Latest Post

 


PADANG - Upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan daerah kini memasuki babak baru. DPRD Kota Padang secara resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pangan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna yang digelar, Rabu (31/12/2025)sore.

Pengesahan tersebut menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kota Padang dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman, bergizi, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa Perda ini memiliki peran strategis bagi masa depan pangan daerah.

“Kehadiran Perda Penyelenggaraan Pangan ini diharapkan mampu menjaga kemandirian dan ketahanan pangan lokal, sekaligus melindungi kepentingan masyarakat,” ujar Muharlion saat memimpin rapat paripurna.


Rapat paripurna tersebut turut dihadiri para Wakil Ketua DPRD Padang, yakni Mastilizal Aye, Jupri, dan Osman Ayub, serta anggota DPRD dari delapan fraksi. Dari jajaran eksekutif, hadir Wali Kota Padang Fadly Amran bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD, BUMN/BUMD, organisasi masyarakat, OKP, dan tamu undangan lainnya.

Ranperda Penyelenggaraan Pangan sebelumnya dibahas secara intensif oleh Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Padang yang diketuai Faisal Nasir, dengan Indra Guswadi sebagai wakil ketua dan M Fautiaz Fauzi sebagai sekretaris. Pansus ini beranggotakan 11 orang yang merupakan perwakilan dari seluruh fraksi di DPRD Padang.

Dalam laporan hasil pembahasan, Faisal Nasir menjelaskan bahwa substansi Ranperda telah dirancang agar selaras dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

“Pansus III berharap Perda ini mampu mengakomodir asas kedaulatan, kemandirian, ketahanan, keamanan, manfaat, pemerataan berkelanjutan, serta keadilan pangan di daerah,” ungkapnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa pembahasan Ranperda dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada 15–18 April 2025, serta dilengkapi dengan konsultasi ke berbagai lembaga terkait. Dari proses tersebut, Pansus III menekankan pentingnya kejelasan pada setiap pasal.

“Setiap pasal diharapkan mampu menjelaskan persoalan sekaligus solusi dari permasalahan pangan yang diatur,” jelas Faisal.

Meski masih terdapat sejumlah catatan dan masukan, Pansus III menilai Ranperda Penyelenggaraan Pangan sudah layak ditetapkan menjadi Perda.

“Tentu masih diperlukan sedikit penyempurnaan agar pasal-pasal dan bab yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi Kota Padang serta kemampuan APBD,” tambahnya.

Pansus III juga merekomendasikan agar setelah disepakati DPRD, Perda ini segera ditindaklanjuti dengan kepastian hukum serta penyusunan Peraturan Wali Kota sebagai aturan pelaksana.
“Kami berharap Perda ini dapat meningkatkan marwah Kota Padang sebagai kota yang sehat, bergizi, dan mandiri dalam penyediaan pangan,” pungkas Faisal.


Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa Perda Penyelenggaraan Pangan menjadi landasan hukum penting bagi pemerintah daerah dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.

“Saat ini Kota Padang telah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Keamanan Pangan. Dengan ditetapkannya Perda Penyelenggaraan Pangan ini, diharapkan penyelenggaraan pangan oleh Pemerintah Kota Padang dapat berjalan lebih optimal dan terintegrasi,” tutup Fadly Amran. (*)


 


PADANG - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, kembali menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan visioner dengan memimpin Rapat Paripurna penutupan Masa Sidang I Tahun 2025 sekaligus pembukaan Masa Sidang II Tahun 2026, Rabu (31/12/2025).

Agenda strategis ini menjadi penanda penting kesinambungan kerja legislatif dalam mengawal pembangunan dan kepentingan masyarakat Kota Padang.

Rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan forum konstitusional untuk mengevaluasi kinerja dewan selama satu tahun terakhir.


Muharlion menegaskan bahwa setiap masa sidang harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara optimal.

Di bawah kepemimpinannya, DPRD Kota Padang terus diarahkan agar bekerja lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penutupan Masa Sidang I Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menilai sejauh mana agenda-agenda strategis yang telah dibahas benar-benar menjawab kebutuhan publik dan selaras dengan arah pembangunan daerah khususnya Kota Padang.

“Ia menilai hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif merupakan kunci keberhasilan pemerintahan daerah,”ujarnya.

Melalui rapat paripurna ini, DPRD mempertegas posisinya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.


Memasuki Masa Sidang II Tahun 2026, Muharlion mendorong seluruh anggota DPRD untuk meningkatkan soliditas dan etos kerja.

Tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama lintas fraksi serta komunikasi yang intensif dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap kebijakan yang dihasilkan bersifat solutif dan berkelanjutan.

Selain fokus pada kinerja, Muharlion juga menekankan pentingnya menjaga marwah dan integritas lembaga DPRD.


Menurutnya, setiap keputusan yang diambil dalam forum paripurna harus mencerminkan aspirasi rakyat serta menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab sebagai wakil masyarakat.

Dengan semangat baru di Masa Sidang II Tahun 2026, Muharlion optimistis DPRD Kota Padang mampu melahirkan kebijakan-kebijakan strategis yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Kepemimpinan yang tegas namun inklusif menjadi modal utama DPRD Padang untuk terus melaju dan menjawab harapan publik. (*)
 


 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat. Mulai 1 Januari 2026, terjadi perubahan relasi KA Lembah Anai. Dimana sebelumnya melayani rute Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini menjadi Kayutanam–Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa perubahan relasi ini merupakan bagian dari komitmen KAI Divre II Sumbar dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta memberikan kemudahan akses transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas menuju dan dari pusat Kota Padang.

Selain perubahan relasi, KAI Divre II Sumbar juga melakukan peningkatan kapasitas layanan KA Lembah Anai. Kapasitas tempat duduk yang sebelumnya hanya 78 tempat duduk kini meningkat menjadi 192 tempat duduk, sehingga mampu melayani lebih banyak pelanggan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Untuk mendukung layanan tersebut, KA Lembah Anai melayani 6 (enam) frekuensi perjalanan setiap hari untuk masing-masing arah, dengan jadwal sebagai berikut:

Relasi Kayutanam–Padang
- PLB B51A berangkat dari Kayutanam pukul 05.30 WIB dan tiba di Padang pukul 07.04 WIB
- ⁠PLB B53A berangkat dari Kayutanam pukul 11.40 WIB dan tiba di Padang pukul 13.16 WIB
- ⁠PLB B55A berangkat dari Kayutanam pukul 16.20 WIB dan tiba di Padang pukul 17.57 WIB

Relasi Padang–Kayutanam
- PLB B52A berangkat dari Padang pukul 08.35 WIB dan tiba di Kayutanam pukul 10.10 WIB
- ⁠PLB B54A berangkat dari Padang pukul 14.10 WIB dan tiba di Kayutanam pukul 15.45 WIB
- ⁠PLB B56A berangkat dari Padang pukul 18.55 WIB dan tiba di Kayutanam pukul 20.30 WIB

Informasi lengkap terkait jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Dengan jadwal keberangkatan yang teratur serta tarif yang terjangkau, KA Lembah Anai diharapkan menjadi pilihan transportasi andalan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, baik untuk aktivitas harian, pendidikan, pekerjaan, maupun wisata.

Pengembangan layanan KA Lembah Anai hingga Stasiun Padang merupakan upaya KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kereta api menjadi solusi perjalanan yang praktis dengan waktu tempuh yang pasti, bebas dari kemacetan, serta memberikan kenyamanan selama perjalanan,” kata Reza.

Menurut Reza, kemudahan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, jadwal keberangkatan yang konsisten, serta peningkatan kapasitas tempat duduk menjadi keunggulan utama layanan KA Lembah Anai. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa bepergian menggunakan kereta api kini semakin simpel, ekonomis, dan menyenangkan, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan wisata,” ujarnya.

Selain itu, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan tarif yang sangat terjangkau bagi masyarakat. Untuk perjalanan relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, tarif tiket ditetapkan sebesar Rp3.000, sedangkan untuk perjalanan relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya, tarif tiket sebesar Rp5.000. Tarif ini diharapkan dapat menjadi pilihan transportasi yang ramah di kantong bagi seluruh lapisan masyarakat.

“KAI mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk memanfaatkan layanan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, bebas macet, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Reza.(*)


INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Rabu (31/12) pukul 13.00 WIB, lebih dari 100.000 penumpang telah diberangkatkan melalui layanan kereta api selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Divre II Sumbar.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan hari ini, Rabu (31/12) pukul 13.00 WIB KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 101.744 penumpang pada masa Angkutan Nataru yakni periode 18 Desember 2025 s.d 4 Januari 2026 dari total kapasitas 128.160 tempat duduk yang disediakan atau rata-rata 7.120 tempat duduk setiap harinya.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama pada masa libur Nataru ini. “Angka ini masih akan terus bertambah karena masa Angkutan Nataru masih berlangsung hingga 4 Januari 2026 mendatang,” ujar Reza.

Penjualan tiket KA Lokal di wilayah Divre II Sumbar di dominasi oleh masyarakat yang hendak berlibur ataupun berwisata ke pantai di Kota Pariaman dengan menggunakan kereta api Pariaman Ekspres. Khusus untuk penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras pada masa Nataru 2025 hingga hari ini mencapai 84.815 tiket.

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras ini melayani rute Padang-Pariaman yang memakan waktu tempuh sekitar 1.5 jam. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

Tak hanya menjadi pilihan wisatawan, KA Pariaman Ekspres juga mendukung mobilitas masyarakat Sumbar yang bekerja atau berdagang di antara kota-kota yang dilaluinya.

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

“Untuk mempermudah pengguna jasa kereta api, tiket kereta api Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Untuk pemesanan hari ini pelanggan sudah dapat memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 1 Januari hingga 7 Januari 2026” kata Reza.

“Penjualan tiket kereta api akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu H-7 keberangkatan” imbuhnya.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Angkutan Nataru. Perusahaan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“KAI berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan pada masa Angkutan Nataru 2025. Dengan layanan yang semakin baik kami berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat,” tutup Reza.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mengoperasikan sebanyak 504 perjalanan kereta api dengan total ketersediaan tiket sebanyak 128.160 tempat duduk. Setiap harinya, KAI Divre II Sumbar melayani rata-rata 28 perjalanan kereta api dengan ketersediaan 7.120 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa data terbaru hingga Selasa, 30 Desember 2025 pukul 23.59 WIB, sebanyak 98.102 tempat duduk telah terjual. Angka tersebut masih bersifat dinamis seiring dengan proses penjualan tiket yang masih berlangsung. “Masih tersedia 30.058 tempat duduk hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru 2025,” ujar Reza.

Penjualan tiket kereta api lokal di wilayah Divre II Sumbar didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan layanan kereta api untuk berlibur maupun berwisata, khususnya menuju kawasan pantai di Kota Pariaman dengan menggunakan KA Pariaman Ekspres. Pada masa Angkutan Nataru hingga hari ini, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras telah mencapai 81.984 tempat duduk, sementara sisanya berasal dari pengguna jasa KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai.

KAI Divre II Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih tersedia selama masa Angkutan Nataru. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang praktis, aman, dan nyaman untuk menikmati libur akhir tahun, khususnya bagi pelanggan yang ingin berwisata bersama keluarga.

Dengan jadwal perjalanan yang teratur, waktu tempuh yang terukur, serta harga tiket yang terjangkau, layanan kereta api lokal di wilayah Sumatera Barat menjadi solusi transportasi andalan untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya. Pelanggan juga dapat menikmati kemudahan pemesanan tiket secara digital melalui aplikasi Access by KAI yang cepat, aman, dan transparan.

Reza mengimbau kepada seluruh pelanggan agar melakukan pemesanan atau pembelian tiket kereta api hanya melalui aplikasi Access by KAI. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket. Pemesanan tiket dapat dilakukan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung atau go-show mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru ini untuk bepergian menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang ramah lingkungan serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan kereta api serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121.(*)

Infonews - Untuk memastikan harga kebutuhan pokok di sejumlah toko sembako, Babinsa Koramil 04/Sikakap, Kodim 0319/Mentawai, Serda J Simamora sharing bersama pedagang.


Pembahasan harga sembako yang di lakukan Babinsa dengan pedagang itu Madi warga Dusun Sikakap Timur, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, Selasa (30/12/2025).


Babinsa menyampaikan, terkiat dengan kebutuhan pokok jelang akhir tahun penting di pastikan, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.


"Kita berharap mobilisasi kebutuhan pokok yang di bawa kapal berjalan lancar untuk di wilayah Sikakap" harapnya.


Kegiatan komsos ini selain membahas kebutuhan sembako jelang akhir tahun juga terjalin silahturahmi dengan masyarakat sekitar.


"Selama hari libur nataru di wilayah Sikakap untuk kebutuhan pokok masyarakat diharapkan terus berjalan lancar" tutupnya mengakhiri.



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. Kali ini Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan bersama jajaran manajemen, dan diserahkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Batu Busuk Kota Padang, Senin (29/12).

Dukungan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti paket sembako, antara lain beras, minyak goreng, dan gula, perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, mukena, dan sarung, serta bantuan sarana air bersih berupa toren air, tower toren, pengisian ulang air bersih sebanyak 8.000 liter, dan nasi bungkus senilai Rp.92.870.000,-.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa perusahaan terus mengedepankan empati dan kecepatan dalam merespons kondisi darurat. “Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap dengan melihat kebutuhan aktual di lapangan. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Reza.

Total bantuan yang telah di salurkan KAI Divre II Sumbar untuk masyarakat yang terdampak mencapai Rp257.216.267,-disalurkan dalam empat tahap. Tahap pertama dilakukan pada 27 November 2025 berupa sembako, sarung, selimut, dan terpal. Tahap kedua meliputi sembako, selimut, terpal, air mineral, family kits, dan tikar yang disalurkan ke BPBD Provinsi Sumatra Barat bersama anggota DPRD setempat dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyediaan kantong jenazah sebagai dukungan pascabencana. Tahap ketiga kembali memperkuat dukungan melalui penyerahan sembako kepada BPBD Sumatra Barat dan saat ini di tahap keempat diberikan langsung kepada masyarakat yang terdampak di kecamatan Nanggalo dan Batu Busuk.

Selain menyalurkan bantuan material, KAI Divre II Sumatera Barat juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Upaya ini dilakukan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak, sekaligus mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana secara terpadu.

Reza menegaskan bahwa bantuan ini merupakan komitmen KAI untuk terus hadir sebagai bagian dari masyarakat. “Kami berharap rangkaian bantuan ini dapat memperkuat solidaritas serta membantu percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak banjir,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.