Latest Post

Ketua KONI Padang, Erianto dalam rapat ini mengeluhkan anggaran hibah sejumlah cabang olah raga (Cabor) yang belum dicairkan Pemko Padang. 

INFONEWS- Ketua KONI Padang, Erianto dalam rapat ini mengeluhkan anggaran hibah sejumlah cabang olah raga (Cabor) yang belum dicairkan Pemko Padang. 

Tak cairnya anggaran hibah, menurut dia, mengganggu kesiapan Cabor dalam mempersiapkan atlet yang akan mewakili Kota Padang di ajang Porprov XVI yang akan dituanrumah bersama sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat.

“Saat ini, memang masih ada pengurus Cabor yang belum melaporkan penggunaan hibah yang telah diterima. Tapi, semuanya dalam proses pembuatan laporan,” sebut Erianto saat rapat pembahasan dengan Komisi IV DPRD Padang, Senin (2/2/2026).

Erianto juga mengungkapkan, pihaknya terus mematangkan proposal kegiatan Porprov 2026 yang akan diajukan kepada Dispora Padang.Proposal ini kami siapkan untuk mencapai target juara umum, sesuai dengan program unggulan Wali Kota Padang, yakni Padang Juara.

Selain itu, ungkap Erianto, KONI Padang juga tengah menggodok skema bonus bagi atlet Kota Padang yang berhasil meraih prestasi dan medali pada Porprov XVI. “Kami sedang membahas bonus yang akan diberikan kepada atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka,” ungkap Erianto yang juga anggota DPRD Kota Padang ini.

Terkait dana hibah yang diterima Cabor ini,Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kota Padang, Corry Saidan,mengutip ketentuan yang tertuang dalam Perwako No 34 Tahun 2021. Dalam beleid ini ditegaskan, penerima hibah yang belum melaporkan penggunaan dana yang telah diberikan, mendapatkan sanksi, salah satunya berupa penundaan pencairan anggaran di tahun berikutnya. 

“Menurut hemat kami, kalau ada Cabor yang telah menyelesaikan pelaporan dana hibah tahun lalu, sudah bisa direkomendasikan untuk dicairkan anggaran hibahnya di tahun 2026 ini. Sedangkan Cabor yang masih proses penyiapan laporan, maka dana hibahnya akan dicairkan jika telah menyelesaikan laporannya,” ungkap Corri. 

Ia juga menyampaikan, KONI Padang telah berkoordinasi dengan KONI Provinsi, guna mempermudah penyusunan kebutuhan anggaran.Nantinya, Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun KONI akan dibahas bersama Dispora dan ditindaklanjuti DPRD Padang. (*)

Komisi IV DPRD Kota Padang hearing bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta Koni Kota Padang.
INFONEWS-Isu keberadaan sosok misterius berjuluk “Tuan Takur” mencuat dalam rapat dengar pendapat (hearing) Komisi IV DPRD Kota Padang bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Kota Padang.Senin (2/2/2026).
Sosok ini disebut-sebut “menguasai” perparkiran dan retribusi masuk di Kolam Renang Teratai, Padang, bahkan dinilai lebih berpengaruh dibanding Kepala Dinas setempat.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, saat hearing terkait kesiapan Pemerintah Kota Padang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XVI yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

“Saya melihat adanya Tuan Takur yang menguasai perparkiran dan retribusi masuk di Kolam Renang Teratai Padang. Hebatnya, keberadaannya lebih kuat dari Kadispora sendiri,” tegas Iskandar di hadapan peserta rapat.

Iskandar menekankan, DPRD Kota Padang tidak menginginkan praktik premanisme yang berlindung di balik jabatan atau memanfaatkan lemahnya regulasi yang ada. Ia menyoroti sistem portal di Kolam Renang Teratai yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Portal di Kolam Renang Teratai tidak berjalan dengan baik. Jangan sampai pemerintah terpengaruh oleh hal-hal seperti ini. Di mana ada celah, selalu ada potensi munculnya ‘Tuan Takur’. Saya yakin Kadispora mampu menyelesaikan persoalan ini dengan baik,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Kota Padang, Corry Saidan, mengaku tidak mengetahui keberadaan sosok yang dimaksud.“Saya tidak tahu tentang itu. Silakan tanyakan langsung kepada yang menyampaikan tadi,” katanya singkat.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Padang, Erianto, juga mengaku baru mendengar isu tersebut dalam forum hearing. Ia berjanji akan menindaklanjuti dan melakukan koordinasi lebih lanjut.

“Saya akan koordinasikan dengan Plt Kadispora tentang siapa sebenarnya Tuan Takur ini. Kabarnya, perintahnya lebih didengar daripada kepala dinas. Ini tentu akan kita selidiki,” tegas Erianto.

Munculnya isu Tuan Takur ini menambah daftar pekerjaan rumah bagi Pemko Padang, terutama dalam pembenahan tata kelola fasilitas olahraga menjelang Porprov Sumbar XVI, agar terbebas dari praktik-praktik yang mencederai tata kelola pemerintahan yang bersih.(*).

 

INFONEWS-Adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp171 juta pada pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Padang mengharuskan para kader Posyando mengganti dana pengembalian sebesar Rp50 ribu per orang.

Kondisi demikian, sejumlah kader Posyandu mengadukan kewajiban pengembalian dana Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tersebut ke Komisi IV DPRD Kota Padang, Senin (2/2/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak menginginkan persoalan ini berujung pada beban finansial bagi kader Posyandu. Namun, sebagai tindak lanjut temuan BPK, pengembalian dana harus dilakukan.

“Anggaran PMT ini sejatinya berada di kecamatan. Mekanismenya adalah pemberian barang atau produk, bukan uang tunai. Namun yang terjadi, kecamatan justru menyerahkan uang. Solusi yang ada saat ini, dana sebesar Rp171 juta tersebut harus dikembalikan ke negara, dan itu dibebankan kepada kader Posyandu,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, skema pengembalian dilakukan dengan cara iuran, di mana setiap kader diminta mengganti sebesar Rp50 ribu per orang. Kebijakan ini, menurutnya, diambil sebagai jalan keluar paling memungkinkan meski menimbulkan keberatan di lapangan.

Sementara itu, Camat Kuranji, Rido Satria, S.STP, MM, mengungkapkan bahwa temuan BPK ini terjadi hampir di semua kecamatan dan harus melakukan pengembalian dana ini.

"Khusus di Kecamatan Kuranji, nilai temuan BPK mencapai Rp19 juta. Dana tersebut juga wajib dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

“Di Kecamatan Kuranji, total temuan sebesar Rp19 juta. Karena itu, seluruh kader Posyandu di wilayah kami harus bersama-sama mengembalikan dana tersebut kepada negara,” pungkasnya.

Kasus temuan PMT di Kota Padang ini pun menjadi perhatian, karena di satu sisi program tersebut menyasar upaya pencegahan stunting, namun di sisi lain justru menimbulkan persoalan administratif yang berdampak langsung kepada kader Posyandu di lapangan.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sendiri merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, terutama kelompok yang berisiko mengalami kekurangan gizi dan stunting.

PMT ditujukan untuk balita usia 6–59 bulan yang mengalami gizi kurang atau berat badan tidak naik, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).(*)




Infonews - Babinsa Koramil 04/Sikakap, Kodim 0319/Mentawai, Serka Jafril laksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama Kasi Pembangunan Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai dalam rangka menjalin koordinasi di wilayah binaan.


Kegiatan komsos itu Babinsa tampak berbincang dengan Kasi Pembangunan Fran Karel dan juga staf camat lainnya di kantor Camat Sikakap, Senin (2/2/2026).


Dia menuturkan, komsos yang di lakukan ini membahas seputar perkembangan perekonomian di wilayah kecamatan termasuk monitor kegiatan yang akan di laksanakan.


"Semoga koordinasi yang kita lakukan ini memberikan solusi dalam kemajuan wilayah" ucap Babinsa


Terkait perkembangan wilayah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi salah satu upaya bersama untuk memberikan solusi terbaik kepada warga binaan.


Selain itu kegiatan komsos juga salah satu komunikasi untuk menjalin silahturahmi sesama aparatur di wilayah.



Editor : Tim Redaksi

 

Infonews - Kegiatan Komunikasi Sosial yang di laksanakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah binaan salah satu bentuk kepedulian dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat serta membantu kesulitan warga.


Komsos juga merupakan kegiatan untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat di lapangan sekaligus berbagai ilmu pengetahuan di berbagai sektor kegiatan.


Seperti yang di lakukan Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serda L Hutagalung sambangi mitra karib di Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sabtu (31/2026).


"Kegiatan komsos yang kita lakukan ini bahas seputar aktivitas tukang terutama soal pembuatan body boat" ucapnya.


Dia menambahkan, sharing soal pembuatan body boat ini merupakan salah satu aktivitas yang di lakukan masyarakat setempat, karena rata-rata mobilisasi kebanyakan di perairan.


"Semoga aktivitas Perabot di wilayah binaan semakin berkembang dan banyak diminati orang, sehingga perputaran ekonomi semakin lancar" tutupnya.



Editor : Tim Redaksi

Infonews - Stunting adalah keadaan tumbuh lambat dan atau gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Indikator utamanya adalah bobot badan dan tinggi badan yang lebih rendah dari pada standar usianya.


Kekurangan gizi pada umumnya terjadi sejak dalam kandungan hingga masa awal setelah anak lahir, sedangkan untuk kasusnya baru terlihat nyata setelah anak berumur 2 tahun.


Untuk mencegah stunting tersebut, Puskesmas Mapadegat lakukan kegiatan pemberian Susu dan telur kepada masyarakat di Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.


Pembagian susu dan telur kepada masyarakat merupakan upaya mencegah stunting dengan pola asuh yang baik serta memberikan pemahaman kepada warga agar anak-anak tumbuh dan sehat.


Kegiatan ini di laksanakan langsung Kepala Puskesmas Mapadegat, Stefani Ribka Euodia Saogo bersama nakes yang di hadiri Camat Sipora Utara, Jetro, Kades Goiso'oinan, Sion Marsutim Taileleu dan Masyarakat setempat, Kamis (29/1/2026).


Pemberian Susu dan Telur ini merupakan Program Makanan Tambahan (PTM) untuk  meningkatkan nutrisi esensial bagi anak-anak, sehingga konsep tersebut terus terpantau perkembangan pertumbuhan anak-anak.


Kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT) yang di laksanakan Puskesmas Mapadegat di apresiasi Kades Goiso'oinan, Sion Marsutim Taileleu, ia menyampaikan program ini sangat membantu masyarakat dalam rangka mencegah stunting.


"Kita berterima kasih kepada puskesmas Mapadegat yang telah melaksanakan kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT) yang di berikan kepada warga kami, semoga anak-anak tumbuh sehat" tuturnya.


Menurutnya, kegiatan ini paling penting ditanamkan adalah soal pemahaman gizi protein hewani berupa telur dan susu kepada anak usia dini agar memiliki perilaku makan yang baik.


"Tentu hal ini juga untuk mencegah stunting”ucap Kades mengakhiri.


Editor : Tim Redaksi



 

Owner Basta Coffee Maiyudi Candra S.Kom

INFONEWS- Ingin menikmati kopi yang enak dan berada dikawasan wisata tepatnya di kawasan Kota Tua Batang Arau Kota Padang.

Owner Basta Coffee Maiyudi Candra S.Kom mengatakan saya merintis Street Basta Coffee ini sejak bulan Juli 2017 hingga saat ini.

Memang dalam merintis usaha Basta Cofeee ini  tentunya melalui perjuangan yang panjang. Saat pertama mulai merintis di kawasan Kota Tua Batang Arau ini sangat sepi sekali.


"Belum ada satupun warung kopi dan pedagang di kawasan Kota Tua Muara Padang ini," kata Owner Basta Coffee Maiyudi Candra saat di temui media ini, Jum'at (30/1/2026).

Salah satu tujuan kami awalnya adalah merubah mindsed negatif menjadi pemikiran yang positif terhadap kawasan wisata Kota Tua ini agar lebih dikenal orang banyak baik dari dalam kota Padang sendiri maupun luar kota bahkan manca negara.

Alhamdulillah, tujuan itu tercapai dan buktinya saat dan saat ini bisa sama - sama disaksikan sudah banyak buka para pedagang -pedagang kuliner yang bermunculan di kawasan Kota Tua Batang Arau Kota Padang ini.


"Hal ini tentunya menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan perekonomian warga serta dapat memajukan kawasan wisata Kota Padang," ujarnya.

Kami di Basta Coffee menyediakan
- Coffee & Manual Brew
- Mocktail
- Non Coffee lain-nya


Selain itu juga kami di Basta Coffee menyediakan buku bacaan yang bisa di baca oleh konsumen sambil ngopi santai nikmati suasana kota tua.

"Selamat menikmati indahnya wisata bangunan - bangunan tua cagar budaya, pemandangan sungai dengan kapal kapal pesiar, kelap kelip lampu rumah dilereng perbukitan. ,"pungkasnya.(bim)





Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.