penataan lingkungan di sekitar jalur KA, penempatan petugas penjaga pintu, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Keselamatan bukan hanya urusan petugas, namun tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan,” ujar Ramdhani.

“Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di perlintasan sektoral. Kami berharap dukungan masyarakat agar selalu berhenti ketika palang mulai menutup, memperhatikan sinyal, serta memastikan jalur aman sebelum melintas,” lanjut Ramdhani.

“Dengan kepedulian dan kedisiplinan bersama, kecelakaan di perlintasan sebidang dapat dicegah, dan keselamatan transportasi dapat semakin terjamin,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar dan KAI Properti mengapresiasi masyarakat dan instansi yang mendukung upaya keselamatan perjalanan kereta api. Potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api dapat dilaporkan melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI di telepon 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K)., Subsp.O.T.B. Datuak Bagindo Nan Kuniang bersama istri.

INFONEWS - Hajatan besar adat Minangkabau akan dilaksanakan yakni acara Malewakan Gala Sako Suku Koto Belanti Padang yang merupakan balahan Suku Koto Nagari Saniangbaka untuk Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K)., Subsp.O.T.B. dengan gelar Datuak Bagindo Nan Kuniang.

Sumatera Barat (Sumbar) akan menjadi tuan rumah dalam hajatan besar yang akan dihadiri oleh sejumlah menteri,  hingga perwira tinggi dari pusat. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/11), di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM Sumbar), Komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang.

Ketua Panitia Penyelenggara, Arfa Kasni  Datuak Tumangguang, menyatakan harapan besar agar seluruh undangan dapat hadir. Pasalnya, acara penobatan gelar adat ini diprediksi akan menjadi magnet bagi sejumlah besar tokoh nasional, khususnya dari kalangan militer dan akademisi di Jakarta.

Menurut Arfa Kasni, acara ini menjadi istimewa karena sosok yang dilewakan gelar adatnya adalah seorang perwira, sehingga banyak perwira menengah hingga perwira tinggi di Jakarta yang diundang dan diharapkan kehadirannya. Kehadiran tokoh-tokoh dari pusat ini akan menjadi perhatian utama bagi masyarakat Rakyat Minang.

Daftar undangan dari Jakarta yang dirilis panitia memuat nama-nama besar dari berbagai latar belakang, termasuk Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan (Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI) dan Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad (Wakil Ketua MPR RI). Selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM., IPU, juga terdaftar sebagai tamu kehormatan.

Ratusan tokoh dari kalangan TNI dan Polri, seperti Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Mohamad Hasan, dan Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksamana Madya TNI Edwin, juga tercantum dalam daftar. Hal ini semakin menguatkan dimensi nasional dari acara Malewakan Gala Sako ini.

Mengingat Dr. dr. Rahyussalim memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis (Sp.OT(K)., Subsp.O.T.B), acara ini juga menarik perhatian komunitas medis dan akademik. Panitia mengundang Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, serta para Guru Besar FKUI dan pimpinan organisasi bedah Orthopaedi seperti Presiden PABOI, Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo.

Acara yang akan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 13.30 WIB ini akan diisi dengan prosesi adat, termasuk pemasangan keris oleh Ketua Umum LKAAM Sumbar, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Sati, dan penyerahan tongkat oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi, Dt. Marajo.

Arfa Kasni menekankan pentingnya lokasi acara, yaitu kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. "Kita tunjukkan dan kita ingin memperlihatkan kawasan Masjid Raya, di mana Kantor LKAAM, di mana Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, yang bersanding menjadi suatu kawasan, ada pesan-pesan yang ada di Minangkabau," jelasnya.

Penunjukan gelar adat Datuak Penghulu Kaum Suku Koto, Balanti-Padang ini diharapkan menjadi simbol kuat persatuan antara adat dan agama ("Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah") serta menjadi momen bagi Rakyat Minang untuk menyambut hangat tamu-tamu kehormatan dari Jakarta.(bim)



Infonews - Dalam rangka pencarian bakat generasi muda, Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Dispapora) Mentawiai adakan event bertajuk Mentawai got talent yang di ikuti tingkat SMP,SMA dan Umum. Kegiatan di selenggarakan selama dua hari di kawasan wisata Mapadegat, Kepulauan Mentawai, kamis (20/11/2025).


Event Mentawai got talent resmi di buka Wakil Bupati Mentawai, Jakop Saguruk di hadiri Asisten III, Ruslianus Sabelau, Kadis Parpora Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja, Kepala BPBD Mentawai, Lauren Saruruk dan peserta.


Dalam sambutannya, Jakop Saguruk menyampaikan apresiasi kepada Dinas Periwisata dan Pemuda Olahraga yang telah menggagas kegiatan event mentawai's got talent ini dan kegiatan bukan hanya sekedar hiburan semata, tapi sebagai wadah generasi muda untuk menunjukan potensi, bakat, kreatif dan kemampuan yang di miliki.


"Ajang pencarian bakat melalui event Mentawai"s got talent ini harus dilakukan, karena ada salah satu misi dan visi kepala daerah, bahwa yang berpretasi di bidang seni atau akademiik diberi bantuan dari pemerintah daerah" ucap Wabup.


Tak hanya itu saja pemerintah daerah juga menginginkan ada sekolah unggulan di SMP dan SMA, maka dalam hal ini di butuhkan potensi dan bakat para generasi muda, sehingga nantinya memiliki pemimpin yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di Mentawai.


Selain itu Mentawai"s got talent ini juga menguji mental untuk membiasakan berdiri di panggung dalam menunjukan bakat yang di miliki, karena kemampuan itu akan kelihatan saat tampil di panggung yang di tonton banyak orang, ujarnya.


"Mentawai's got talent ini mencari orang yang betul-betul memiliki talenta di bidang seni, dimana nantinya menjadi andalan di pemerintah daerah sekaligus mengorbitkan bakat generasi muda baik di ajang daerah maupun di luar daerah yang di fasilitas dinas bersangkutan" ucapnya.


Dia menyebut, meski kegiatan ini perdana di gelar, namun yang paling terpenting itu mampu menunjukan talentanya dengan baik. Selain itu kegiatan tersebut bagian dari promosi pariwisata khusunya di kawasan wisata Mapadegat.


Ajang mencari bakat ini, kata dia bukan persoalan kalah menang, namun paling utama maksimalkan potensi yang ada, karena hal ini juga bagian salah satu mendorong pembangunan Mentawai di bidang pariwisata.


Dia menegaskan, kegiatan mentawai's got talent ini tidak hanya sampai disini saja, namun tahun depan lebih di tingkatkan lagi, bahkan penyelenggaraannya bisa di laksanakan di Pulau Siberut atau di Sikakap.


Laporan Ketua Panitia Event Mentawai Got Talent, Mateus Samalinggai menyampaikan, kegiatan ini merupakan pemberdayaan dan pengembangan pemuda dan kepemudaan terhadap pelopor kabupaten, wirausaha muda pemula dan pemuda kader di kabupaten.


"Kegiatan event Mentawai got ini bersumber dari dana DAU sg sebesar Rp.50 juta" sebut Mateus dalam laporannya.


Dia menyebut, Mentawai's got talent ini dalam rangka ajang pencarian bakat dan keahlian generasi muda Mentawai serta wadah bagi pemuda untuk menunjukkan dan mengembangkan potensi di bidang antraksi yang bersifat entertaiment.


Dalam event mentawai got talent ini diikuti sebanyak 38 peserta dari tingkat SMP, SMA dan Umum. Ivent ini terdiri dari Solo, Duet, Trio, Owarted dan Group dengan kategori pemenang, Juara I, II, III, Harapan I, II, III dan Favorit.


Juara I di berikan sebesar Rp. 5 juta, Juara II Rp. 4 juta, Juara III, Rp. 3,5 juta, Harapan I Rp . 3 juta, harapan II, Rp. 2 juta, harapan III, Rp.1,5 juta dan Favorit Rp. 1 juta.


Peserta yang berhasil dalam event Mentawai got talent ini di berikan trophy dan uang pembinaan, dimana nantinya voucher ditukarkan kepada panitia dengan nominal yang telah di tetapkan.



Editor : Tim Redaksi







 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat terus memperkuat komitmen dalam penyediaan layanan transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Salah satu wujud nyata upaya tersebut adalah adanya Stasiun Pauh Lima.

Stasiun yang berada pada ketinggian ±90 meter di atas permukaan laut ini awalnya dibangun pada 16 November 1979 sebagai bagian dari jalur Indarung–Bukit Putus. Selama masa operasionalnya, Pauh Lima menjadi titik strategis untuk penyusulan dan pengaturan rangkaian kereta barang yang mengangkut material dari Pabrik Semen Padang menuju Pelabuhan Teluk Bayur. Fungsinya sangat vital, meski berada dalam senyap tanpa melayani perjalanan manusia.

Namun, seiring perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat dan kebijakan transportasi nasional yang kembali mendorong penguatan moda transportasi berbasis rel, kawasan Pauh yang dikelilingi permukiman, pusat pendidikan seperti Universitas Andalas, dan sentra aktivitas harian menunjukkan potensi besar untuk menjadi simpul baru perjalanan berbasis rel.

“Kehadiran Stasiun Pauh Lima sebagai stasiun penumpang merupakan komitmen KAI dalam menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat masa kini. Transformasi ini bukan hanya membuka akses transportasi baru, tetapi juga menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih aman, efektif, dan terjangkau, khususnya bagi mahasiswa dan pekerja di kawasan Pauh dan sekitarnya,” ujar Kepala Humas Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Pengoperasian Stasiun Pauh Lima dimulai pada 1 Maret 2023 menjadi momen bersejarah: untuk pertama kalinya sejak berdiri, kereta penumpang Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima - Naras berhenti di sini dan disambut antusias warga. Kini, 10 (sepuluh) frekuensi perjalanan perjalanan kereta singgah setiap hari dengan tarif terjangkau mulai Rp5.000, menjadikan Pauh Lima alternatif mobilitas yang efisien dari dan menuju pusat Kota Padang.

Sejak kembali aktif, stasiun ini tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kepulangan, tetapi juga simbol perubahan. Dari rel yang dahulu membawa muatan industri, kini setiap rangkaian yang datang membawa pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan menghidupkan kembali denyut kawasan dan mendekatkan layanan perkeretaapian kepada masyarakat.

“Kami berharap kehadiran kembali Stasiun Pauh Lima dapat menjadi katalis bagi peningkatan kualitas hidup warga. Ini adalah bukti bahwa infrastruktur yang pernah tidur panjang pun dapat kembali memberi manfaat besar bagi publik bila dihadirkan dengan tepat,” tambah Reza.

Dengan wajah baru yang lebih fungsional dan pelayanan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat, Stasiun Pauh Lima kini melanjutkan perjalanan sejarahnya. Tidak lagi sebagai fasilitas industri yang sunyi, tetapi sebagai simpul transportasi publik yang mendukung mobilitas modern, lebih hidup, lebih manusiawi, dan lebih dekat dengan warga.

“KAI akan terus memastikan Pauh Lima memberi layanan terbaik bagi masyarakat serta menjadi simpul perjalanan yang andal dan berkelanjutan,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.