![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye |
INFONEWS - Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Mastilizal Aye tegas mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) untuk segera melepas pengelolaan Gelanggang Olah Raga (GOR) H. Agus Salim dan menyerahkannya kembali ke Pemerintah Kota Padang.
Menurutnya, mempertahankan pengelolaandi level provinsi hanya akan memperlambat optimalisasi aset strategis yang seharusnya menjadi jantung aktivitas olahraga dan ekonomi warga kota.
“Ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal keberanian mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat. GOR H.Agus Salim harus kembali ke tangan Pemko Padang,” tegas Mastilizal Aye, Jumat (24/04/2026.
Selain itu, Mastilizal Aye juga menilai pengelolaan saat ini belum menyentuh potensi maksimal. Penataan pedagang, kebersihan, hingga pemeliharaan fasilitas dinilai belum responsif terhadap kebutuhan harian masyarakat.
“Kalau dikelola Pemko, geraknya cepat. Tidak berbelit. Masalah di lapangan bisa langsung ditangani, bukan menunggu birokrasi panjang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi kawasan yang dinilai “terbuang sia-sia” jika tidak dikelola secara fokus oleh pemerintah kota. “Ini aset emas!.Jangan sampai potensi PAD hilang begitu saja. Kalau dikelola serius oleh Pemko Padang, pemasukan daerah bisa melonjak dan langsung kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Peningkatan PAD dari kawasan GOR dapat menjadi motor penggerak pembangunan mulai dari infrastruktur hingga fasilitas olahraga modern bagi generasi muda Kota Padang.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang,Mastilizal tak sekadar mengkritik. Ia menantang Pemprov Sumbar untuk segera duduk bersama dan membahas mekanisme hibah atau penyerahan pengelolaan secara terbuka.“Kalau memang tujuannya untuk rakyat, jangan ada ego sektoral. Duduk bersama, putuskan, dan kembalikan ke kota,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa kawasan GOR H. Agus Salim bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan simbol kebanggaan warga Kota Padang yang harus dikelola dengan visi segar dan keberpihakan nyata.
“Ini marwah olahraga kita. Sudah waktunya dikelola dengan serius, profesional, dan berpihak ke masyarakat Kota Padang,” pungkasnya.(*)
