Latest Post

 

INFONEWS-Adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp171 juta pada pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Padang mengharuskan para kader Posyando mengganti dana pengembalian sebesar Rp50 ribu per orang.

Kondisi demikian, sejumlah kader Posyandu mengadukan kewajiban pengembalian dana Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tersebut ke Komisi IV DPRD Kota Padang, Senin (2/2/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak menginginkan persoalan ini berujung pada beban finansial bagi kader Posyandu. Namun, sebagai tindak lanjut temuan BPK, pengembalian dana harus dilakukan.

“Anggaran PMT ini sejatinya berada di kecamatan. Mekanismenya adalah pemberian barang atau produk, bukan uang tunai. Namun yang terjadi, kecamatan justru menyerahkan uang. Solusi yang ada saat ini, dana sebesar Rp171 juta tersebut harus dikembalikan ke negara, dan itu dibebankan kepada kader Posyandu,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, skema pengembalian dilakukan dengan cara iuran, di mana setiap kader diminta mengganti sebesar Rp50 ribu per orang. Kebijakan ini, menurutnya, diambil sebagai jalan keluar paling memungkinkan meski menimbulkan keberatan di lapangan.

Sementara itu, Camat Kuranji, Rido Satria, S.STP, MM, mengungkapkan bahwa temuan BPK ini terjadi hampir di semua kecamatan dan harus melakukan pengembalian dana ini.

"Khusus di Kecamatan Kuranji, nilai temuan BPK mencapai Rp19 juta. Dana tersebut juga wajib dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

“Di Kecamatan Kuranji, total temuan sebesar Rp19 juta. Karena itu, seluruh kader Posyandu di wilayah kami harus bersama-sama mengembalikan dana tersebut kepada negara,” pungkasnya.

Kasus temuan PMT di Kota Padang ini pun menjadi perhatian, karena di satu sisi program tersebut menyasar upaya pencegahan stunting, namun di sisi lain justru menimbulkan persoalan administratif yang berdampak langsung kepada kader Posyandu di lapangan.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sendiri merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, terutama kelompok yang berisiko mengalami kekurangan gizi dan stunting.

PMT ditujukan untuk balita usia 6–59 bulan yang mengalami gizi kurang atau berat badan tidak naik, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).(*)




Infonews - Babinsa Koramil 04/Sikakap, Kodim 0319/Mentawai, Serka Jafril laksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama Kasi Pembangunan Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai dalam rangka menjalin koordinasi di wilayah binaan.


Kegiatan komsos itu Babinsa tampak berbincang dengan Kasi Pembangunan Fran Karel dan juga staf camat lainnya di kantor Camat Sikakap, Senin (2/2/2026).


Dia menuturkan, komsos yang di lakukan ini membahas seputar perkembangan perekonomian di wilayah kecamatan termasuk monitor kegiatan yang akan di laksanakan.


"Semoga koordinasi yang kita lakukan ini memberikan solusi dalam kemajuan wilayah" ucap Babinsa


Terkait perkembangan wilayah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi salah satu upaya bersama untuk memberikan solusi terbaik kepada warga binaan.


Selain itu kegiatan komsos juga salah satu komunikasi untuk menjalin silahturahmi sesama aparatur di wilayah.



Editor : Tim Redaksi

 

Infonews - Kegiatan Komunikasi Sosial yang di laksanakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah binaan salah satu bentuk kepedulian dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat serta membantu kesulitan warga.


Komsos juga merupakan kegiatan untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat di lapangan sekaligus berbagai ilmu pengetahuan di berbagai sektor kegiatan.


Seperti yang di lakukan Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serda L Hutagalung sambangi mitra karib di Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sabtu (31/2026).


"Kegiatan komsos yang kita lakukan ini bahas seputar aktivitas tukang terutama soal pembuatan body boat" ucapnya.


Dia menambahkan, sharing soal pembuatan body boat ini merupakan salah satu aktivitas yang di lakukan masyarakat setempat, karena rata-rata mobilisasi kebanyakan di perairan.


"Semoga aktivitas Perabot di wilayah binaan semakin berkembang dan banyak diminati orang, sehingga perputaran ekonomi semakin lancar" tutupnya.



Editor : Tim Redaksi

Infonews - Stunting adalah keadaan tumbuh lambat dan atau gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Indikator utamanya adalah bobot badan dan tinggi badan yang lebih rendah dari pada standar usianya.


Kekurangan gizi pada umumnya terjadi sejak dalam kandungan hingga masa awal setelah anak lahir, sedangkan untuk kasusnya baru terlihat nyata setelah anak berumur 2 tahun.


Untuk mencegah stunting tersebut, Puskesmas Mapadegat lakukan kegiatan pemberian Susu dan telur kepada masyarakat di Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.


Pembagian susu dan telur kepada masyarakat merupakan upaya mencegah stunting dengan pola asuh yang baik serta memberikan pemahaman kepada warga agar anak-anak tumbuh dan sehat.


Kegiatan ini di laksanakan langsung Kepala Puskesmas Mapadegat, Stefani Ribka Euodia Saogo bersama nakes yang di hadiri Camat Sipora Utara, Jetro, Kades Goiso'oinan, Sion Marsutim Taileleu dan Masyarakat setempat, Kamis (29/1/2026).


Pemberian Susu dan Telur ini merupakan Program Makanan Tambahan (PTM) untuk  meningkatkan nutrisi esensial bagi anak-anak, sehingga konsep tersebut terus terpantau perkembangan pertumbuhan anak-anak.


Kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT) yang di laksanakan Puskesmas Mapadegat di apresiasi Kades Goiso'oinan, Sion Marsutim Taileleu, ia menyampaikan program ini sangat membantu masyarakat dalam rangka mencegah stunting.


"Kita berterima kasih kepada puskesmas Mapadegat yang telah melaksanakan kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT) yang di berikan kepada warga kami, semoga anak-anak tumbuh sehat" tuturnya.


Menurutnya, kegiatan ini paling penting ditanamkan adalah soal pemahaman gizi protein hewani berupa telur dan susu kepada anak usia dini agar memiliki perilaku makan yang baik.


"Tentu hal ini juga untuk mencegah stunting”ucap Kades mengakhiri.


Editor : Tim Redaksi



 

Owner Basta Coffee Maiyudi Candra S.Kom

INFONEWS- Ingin menikmati kopi yang enak dan berada dikawasan wisata tepatnya di kawasan Kota Tua Batang Arau Kota Padang.

Owner Basta Coffee Maiyudi Candra S.Kom mengatakan saya merintis Street Basta Coffee ini sejak bulan Juli 2017 hingga saat ini.

Memang dalam merintis usaha Basta Cofeee ini  tentunya melalui perjuangan yang panjang. Saat pertama mulai merintis di kawasan Kota Tua Batang Arau ini sangat sepi sekali.


"Belum ada satupun warung kopi dan pedagang di kawasan Kota Tua Muara Padang ini," kata Owner Basta Coffee Maiyudi Candra saat di temui media ini, Jum'at (30/1/2026).

Salah satu tujuan kami awalnya adalah merubah mindsed negatif menjadi pemikiran yang positif terhadap kawasan wisata Kota Tua ini agar lebih dikenal orang banyak baik dari dalam kota Padang sendiri maupun luar kota bahkan manca negara.

Alhamdulillah, tujuan itu tercapai dan buktinya saat dan saat ini bisa sama - sama disaksikan sudah banyak buka para pedagang -pedagang kuliner yang bermunculan di kawasan Kota Tua Batang Arau Kota Padang ini.


"Hal ini tentunya menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan perekonomian warga serta dapat memajukan kawasan wisata Kota Padang," ujarnya.

Kami di Basta Coffee menyediakan
- Coffee & Manual Brew
- Mocktail
- Non Coffee lain-nya


Selain itu juga kami di Basta Coffee menyediakan buku bacaan yang bisa di baca oleh konsumen sambil ngopi santai nikmati suasana kota tua.

"Selamat menikmati indahnya wisata bangunan - bangunan tua cagar budaya, pemandangan sungai dengan kapal kapal pesiar, kelap kelip lampu rumah dilereng perbukitan. ,"pungkasnya.(bim)





 

INFONEWS-Sebagai bentuk nyata komitmen berkelanjutan dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) kembali hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya KAI Group untuk terus memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Kegiatan kepedulian sosial tersebut dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 5 Batang Anai yang berlokasi di Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (30/1). Sekolah ini merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar secara optimal. Dalam kesempatan ini, KAI Divre II Sumbar bersama KAI Properti menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti buku tulis, pena, pensil, serta berbagai kebutuhan belajar lainnya. Selain itu, bantuan fasilitas sekolah berupa kipas angin juga diberikan sebagai upaya mendukung kenyamanan dan kelancaran proses pembelajaran pascabencana.

Tidak hanya menyalurkan bantuan secara simbolis, tim KAI Divre II Sumbar dan KAI Properti juga melakukan kegiatan Trauma Healing dengan para siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan hiburan ringan. Anak-anak diajak bermain games edukatif, berinteraksi, dan bercengkerama bersama guna menghadirkan keceriaan serta membangkitkan kembali semangat belajar mereka setelah terdampak bencana. Suasana hangat dan penuh keakraban pun tercipta selama kegiatan berlangsung.

Di sela kegiatan tersebut, tim juga memberikan edukasi seputar dunia perkeretaapian kepada para siswa. Edukasi ini meliputi pengenalan profesi di lingkungan PT Kereta Api Indonesia serta sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, edukasi ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap transportasi publik, khususnya kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian KAI terhadap dunia pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam.

“Kami tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban sekolah sekaligus memulihkan semangat belajar anak-anak pascabanjir,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa edukasi keselamatan perkeretaapian yang diberikan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat.

“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Selain itu, pengenalan berbagai profesi di dunia perkeretaapian juga kami harapkan dapat menjadi inspirasi dan membuka wawasan generasi muda tentang cita-cita dan masa depan mereka,” tambahnya.

Melalui program kegiatan ini, KAI Divre II Sumatera Barat bersama KAPM menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tumbuh, dan berkontribusi bersama masyarakat. KAI berharap upaya ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana serta peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Sumatera Barat.(*)

 

INFONEWS--Sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap transportasi publik sejak usia dini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Edukasi Transportasi Kereta Api bagi anak-anak Taman Kanak-kanak di Stasiun Padang, Kamis (29/1).

Kegiatan ini diikuti oleh 54 siswa/i dari TK Bina Karakter dan Bhayangkari Pariaman. Para peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenal dunia perkeretaapian di lingkungan stasiun, sekaligus memahami peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai profesi petugas KAI, fasilitas stasiun, tata cara pemesanan tiket, proses boarding penumpang, hingga praktik naik ke atas kereta api. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami serta memberikan pengalaman edukatif yang berkesan.

Selain kegiatan edukasi di stasiun, KAI Divre II Sumatera Barat juga memfasilitasi perjalanan wisata edukatif menggunakan KA Pariaman Ekspres dengan relasi Stasiun Pariaman–Stasiun Padang (PP), sehingga anak-anak dapat merasakan langsung pengalaman bepergian menggunakan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan transportasi publik kepada anak-anak sejak dini melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif.

“Melalui edukasi ini, anak-anak tidak hanya mengenal profesi petugas KAI dan sistem perkeretaapian di Sumatera Barat, tetapi juga memahami proses perjalanan kereta api secara langsung. Sebagai bentuk apresiasi, peserta juga menerima souvenir dari KAI,” ujar Reza.

Sebagai informasi, KAI Divre II Sumatera Barat membuka kesempatan bagi masyarakat maupun lembaga pendidikan yang ingin mengajukan perjalanan rombongan KA Lokal sekaligus kegiatan edukasi transportasi.

Berikut ketentuan bagi masyarakat atau lembaga pendidikan yang ingin mengajukan perjalanan rombongan KA Lokal dan kegiatan edukasi bersama KAI Divre II Sumatera Barat sbb:
a. Rombongan minimal berjumlah 20 orang.
b. Surat permohonan diajukan mulai 14 hari hingga selambat-lambatnya 8 hari sebelum jadwal keberangkatan.
c. Surat permohonan berisi:
 - Nama rombongan
 - Nama perwakilan dan nomor HP yang dapat dihubungi
 - Jumlah anggota rombongan
 - Daftar nama dan nomor identitas/NIK
 - Jadwal keberangkatan (hari, tanggal, dan jam)
 - Relasi perjalanan
d. Tiket wajib bagi penumpang berusia 3 tahun ke atas dan disertai nomor identitas/NIK.
e. Anak di bawah usia 3 tahun yang ingin duduk sendiri wajib memiliki tiket.
f. Pembayaran dilakukan melalui nomor virtual account.
g. Setelah pembayaran lunas, akan dibuatkan berita acara kesepakatan.
h. Pembatalan, pengembalian biaya, perubahan jadwal, dan perubahan jumlah penumpang tidak diperkenankan setelah pembayaran dilakukan.
i. Rombongan wajib hadir minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.
j. Petugas loket akan menghubungi perwakilan rombongan jika tiket telah selesai dicetak.
k. Seluruh peserta wajib mematuhi aturan yang berlaku di PT KAI (Persero).

Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumatera Barat berharap dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap transportasi publik sejak dini serta memperkenalkan pentingnya peran transportasi kereta api dan udara dalam mendukung mobilitas masyarakat yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menggunakan transportasi publik hingga mereka dewasa nanti,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.