Latest Post

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat selaku Ketua Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN menyalurkan bantuan Program Bina Lingkungan tahap pertama bagi masyarakat terdampak banjir di provinsi Sumatera Barat, Kamis (27/11). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial PT KAI terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. “Penyaluran bantuan ini merupakan tahap pertama. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami dapat kembali memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Reza.

Pada kesempatan tersebut, bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, air mineral, serta selimut, terpal dan lainnya diserahkan secara simbolis oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kombes Pol Sigit Nurochmat Hidayat, bersama tim. Bantuan diterima langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Dr. Ir. Erasukma Munaf, ST. MM. MT. di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Barat.

Kombes Pol Sigit Nurochmat Hidayat menegaskan bahwa PT KAI akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif melalui berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PT KAI untuk berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu proses pemulihan para penerima bantuan, khususnya masyarakat terdampak banjir. Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus hadir memberikan manfaat melalui program-program sosial yang berdampak nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dr. Ir. Erasukma Munaf, ST. MM. MT, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan PT KAI. Ia berharap PT KAI terus berkembang, semakin sukses, dan tetap menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Reza juga menegaskan bahwa setiap aksi sosial yang dilakukan KAI Divre II Sumbar selalu berlandaskan pada komitmen untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. “Kami tidak hanya berupaya memberikan bantuan saat terjadi bencana, namun juga memastikan bahwa setiap program sosial yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Reza.

Ia menambahkan, sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk BPBD, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program bantuan agar tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Melalui penyaluran bantuan ini, PT KAI Divre II Sumbar berharap proses pemulihan bagi masyarakat terdampak dapat berjalan lebih cepat dan efektif. KAI juga berkomitmen untuk terus memperkuat peran sosialnya melalui berbagai program TJSL yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

“KAI Divre II Sumbar akan terus hadir, tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi berbasis rel, tetapi juga sebagai mitra yang peduli, responsif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial di Sumatera Barat,” tutup Reza.(*)

Infonews - Persoalan sengketa tanah antara Sabarudin dengan Nurdin Biso di lakukan penyelesaiannya secara mediasi di kantor Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.


Mediasi sengketa tanah itu di hadiri Kepala Desa Tuapeijat, Pusuibiat, Ketua BPD Desa Tuapeijat, Frans Siritoitet, Anggota BPD, Domikus Sababalat, Bhabinkamtibmas, Aipda Donny dan Babinsa Koramil 03/Sioban, Kodim 0319/Mentawai, Serda Cendra.


"Sengketa Tanah ini berlokasi di Dusun Camp, Desa Tuapeijat antara Sabarudin dan Nurdin Biso" sebut Serda Cendra saat hadiri mediasi sengketa tanah di kantor Desa Tuapeijat, Kamis (27/11/2025).


Dia menyampaikan, dalam penyelesaian sengketa tanah ini di lakukan pengukuran ulang tanah yang di sengketa tersebut, guna memastikan posisi tanah yang di persoalan itu.


"Setelah dilakukan pengukuran ulang, hasil dari mediasi yang di lakukan di kantor Desa Tuapeijat, kedua belah pihak menyepakati yang sudah di putuskan dan tidak ada lagi persoalan" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi


 

Utamakan Keselamatan, KAI Divre II Sumbar Mohon Maaf, dan Berikan Pengembalian Penuh bagi Pelanggan yang Membatalkan Perjalanan

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem di wilayah operasional Divre II Sumatera Barat yang menyebabkan luapan air di beberapa titik wilayah operasional. Kondisi tersebut terpantau sejak Kamis, 27 November 2025 pagi, dan berdampak pada pengaturan beberapa perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, termasuk seluruh pelanggan di dalamnya, menjadi prioritas utama KAI.

“Keselamatan pelanggan selalu menjadi hal yang utama. Kami berterima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan, keluarga yang menunggu dan masyarakat dalam situasi ini,” ujar Reza.

Petugas prasarana KAI Divre II Sumbar telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Sebagai langkah antisipatif agar perjalanan kereta tetap dapat berjalan dengan aman, upaya normalisasi lintas terus dilakukan agar beberapa titik jalur KA yang terimbas dapat segera dilalui dengan aman. KAI juga menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air, stabilitas jalur, serta sistem drainase di sekitar rel.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI memberikan pengembalian biaya tiket 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanan akibat keterlambatan lebih dari satu jam atau karena pembatalan pengoperasian KA. Mekanisme kompensasi ini berlaku bagi pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan karena keterlambatan atau pengalihan lintas pengoperasian KA.

Proses pengembalian dapat dilakukan di loket stasiun. Pengajuan klaim dapat dilakukan hingga maksimal H+7 dari tanggal keberangkatan.

Untuk menjaga keselamatan, hingga saat ini, diperlakukan pengalihan lintas pengoperasian perjalanan KA diantaranya sebagai berikut :
1. ⁠KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam - BIM menjadi Kayu Tanam - Duku (PP)
2. ⁠KA Minangkabau Ekpres relasi Pulau Aie - BIM (PP) menjadi Pulau Aie - Duku (PP)

Sementara itu, untuk perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima - Naras, tetap beroperasi seperti biasa.

KAI mengimbau pelanggan untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email cs@kai.id, serta akun media sosial resmi @keretaapisumbar_official,   @KAI121 di Instagram yang telah terverifikasi.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem. KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi jalur secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” tutup Reza.(*)

Infonews - Pendekatan dengan masyarakat merupakan salah satu keharusan yang di lakukan oleh aparat teritorial dalam melaksanakan tugas di wilayah binaanya, setidaknya melakukan komunikasi sosial.


Dalam konsep tersebut guna membangun kebersamaan dan menjalin silahturahmi sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Seperti yang di lakukan Babinsa Koramil 04/Sikakap, Kodim 0319/Mentawai, Serka Andi sambangi tukang bengkel Sarmen di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, Rabu (26/11/2025).


"Sambang yang kita lakukan ini memotivasi tukang bengkel dalam meningkatkan perekonomian keluarga" tuturnya.


Hal ini merupakan bentuk pendekatan Babinsa terhadap semua kalangan masyarakat , guna memotivasi warga serta membantu kesulitan masyarakat di wilayah binaan.



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS-Di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion terus menperhatikan nasib masyarakat di daerah pemilihannya Koto Tangan, Selasa, (25/11/2025)

Apa lagi, ditengah cuaca ekstrim begini, hujan berinstensitas tinggi melanda Kota Padang, banjir di sana sini di beberapa titik wilayah kota ini, terutama di perumahan.

Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrim itu akan berlangsung hingga tanggal 27 November 2025.

Prihatin dengan nasib masyarakat, Muharlion turun menerjang banjir. Dia menemui masyarakat yang tinggal komplek Mega Permai Padang Sari Kecamatan Koto Tangah.

Saat menerima kunjungan Muharlion, warga pun sontak meminta nasi untuk di makan. Dengan memakai dana pribadinya, dia membantu masyarakat yang terdampak banjir.

"Alhamdulillah kita tadi turun ke lapangan. Kondisinya, masyarakat minta makan. Kita bantu sebagian. Ini yang ditangani dulu. Soal evakusi, ada masyarakat yang mau, ada yang tidak, " kata Muharlion.

Dikatakan Muharlion, dia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) agar mencairkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Yang jelas mereka tidak bisa masak (dalam situsi terdampak banjir, red). Dan dalam beberapa hari kedepan masih banjir juga, tentu mereka tidak bisa masak, " ujarnya.

Dikatakan Muharlion, dirinya akan melihat, jika air tidak turun di beberapa wilayah, maka harus dibuka dapur umum.

"Tadi sudah dibuka dapur umum, seperti di Tunggul Hitam. Itu penanganan jangka pendek soal banjir ini, " cakapnya.

Muharlion meminta pihak terkait untuk mewaspadai jika terjadi gelombang yang lebih besar lagi dan siap siaga di lapangan. (bm)

Infonews - Jembatan merupakan salah satu penghubung akses jalan untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas termasuk mobilisasi hasil bumi yang ada di wilayah kecamatan Pagai Utara dan Sikakap, Selasa (25/11/2025).


Untuk memastikan hal tersebut, Bupati Mentawai Rinto Wardana di dampingi Babinsa Koramil 04/Sikakap, Kodim 0319/Mentawiai tinjau lokasi pembangunan jembatan yang berada di tiga lokasi.


Peninjauan jembatan yang berada di tiga lokasi itu di hadiri Asiten III, Ruslianus Sabelau, Danramil 04/Sikakap, Kapten Inf Herizal, Perusahan PT. Hariona, Kadis PU Mentawai, Asmen Simanjorang dan Camat Pagai Utara, Galor Anas.


Serka Jafril menyebut, peninjauan yang di lakukan Bupati mentawai ini untuk melihat langsung pembangunan jembatan yangbberada di Desa Saumangayak  yang sudah putus sejak bulan Juni 2025 lalu.


"Saat ini jembatan tengah dikerjakan pihak Perusahan TP Hariona, dimana pengerjaannya sedang berlangsung" sebut Babinsa.


Adapun jembatan yang di kunjungi bupati mentawai yaitu jembatan Toktuk, jembatan Butek Mone dan jembatan besi di Desa Matobe yang kondisinya sudah miring.



Editor : Tim Redaksi




INFONEWS-Di jantung Kabupaten Padang Pariaman berdiri Stasiun Kayu Tanam (KTN), sebuah bangunan perkeretaapian kelas II yang menyimpan rekam jejak panjang perkembangan transportasi berbasis rel di Sumatera Barat. Terletak di kilometer 60+038 jalur Teluk Bayur–Padang–Lubuk Alung–Sawahlunto pada ketinggian +144 meter di atas permukaan laut, stasiun ini telah menjadi saksi perjalanan sejarah sejak awal abad ke-20.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa keberadaan Stasiun Kayu Tanam tidak dapat dilepaskan dari pembangunan jaringan rel oleh Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu bertujuan menghubungkan kawasan tambang, pelabuhan, dan pusat ekonomi di pedalaman. Letaknya yang strategis menjadikan Kayu Tanam sebagai titik penghubung utama, termasuk sebagai lokasi jalur kereta bergigi (rack railway) satu-satunya di Sumatera Barat yang menghubungkan Kayu Tanam dengan Padang Panjang. Meskipun jalur gerigi tersebut kini tidak lagi beroperasi, nilai sejarahnya tetap hidup dan melengkapi identitas kawasan sebagai pusat penting perkeretaapian di masa lalu.

Penetapan Stasiun Kayu Tanam sebagai bangunan cagar budaya dengan nomor registrasi KB003149 melalui SK Nomor 432-144-2019 mempertegas pentingnya pelestarian bangunan ini. Arsitektur kolonial yang masih dipertahankan, mulai dari tiang besi tempa, jendela kayu besar, hingga langit-langit tinggi menjadi pengingat bagaimana infrastruktur transportasi pernah berjalan beriringan dengan perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam perjalanannya menuju era modern, pada 1 November 2016 KAI meresmikan layanan kereta lokal Lubuk Alung - Kayu Tanam, yang kemudian diperpanjang hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 22 Maret 2019. Transformasi tersebut bukan hanya menghadirkan konektivitas baru, tetapi juga memberi manfaat besar bagi warga sekitar yang membutuhkan akses ke pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun ke bandara. Saat ini, Stasiun Kayu Tanam melayani 6 (enam) frekuensi perjalanan  KA Lembah Anai relasi Kayutanam-BIM yang terus menjadi alternatif transportasi andal, efisien, dan ramah lingkungan.

Tak jauh dari stasiun ini, terdapat objek wisata ikonik seperti Air Terjun Lembah Anai dan Jembatan Tinggi Kereta Api yang kini menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO. Lokasinya yang berdekatan menjadikan Stasiun Kayu Tanam pintu masuk penting bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi sejarah dan alam di dataran tinggi Minangkabau.

Meskipun menghadapi tantangan seperti integrasi transportasi lanjutan dan frekuensi perjalanan yang masih terbatas, masa depan Stasiun Kayu Tanam tetap terbentang luas. Penguatan digitalisasi layanan seperti informasi jadwal real-time dan peningkatan fasilitas inklusif menjadi langkah strategis untuk menjadikan KTN sebagai “smart station” di masa mendatang.

“Bagi masyarakat Kayu Tanam, stasiun ini bukan hanya bangunan bersejarah, melainkan bagian dari identitas mereka. Dari rel tua hingga perjalanan modern hari ini, Stasiun Kayu Tanam terus menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan mobilitas Sumatera Barat”, kata Reza.

Stasiun Kayu Tanam merupakan simbol komitmen KAI dalam menjaga warisan sekaligus menghadirkan layanan yang relevan bagi masyarakat. Kami terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang aman, terjangkau, dan bermanfaat bagi masyarakat, tanpa meninggalkan nilai sejarah yang dimiliki setiap stasiun. Kayu Tanam adalah contoh bagaimana infrastruktur perkeretaapian dapat menjadi ruang hidup yang menyatukan sejarah, pendidikan, dan mobilitas.

“Ke depan, kami berharap Stasiun Kayu Tanam dapat terus berkembang sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran sejarah perkeretaapian bagi generasi muda. “Dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah, komunitas pecinta kereta api, dan masyarakat sekitar, kami optimis stasiun ini akan semakin memberikan manfaat luas dan menjadi bagian penting dari perjalanan transportasi berkelanjutan di Sumatera Barat,”tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.