Latest Post

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan komitmennya terhadap keselamatan perjalanan kereta api melalui sertifikasi bagi seluruh petugas operasional.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa sertifikasi ini menunjukkan bahwa para petugas KAI telah memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk operasional perkeretaapian.

“Keselamatan adalah prioritas utama KAI. Sertifikasi bagi petugas operasional merupakan wujud nyata komitmen KAI untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung dengan aman dan selamat,” ungkap Reza.

Petugas operasional yang dimaksud meliputi berbagai lini penting dalam pengoperasian kereta api, mulai dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) atau Masinis, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), Pengawas Peron (PAP), Petugas Rumah Sinyal (PRS), Petugas Langsir (PLR), hingga Petugas Jaga Lintasan (PJL).

Tercatat hingga November 2025, sebanyak 84 petugas Operasional KAI Divre II Sumbar telah dilakukan sertifikasi.

“Sertifikasi ini merupakan bukti pengakuan kecakapan yang dimiliki oleh para petugas KAI Divre II Sumbar dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan secara bertahap terus dilaksanakan pengujian sertifikasi pekerja yang akan habis masa berlaku agar tidak mengganggu operasional KA karena salah satu syarat untuk menjalani tugas pekerja operasional tidak terpenuhi,” jelas Reza.

Khusus untuk Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) seperti Masinis dan Asisten Masinis, sebelum memulai dinas wajib menjalani assessment yang dilakukan oleh Penyelia Masinis, yang salah satu aspek penting yang diperiksa adalah kepemilikan dan masa berlaku sertifikasi. Jika masa berlaku sertifikasi telah habis, Masinis dan Asisten Masinis yang bersangkutan tidak diperkenankan bertugas hingga proses perpanjangan sertifikasi selesai.

“Hal ini merupakan wujud komitmen KAI Divre II Sumbar untuk menyelenggarakan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” kata Reza.

Tidak hanya Masinis dan Asisten Masinis, seluruh petugas Operasional di wilayah KAI Divre II Sumbar dipastikan memiliki sertifikasi yang masih berlaku sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Selain itu, KAI Divre II Sumbar secara berkala melakukan pengujian kecakapan untuk memastikan para petugas memahami dan menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Reza menambahkan bahwa langkah penguatan keselamatan ini juga menjadi bagian dari persiapan KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, periode yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat serta kebutuhan pelayanan yang lebih prima dan responsif.

“Menjelang Nataru, seluruh aspek pelayanan termasuk kesiapan SDM operasional harus berada pada level terbaik. Sertifikasi ini memastikan bahwa seluruh petugas kita siap melayani pelanggan dengan standar keselamatan tertinggi. Ini selaras dengan semangat KAI Semakin Melayani dan upaya berkelanjutan untuk mendorong KAI Naik Kelas dalam setiap aspek operasional,” tutur Reza.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui sertifikasi, pelatihan, dan pembinaan rutin menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan yang handal, aman, dan nyaman, terutama pada masa puncak perjalanan akhir tahun.

“KAI Divre Sumbar akan terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang operasional melalui sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan. Upaya ini adalah bagian dari komitmen KAI untuk senantiasa mengutamakan keselamatan demi keamanan dan kenyamanan seluruh pelanggan kereta api, terutama memasuki masa layanan Nataru yang memerlukan kesiapan ekstra,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang bersama dengan Pemko Padang kembali melakukan pembahasan terkait RAPBD Kota Padang tahun anggaran 2026. Pembahasan ini terus ditingkatkan terkait adanya devisit dalam RAPBD tersebut.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menjelaskan dalam pembahasan yang telah dilakukan RAPBD Kota Padang masih devisit Rp 26,4 Miliar untuk tahun 2026. Untuk menutupi hal tersebut tim Banggar beserta Pemko Padang terus berupaya dalam mencari solusi devisit anggaran tersebut.

“Kita terus mencari-cari caranya, kita telah melakukan beberapa pengurangan di DPRD seperti Perjalanan Dinas dikurangi sebesar Rp 4 Miliar” ucapnya Senin (17/11).

Tidak hanya mengurangi perjalanan dinas, DPRD Kota Padang dalam pembahasan banggar tersebut juga menyoroti pengurangan dana pokir.

“Ada beberapa pergeseran pokir seperti dikurangi dananya atau ditunda pelaksanaanya di perubahan namun tentu di perubahan kita juga harus lihat bagaimana kondisinya yang jelas tadi angka yang disampaikan oleh teman-teman pengurangan dana pokir tersebut sekitar Rp 18 miliar, demikian pokir merupakan janji dari anggota DPRD Kota Padang kepada masyarakatnya namun karena kondisi keuangan saat ini kita harus berpandai-pandai kepada masyarakat untuk menjelaskannya,”ujarnya.

Dengan demikian Muharlion mengatakan tersisa Rp 8, 4 Miliar lagi yang masih devisit dan ia mengatakan menyerahkan hal tersebut kepada Pemko Padang. “Mudah-mudahan dalam beberapa waktu kedepan ditemukan solusinya dari Pemko Padang,”ujarnya.

Ia mengatakan terkait RAPBD ini diharapkan dapat selesai dalam pekan ini. Jika ini segera selesai Muharlion mengatakan masing-masing OPD dapat segera mengentrikan kembali.

“Termasuk Rp 18 miliar dana pokir anggota DPRD Kota Padang yang akan dikurangi, mana saja nanti yang akan di tunda baik terkait pembangunan jalan, hibah dan sejenisnya. Semuanya harus final sebelum kita ketok palu ditanggal 24 November 2025 ini,”pungkasnya.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui optimalisasi fasilitas operasional. Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah Stasiun Tabing, sebuah stasiun bersejarah yang telah menjadi bagian penting perjalanan masyarakat sejak awal abad ke-20.

Stasiun Tabing, yang berada di Jalan Adinegoro, Bungo Pasang, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat menyimpan banyak kisah mobilitas warga, mulai dari pelajar, pedagang, hingga para pekerja yang mengandalkan transportasi kereta api.

Stasiun ini merupakan salah satu titik naik turun penumpang pada layanan unggulan perjalanan kereta api Divre II Sumbar yakni  KA Pariaman Ekspres dan KA Minangkabau Ekspres. Pada KA Pariaman Ekspres beroperasi sebanyak 10 perjalanan menghubungkan stasiun Paulima, Kampung Jua, Padang, Alai, Air Tawar, Tabing, Lubuk Buaya, Duku, Pasar Usang, Lubuk Alung, Pauhkambar, Kuraitaji, Cimparuh, Pariaman Naras. Kemudian, KA Minangkabau Ekspres beroperasi sebanyak 12 perjalanan menghubungkan stasiun BIM, Duku, Tabing, Air Tawar, Alai, Padang, Tarandam dan Pulau Aei.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa KAI terus melakukan peningkatan pelayanan di seluruh wilayah kerja, termasuk di Stasiun Tabing. “Bagi masyarakat Tabing, stasiun ini bukan sekadar bangunan perhentian kereta, tetapi bagian dari kehidupan mereka. Karena itu, KAI berkomitmen memastikan setiap fasilitas yang beroperasi dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Reza.

Bangunannya yang sederhana namun sarat nilai historis ini pernah menjadi pusat pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Stasiun ini dinilai memiliki potensi besar sebagai simpul layanan dan ruang interaksi warga.

Berbagai langkah perbaikan layanan terus dilakukan, mulai dari pembenahan fasilitas dasar, peningkatan kebersihan, penataan ruang tunggu, hingga penyediaan akses yang lebih ramah bagi seluruh kelompok pengguna. KAI juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan stasiun sebagai pusat kegiatan masyarakat, termasuk bidang budaya dan edukasi.

Reza menambahkan bahwa penguatan layanan di jalur ini sejalan dengan fokus KAI untuk menghadirkan perjalanan yang semakin nyaman dan terintegrasi.

Meski sederhana, Stasiun Tabing tetap menjadi bagian penting dari identitas sejarah perkeretaapian Sumatera Barat. KAI memastikan elemen-elemen arsitektur bersejarah yang masih tersisa akan tetap dipertahankan sebagai penanda perjalanan panjang layanan kereta api di kawasan pesisir. “Pelayanan yang baik tidak harus menghilangkan nilai sejarah. Kami ingin masyarakat merasakan kenyamanan perjalanan sekaligus dapat mengenali jejak budaya yang ada di setiap stasiun,” tambah Reza.

PT KAI Divre II Sumbar optimis bahwa penguatan layanan dan optimalisasi fungsi Stasiun Tabing akan membawa dampak positif bagi mobilitas warga serta pengembangan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. KAI berkomitmen terus menghadirkan layanan yang selamat, bersih, nyaman, dan semakin mendekatkan kereta api kepada kebutuhan masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Ketua DPRD Padang Muharlion mendorong Pemko Padang agar membuat aturan yang mensyaratkan bagi pasangan yang akan menikah wajib melampirkan surat keterangan bebas HIV dari rumah sakit. Hal ini bertujuan agar memutus rantai penyebaran angka HIV/Aids yang kian hari kian menghawatirkan di Kota Padang.

"Dinkes Kota Padang mencatat, sepanjang tahun 2025 terjadi 192 kasus baru, dari 1.834 kasus di tahun - tahun sebelumnya. Artinya, kita harus bergerak cepat dengan melakukan tracking di warga kota. Salah satu solusi ampuhnya adalah Pemko Padang membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan setiap pasangan yang akan menikah di Kota Padang, wajib melampirkan surat keterangan bebas HIV," ucapnya saat ditemui di DPRD Padang, Senin (17/11).

Selain itu, Muharlion menjelaskan juga bahwa, dari 192 angka HIV/Aids di Kota Padang, di dominasi oleh laki - laki.

"Artinya, telah terjadi penyimpangan seksual oleh lelaki. Kita tidak mentolelir terjadinya hubungan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Padang. Kita harus mengefektifkan fungsi pengawasan oleh Dubalang Kota, Satpol PP, dan warga Kota dalam hal pengawasan, khususnya di tempat hiburan malam," paparnya.

Selain itu, Muharlion mengecam adanya kuisioner di Kota Padang yang menanyakan jenis kelamin responden yang mencantumkan tiga jenis kelamin.

"Masak di kuisioner itu ada pertanyaan yang mempertanyakan tiga jenis kelamin responden.

"Di kuisioner tersebut tertulis tida jenis kelamin, angka nol menanyakan pria, angka satu menanyakan wanita, dan angka dua menanyakan jenis kelamin LGBTQIA+," jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, tercatat terjadi penambahan sebanyak 192 kasus baru. Dengan demikian, total kasus HIV/AIDS di Kota Padang kini mencapai 2.026 kasus, meningkat dari 1.834 kasus pada tahun sebelumnya.(*)

 

INFONEWS-Dalam menghadapi musim penghujan serta peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, PT KAI Divre II Sumatera Barat melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan selamat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi gangguan perjalanan akibat tingginya curah hujan, angin kencang, cuaca ekstrem yang berubah tiba-tiba, serta risiko banjir, longsor, dan amblesan tanah di sejumlah titik rawan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah barat Sumatera Barat pada petak jalur tertentu memiliki potensi pergerakan kontur tanah, terutama pada musim penghujan. Untuk itu, petugas prasarana jalan rel dan jembatan telah melaksanakan berbagai mitigasi preventif guna memperkuat keandalan jalur kereta.

“Petugas kami melakukan pemetaan prioritas perawatan prasarana, termasuk pengukuran jalur dengan track geometry melalui troli, pemeriksaan rutin secara jalan kaki oleh Petugas Periksa Jalan (PPJ), serta penambahan personel ekstra di titik-titik rawan. Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui,” ujar Reza.

Salah satu upaya penting dilakukan melalui pengoperasian Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR), yaitu sarana perkeretaapian yang digunakan untuk melakukan perawatan dan perbaikan jalur rel, baik secara berkala maupun situasional. Perbaikan geometri jalan rel dengan KPJR meliputi:
- Lifting (angkatan): mengangkat rel sesuai nilai ketinggian yang ditentukan agar jalur kembali rata.
- ⁠Lining/Lestrengan: meluruskan jalur rel secara horizontal baik ke kiri maupun ke kanan sesuai nilai geometri yang diatur.
- ⁠Tamping: memadatkan batu ballast di bawah bantalan yang telah diangkat dan diluruskan.

Ketiga proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas jalan rel tetap optimal dan aman bagi perjalanan kereta api.

KAI Divre II Sumbar juga menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di sejumlah titik rawan dan lokasi strategis. AMUS terdiri atas material penting seperti rel cadangan, karung pasir, batu kricak, bantalan beton, dan bantalan kayu yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.

Selain itu, KAI turut menyiagakan alat berat seperti excavator dan MTT (Multi Tie Tamper) guna mempercepat proses perbaikan jalur jika terjadi gangguan. Pemasangan Dinding Penahan Tanah (DPT) berupa konstruksi bronjong juga dilakukan di beberapa titik untuk mencegah longsor dan amblesan. Berbagai peralatan teknis lainnya seperti dongkrak, alat potong rel, pelat sambung, penambat rel, dan Hand Tie Tamper (HTT) turut ditempatkan di lokasi strategis untuk mendukung pemeliharaan jalur secara cepat dan tepat.

Secara umum, sarana KPJR terbagi menjadi dua jenis:
- MTT (Multi Tie Tamper): untuk perbaikan geometri jalur secara mekanis melalui lifting, lining, dan tamping.
- ⁠PBR (Profil Ballast Regulator): untuk merapikan dan memindahkan batu ballast sehingga jalur tetap dalam kondisi stabil.

Peralatan darurat lainnya seperti tenda pleton, chainsaw, serta material H-beam untuk perbaikan sementara jembatan juga disiagakan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Selain langkah teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur, serta segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional. Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci agar perjalanan kereta api di Sumatera Barat tetap aman dan lancar, meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan langkah-langkah preventif yang konsisten. Seluruh unit operasional KAI akan terus bersiaga penuh selama musim penghujan berlangsung,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Stasiun Pariaman kembali menjadi perhatian publik sebagai salah satu stasiun unik di Indonesia yang memadukan fungsi transportasi, sejarah panjang perkeretaapian, dan keindahan pesisir. Letaknya yang hanya berjarak beberapa langkah dari Pantai Gandoriah menjadikan stasiun ini bukan sekadar titik naik-turun penumpang, tetapi juga ruang hidup masyarakat pesisir yang sudah berdenyut lebih dari satu abad.

Stasiun Pariaman tetap eksis melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Revitalisasi tidak hanya memulihkan fungsi pelayanan, tetapi juga menegaskan peran stasiun sebagai ikon wisata di Sumatera Barat.

10 perjalanan kereta lokal Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras yang menghubungkan Padang-Pariaman setiap harinya memainkan peran sentral dalam kehidupan. Jalur ini bukan sekadar moda transportasi melainkan nadi utama yang menghubungkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor wisata dan ekonomi kreatif serta menyambungkan cerita, harapan, dan identitas.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa bangunan stasiun yang berciri fungsional kolonial akhir, lengkap dengan jendela kayu besar dan kanopi logam tua, masih mempertahankan bentuk aslinya. Arsitekturnya memadukan kesederhanaan dengan fungsi adaptif terhadap angin laut dan kelembaban, menjadikan Stasiun Pariaman memiliki karakter yang kuat dan berbeda dari stasiun-stasiun lain di Sumatera Barat.

Sejak awal beroperasi pada awal abad ke-20, stasiun ini memainkan peran penting sebagai simpul ekonomi pesisir barat Sumatera, khususnya dalam mobilisasi komoditas seperti kopra dan ikan kering. Namun seiring perkembangan kota, fokus pelayanan tersebut bergeser. Kini Stasiun Pariaman menjadi simpul utama bagi masyarakat dan wisatawan, khususnya sejak kawasan Pantai Gandoriah dikembangkan menjadi destinasi unggulan.

Perjalanan kereta yang memakan waktu tempuh sekitar 1.5 jam menuju pusat wisata pantai Gandoriah ini menyuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

Transformasi fungsi ini terlihat jelas pada aktivitas harian masyarakat. Dari pagi hingga senja, stasiun menjadi ruang sosial tempat pedagang, wisatawan, pelajar, hingga seniman lokal bertemu.

“Dulu kereta itu identik dengan pedagang, sekarang identik dengan wisatawan,” ujar Reza.

Pergeseran ini mencerminkan perubahan karakter kota dan meningkatnya ketertarikan wisatawan untuk mengakses kawasan pantai melalui moda kereta api.

“Stasiun Pariaman bukan hanya aset transportasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya pesisir Sumatera Barat. KAI berkomitmen menjaga kelestarian bangunan bersejarah ini sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat dan wisatawan. Kami berharap keberadaan Stasiun Pariaman terus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas kota Pariaman,”
ungkap Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan pelayanan, mulai dari perawatan infrastruktur, peningkatan keamanan area stasiun, hingga penguatan layanan Kereta Api Sibinuang yang menjadi andalan masyarakat.

“Dengan perpaduan sejarah, budaya, dan potensi wisata yang kuat, Stasiun Pariaman menjadi contoh bagaimana infrastruktur transportasi dapat tumbuh menjadi ruang kehidupan yang menyatu dengan masyarakat. PT KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk menjaga kelestarian nilai historisnya sekaligus menghadirkan pelayanan yang modern, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan” tutup Reza.(*)

 


INFONEWS - Sebagai anggota DPRD Kota Padang Ir. H. Yendril merealisasi pokok-pokok pikirannya selaku anggota dewan di depan Perumahan DMJ RT 01 RW 01, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (16/11/2025).

Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, ninik mamak, bundo kanduang, remaja, dan pemuda setempat.

H. Yendril menyampaikan, festival ini merupakan bagian dari pokok-pokok pikirannya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.

Festival bertujuan untuk mewariskan tradisi marandang sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Padang menjadikan Padang sebagai The City of Gastronomy.

“Rendang bukan sekadar makanan, tetapi warisan budaya yang menyatukan masyarakat," katanya.

Melalui festival ini, H. Yendril ingin mendorong generasi muda untuk memahami filosofi randang.
"Selain itu, kami ingin menjaga tradisi memasak bersama yang sudah diwariskan turun-temurun,” ujar Yendril.

Wali Kota menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat program Jelajah Padang, untuk menjadikan kota semakin dicintai masyarakat dan menarik lebih banyak pengunjung.

“Marandang ini sangat spesifik dan bernilai budaya tinggi. Ada generasi muda, ada orang tua yang memasak rendang bersama. Kita ingin tradisi ini tetap terjaga. Untuk itu saya mendorong agar kegiatan diadakan nanti di tingkat kota,” ujar Fadly Amran didampingi Camat Lubuk Begalung Nofiandi Amir.

Pada kesempatan ini juga diumumkan pemenang Lomba Marandang antar-RW se-Kelurahan Tanjung Saba Pitameh, yaitu RW 05 sebagai Juara I, RW 02 sebagai Juara II, RW 04 sebagai Juara III, kemudian RW 03 sebagai Harapan I, dan RW 01 sebagai Harapan II. (*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.