Januari 2026

Infonews - Guna mempererat silahturahmi ditengah masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) selalu menjalin komunikasi di berbagai kalangan salah satunya dengan wiraswasta.


Warga binaan yang berprofesi Wiraswasta ini merupakan mitra karib yang berada di Desa Muara Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai.


Pada kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 01/Sikabaluan,Kodim 0319/Mentawai, Serka K Lubis luangkan waktu berbincang dengan wiraswasta Johan di salah satu warung warga, Minggu (11/1/2026).


Perbincangan itu Babinsa bahas terkait aktivitas yang di lakukan wiraswasta sekaligus berikan motivasi agar terus memanfaatkan waktu untuk meningkatkan perekonomian keluarga.


"Komsos bersama warga binaan kita tidak hanya sebatas tatap muka, namun memberikan masukan, sharing dan lainnya terkait dengan perekonomian masyarakat" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 


INFO,PADANG-Suasana meriah menyelimuti Sekolah Alam Islam Terpadu (IT) Ar Royyan, Kota Padang, dalam gelaran acara bertajuk Semarak Ar Royyan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, kreatif, dan berorientasi masa depan. Ketua Yayasan Raudhatul Ar Royyan, Elly Thrisyanti, SE, Akt, menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana menanamkan nilai, eksistensi, dan keunggulan Ar Royyan di tengah masyarakat.

Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari bazar UMKM, pasar murah, exhibition, hingga stand kewirausahaan masyarakat. Tak hanya itu, kreativitas siswa turut ditampilkan melalui berbagai pertunjukan dan aktivitas edukatif. Kegiatan luar kelas seperti berenang dan flying fox juga menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun keberanian anak.

Dalam sambutannya, Elly Thrisyanti menjelaskan bahwa Sekolah Alam IT Ar Royyan telah menerapkan program pendidikan berbasis masa depan, salah satunya melalui program bilingual. Program ini menggunakan dua bahasa pengantar, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dalam proses belajar mengajar.

"Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, memperluas pemahaman budaya, menciptakan lingkungan belajar global, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia internasional," ucapnya, Sabtu (10/1/26)

Berbeda dengan banyak sekolah yang masih dalam tahap perencanaan, Ar Royyan telah menerapkan komunikasi bahasa Inggris dalam keseharian di lingkungan sekolah (everyday English communication). Langkah ini diambil untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini agar siap bersaing secara global.

“Pendidikan di Ar Royyan berbasis karakter dan adab sebagai fondasi utama. Ilmu itu penting, tetapi tanpa adab, ilmu tidak akan bermakna,” ujar Elly. Ia menambahkan, sejak berdiri pada 7 Juli 2011, Sekolah Alam Ar Royyan terus berkembang dari jenjang TK hingga SMA, seiring tingginya kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan yang menekankan akhlakul karimah dan kecintaan pada alam.

Keunikan Ar Royyan terletak pada konsep kurikulumnya yang menjadikan alam sebagai ruang dan sumber belajar utama. Alih-alih membangun gedung beton, sekolah ini menghadirkan saung-saung belajar agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Konsep ini menegaskan identitas Sekolah Alam yang memanfaatkan apa pun di sekitar anak sebagai media pembelajaran.

Elly Thrisyanti juga mengungkapkan visi besar pengembangan Ar Royyan ke depan, termasuk rencana pembangunan perguruan tinggi dan program sister school. Program tersebut dirancang untuk membuka peluang pertukaran guru dan siswa dengan sekolah luar negeri. Langkah awal telah dilakukan melalui kegiatan English Camp yang melibatkan tutor dari 45 negara, bekerja sama dengan institusi yang berafiliasi dengan Cambridge University.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Nurfitri. Ia menilai Semarak Ar Royyan mampu menumbuhkan bakat seni, wawasan pengetahuan, serta jiwa kewirausahaan siswa. Dinas Pendidikan, kata dia, siap bersinergi dan memberikan dukungan program apabila pihak yayasan mengajukan pengembangan pendidikan.

Senada dengan itu, Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, memuji kolaborasi antara kegiatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan “Padang Juara” dan mendorong UMKM naik kelas.

Tak hanya fokus pada siswa, Ar Royyan juga membekali tenaga pendidik dengan pelatihan bahasa Inggris intensif. Selama dua bulan, guru dari berbagai jenjang dilatih untuk berani berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris setiap hari. “Kita orang Indonesia yang sedang belajar bahasa Inggris. Jangan takut untuk memulai,” pesan Elly.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Sekolah Alam IT Ar Royyan optimistis terus berkembang sebagai institusi pendidikan berintegritas. Melalui kolaborasi pendidikan karakter, penguasaan bahasa asing, dan kedekatan dengan alam, Ar Royyan kian mengukuhkan diri sebagai pilihan utama orang tua dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan islami.(*)

 

Infonews - Dalam melaksanakan kegiatan dilapangan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) lakukan pendekatan dengan warga binaan, guna memperkuat silahturahmi dengan masyarakat.


Hal ini di lakukan Babinsa Koramil 01/Sikabaluan,Kodim 0319/Mentawai, Serka K Lubis saat komunikasi sosial dengan nelayan di salah satu warung berada di dusun Pokai,desa muara Sikabaluan, Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sabtu (10/1/2025).


Sasaran komsos kali ini dengan seorang nelayan Juanidi warga desa muara Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara, adapun pembahasan terkiat aktivitas melaut saat ini serta hasil yang di dapat.


"Prinsipnya komsos yang kita lakukan ini mendengar keluh kesah masyarakat terkhusus warga nelayan" sebut Babinsa.


Disisi lain komsos juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk saling sharing terkait situasi kondisi sosial kehidupan ditengah masyarakat.


"Kita harap keluh kesah masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga memberikan solusi serta optimis dalam menjalankan aktivitas" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 

Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

INFONEWS,PADANG - Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai.

Setelah diterjang banjir bandang dan kehilangan harta benda, mereka kini harus menghadapi luka yang tak kalah perih. Fitnah dan hujatan publik akibat sebuah video viral di media sosial.

Video tersebut menuding adanya aktivitas alat berat yang diduga dipaksa bekerja untuk mengeruk pasir sungai, lalu dijual demi keuntungan pribadi.

Narasi itu menyebar liar, tanpa klarifikasi, tanpa empati dan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Akibatnya, para korban banjir yang tengah mengungsi di sebuah surau justru menjadi sasaran kemarahan netizen.

“Sudah jadi korban bencana, kami malah difitnah dan dihujat,” ungkap Ade salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Sejak video itu viral, dampaknya begitu nyata. Bantuan dari para donatur perlahan berhenti mengalir. Satu per satu keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan surau dan menumpang hidup di rumah kerabat karena tidak sanggup bertahan tanpa bantuan.

Kini, hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan di surau dengan perlengkapan seadanya, bertahan di tengah keputusasaan.

Tim media turun langsung ke lokasi kemudian menemui Misriadi (50), operator alat berat yang telah sejak awal ditugaskan untuk membantu penanganan pasca-bencana.

Media ini melakukan konfirmasi langsung terkait tuduhan pengancaman pada dirinya. Dengan suara tegas namun penuh kelelahan, ia membantah keras tudingan dalam video viral tersebut.

“Itu fitnah. Tidak pernah ada ancaman kepada saya. Pasir yang dimuat ke truk itu untuk ditimbunkan ke jalan dan halaman rumah warga yang rusak akibat banjir.” jelas Misriadi, Jumat (09/01/2026).

Misriadi menambahkan, penggunaan alat berat pun tidak bisa sembarangan dan harus melalui izin dinas terkait.

“Kalau memang diperlukan, kami lapor dulu pada Dinas yang menyediakan alat ini. Tidak ada jual beli pasir seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Indra (56) warga yang muncul dan disorot dalam video viral mengaku menjadi korban hujatan paling brutal.

Ia dimaki, dituding, bahkan disebut sebagai dalang penjarahan pasir sungai. Padahal, menurut pengakuannya, inisiatif pengambilan pasir murni demi kepentingan warga terdampak.

“Benar, itu inisiatif saya. Ada warga yang minta pasir untuk menimbun jalan dan halaman rumah mereka yang habis dibawa banjir. Bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Indra.

Sebagai tokoh adat dan Ninik Mamak setempat, Indra mengaku hanya menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Diakuinya, Ia berkomunikasi dengan operator dan memastikan izin telah diketahui pihak terkait. Namun di saat itulah, ia direkam secara diam-diam dan diberi narasi menyesatkan oleh oknum yang juga merupakan warga sekitar.

“Kami di sini ada lima KK, semuanya korban banjir dan mengungsi di surau. Tapi justru kami diperlakukan seperti penjahat. Bahkan saya sampai dijemput polisi karena video itu,” tuturnya lirih.

Kini, warga Gurun Panjang hanya ingin satu hal dari masalah video tersebut, yaitu kebenaran harus ditegakkan. Mereka berharap publik tidak lagi menghakimi berdasarkan potongan video tanpa konteks dan narasi provokasi tanpa ada konfirmasi ke lapangan.

Mereka juga berharap media dan para pembuat konten bisa lebih jernih dan berimbang sebelum menyebarkan informasi.

“Kami sedang berduka. Mengungsi di surau sejak bencana. Tiba-tiba keluarga kami dijemput oleh polisi karena fitnah di video itu,” ucap Kartina (55) dengan suara bergetar.

Lebih dari itu, luka psikologis juga membekas. Anak-anak dan kemenakan mereka mengalami tekanan mental akibat hujatan yang berseliweran di media sosial. Nama baik keluarga tercoreng, harga diri mereka terinjak di saat kondisi hidup sedang paling rapuh.

“Kami hanya ingin nama kami dibersihkan. Kami ini korban, bukan pelaku kejahatan,” harap warga.

Di tengah bencana alam yang belum sepenuhnya pulih, warga Gurun Panjang kini belajar satu hal pahit dari kejadian ini. Bahwa bencana sosial di media sosial bisa jauh lebih kejam dari banjir bandang yang telah merendam rumah dan menghanyutkan harta bendanya.(*)


Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

Infonews - Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan lakukan kerjasama dengan Universitas Andalas (Unand) tentang penguatan penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.


Perjanjian kerjasama ini di tandai dengan Penandatanganan MoU oleh Bupati Mentawai, Rinto Wardana bersama wakil rektor IV  Universitas Andalas bidang perencanaan, Riset,Inovasi di Padang, Jumat (9/1/2026).


MoU yang di lakukan ini langkah konkret Pemkab Mentawai di bawah kepemimpinan Bupati Mentawai, Rinto Wardana dalam mendorong pembangunan daerah berbasis pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.


Sementara ruang lingkup kerja sama yang di lakukan dengan Unand itu meliputi pelaksanaan magang mahasiswa, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, workshop, hingga publikasi ilmiah, khususnya di sektor ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan.


Rinto Wardana menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki karakteristik wilayah yang unik karena terdiri atas empat pulau besar, yakni Sipora, Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Kondisi geografis tersebut, menurutnya, merupakan potensi besar, namun sekaligus menjadi tantangan dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan merata.


“Mentawai terdiri dari empat pulau besar. Ini adalah potensi, tetapi juga tantangan. Untuk menciptakan satu produk dan satu sistem yang terintegrasi itu tidak mudah, karena pembangunan harus dipikirkan secara merata,” ujar Rinto dalam sambutannya.


Ia mencontohkan, ketika pemerintah daerah melakukan pembangunan di Kecamatan Sikakap, maka pemerintah juga harus memikirkan bagaimana pembangunan serupa dapat diterapkan di Pulau Sipora dan Pulau Siberut.


"Tantangan ini menjadi proses pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan" tegasnya.


Dalam konsep ini, dia akan mencoba dengan semaksimal mungkin serta mempelajari semua itu, agar ke depan pembangunan di Mentawai bisa berjalan lebih terintegrasi dan merata, imbuhnya.


Tak hanya itu, Rinto juga menegaskan kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.


"Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dikelola secara produktif dan tidak sebatas program administratif saja" ucapnya.


Lebih lanjut di katakan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan harus memikirkan bagaimana caranya menambah penghasilan daerah. Artinya, kita harus benar-benar bertani, beternak, dan melaut.


Selain itu, ia meminta agar dinas terkait segera melakukan pemetaan induk pertanian di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar setiap pulau memiliki fokus pengembangan komoditas unggulan yang jelas dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.


“Kita harus tahu di Pulau Siberut kita fokus membangun apa, di Sipora apa, dan di Sikakap apa. Dengan begitu, setiap pulau memiliki komoditas unggulan tersendiri,” ujarnya.


Strategi pemetaan ini dia menilai bahwa penetapan komoditas unggulan persetiap pulau akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta mendorong terciptanya sistem pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.


Sementara itu, pihak Universitas Andalas menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Kepulauan Mentawai melalui penerapan keilmuan dan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan daerah.


Dalam perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 9 Januari 2026 hingga 9 Januari 2031, dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Adapun pendanaan serta pelaksanaan teknis kegiatan akan diatur lebih lanjut melalui perjanjian pelaksanaan atau Implementation Arrangement (IA).


"Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan yang lebih merata di seluruh Kepulauan Mentawai" tukasnya, (*)



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan bahwa penanganan dan perlakuan terhadap perlintasan sebidang kereta api telah diatur secara jelas melalui Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 49, dijelaskan mengenai pembagian kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang, termasuk perbaikan jalan. Kewenangan perbaikan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status kepemilikan jalan, apakah merupakan jalan nasional, provinsi, atau kabupaten/kota. Dengan demikian, masing-masing pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab sesuai dengan status jalan tersebut.

Sementara itu, kewenangan KAI dalam melakukan perbaikan jalan di perlintasan sebidang hanya berlaku apabila kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh pekerjaan atau perbaikan jalur kereta api yang dilakukan oleh KAI. Dalam kondisi tersebut, KAI berkewajiban untuk mengembalikan kondisi jalan sebagaimana mestinya.

Terkait perlintasan sebidang di Lubuk Buaya, KAI Divre II Sumatera Barat menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelum dilakukan perbaikan geometri jalur kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa langkah perbaikan yang dilakukan KAI merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

“Sebagaimana diketahui bersama, kondisi jalan di perlintasan sebidang Lubuk Buaya memang sudah dalam keadaan rusak sebelum adanya pekerjaan perbaikan geometri jalur yang kami lakukan. Namun, demi keselamatan perjalanan kereta api dan juga keselamatan pengguna jalan, KAI mengambil langkah preventif dengan melakukan perbaikan bersamaan dengan perawatan jalur(perbaikan geometri perlintasan),” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa prinsip yang sama juga berlaku untuk perlintasan sebidang lainnya, termasuk di wilayah Teluk Bayur.

“Untuk perlintasan sebidang di Teluk Bayur maupun lokasi lainnya, kami tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Kami melihat terlebih dahulu status jalan tersebut, apakah merupakan kewenangan provinsi, kabupaten/kota, atau apakah kerusakan terjadi akibat pekerjaan jalur oleh KAI. Penanganan dan perbaikannya kami kembalikan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing,” tambahnya.

KAI Divre II Sumatera Barat juga berharap seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait dapat bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya peningkatan keselamatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak semata.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dan saling bersinergi dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di perlintasan di wilayah provinsi Sumatera Barat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan komitmen dan kepedulian dari semua pihak, termasuk pengguna jalan, agar potensi risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ungkap Reza.

Melalui kolaborasi yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, KAI optimistis keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang dapat terus ditingkatkan demi terciptanya transportasi yang aman, tertib, dan berkesinambungan.(*)

 

Infonews - Guna menunjang kegiatan di lapangan, Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serka Sopiandi perkuat komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah sekaligus menjalin silahturahmi dengan warga binaan.


Kegiatan komsos Babinsa kali ini bersama Pedagang Radin warga desa muara Siberut, kecamatan Siberut Selatan, kepulauan Mentawai, Selasa (6/1/2025).


Adapun pembahasan selain menjalin silahturahmi juga membahas terkait aktivitas dagang yang di geluti warga sekaligus memotivasi warga binaan.


"Komsos ini salah satu bentuk kepedulian dalam memberikan motivasi dan sharing dengan pedagang juga warga binaan" ucap Babinsa.


Pada kesempatan tersebut Babinsa juga mengajak pedagang untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tempat aktivitas terlihat rapi dan konsumen menjadi nyaman.


"Kebersihan sangat penting dijaga, adapun sampah yang berserakan harus di bersihkan dengan menyiapkan tempat pembuangan agar wilayah tetap bersih dan asri" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi


 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan di perlintasan sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya).

Sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan, saat ini tengah dilakukan proses perbaikan geometri perlintasan sebidang di lokasi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap andal, aman, dan sesuai standar keselamatan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Perbaikan geometri perlintasan sebidang ini merupakan upaya KAI untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan selamat, sekaligus memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik bagi pengguna jalan yang melintas. Keselamatan menjadi prioritas utama kami, baik bagi pelanggan kereta api maupun masyarakat,” ujar Reza.

Adapun pekerjaan perbaikan geometri jalan rel meliputi angkatan (lifting dan leveling), pelurusan (lestrengan/linning), serta pemadatan (tamping).
- Lifting merupakan proses mengangkat rel sesuai nilai ketinggian yang telah ditentukan sehingga jalan rel menjadi rata.
- Lestrengan (linning) adalah proses meluruskan jalan rel secara vertikal ke kiri maupun ke kanan sesuai standar teknis.
- Tamping adalah proses memadatkan batu balas di bawah bantalan setelah rel diangkat dan diluruskan.

Secara teknis, perbaikan geometri di perlintasan sebidang dilakukan dengan cara membuang balas kotor hingga sekitar 15 cm di bawah bantalan, kemudian mengganti dengan balas baru yang selanjutnya dipadatkan melalui proses angkatan, pelurusan, dan pemadatan. Proses ini bertujuan untuk memastikan kualitas jalan rel berada dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui kereta api.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa durasi pekerjaan perbaikan bergantung pada kondisi track dan faktor cuaca.

“Kami juga melakukan pengaspalan pada bagian jalan yang berlubang di area perlintasan. KAI memastikan seluruh pekerjaan ini dilakukan secara optimal dan akan diselesaikan secepatnya tanpa mengurangi aspek keselamatan,” tambahnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan arahan petugas di sekitar lokasi perlintasan.

Sebagai informasi, Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM. 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, kewenangan perbaikan dan pemeliharaan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status jalan. Untuk jalan nasional menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan , jalan provinsi oleh Pemerintah Provinsi, jalan kabupaten/kota dan desa oleh Bupati atau Wali Kota, serta jalan khusus oleh badan hukum atau lembaga terkait. Pengaturan ini bertujuan memastikan kejelasan tanggung jawab antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan keselamatan bersama di perlintasan sebidang.

Dalam ketentuan yang sama,KAI bertanggung jawab terhadap pemeliharaan konstruksi jalur rel serta melakukan perbaikan jalan apabila kerusakan di perlintasan disebabkan oleh aktivitas perawatan atau pekerjaan jalur rel. Namun demikian, KAI juga dapat melakukan perbaikan sebagai langkah pengamanan keselamatan.

Sebelum dilakukan perbaikan geometri, kondisi di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelumnya, dan KAI beritikad melakukan perbaikan secara bersamaan dengan pekerjaan perbaikan geometri perlintasan demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja sama masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.(*)

 

Infonews - Sebanyak 16 Pejabat pimpinan tinggi Pratama Eselon II dan 1 serta pejabat Administrator Eselon III resmi di lantik Bupati Mentawai, Rinto Wardana Samaloisa, SH,MH di Aula Bappeda Mentawai, Senin (5/1/2026).


Berikut 16 nama pejabat yang di lantik yaitu Nicholaus Orot Ogok T, S.H., M.Si menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik; Asmen Simanjorang, S.S.T., M.M Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sukirman, S.Sos., M.M sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Arsenius, S.Pd., M.M, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Motsikhi Hura, S.E., M.A.P Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.


Untuk jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan di jabat oleh, Ruslianus, S.Pd., M.Sc, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Lahmuddin, SKM., S.IP., M.IP., MKM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Brandus Donatus, S.S.T, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Zakirman, S.Pt., M.Pt, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Irdelius, S.S.T dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Rinaldi, S.Kom


Berikutnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sahad Pardamaian, S.T., M.A.P, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Benny Sinaga, S.Kom., M.Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Drs. Joni Anwar, M.H, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda), Desti Seminora, S.E dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Elisa, S.Sos dan sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hatisama Hura, S.P,MM.


Bupati Rinto menyampaikan, pelantikan yang di laksanakan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan tata kelola pemerintahan, guna meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai.


"Rotasi jabatan ini merupakan sebuah berkah dan amanah, nah pelantikan tersebut tidak ada pejabat yang “dibuang” dalam proses rotasi, melainkan penempatan aparatur sesuai dengan kemampuan dan kompetensi masing-masing" sebut Bupati.


Dia menegaskan, proses pengisian jabatan ini berdasarkan sistem merit, tidak ada dipengaruhi dengan kepentingan politik. 


"Jadi, siapa yang memiliki kemampuan atau kompetensi dialah yang mendapatkan tempat sesuai posisinya" ucapnya.


Dikatakan, jabatan yang di emban para pejabat yang di lantik paling lama 5 tahun, nah dalam pelaksanaan tugas akan di lakukan evaluasi maksimal dua tahun.


"Apabila target kinerja tidak tercapai, maka akan dilakukan rotasi kembali sesuai hasil evaluasi" tegasnya.


Dia menyebut, evaluasi yang dilakukan secara berkala setiap akhir bulan akan berpengaruh langsung terhadap penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) pada awal bulan berikutnya.


Dalam hal ini di harapkan kepada seluruh pejabat yang di lantik untuk memaksimalkan tugasnya dan bekerja secara profesional, beritegritas dan berorientasi pada hasil, sehingga pelayanan kepada masyarakat efektif, pungkasnya, (*).



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS- Sepanjang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 priode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 123.408 penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar. Angka ini meningkat 3.8 persen dibanding periode yang sama pada 2024 dengan total 118.898 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan peningkatan volume penumpang ini didorong oleh penambahan frekuensi perjalanan KA, peningkatan kapasitas tempat duduk, serta tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api.

Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Masyarakat kini semakin sadar bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya, seraya menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.

Reza menambahkan, 5 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi pada periode tersebut adalah Stasiun Padang dengan 31.746 penumpang, Stasiun Pariaman 23.845 penumpang, Stasiun Air tawar 11.691 penumpang, Stasiun Naras 7.525 penumpang, Stasiun Lubuk Alung 7.066 penumpang.

Kemudian, 5 stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Padang dengan 33.852 penumpang, Stasiun Pariaman 24.526 penumpang, Stasiun Air tawar 10.156 penumpang, Stasiun Naras 8.074 penumpang dan Stasiun BIM 6.768 penumpang

Dari sisi _on Time Performace_ (OTP) ketepatan waktu, KAI Divre II Sumbar berhasil mencatatkan performa yang membanggakan. Tingkat ketepatan waktu kedatangan kereta penumpang selama masa Nataru 2025 mencapai 99.60 % persen. Sementara untuk tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang masa Nataru Tahun 2025 di angka 99.80 persen.

Kinerja ini didukung oleh peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana. Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas hambatan lalu lintas.

KAI Divre II Sumbar mengimbau kepada calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI.

Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan sehingga calon pelanggan yang memiliki rencana menggunakan KA dapat jauh-jauh hari membeli tiket tanpa takut kehabisan.

KAI juga masih menyediakan layanan loket go-show di stasiun untuk penjualan tiket yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan KA selama tiket masih tersedia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan di seluruh aspek, baik di stasiun maupun di atas kereta. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas kami demi mewujudkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Reza..(*)

 

Infonews - Menjalin komunikasi untuk mengetahui kondisi sosial yang di alami masyarakat, Babinsa Koramil 04/Sikakap, Kodim 0319/Mentawai, Serda J Simamora sharing dengan warga nelayan dan masyarakat.


Komsos yang di lakukan Babinsa berlokasi di salah satu lokasi penampungan ikan di Dusun Sikakap tengah, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap,Kepulauan Mentawai, Sabtu (3/1/2026).


"Giat kita hari ini bersama nelayan bapak Maslan bahas terkait hasil tangkapan dan penghasilan yang di dapat selama melaut" ucap Babinsa.


Dia menyampaikan, kegiatan komsos ini merupakan rutinitas yang di lakukan di tengah masyarakat, setidaknya mengetahui kondisi yang terjadi di wilayah.


Selain menjalin silahturahmi dengan warga binaan, kegiatan ini juga sekaligus monitor wilayah terkiat perkembangan situasi wilayah teritorial Koramil 04/Sikakap.


"Kegiatan ini juga menjadi harapan masyarakat dalam berbagi informasi serta menjalin keakraban antar sesama di wilayah desa binaan" pungkasnya.



Editor : Tin Redaksi

Infonews - Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Sertu Armen melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat desa dengan tujuan menciptakan kedekatan bersama warga binaan, Jumat (2/1/2026).


Sertu Armen menjelaskan, kegiatan komsos adalah salah satu media Babinsa untuk mengenal warganya lebih dekat lagi dan sebagai sarana silaturahmi kepada warga binaannya agar warga menjadi lebih dekat dan akrab dengan Babinsa.


Selain itu kegiatan komsos ini bertujuan untuk mencari informasi dan mengetahui perkembangan situasi di wilayah desa binaan.


“Kegiatan komsos ini dilakukan karena sudah menjadi tugas pokok sebagai seorang Babinsa yang senantiasa melaksanakan komsos untuk mencari informasi dan sebagai sarana bersilaturahmi” jelasnya.


Kegiatan ini, lanjut sertu Armen mencerminkan rasa kemanunggalan TNI khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya, yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan masyarakat sehingga tercipta suasana yang harmonis dalam setiap pelaksanaan tugas Babinsa di lapangan.


“Pada hari ini bincang santai dengan warga masyarakat di Desa muara Siberut untuk menjalin hubungan kedekatan, untuk itu kita saling berbaur,” ungkapnya.


Kegiatan tersebut dilakukan agar menambah kedekatan kepada masyarakat dan aktif dalam kegiatan sehari-hari berbaur dengan masyarakat sebagai landasan TNI dari Rakyat untuk Rakyat.



Editor : Tim Redaksi


INFONEWS
-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat resmi menghadirkan relasi baru KA Lembah Anai rute Stasiun Kayutanam–Stasiun Padang pulang-pergi (PP) yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026. Kehadiran relasi ini disambut antusias oleh masyarakat, tercermin dari tingkat keterisian tempat duduk yang hampir penuh pada hari pertama pengoperasian.


Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pengembangan relasi KA Lembah Anai hingga Stasiun Padang merupakan langkah strategis KAI dalam menyediakan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, serta selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Sumatera Barat.

“Berdasarkan data pembaruan hingga pukul 17.00 WIB, jumlah penumpang KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang (PP) pada hari pertama mencapai 982 pelanggan atau sekitar 85 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni 1.152 tempat duduk. Angka ini masih bersifat dinamis karena penjualan tiket masih terus berlangsung,” ujar Reza.

KA Lembah Anai melayani enam frekuensi perjalanan setiap hari untuk masing-masing arah. Adapun jadwal perjalanan sebagai berikut:

Relasi Kayutanam–Padang
- KA PLB B51A berangkat pukul 05.30 WIB, tiba pukul 07.04 WIB
- ⁠KA PLB B53A berangkat pukul 11.40 WIB, tiba pukul 13.16 WIB
- ⁠KA PLB B55A berangkat pukul 16.20 WIB, tiba pukul 17.57 WIB

Relasi Padang–Kayutanam
- KA PLB B52A berangkat pukul 08.35 WIB, tiba pukul 10.10 WIB
- ⁠KA PLB B54A berangkat pukul 14.10 WIB, tiba pukul 15.45 WIB
- ⁠KA PLB B56A berangkat pukul 18.55 WIB, tiba pukul 20.30 WIB

Informasi lengkap mengenai jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Dengan jadwal keberangkatan yang teratur serta tarif yang terjangkau, KA Lembah Anai diharapkan menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas harian, pendidikan, pekerjaan, hingga perjalanan wisata.

Selain itu, KAI Divre II Sumatera Barat juga menetapkan tarif yang sangat terjangkau. Untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, tarif tiket sebesar Rp3.000, sedangkan untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya ditetapkan sebesar Rp5.000.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus apresiasi kepada masyarakat, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan souvenir menarik kepada para penumpang KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada hari pertama operasional. Pemberian souvenir tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, bersama jajaran manajemen Divre II Sumatera Barat di Stasiun Padang.

Kegiatan ini merupakan wujud terima kasih KAI kepada pelanggan atas kepercayaan dan antusiasme yang tinggi dalam menggunakan layanan KA Lembah Anai. Melalui kegiatan tersebut, KAI berharap dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga memberikan kesan positif serta mempererat kedekatan antara KAI dan masyarakat pengguna jasa kereta api di Sumatera Barat.

“KAI mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk memanfaatkan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, bebas macet, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan, serta menyesuaikan kapasitas dan pola operasi sesuai dinamika kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.