Latest Post

 

INFONEWS- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar aksi donor darah di Stasiun Padang, Jumat (25/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian sosial KAI sekaligus kontribusi dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan pekerja KAI, pengguna jasa kereta api, serta masyarakat umum. Pelaksanaan donor darah didukung oleh tenaga medis dari Klinik Mediska Padang dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus momentum untuk mengajak lebih banyak pihak berkontribusi melalui aksi kemanusiaan.

“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memberikan manfaat yang nyata bagi sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak pekerja, pelanggan, maupun masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan,” ujar Reza.

Sebelum melakukan donor, setiap peserta terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari proses administrasi, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), penentuan golongan darah, hingga konsultasi medis. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk melakukan donor darah.

KAI Divre II Sumbar membuka kesempatan bagi pekerja, pengguna jasa kereta api, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi. Peserta yang dapat mengikuti kegiatan donor darah antara lain berusia 17 hingga 65 tahun, memiliki berat badan lebih dari 45 kilogram, serta dalam kondisi sehat dan memenuhi hasil pemeriksaan medis.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 38 orang. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, seluruh peserta dinyatakan laik donor dan berhasil menyumbangkan sebanyak 38 kantong darah.

“Alhamdulillah, seluruh peserta yang mendaftar dinyatakan laik donor dan terkumpul 38 kantong darah. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan memiliki arti penting karena dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Ini menjadi kontribusi nyata yang dapat dilakukan bersama untuk kemanusiaan,” kata Reza.

Menurut Reza, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 KAI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

“Kami berharap semangat berbagi dan tolong-menolong melalui donor darah dapat terus tumbuh dan dilakukan secara berkelanjutan. KAI terbuka untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain memberikan kontribusi terhadap ketersediaan darah, kegiatan donor darah juga menjadi ruang edukasi bagi peserta mengenai pentingnya donor darah secara berkala sesuai dengan ketentuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

“Memasuki usia ke-81 tahun, KAI tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga terus berupaya memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semoga aksi donor darah ini dapat menjadi bagian dari semangat KAI untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Pertumbuhan transportasi massal tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kapasitas dan jumlah perjalanan, tetapi juga bagaimana sistem transportasi mampu berkembang dengan tetap menjaga keselamatan sebagai fondasi utama. Semakin tinggi intensitas mobilitas masyarakat, semakin besar pula kebutuhan terhadap pengelolaan risiko yang sistematis, kesiapan sumber daya manusia, keandalan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Di Sumatera Barat, kebutuhan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan kereta api. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre II Sumatera Barat melayani 1.607.214 pelanggan KA Lokal, meningkat 19,52% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.344.690 pelanggan.

Peningkatan volume pelanggan tersebut menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan mobilitas masyarakat yang perlu diimbangi dengan peningkatan standar keselamatan secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, KAI Divre II Sumbar menerapkan pendekatan “Safety at Scale”, yaitu memastikan bahwa pertumbuhan layanan dan intensitas perjalanan selalu diikuti dengan penguatan pengelolaan risiko di seluruh lini operasional.

“Pertumbuhan mobilitas harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan budaya keselamatan. Ketika jumlah perjalanan dan pelanggan meningkat, maka pengelolaan risikonya juga harus semakin matang. Keselamatan tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek, tetapi membutuhkan kombinasi antara kesiapan infrastruktur, kompetensi SDM, teknologi, disiplin operasi, serta partisipasi masyarakat,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab.

Salah satu area yang membutuhkan perhatian khusus adalah perlintasan sebidang, karena menjadi titik interaksi langsung antara perjalanan kereta api dengan aktivitas pengguna jalan dan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan keselamatan di perlintasan sebidang sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan KAI, pemerintah daerah, aparat, pengelola jalan, serta masyarakat pengguna jalan.

Secara nasional, KAI menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang pada 2026 yang tersebar di sembilan Daop dan empat Divre, termasuk di wilayah Divre II Sumatera Barat. Program peningkatan keselamatan tersebut mencakup penyediaan gardu, rambu-rambu, peralatan keselamatan dan komunikasi, peningkatan kompetensi serta sertifikasi SDM penjaga perlintasan dan peralatan keselamatan lainnya.

Di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar, saat ini terdapat 121 perlintasan sebidang resmi dan 140 perlintasan tidak resmi. KAI secara berkelanjutan melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi potensi risiko, termasuk melalui penutupan perlintasan tidak resmi yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.

Sepanjang 2025, KAI Divre II Sumbar telah melakukan penutupan 18 titik perlintasan liar. Sementara hingga September 2026, telah dilakukan penutupan sebanyak 30 titik perlintasan liar.

Selain penataan perlintasan, penguatan keselamatan juga dilakukan melalui edukasi dan komunikasi langsung kepada masyarakat. Pada 2025, sosialisasi keselamatan telah dilaksanakan di 128 titik perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga. Pada 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan di 56 titik perlintasan.

Upaya edukasi juga diperluas ke lingkungan sekolah dan lokasi masyarakat lainnya. Pada 2025, sosialisasi keselamatan dilaksanakan di 15 lokasi, sedangkan pada 2026 telah mencapai 47 lokasi.

Untuk memperkuat pesan keselamatan secara langsung di lokasi yang memiliki potensi risiko, KAI Divre II Sumbar juga melakukan pemasangan 6 banner keselamatan pada 2025 dan meningkat menjadi 22 banner pada 2026 di sejumlah titik rawan kecelakaan.

“Pendekatan keselamatan harus dilakukan secara berlapis. Infrastruktur dan fasilitas keselamatan merupakan satu lapisan perlindungan, tetapi lapisan tersebut akan semakin kuat apabila diikuti kepatuhan pengguna jalan, kesadaran masyarakat untuk tidak menerobos perlintasan, serta koordinasi yang baik antarinstansi. Karena itu, edukasi dan sosialisasi akan terus kami lakukan secara konsisten,” lanjut Reza.

Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Setiap kejadian tidak hanya menjadi catatan operasional, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi risiko.

KAI juga memperluas kolaborasi dengan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Pada 2026, dukungan CSR telah diberikan di 30 lokasi sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan serta lingkungan sekitar jalur kereta api.

KAI Divre II Sumbar menegaskan bahwa keberadaan perlintasan sebidang harus diikuti dengan perilaku yang mengutamakan keselamatan. Pengguna jalan wajib berhenti, melihat, dan memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api maupun area yang menjadi bagian dari ruang manfaat jalur kereta api.

“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari budaya keselamatan dengan mematuhi rambu, tidak menerobos perlintasan, serta tidak beraktivitas di jalur kereta api. Dengan kolaborasi seluruh pihak, pertumbuhan transportasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan keselamatan,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan evaluasi, penguatan mitigasi, edukasi, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan andal. Pertumbuhan jumlah perjalanan dan pelanggan harus selalu diimbangi dengan peningkatan kualitas pengelolaan keselamatan.

World-class railway dimulai dari kemampuan untuk tumbuh dengan aman. Ketika mobilitas masyarakat semakin besar, maka standar keselamatan juga harus semakin kuat, terukur, dan konsisten.(*)

 

INFONEWS-Rencana perubahan dan penambahan unit usaha Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (PSM) mendapat sorotan dari DPRD Kota Padang. Dewan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat kajian terkait prospek usaha yang akan dijalankan perusahaan daerah tersebut.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026), meminta keterangan mengenai pembahasan PSM disampaikan langsung oleh masing-masing Ketua Panitia Khusus (Pansus). Tiga Ketua Pansus yang menangani pembahasan tersebut yakni Iskandar, Helmi Moesim, dan Arnedi Yarmen.

Ketua Pansus III DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen mengatakan, Pansus III dijadwalkan kembali menggelar rapat pada Kamis (24/9/2026). Sebelum rapat berlangsung, tim Pemko Padang diminta melengkapi kajian mengenai perubahan unit usaha PSM yang diusulkan.

Menurut Arnedi, terdapat dua usulan tambahan unit usaha yang menjadi perhatian Pansus III. Dua usaha tersebut yakni penyewaan mobil tanpa sopir dan jasa angkutan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Arnedi mengatakan, sejauh ini potensi kedua unit usaha tersebut belum terlihat secara jelas sebagai bisnis yang prospektif untuk dikembangkan PSM. Karena itu, Pansus membutuhkan penjelasan yang lebih kuat mengenai peluang usaha, potensi pasar, kebutuhan investasi, risiko, serta proyeksi keuntungan dari masing-masing unit usaha.

“Ada dua usulan tambahan unit usaha PSM yaitu penyewaan mobil tanpa sopir dan jasa angkutan sampah B3. Ini belum terlihat potensinya sebagai usaha yang prospek ke depannya,” kata Arnedi, politisi senior PKS ini.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini menjelaskan, tim Pemko Padang saat ini tengah melengkapi alasan dan kajian yang dibutuhkan untuk meyakinkan Pansus DPRD Kota Padang bahwa kedua usaha tersebut memiliki prospek dan dapat memberikan keuntungan. Kajian itu nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam pembahasan Pansus III.

Pembahasan perubahan unit usaha PSM tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penambahan jenis bisnis, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan usaha menghasilkan pendapatan dan memberikan kontribusi bagi perusahaan daerah. Dengan kajian yang lebih lengkap, DPRD Kota Padang dapat melihat secara lebih jelas kelayakan dua unit usaha tersebut sebelum pembahasan dilanjutkan. (*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat peran Stasiun Lubuk Alung sebagai salah satu simpul strategis mobilitas masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman. Tidak hanya menjadi tempat naik dan turun pelanggan, Stasiun Lubuk Alung memiliki posisi penting dalam mendukung konektivitas berbagai layanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar.

Secara operasional, Stasiun Lubuk Alung menjadi titik yang dilalui berbagai layanan kereta api pada koridor Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, serta Lubuk Alung–Kayu Tanam. Dengan posisi tersebut, stasiun ini menjadi salah satu titik penting yang mendukung pergerakan masyarakat dari kawasan Padang Pariaman menuju Padang, Pariaman, maupun wilayah Kayu Tanam dan sekitarnya.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, frekuensi perjalanan kereta api di wilayah ini juga terus mengalami perkembangan. Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani 8 perjalanan kereta api per hari. Sejak 2025 hingga saat ini, frekuensinya meningkat menjadi 10 perjalanan per hari. Selain itu, pola operasi KA Lembah Anai juga mengalami perubahan. Sebelumnya, enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi, sedangkan saat ini enam perjalanan melayani relasi Kayu Tanam–Padang pulang-pergi. Perubahan relasi tersebut turut memperluas akses masyarakat menuju pusat aktivitas di Kota Padang dan berdampak pada meningkatnya potensi pelanggan yang dilayani.

Pertumbuhan aktivitas tersebut tercermin dari volume pelanggan Stasiun Lubuk Alung. Pada Semester I 2021 tercatat 23.268 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 40.418 pelanggan pada 2022, 63.702 pelanggan pada 2023, 77.702 pelanggan pada 2024, dan 86.020 pelanggan pada 2025. Sementara hingga Semester I 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 132.054 pelanggan, atau meningkat sekitar 53,51 persen dibandingkan Semester I 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan volume pelanggan dan frekuensi perjalanan tersebut menunjukkan semakin pentingnya Stasiun Lubuk Alung dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang. Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Reza.

Selain fungsi pelayanan transportasi, KAI juga melihat adanya potensi pengembangan kawasan Stasiun Lubuk Alung melalui pemanfaatan aset perusahaan secara produktif. Salah satunya melalui optimalisasi lahan di lingkungan sekitar pasar rakyat yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan komersial yang tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan perkeretaapian. Potensi lainnya adalah pengembangan area parkir serta penyediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dari sisi layanan pendukung, keberadaan Klinik Mediska juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan KAI di kawasan Lubuk Alung. Fasilitas kesehatan tersebut dapat mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sesuai dengan layanan yang tersedia.

“Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya. Optimalisasi aset, pengembangan fasilitas parkir dan pengisian daya kendaraan listrik, serta keberadaan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan ekosistem yang memberikan nilai tambah. Tentunya seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.

Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan, bertambahnya volume pelanggan, serta potensi pengembangan kawasan dan layanan pendukung, Stasiun Lubuk Alung memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung konektivitas wilayah Sumatera Barat. KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga keberadaan stasiun dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya.(*)

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kompetensi dan kesiapsiagaan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api, khususnya bagi petugas yang menjalankan tugas di perlintasan sebidang.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Diklap Refreshing Penjaga Perlintasan Kereta Api Tahun 2026 yang dilaksanakan secara bertahap. Untuk angkatan pertama, kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (14–15/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan wawasan, kompetensi, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan petugas dalam melaksanakan tugas penjagaan perlintasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa penjaga perlintasan memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Petugas berada langsung di lapangan pada titik pertemuan antara jalur kereta api dengan aktivitas masyarakat pengguna jalan, sehingga dituntut memiliki kompetensi dan kesiapsiagaan yang baik dalam setiap kondisi.

“Penjaga perlintasan merupakan salah satu garda terdepan dalam mendukung keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kompetensi, kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan kesiapsiagaan petugas harus terus ditingkatkan. Melalui kegiatan refreshing ini, kami ingin memastikan setiap petugas semakin memahami prosedur kerja serta mampu melaksanakan tugas dan mengambil tindakan yang tepat, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi kondisi tidak normal,” ujar Reza.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas penjagaan perlintasan. Kegiatan diawali dengan materi Wawasan Kebangsaan dan Radikalisme sebagai upaya memperkuat pemahaman, sikap kebangsaan, serta nilai-nilai yang mendukung profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan perkeretaapian.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prosedur penjagaan pintu perlintasan sebidang serta pemahaman jadwal perjalanan kereta api. Materi ini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap prosedur operasional, pola perjalanan kereta api, serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memastikan perlintasan berada dalam kondisi aman sebelum dan selama kereta api melintas.

Pembekalan juga mencakup prosedur penanganan kondisi tidak normal di perlintasan, sehingga petugas memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Pemahaman terhadap prosedur tersebut diharapkan dapat membantu petugas mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan ketika terjadi kondisi yang memerlukan penanganan khusus.

Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai pengoperasian peralatan pintu perlintasan dan peralatan telekomunikasi. Pembekalan ini diberikan untuk memastikan petugas memahami fungsi, tata cara penggunaan, serta pengoperasian peralatan secara tepat sebagai bagian dari dukungan terhadap keselamatan dan kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan.

Untuk memperkuat pemahaman terhadap kondisi operasional, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengetahuan prasarana perkeretaapian. Pengetahuan tersebut penting agar petugas mampu mengenali kondisi prasarana di wilayah tugasnya, memahami potensi gangguan, serta segera melakukan pelaporan dan tindakan sesuai prosedur apabila menemukan kondisi yang dapat berdampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Pembelajaran dalam kegiatan ini tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik penjagaan pintu perlintasan kereta api. Melalui praktik tersebut, peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan prosedur yang telah diberikan sekaligus mengasah ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, koordinasi, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan, kegiatan juga diisi dengan Safety Refreshing yang kembali mengingatkan peserta mengenai pentingnya penerapan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap prosedur, kedisiplinan, kepedulian, serta konsistensi dalam menjalankan tugas.

Reza menegaskan bahwa prosedur keselamatan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diterapkan secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Setiap prosedur harus dipahami dan dilaksanakan dengan disiplin. Ketelitian dalam menjalankan tugas, memastikan peralatan berfungsi dengan baik, berkomunikasi secara tepat, serta memastikan kondisi perlintasan aman merupakan bagian penting dalam mencegah potensi gangguan keselamatan,” jelas Reza.

Melalui Diklap Refreshing Penjaga Perlintasan Kereta Api Angkatan I Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar berharap seluruh peserta dapat semakin siap, kompeten, dan profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas pelaksanaan tugas masing-masing petugas, tetapi juga semakin memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di setiap perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, nyaman, dan selamat, sekaligus mendorong terwujudnya keselamatan bersama di setiap perlintasan sebidang.(*)

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif, S.HI menantang Pemerintah Kota Padang serius membenahi kondisi Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan. Persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan dinilai menjadi penyebab utama kesemrawutan kawasan pasar yang berada di jalur utama Padang-Solok tersebut.

Tantangan itu disampaikan Yusri menyikapi rencana Dinas Perdagangan Kota Padang menata kembali kawasan Pasar Bandar Buat. Salah satu rencana yang disiapkan Pemko Padang adalah menjadikan pelataran parkir sebagai sentra kuliner malam setelah para pedagang direlokasi ke blok dan petak yang tersedia di lantai dasar maupun lantai dua.

“Jika Pemko serius, kita juga akan serius mengawal ini. Kenapa saya tantang untuk serius, karena selama ini kesannya masih separuh hati. Beberapa kali penertiban PKL, faktanya sampai kini tidak mengubah keadaan,” kata Yusri, Jumat (11/9/2026).

Ketua Fraksi PKB-Ummat DPRD Kota Padang dari daerah pemilihan Pauh dan Lubuk Kilangan itu menilai persoalan Pasar Bandar Buat tidak bisa diselesaikan hanya dengan penertiban sesaat. Menurutnya, diperlukan penataan yang konsisten agar aktivitas pedagang, parkir, dan pengunjung dapat berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Rencana tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, S.STP., M.M. Ia mengatakan, penataan pelataran parkir menjadi sentra kuliner malam akan dilakukan setelah pedagang dikembalikan ke blok dan petak yang tersedia di dalam bangunan pasar.

“Ya, tentunya setelah para pedagang kita relokasi kembali ke blok dan petak-petak yang berada di lantai dasar maupun di lantai dua,” ujar Fizlan, Jumat (11/9/2026).

Fizlan menjelaskan, penataan Pasar Bandar Buat merupakan bagian dari upaya Pemko Padang mengurai berbagai persoalan yang selama ini membuat kawasan tersebut terlihat semrawut. Dua masalah utama yang menjadi perhatian adalah PKL yang berjualan tidak pada tempatnya serta kendaraan yang parkir di bahu jalan.

“Parkir dan PKL adalah dua momok yang jadi pemicu kesemrawutan wajah Pasar Bandar Buat. Setelah benar-benar ditata, kita berharap tidak ada lagi PKL yang berjualan di sembarangan tempat, tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan,” katanya.

Untuk mendukung penataan itu, Dinas Perdagangan akan melakukan pengaspalan ulang pelataran parkir guna memperbaiki sejumlah kerusakan ringan. Pemko Padang juga berencana memindahkan kontainer sampah di sekitar tugu yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung pasar.

Selain itu, pembenahan akan dilakukan pada sejumlah fasilitas pendukung. Dinas Perdagangan menyiapkan pembangunan kanopi bagi pedagang di lantai dua, perbaikan saluran drainase, serta pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Bandar Buat. 

Yusri Latif yang juga Ketua DPC PKB Kota Padang ini menegaskan siap mengawal seluruh proses tersebut agar rencana penataan benar-benar terealisasi dan mampu menjadikan Pasar Bandar Buat lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi pedagang maupun masyarakat. (Pajok) 

INFONEWS-Setelah melalui rangkaian pertandingan selama dua hari, Tournament E-Sport Mobile Legends dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang diselenggarakan KAI Divre II Sumbar resmi berakhir pada Kamis (10/9). Kompetisi yang mempertemukan insan transportasi dari berbagai instansi di Sumatera Barat tersebut berlangsung dengan penuh sportivitas dan semangat kebersamaan, dengan Tim Lambut dari KAI Divre II Sumbar berhasil meraih juara pertama.


Posisi juara kedua diraih Tim RTB6 dari Otoritas Bandara Wilayah VI Padang, sementara Tim TFOP dari KAI Divre II Sumbar berhasil menempati posisi ketiga.

Tournament E-Sport Mobile Legends Harhubnas 2026 telah dimulai sejak Rabu (9/9) di Peron Bandara Stasiun Padang dan diikuti oleh 24 tim yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta mitra sektor perhubungan di wilayah Sumatera Barat. Para peserta terdiri dari ASN, PPPK, pegawai tetap, maupun pegawai kontrak resmi dari masing-masing instansi.

Pada hari pertama, para peserta berkompetisi melalui babak penyisihan grup. Pertandingan kemudian berlanjut pada Kamis (10/9) dengan babak quarterfinal, semifinal, hingga Grand Final yang menentukan tiga tim terbaik dalam kompetisi tersebut.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang pertandingan. Ia juga mengucapkan selamat kepada tim yang berhasil meraih prestasi terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan sportivitas. Bagi kami, kegiatan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana momentum Harhubnas dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan serta memperkuat sinergi antarinsan transportasi,” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, nilai-nilai yang tercermin selama kompetisi, seperti kerja sama tim, komunikasi, kedisiplinan, integritas, sportivitas, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas di sektor transportasi.

“Transportasi merupakan satu ekosistem yang membutuhkan kolaborasi. Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Karena itu, semangat kebersamaan yang terbangun melalui rangkaian Harhubnas ini diharapkan dapat terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehingga koordinasi dan kolaborasi antarinstansi semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan transportasi terbaik bagi masyarakat,” lanjut Lutfi.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pertemuan antarinsan transportasi melalui kegiatan Harhubnas memiliki nilai penting dalam membangun komunikasi dan hubungan antarlembaga yang semakin erat.

“Interaksi yang terbangun melalui kegiatan ini memberikan kesempatan bagi insan transportasi untuk semakin mengenal satu sama lain di luar rutinitas pekerjaan. Hubungan yang semakin erat akan menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif ketika kita menjalankan tugas dan tanggung jawab di sektor transportasi,” ujar Reza.

Menurut Reza, antusiasme 24 tim dari berbagai instansi juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan insan transportasi di Sumatera Barat. Harhubnas, menurutnya, bukan sekadar momentum peringatan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan semangat dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan transportasi.

“Harapan kami, kebersamaan yang tercipta selama turnamen tidak berakhir ketika pertandingan selesai. Komunikasi dan jejaring yang telah terbentuk dapat terus terpelihara sehingga menjadi energi positif untuk saling mendukung, memperkuat koordinasi, serta bersama-sama memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan selamat kepada Tim Lambut KAI Divre II Sumbar sebagai Juara I, Tim RTB6 Otoritas Bandara Wilayah VI Padang sebagai Juara II, serta Tim TFOP KAI Divre II Sumbar sebagai Juara III. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus menjunjung sportivitas sekaligus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kompetisi.

Lebih dari sekadar ajang pertandingan, Tournament E-Sport Mobile Legends Harhubnas 2026 menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarinsan transportasi di Sumatera Barat. Semangat kompetisi, kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi yang terbangun diharapkan terus tumbuh dalam mendukung terwujudnya sistem transportasi yang aman, nyaman, selamat, terintegrasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Kondisi pencemaran udara akibat kabut asap  yang masih terjadi di Kota Padang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang bergerak berinisiatif gerak cepat melakukan aksi kemanusiaan dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Pembagian sebanyak 2500 masker itu dipusatkan di kawasan Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, yang menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi. Masker dibagikan kepada para pedagang, pengunjung pasar, sopir dan penumpang angkutan umum,mobil pribadi,semua masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu.

Kegiatan pembagian masker tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, SH., MM, didampingi sekretaris PMI Kota Padang, Taufik Hidayat dan beserta pengurus PMI Kota Padang, Jumat (11/9/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons PMI terhadap kondisi lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Dalam kondisi pencemaran udara seperti saat ini, kita mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, terutama dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, PMI akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan tindakan kemanusiaan.

Zulhardi berharap pembagian masker ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan pernapasan serta mengurangi risiko dampak buruk akibat paparan udara yang tercemar akibat kondisi cuaca yang berkabut.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bagian dari komitmen dalam memastikan keselamatan operasional perjalanan kereta api serta mengantisipasi potensi gangguan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin di sejumlah petak jalan, meliputi Stasiun Padang–Teluk Bayur–Bukit Putus–Pauh Lima–Indarung, Kamis (10/9).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dan diikuti oleh para Quality Control (QC) serta jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi prasarana perkeretaapian, antara lain rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, serta sistem drainase, khususnya pada titik-titik yang memiliki potensi terdampak genangan atau banjir.

Selain melaksanakan pemeriksaan lintas, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar juga melakukan pemantauan terhadap kesiapan operasional di sejumlah stasiun yang berada pada lintas Padang–Teluk Bayur–Bukit Putus–Pauh Lima–Indarung. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi siap dan andal dalam mendukung perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan lancar.

Dalam arahannya saat safety briefing di Stasiun Padang sebelum kegiatan dimulai, Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menegaskan bahwa penerapan budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama seluruh insan KAI dalam menjalankan kegiatan operasional. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, disiplin dalam menerapkan prosedur, serta proaktif dalam mengidentifikasi setiap potensi risiko. Setiap temuan di lapangan juga harus segera ditindaklanjuti melalui pengisian formulir Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), terutama pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam maupun cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa cek lintas merupakan bagian dari program pemeriksaan rutin yang dilaksanakan secara berkala dan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal, mendeteksi potensi bahaya sejak dini, serta menentukan langkah mitigasi yang diperlukan guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

“Melalui pemeriksaan secara langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung secara aman, selamat, dan andal,” ujar Reza.

Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumbar juga melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya disiplin serta kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api maupun ketika melintasi perlintasan sebidang.

Reza menyampaikan bahwa KAI Divre II Sumbar setiap harinya mengoperasikan sebanyak 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut komoditas klinker dan semen. Dengan tingginya frekuensi perjalanan kereta api tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, yaitu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak terdapat kereta api yang akan melintas sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dengan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.

Ia menambahkan, tindakan menerobos palang pintu perlintasan, mengabaikan Semboyan 35 berupa isyarat suara atau klakson lokomotif, maupun tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, pelanggaran tersebut juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk tuntutan ganti rugi apabila mengakibatkan kecelakaan maupun gangguan terhadap operasional perjalanan kereta api.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi atas hasil pemeriksaan lintas. Forum tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memastikan setiap temuan yang diperoleh di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh unit terkait sesuai dengan standar dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pemeriksaan prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sinergi dan kepedulian seluruh pihak merupakan kunci untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS 'Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, kembali turun ke tengah masyarakat dalam rangka Reses Masa Persidangan III.

Lokasi ke-5 kegiatan reses kali ini dipusatkan di Komplek Lubuk Gading 3, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, beberapa waktu lalu.

Suasana keakraban dan kekeluargaan tampak menyelimuti jalannya silaturahmi tersebut. Kehadiran wakil rakyat dari partai besutan Prabowo Subianto ini disambut hangat oleh puluhan warga, tokoh masyarakat, serta pengurus lembaga keagamaan setempat.

Selain menyerap aspirasi, momen reses ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada pengurus Majelis Taklim Komplek Lubuk Gading 3. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di lingkungan sekitar.

Dalam dialog interaktif bersama warga, sejumlah usulan penting berhasil dihimpun. Aspirasi mendesak yang disampaikan masyarakat meliputi bantuan kelanjutan pembangunan masjid, peningkatan sarana dan prasarana TPQ, serta dukungan peralatan dan operasional bagi kelompok senam ibu-ibu.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Manufer menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi warga hingga terealisasi. Ia memastikan usulan yang masuk akan dimasukkan ke dalam program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Padang untuk tahun anggaran 2027.

Ia menambahkan bahwa Komplek Lubuk Gading 3 akan menjadi salah satu wilayah prioritas penerima manfaat program Pokir pada 2027 mendatang. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan di bidang keagamaan, pendidikan karakter anak melalui TPQ, dan kegiatan kebugaran warga merupakan hal mendasar yang harus didukung penuh oleh pemerintah.

Manufer menyampaikan rasa syukurnya karena beberapa program dari aspirasi periode sebelumnya di kawasan Lubuk Buaya sudah terealisasi dengan baik. Ke depan, ia berjanji akan terus hadir dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Koto Tangah secara bertahap dan berkesinambungan demi kemajuan bersama. (*)

 

INFONEWS-Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 diwujudkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui penyelenggaraan Tournament E-Sport Mobile Legends di Peron Bandara Stasiun Padang, Rabu (9/9). Kegiatan ini mempertemukan insan transportasi dari berbagai instansi di Sumatera Barat dalam kompetisi yang mengedepankan sportivitas, kerja sama, dan kolaborasi. Tournament tersebut digelar selama dua hari, 9–10 September 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani, S.Sos., M.M., serta diikuti 24 tim peserta yang berasal dari ASN, PPPK, pegawai tetap, maupun pegawai kontrak resmi dari instansi pemerintah, BUMN, dan mitra sektor perhubungan di wilayah Sumatera Barat.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa Tournament E-Sport tidak hanya menjadi sarana hiburan dan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta membangun semangat kolaborasi antarinsan transportasi.

“Kompetisi E-Sport mengajarkan kita banyak hal yang juga sangat relevan dalam pekerjaan, mulai dari sportivitas, integritas, kerja sama tim, kedisiplinan, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Nilai-nilai tersebut penting untuk terus kita terapkan dalam memberikan pelayanan transportasi yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Lutfi.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan Harhubnas diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi, khususnya dalam menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani mengapresiasi pelaksanaan Tournament E-Sport sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Harhubnas 2026.

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah yang positif untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan meningkatkan semangat kolaborasi antarpelaku serta insan transportasi di Sumatera Barat. Mudah-mudahan semangat yang terbangun melalui kegiatan ini juga dapat kita bawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dedy.

Tournament E-Sport Mobile Legends tersebut diikuti oleh 24 tim yang bertanding dengan mekanisme kompetisi yang dimulai melalui babak penyisihan grup pada hari pertama, Rabu (9/9). Selanjutnya, pada Kamis (10/9), kompetisi akan dilanjutkan dengan babak quarterfinal, semifinal, hingga Grand Final untuk menentukan tim terbaik dalam Tournament E-Sport Harhubnas 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harhubnas 2026 di Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan Tournament E-Sport ini, KAI Divre II Sumbar berharap semangat kompetisi yang sehat dapat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpersonel dan antarinstansi di sektor transportasi.

Lebih dari sekadar pertandingan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, sportivitas, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh insan transportasi dalam mewujudkan transportasi yang semakin terintegrasi serta memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.

KAI Divre II Sumbar bersama insan transportasi Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Fenomena kabut asap kiriman kembali mengepung Kota Padang dan memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat menembus angka 153 dengan dominasi polutan PM2.5 yang membatasi jarak pandang warga, Selasa (8/9/2026).

Kondisi buruk ini disinyalir merupakan imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah tetangga, seperti Riau dan Jambi. Pergerakan angin membawa material asap masuk ke Sumatera Barat, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Menanggapi situasi ini, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk bergerak cepat dengan menyasar lingkungan sekolah. Pihaknya mendesak Pemko tidak hanya membagikan masker kepada pengendara di jalan raya, tetapi juga menyalurkannya langsung kepada para murid dan guru.

"DPRD Padang menyarankan Pemko Padang untuk membagi-bagikan masker ke sekolah-sekolah. Jadi, selama kabut asap ini, seluruh siswa diwajibkan memakai masker," tegas Muharlion.

Lebih jauh, Muharlion menilai opsi pembelajaran tatap muka perlu dievaluasi jika ketebalan asap kian memburuk. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang harus berani mengambil langkah tegas guna melindungi peserta didik dari bahaya ISPA.

"Jika kabut asap ini berisiko merusak kesehatan, kami DPRD Padang menyarankan agar pendidikan dilaksanakan secara daring selama kabut asap teratasi," tambahnya.

Merespons desakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa instruksi kewajiban bermasker sudah diberlakukan sejak Senin (7/9/2026). Kendati demikian, sekolah belum memiliki anggaran untuk membagikan masker secara cuma-cuma setiap hari.

"Kami telah mewajibkan siswa yang datang ke sekolah untuk memakai masker yang disediakan oleh orang tua siswa. Jadi sekolah belum mampu menyediakan masker gratis kepada siswa setiap hari. Untuk sekolah daring, kami sedang memantau perkembangan keadaan. Jika kabut asap sangat berisiko, terpaksa sekolah secara daring," terang Yopi.

Dukungan terhadap fleksibilitas sistem belajar juga datang dari kalangan akademisi. Pakar Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Fitri Arsih, mengingatkan agar Pemko Padang serta pihak sekolah tidak memaksakan pembelajaran tatap muka saat kondisi udara membahayakan.

"Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik. Jangan sampai kita memaksakan pembelajaran tatap muka dalam kondisi yang justru membahayakan kesehatan anak. Kalau kualitas udara sudah sangat tidak sehat, pembelajaran dapat dialihkan sementara ke sistem daring," imbau Fitri.

Sebagai langkah mitigasi awal sebelum beralih ke sistem daring, Fitri juga menyarankan agar sekolah membatasi kegiatan luar ruangan seperti olahraga dan upacara, serta mengkaji opsi penyesuaian jam masuk sekolah. Di sisi lain, fenomena bencana ekologis ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan guru sebagai materi pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya menjaga lingkungan. (Edg) 

 

INFONEWS-Memasuki lokasi reses ketiga, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, kembali turun langsung menemui masyarakat. Kali ini, reses digelar di Komplek Cimpago RW 14, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (6/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus usulan pembangunan yang dibutuhkan di lingkungan mereka. Manufer mendengarkan satu per satu aspirasi masyarakat dan mencatat sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga.

Di antara aspirasi yang mengemuka adalah pengembangan lapangan, peningkatan fasilitas balai pemuda, dukungan terhadap kegiatan majelis taklim, hingga sarana penunjang kegiatan senam masyarakat. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas sosial, kepemudaan, keagamaan, serta menjaga kebugaran warga.

Manufer Putra Firdaus mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan reses. Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat membuat wakil rakyat dapat mengetahui kebutuhan warga secara lebih nyata dan menentukan skala prioritas yang perlu diperjuangkan.

"Alhamdulillah, pada reses kali ini kami menerima berbagai aspirasi dari warga. Ada terkait pengembangan lapangan, balai pemuda, majelis taklim, maupun penunjang kegiatan senam. Semua ini menjadi catatan dan akan kami perjuangkan," ujar Manufer.

Ia menegaskan, dirinya akan berupaya mengawal aspirasi tersebut agar dapat direalisasikan melalui anggaran tahun 2027. Namun, Manufer juga mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan komitmen dan sinergi bersama antara masyarakat, pemerintah dan legislatif.

"Insya Allah akan kita realisasikan melalui anggaran 2027 nantinya. Tentu ini membutuhkan komitmen kita bersama untuk kemajuan Parupuk Tabing," tegasnya.

Tidak hanya menyerap aspirasi, reses tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sebesar Rp15 juta kepada Kelompok Senam Cimpago. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi penunjang kegiatan kelompok senam sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin aktif berolahraga.

"Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan benar-benar memberikan manfaat untuk kegiatan senam warga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut berolahraga," harap Manufer.

Bagi Manufer, keberadaan kelompok-kelompok masyarakat seperti komunitas senam memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat dan aktif. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan masyarakat akan terus menjadi perhatian dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Ia berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun selama pelaksanaan reses dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kota Padang ke depan.

"Kita ingin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat benar-benar diperjuangkan dan memberikan dampak langsung bagi warga," pungkasnya. (IA)

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Delma Putra, memanfaatkan kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan dan mulai direalisasikan pemerintah daerah.

Dalam kegiatan kemaren tersebut, anggota DPRD Kota Padang daerah pemilihan Kota Tangah tersebut, menyampaikan kepada masyarakat berbagai usulan yang sebelumnya diserap melalui kegiatan reses maupun komunikasi langsung dengan warga. Sejumlah aspirasi tersebut kini telah terealisasi, sementara sebagian lainnya dijadwalkan akan direalisasikan pada tahun 2026.

Delma Putra mengatakan, salah satu aspirasi masyarakat yang menjadi perhatian adalah pembangunan drainase di wilayah RT 6/RW 11. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran aliran air sekaligus mengantisipasi persoalan genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain pembangunan drainase, aspirasi warga juga diwujudkan melalui pembangunan atau peningkatan fasilitas Mushalla Al-Islah yang berada di RT 6/RW 11. Keberadaan sarana ibadah tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Aspirasi lainnya yang turut diperjuangkan adalah pembangunan drainase di RT 5/RW 11. Menurut Delma, pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat yang harus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Tidak hanya infrastruktur lingkungan dan fasilitas keagamaan, Delma Putra juga menyampaikan perkembangan usulan pembangunan Gedung Koperasi Konsumen Melati yang berada di wilayah RW 11. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas koperasi serta meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat setempat.

Delma menegaskan bahwa berbagai program tersebut bukan semata-mata berasal dari usulan pribadi sebagai anggota dewan. Seluruhnya merupakan aspirasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat dan kemudian diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan anggaran daerah.

“Apa yang kami usulkan ini semuanya merupakan aspirasi dari warga. Kami berupaya mengawal dan memperjuangkannya agar kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap,” ujar Delma Putra dalam kegiatan reses tersebut.

Ia berharap masyarakat terus menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar masukan, sekaligus memastikan aspirasi tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Padang.

Delma Putra juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, kegiatan sosial-keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi warga.

Melalui kegiatan reses tersebut, Delma berharap sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dan direalisasikan secara bertahap. Delma Putra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui perjuangan aspirasi di DPRD Kota Padang. (*)



 

INFONEWS- Serap aspirasi masyarakat (reses) Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, yang digelar di Banang Cafe Nanggalo pada 2–5 September 2026 berlangsung hangat.

Warga yang hadir dalqm kegiatan reses tersebut menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah terjadi di lingkungan mereka. Dua isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah kerumitan tata cara pengurusan dana hibah serta perbaikan infrastruktur drainase atau riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.

Terkait dana hibah, masyarakat mengaku masih kebingungan memahami prosedur pengajuan proposal.

Banyaknya mata anggaran serta skema pembagian hibah yang beragam dari pemerintah daerah membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, hingga kelompok masyarakat kerap mengalami kendala administratif.

Warga berharap adanya kejelasan alur dan pendampingan yang lebih intensif agar bantuan hibah tersebut benar-benar bisa diakses dan dirasakan manfaatnya secara tepat sasaran tanpa terbentur aturan yang membingungkan.

Sementara itu, persoalan infrastruktur pasca-bencana juga menjadi sorotan tajam. Warga mendesak agar pemerintah kota bersama DPRD segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak.

Kondisi drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani secara cepat.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi warga hingga ke tingkat pembahasan anggaran Pemko Padang.

Menurutnya, masalah infrastruktur mendasar seperti riol dan kemudahan akses dana hibah bagi masyarakat adalah prioritas yang harus segera diselesaikan.

Politisi kawakan dari Partai Nasdem ini juga berjanji akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar perbaikan drainase pasca-bencana bisa masuk dalam skala prioritas penanganan cepat, sekaligus meminta OPD teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan terkait mekanisme dana hibah. (*)

 

INFONEWS- Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Cipta Karya Sumatera Barat.

Gerak cepat ini dilakukan Rachmad saat menggelar reses masa sidang I tahun 2026 di Kelurahan Rawang, Minggu (6/9/2026).

Tak ingin sekadar menampung aspirasi, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, demi memastikan penanganan banjir di kawasan tersebut mendapat penanganan konkret.

“Kita ingin persoalan banjir ini ditangani secara serius. Aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dikawal dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, termasuk Kementerian PU,” tegas Rachmad.

Sinergi penanganan banjir ini juga tak lepas dari peran Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang turut memfasilitasi komunikasi ke pemerintah pusat untuk mempercepat pembenahan infrastruktur di Kota Padang.

DED Dimulai September 2026, Fisik Digarap 2027

Dalam koordinasi tersebut, Maria Doeni Isa mengungkapkan bahwa Kementerian PU tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk menanggulangi banjir dan dampak bencana di beberapa wilayah Padang, termasuk Rawang.

Proses pengadaan penyedia DED ditargetkan rampung pada September 2026. Meski jadwal normal pengerjaan DED memakan waktu empat bulan, pihak balai berupaya memangkasnya menjadi tiga bulan agar lelang pengerjaan fisik bisa berjalan lebih cepat.

“DED-nya baru dimulai September. Penyedianya sudah ada dan pekerjaannya sekitar empat bulan. Kita usahakan tiga bulan selesai. Kalau izinnya sudah ada, kita lelang supaya pekerjaan fisiknya bisa dimulai,” terang Maria.

Jika seluruh tahapan perencanaan dan lelang berjalan mulus, eksekusi pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Fokus Perencanaan Matang, Bukan Asal Tembal Sulam

Rachmad menyambut positif kepastian tenggat waktu dari Balai Cipta Karya Sumbar. Menurutnya, penanganan banjir memang harus didasari kajian teknis yang matang agar memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.

“Prinsipnya kita tidak ingin pembangunan asal jadi. Harus ada kajian dan perencanaan yang matang sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya lagi.

Selain isu banjir, Rachmad juga mencatat berbagai masukan lain dari warga Rawang untuk diperjuangkan di tingkat DPRD Kota Padang maupun dikawal ke pemerintah pusat. Ia berkomitmen untuk terus mengawal janji pembangunan ini hingga tuntas di lapangan. (*)

 

INFONEWS -Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH, melaksanakan reses masa sidang I tahun 2026 memilih lapangan hijau sebagai tempat menjemput aspirasi masyarakat, khususnya insan sepak bola Kota Padang. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang,Minggu (6/9/2026).

Sejumlah insan sepak bola hadir, mulai dari pengurus SSB, atlet, pelatih, official hingga para pecinta olahraga paling populer di dunia tersebut.

“Reses ini memang tugas kita sebagai anggota DPRD untuk menjemput aspirasi masyarakat. Tapi saya sengaja datang ke lapangan, karena sepak bola ya tempatnya di lapangan. Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan SSB, pelatih, atlet dan insan sepak bola,” ujar Mastilizal Aye.

Menurutnya, Kota Padang sesungguhnya tidak kekurangan talenta sepak bola. Anak-anak yang memiliki kemampuan bermain bola cukup banyak. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dibina secara serius, konsisten dan berkelanjutan.

“Kita punya banyak anak-anak berbakat. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena tidak ada fasilitas, tidak ada kompetisi, atau pembinaannya tidak berkelanjutan. Anak-anak ini adalah aset Kota Padang. Mereka harus kita siapkan sejak usia dini,” tegasnya.

Mastilizal Aye menilai, pembinaan sepak bola harus memiliki arah yang jelas. SSB tidak boleh hanya menjadi tempat anak-anak bermain bola pada sore hari, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang terukur.

“Kita jangan berpikir hari ini anak masuk SSB, besok langsung menjadi pemain hebat. Tidak begitu. Ada proses. Ada latihan, disiplin, kompetisi dan pendampingan. Karena itu SSB harus diperkuat. Pelatihnya harus terus meningkatkan kapasitas, kompetisinya harus ada, dan fasilitas latihannya juga harus memadai,” katanya.

Ia menyebut, semakin banyak anak dan remaja yang memiliki aktivitas positif, semakin besar pula peluang mereka terhindar dari berbagai perilaku negatif.

Ia berharap pembinaan sepak bola di Kota Padang mendapat perhatian secara bersama-sama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab PSSI atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan klub, SSB, orang tua, pelatih, tokoh masyarakat dan dunia usaha.

“Kalau kita ingin sepak bola Padang naik kelas, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. PSSI tidak bisa sendiri, pemerintah tidak bisa sendiri, DPRD juga tidak bisa sendiri. Kita harus duduk bersama. Apa yang menjadi persoalan kita carikan jalan keluarnya bersama,"pungkasnya.(*).

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang, Dr. Hendrizal, M.Pd., memanfaatkan masa Reses Tahun I 2026 dengan turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi warga di daerah pemilihannya.

Reses yang berlangsung pada 2–6 September 2026 tersebut dilaksanakan di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Pegambiran Ampalu, Kampung Jua, dan Banuaran. Dalam kesempatan itu, Hendrizal berdialog langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai kebutuhan yang disampaikan warga.

Sejumlah aspirasi berhasil dihimpun dalam kegiatan tersebut. Aspirasi masyarakat di antaranya berkaitan dengan pembangunan prasarana fisik, pengadaan barang dan jasa, serta kebutuhan bimbingan teknis dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Hendrizal yang akrab disapa Buya Hendrizal mengatakan, kegiatan reses tidak hanya menjadi momentum untuk menyerap aspirasi, tetapi juga memperkuat hubungan silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat.

“Perlunya membangun hubungan silaturahmi antarsesama warga,” ujar Hendrizal.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan dikelompokkan berdasarkan skala prioritas. Selanjutnya, berbagai usulan tersebut akan diselaraskan dengan program unggulan Wali Kota Padang agar dapat menjadi bagian dari arah pembangunan daerah ke depan.

Sebagai wakil rakyat, Hendrizal menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah masyarakat sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya. Dalam memperjuangkan aspirasi tersebut, ia akan mempertimbangkan asas manfaat, skala prioritas, serta tingkat kebutuhan masyarakat.

“Dengan demikian, bantuan dan program yang nantinya direalisasikan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Hendrizal berharap komunikasi yang terbangun melalui kegiatan reses dapat terus berlanjut. Menurutnya, masukan langsung dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting bagi anggota DPRD dalam memperjuangkan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Kegiatan Reses Tahun I DPRD Kota Padang ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan kebutuhan secara langsung kepada wakilnya di lembaga legislatif. Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program pembangunan Kota Padang. (Sari/IA)

 

INFONEWS- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri,SAP pada kegiatan reses masa sidang 1 tahun 2026 langsung turun ketengah masyarakat menjaring aspirasi warga di Komplek Jala Utama 2 RT 04 RW 11 Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX Lubuk Begalung, pada Sabtu (5/9/2026).

Terlihat antusias warga mengikuti reses tersebut serta turut hadir Camat Lubeg diwakili Kasi Pem, Lurah Parak Laweh Pulai Aia Nan XX, Ketua LPM, RT dan RW,Bundo Kanduang,Kader PKK, tokoh masyarakat serta pemuda setempat.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri menyampaikan pada reses I tahun 2026 ini sengaja hadir ditengah warga khusnya di komplek Jala Utama 2 RT 04 RW 11 Kel. Parak Laweh Pulau Aia Nan XX Lubuk Begalung ini guna menjemput aspirasi warga yang nantinya kita realisasikan pada 2027.

Jupri juga mengatakan bahwa untuk pokir tahun 2026 ini pada bulan ini akan ada pembangunan yang dilaksanakan disini.

Dalam sesi tanya jawab bersama warga ada beberapa aspirasi yang kita tampung yakni betonisasi jalan,perbaikan drainase ,perlengkapan posyandu dan PKK, bantuan untuk TPQ Masjid Muhajirin,bantuan sarana olahraga berupa tenis meja, pembuatan lapangan senam serta taman tematik.

Kemudian permintaan baju seragam grup senam serta sound system, PJU karena banyak tidak ada penerangan lampu dibeberapa titik jalan serta bantuan kongsi kematian dan posyandu.
Jupri mengatakan, semua aspirasi yang ditampung dalam reses ini, akan diperjuangkan agar terealisasi. Apa - apa yang urgent nanti akan kita perjuangan untuk terealisasi di tahun 2027.

Terakhir Jupri menyampaikan bahwa selama dirinya masih dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Padang, Insya Allah dirinya akan memperjuangkan pembangunan yang maksimal di daerah pemilihannya Kecamatan Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung. Dan tentunya khusus untuk Kelurahan Gurun Laweh dan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX ini, " pungksanya .(bim)

 

INFONEWS- Reses I tahun 2026,Ketua DPRD Kota Padang H.Muharlion,S.Pd,MM.,tampung aspirasi warga dan langsung turun melihat kondosi lapangan di Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan, pada hari Sabtu spre ini kita bisa bersilaturahim di Komplek Gerahan Bunga Mas RT05 RW01 Graha Bunga Mas di RT05 RW1, memang kemarin kita aspirasi dari masyarakat ini kan mereka sudah ada lebih dari 300 KK di sini.Ada berarti lebih kurang 300 lebih rumah yang dihuni lah yang ada hari ini, rumahnya mungkin lebih dari itu.

Dikatakan, usulan mereka kan pembangunan jalan, kemarin di 2026 memang sudah kita realisasikab sebagian.Dan memang hari ini kita lihat langsung di lapangan kondisinya memang sangat memperhatikan.Mungkin jalan utama ini di 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan.

Selain tadi yang pertama jalan utama,jalan lingkungan yang kita tampung aspirasi warga,
kemudian juga tadi di sini posyandunya belum ada, sementara mereka rata-rata ini usia pasangan produktif nih, balitanya banyak.
Iya. Sementara ada 300 KK disini, posyandu masih keluar.

"Jadi harapan mereka punya posyandu disini
termasuk gedung untuk posyandu juga belum ada, tempat fasilitas untuk berkumpul
pos pemuda atau balai warga ini belum ada
itu aspirasi mereka," ujarnya.

Selain itu kata Muharlion, juga yang sangat dirasakan ini disini maslah banjir. Nah disiini sudah hujan lebat rata-rata daerah Bunga Pasang
ini,Sungai tarung ini lah umumnya ini banjir.

Maka memang pengendalian banjir secara keseluruhan harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati.Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota. Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan kita yang ada di sini.

"Ya, cuma mungkin mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik," pungkasnya.

Sementara Ketua RT setempat menyampaikan terima kasih banyak kepada Ketua DPRD Kota Kota Padang, Bapak H.Muharlion. Harapan kami ibaratnya beliau sudah mengasih permulaan kami, jalan utama itu sekitar seratusan meter, dan harapannya mungkin dapat diselesaikan di tahun depan setidaknya. Jalan utama kami ini dapat kami lalui tanpa ada kendala,.karena banyak kerusakan motor dan mobil di sini, jadi mungkin harapan kami itu yang utamanya,"pungkasnya. (bim)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.