Latest Post

Infonews - Guna mempererat silahturahmi ditengah masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) selalu menjalin komunikasi di berbagai kalangan salah satunya dengan wiraswasta.


Warga binaan yang berprofesi Wiraswasta ini merupakan mitra karib yang berada di Desa Muara Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai.


Pada kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 01/Sikabaluan,Kodim 0319/Mentawai, Serka K Lubis luangkan waktu berbincang dengan wiraswasta Johan di salah satu warung warga, Minggu (11/1/2026).


Perbincangan itu Babinsa bahas terkait aktivitas yang di lakukan wiraswasta sekaligus berikan motivasi agar terus memanfaatkan waktu untuk meningkatkan perekonomian keluarga.


"Komsos bersama warga binaan kita tidak hanya sebatas tatap muka, namun memberikan masukan, sharing dan lainnya terkait dengan perekonomian masyarakat" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 


INFO,PADANG-Suasana meriah menyelimuti Sekolah Alam Islam Terpadu (IT) Ar Royyan, Kota Padang, dalam gelaran acara bertajuk Semarak Ar Royyan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, kreatif, dan berorientasi masa depan. Ketua Yayasan Raudhatul Ar Royyan, Elly Thrisyanti, SE, Akt, menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana menanamkan nilai, eksistensi, dan keunggulan Ar Royyan di tengah masyarakat.

Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari bazar UMKM, pasar murah, exhibition, hingga stand kewirausahaan masyarakat. Tak hanya itu, kreativitas siswa turut ditampilkan melalui berbagai pertunjukan dan aktivitas edukatif. Kegiatan luar kelas seperti berenang dan flying fox juga menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun keberanian anak.

Dalam sambutannya, Elly Thrisyanti menjelaskan bahwa Sekolah Alam IT Ar Royyan telah menerapkan program pendidikan berbasis masa depan, salah satunya melalui program bilingual. Program ini menggunakan dua bahasa pengantar, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dalam proses belajar mengajar.

"Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, memperluas pemahaman budaya, menciptakan lingkungan belajar global, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia internasional," ucapnya, Sabtu (10/1/26)

Berbeda dengan banyak sekolah yang masih dalam tahap perencanaan, Ar Royyan telah menerapkan komunikasi bahasa Inggris dalam keseharian di lingkungan sekolah (everyday English communication). Langkah ini diambil untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini agar siap bersaing secara global.

“Pendidikan di Ar Royyan berbasis karakter dan adab sebagai fondasi utama. Ilmu itu penting, tetapi tanpa adab, ilmu tidak akan bermakna,” ujar Elly. Ia menambahkan, sejak berdiri pada 7 Juli 2011, Sekolah Alam Ar Royyan terus berkembang dari jenjang TK hingga SMA, seiring tingginya kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan yang menekankan akhlakul karimah dan kecintaan pada alam.

Keunikan Ar Royyan terletak pada konsep kurikulumnya yang menjadikan alam sebagai ruang dan sumber belajar utama. Alih-alih membangun gedung beton, sekolah ini menghadirkan saung-saung belajar agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Konsep ini menegaskan identitas Sekolah Alam yang memanfaatkan apa pun di sekitar anak sebagai media pembelajaran.

Elly Thrisyanti juga mengungkapkan visi besar pengembangan Ar Royyan ke depan, termasuk rencana pembangunan perguruan tinggi dan program sister school. Program tersebut dirancang untuk membuka peluang pertukaran guru dan siswa dengan sekolah luar negeri. Langkah awal telah dilakukan melalui kegiatan English Camp yang melibatkan tutor dari 45 negara, bekerja sama dengan institusi yang berafiliasi dengan Cambridge University.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Nurfitri. Ia menilai Semarak Ar Royyan mampu menumbuhkan bakat seni, wawasan pengetahuan, serta jiwa kewirausahaan siswa. Dinas Pendidikan, kata dia, siap bersinergi dan memberikan dukungan program apabila pihak yayasan mengajukan pengembangan pendidikan.

Senada dengan itu, Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, memuji kolaborasi antara kegiatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan “Padang Juara” dan mendorong UMKM naik kelas.

Tak hanya fokus pada siswa, Ar Royyan juga membekali tenaga pendidik dengan pelatihan bahasa Inggris intensif. Selama dua bulan, guru dari berbagai jenjang dilatih untuk berani berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris setiap hari. “Kita orang Indonesia yang sedang belajar bahasa Inggris. Jangan takut untuk memulai,” pesan Elly.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Sekolah Alam IT Ar Royyan optimistis terus berkembang sebagai institusi pendidikan berintegritas. Melalui kolaborasi pendidikan karakter, penguasaan bahasa asing, dan kedekatan dengan alam, Ar Royyan kian mengukuhkan diri sebagai pilihan utama orang tua dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan islami.(*)

 

Infonews - Dalam melaksanakan kegiatan dilapangan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) lakukan pendekatan dengan warga binaan, guna memperkuat silahturahmi dengan masyarakat.


Hal ini di lakukan Babinsa Koramil 01/Sikabaluan,Kodim 0319/Mentawai, Serka K Lubis saat komunikasi sosial dengan nelayan di salah satu warung berada di dusun Pokai,desa muara Sikabaluan, Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sabtu (10/1/2025).


Sasaran komsos kali ini dengan seorang nelayan Juanidi warga desa muara Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara, adapun pembahasan terkiat aktivitas melaut saat ini serta hasil yang di dapat.


"Prinsipnya komsos yang kita lakukan ini mendengar keluh kesah masyarakat terkhusus warga nelayan" sebut Babinsa.


Disisi lain komsos juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk saling sharing terkait situasi kondisi sosial kehidupan ditengah masyarakat.


"Kita harap keluh kesah masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga memberikan solusi serta optimis dalam menjalankan aktivitas" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 

Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

INFONEWS,PADANG - Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai.

Setelah diterjang banjir bandang dan kehilangan harta benda, mereka kini harus menghadapi luka yang tak kalah perih. Fitnah dan hujatan publik akibat sebuah video viral di media sosial.

Video tersebut menuding adanya aktivitas alat berat yang diduga dipaksa bekerja untuk mengeruk pasir sungai, lalu dijual demi keuntungan pribadi.

Narasi itu menyebar liar, tanpa klarifikasi, tanpa empati dan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Akibatnya, para korban banjir yang tengah mengungsi di sebuah surau justru menjadi sasaran kemarahan netizen.

“Sudah jadi korban bencana, kami malah difitnah dan dihujat,” ungkap Ade salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Sejak video itu viral, dampaknya begitu nyata. Bantuan dari para donatur perlahan berhenti mengalir. Satu per satu keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan surau dan menumpang hidup di rumah kerabat karena tidak sanggup bertahan tanpa bantuan.

Kini, hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan di surau dengan perlengkapan seadanya, bertahan di tengah keputusasaan.

Tim media turun langsung ke lokasi kemudian menemui Misriadi (50), operator alat berat yang telah sejak awal ditugaskan untuk membantu penanganan pasca-bencana.

Media ini melakukan konfirmasi langsung terkait tuduhan pengancaman pada dirinya. Dengan suara tegas namun penuh kelelahan, ia membantah keras tudingan dalam video viral tersebut.

“Itu fitnah. Tidak pernah ada ancaman kepada saya. Pasir yang dimuat ke truk itu untuk ditimbunkan ke jalan dan halaman rumah warga yang rusak akibat banjir.” jelas Misriadi, Jumat (09/01/2026).

Misriadi menambahkan, penggunaan alat berat pun tidak bisa sembarangan dan harus melalui izin dinas terkait.

“Kalau memang diperlukan, kami lapor dulu pada Dinas yang menyediakan alat ini. Tidak ada jual beli pasir seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Indra (56) warga yang muncul dan disorot dalam video viral mengaku menjadi korban hujatan paling brutal.

Ia dimaki, dituding, bahkan disebut sebagai dalang penjarahan pasir sungai. Padahal, menurut pengakuannya, inisiatif pengambilan pasir murni demi kepentingan warga terdampak.

“Benar, itu inisiatif saya. Ada warga yang minta pasir untuk menimbun jalan dan halaman rumah mereka yang habis dibawa banjir. Bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Indra.

Sebagai tokoh adat dan Ninik Mamak setempat, Indra mengaku hanya menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Diakuinya, Ia berkomunikasi dengan operator dan memastikan izin telah diketahui pihak terkait. Namun di saat itulah, ia direkam secara diam-diam dan diberi narasi menyesatkan oleh oknum yang juga merupakan warga sekitar.

“Kami di sini ada lima KK, semuanya korban banjir dan mengungsi di surau. Tapi justru kami diperlakukan seperti penjahat. Bahkan saya sampai dijemput polisi karena video itu,” tuturnya lirih.

Kini, warga Gurun Panjang hanya ingin satu hal dari masalah video tersebut, yaitu kebenaran harus ditegakkan. Mereka berharap publik tidak lagi menghakimi berdasarkan potongan video tanpa konteks dan narasi provokasi tanpa ada konfirmasi ke lapangan.

Mereka juga berharap media dan para pembuat konten bisa lebih jernih dan berimbang sebelum menyebarkan informasi.

“Kami sedang berduka. Mengungsi di surau sejak bencana. Tiba-tiba keluarga kami dijemput oleh polisi karena fitnah di video itu,” ucap Kartina (55) dengan suara bergetar.

Lebih dari itu, luka psikologis juga membekas. Anak-anak dan kemenakan mereka mengalami tekanan mental akibat hujatan yang berseliweran di media sosial. Nama baik keluarga tercoreng, harga diri mereka terinjak di saat kondisi hidup sedang paling rapuh.

“Kami hanya ingin nama kami dibersihkan. Kami ini korban, bukan pelaku kejahatan,” harap warga.

Di tengah bencana alam yang belum sepenuhnya pulih, warga Gurun Panjang kini belajar satu hal pahit dari kejadian ini. Bahwa bencana sosial di media sosial bisa jauh lebih kejam dari banjir bandang yang telah merendam rumah dan menghanyutkan harta bendanya.(*)


Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

Infonews - Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan lakukan kerjasama dengan Universitas Andalas (Unand) tentang penguatan penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.


Perjanjian kerjasama ini di tandai dengan Penandatanganan MoU oleh Bupati Mentawai, Rinto Wardana bersama wakil rektor IV  Universitas Andalas bidang perencanaan, Riset,Inovasi di Padang, Jumat (9/1/2026).


MoU yang di lakukan ini langkah konkret Pemkab Mentawai di bawah kepemimpinan Bupati Mentawai, Rinto Wardana dalam mendorong pembangunan daerah berbasis pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.


Sementara ruang lingkup kerja sama yang di lakukan dengan Unand itu meliputi pelaksanaan magang mahasiswa, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, workshop, hingga publikasi ilmiah, khususnya di sektor ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan.


Rinto Wardana menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki karakteristik wilayah yang unik karena terdiri atas empat pulau besar, yakni Sipora, Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Kondisi geografis tersebut, menurutnya, merupakan potensi besar, namun sekaligus menjadi tantangan dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan merata.


“Mentawai terdiri dari empat pulau besar. Ini adalah potensi, tetapi juga tantangan. Untuk menciptakan satu produk dan satu sistem yang terintegrasi itu tidak mudah, karena pembangunan harus dipikirkan secara merata,” ujar Rinto dalam sambutannya.


Ia mencontohkan, ketika pemerintah daerah melakukan pembangunan di Kecamatan Sikakap, maka pemerintah juga harus memikirkan bagaimana pembangunan serupa dapat diterapkan di Pulau Sipora dan Pulau Siberut.


"Tantangan ini menjadi proses pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan" tegasnya.


Dalam konsep ini, dia akan mencoba dengan semaksimal mungkin serta mempelajari semua itu, agar ke depan pembangunan di Mentawai bisa berjalan lebih terintegrasi dan merata, imbuhnya.


Tak hanya itu, Rinto juga menegaskan kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.


"Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dikelola secara produktif dan tidak sebatas program administratif saja" ucapnya.


Lebih lanjut di katakan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan harus memikirkan bagaimana caranya menambah penghasilan daerah. Artinya, kita harus benar-benar bertani, beternak, dan melaut.


Selain itu, ia meminta agar dinas terkait segera melakukan pemetaan induk pertanian di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar setiap pulau memiliki fokus pengembangan komoditas unggulan yang jelas dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.


“Kita harus tahu di Pulau Siberut kita fokus membangun apa, di Sipora apa, dan di Sikakap apa. Dengan begitu, setiap pulau memiliki komoditas unggulan tersendiri,” ujarnya.


Strategi pemetaan ini dia menilai bahwa penetapan komoditas unggulan persetiap pulau akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta mendorong terciptanya sistem pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.


Sementara itu, pihak Universitas Andalas menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Kepulauan Mentawai melalui penerapan keilmuan dan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan daerah.


Dalam perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 9 Januari 2026 hingga 9 Januari 2031, dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Adapun pendanaan serta pelaksanaan teknis kegiatan akan diatur lebih lanjut melalui perjanjian pelaksanaan atau Implementation Arrangement (IA).


"Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan yang lebih merata di seluruh Kepulauan Mentawai" tukasnya, (*)



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan bahwa penanganan dan perlakuan terhadap perlintasan sebidang kereta api telah diatur secara jelas melalui Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 49, dijelaskan mengenai pembagian kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang, termasuk perbaikan jalan. Kewenangan perbaikan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status kepemilikan jalan, apakah merupakan jalan nasional, provinsi, atau kabupaten/kota. Dengan demikian, masing-masing pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab sesuai dengan status jalan tersebut.

Sementara itu, kewenangan KAI dalam melakukan perbaikan jalan di perlintasan sebidang hanya berlaku apabila kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh pekerjaan atau perbaikan jalur kereta api yang dilakukan oleh KAI. Dalam kondisi tersebut, KAI berkewajiban untuk mengembalikan kondisi jalan sebagaimana mestinya.

Terkait perlintasan sebidang di Lubuk Buaya, KAI Divre II Sumatera Barat menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelum dilakukan perbaikan geometri jalur kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa langkah perbaikan yang dilakukan KAI merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

“Sebagaimana diketahui bersama, kondisi jalan di perlintasan sebidang Lubuk Buaya memang sudah dalam keadaan rusak sebelum adanya pekerjaan perbaikan geometri jalur yang kami lakukan. Namun, demi keselamatan perjalanan kereta api dan juga keselamatan pengguna jalan, KAI mengambil langkah preventif dengan melakukan perbaikan bersamaan dengan perawatan jalur(perbaikan geometri perlintasan),” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa prinsip yang sama juga berlaku untuk perlintasan sebidang lainnya, termasuk di wilayah Teluk Bayur.

“Untuk perlintasan sebidang di Teluk Bayur maupun lokasi lainnya, kami tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Kami melihat terlebih dahulu status jalan tersebut, apakah merupakan kewenangan provinsi, kabupaten/kota, atau apakah kerusakan terjadi akibat pekerjaan jalur oleh KAI. Penanganan dan perbaikannya kami kembalikan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing,” tambahnya.

KAI Divre II Sumatera Barat juga berharap seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait dapat bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya peningkatan keselamatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak semata.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dan saling bersinergi dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di perlintasan di wilayah provinsi Sumatera Barat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan komitmen dan kepedulian dari semua pihak, termasuk pengguna jalan, agar potensi risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ungkap Reza.

Melalui kolaborasi yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, KAI optimistis keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang dapat terus ditingkatkan demi terciptanya transportasi yang aman, tertib, dan berkesinambungan.(*)

 

Infonews - Guna menunjang kegiatan di lapangan, Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serka Sopiandi perkuat komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah sekaligus menjalin silahturahmi dengan warga binaan.


Kegiatan komsos Babinsa kali ini bersama Pedagang Radin warga desa muara Siberut, kecamatan Siberut Selatan, kepulauan Mentawai, Selasa (6/1/2025).


Adapun pembahasan selain menjalin silahturahmi juga membahas terkait aktivitas dagang yang di geluti warga sekaligus memotivasi warga binaan.


"Komsos ini salah satu bentuk kepedulian dalam memberikan motivasi dan sharing dengan pedagang juga warga binaan" ucap Babinsa.


Pada kesempatan tersebut Babinsa juga mengajak pedagang untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tempat aktivitas terlihat rapi dan konsumen menjadi nyaman.


"Kebersihan sangat penting dijaga, adapun sampah yang berserakan harus di bersihkan dengan menyiapkan tempat pembuangan agar wilayah tetap bersih dan asri" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi


Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.