Infonews - Stunting adalah keadaan tumbuh lambat dan atau gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Indikator utamanya adalah bobot badan dan tinggi badan yang lebih rendah dari pada standar usianya.
Kekurangan gizi pada umumnya terjadi sejak dalam kandungan hingga masa awal setelah anak lahir, sedangkan untuk kasusnya baru terlihat nyata setelah anak berumur 2 tahun.
Untuk mencegah stunting tersebut, Puskesmas Mapadegat lakukan kegiatan pemberian Susu dan telur kepada masyarakat di Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.
Pembagian susu dan telur kepada masyarakat merupakan upaya mencegah stunting dengan pola asuh yang baik serta memberikan pemahaman kepada warga agar anak-anak tumbuh dan sehat.
Kegiatan ini di laksanakan langsung Kepala Puskesmas Mapadegat, Stefani Ribka Euodia Saogo bersama nakes yang di hadiri Camat Sipora Utara, Jetro, Kades Goiso'oinan, Sion Marsutim Taileleu dan Masyarakat setempat, Kamis (29/1/2026).
Pemberian Susu dan Telur ini merupakan Program Makanan Tambahan (PTM) untuk meningkatkan nutrisi esensial bagi anak-anak, sehingga konsep tersebut terus terpantau perkembangan pertumbuhan anak-anak.
Kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT) yang di laksanakan Puskesmas Mapadegat di apresiasi Kades Goiso'oinan, Sion Marsutim Taileleu, ia menyampaikan program ini sangat membantu masyarakat dalam rangka mencegah stunting.
"Kita berterima kasih kepada puskesmas Mapadegat yang telah melaksanakan kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT) yang di berikan kepada warga kami, semoga anak-anak tumbuh sehat" tuturnya.
Menurutnya, kegiatan ini paling penting ditanamkan adalah soal pemahaman gizi protein hewani berupa telur dan susu kepada anak usia dini agar memiliki perilaku makan yang baik.
"Tentu hal ini juga untuk mencegah stunting”ucap Kades mengakhiri.
Editor : Tim Redaksi
