Infonews - Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan lakukan kerjasama dengan Universitas Andalas (Unand) tentang penguatan penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.
Perjanjian kerjasama ini di tandai dengan Penandatanganan MoU oleh Bupati Mentawai, Rinto Wardana bersama wakil rektor IV Universitas Andalas bidang perencanaan, Riset,Inovasi di Padang, Jumat (9/1/2026).
MoU yang di lakukan ini langkah konkret Pemkab Mentawai di bawah kepemimpinan Bupati Mentawai, Rinto Wardana dalam mendorong pembangunan daerah berbasis pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara ruang lingkup kerja sama yang di lakukan dengan Unand itu meliputi pelaksanaan magang mahasiswa, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, workshop, hingga publikasi ilmiah, khususnya di sektor ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan.
Rinto Wardana menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki karakteristik wilayah yang unik karena terdiri atas empat pulau besar, yakni Sipora, Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Kondisi geografis tersebut, menurutnya, merupakan potensi besar, namun sekaligus menjadi tantangan dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan merata.
“Mentawai terdiri dari empat pulau besar. Ini adalah potensi, tetapi juga tantangan. Untuk menciptakan satu produk dan satu sistem yang terintegrasi itu tidak mudah, karena pembangunan harus dipikirkan secara merata,” ujar Rinto dalam sambutannya.
Ia mencontohkan, ketika pemerintah daerah melakukan pembangunan di Kecamatan Sikakap, maka pemerintah juga harus memikirkan bagaimana pembangunan serupa dapat diterapkan di Pulau Sipora dan Pulau Siberut.
"Tantangan ini menjadi proses pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan" tegasnya.
Dalam konsep ini, dia akan mencoba dengan semaksimal mungkin serta mempelajari semua itu, agar ke depan pembangunan di Mentawai bisa berjalan lebih terintegrasi dan merata, imbuhnya.
Tak hanya itu, Rinto juga menegaskan kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.
"Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dikelola secara produktif dan tidak sebatas program administratif saja" ucapnya.
Lebih lanjut di katakan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan harus memikirkan bagaimana caranya menambah penghasilan daerah. Artinya, kita harus benar-benar bertani, beternak, dan melaut.
Selain itu, ia meminta agar dinas terkait segera melakukan pemetaan induk pertanian di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar setiap pulau memiliki fokus pengembangan komoditas unggulan yang jelas dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
“Kita harus tahu di Pulau Siberut kita fokus membangun apa, di Sipora apa, dan di Sikakap apa. Dengan begitu, setiap pulau memiliki komoditas unggulan tersendiri,” ujarnya.
Strategi pemetaan ini dia menilai bahwa penetapan komoditas unggulan persetiap pulau akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta mendorong terciptanya sistem pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sementara itu, pihak Universitas Andalas menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Kepulauan Mentawai melalui penerapan keilmuan dan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Dalam perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 9 Januari 2026 hingga 9 Januari 2031, dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Adapun pendanaan serta pelaksanaan teknis kegiatan akan diatur lebih lanjut melalui perjanjian pelaksanaan atau Implementation Arrangement (IA).
"Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan yang lebih merata di seluruh Kepulauan Mentawai" tukasnya, (*)
Editor : Tim Redaksi