Latest Post

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani sebanyak 1.978.241 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 16.6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.697.020 penumpang, atau meningkat hampir 280 ribu penumpang dalam satu tahun.

Capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal di Sumatera Barat.

Dari sisi stasiun, Stasiun Padang menjadi yang paling favorit baik untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Untuk kedatangan, Stasiun Padang mencatat 533.251 penumpang, disusul Stasiun Pariaman sebanyak 408.054 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 166.833 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM sebanyak 103.935 penumpang.

Sementara itu, dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang juga berada di posisi teratas dengan 509.113 penumpang, diikuti Stasiun Pariaman sebanyak 394.193 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 192.345 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 118.350 penumpang, dan Stasiun BIM sebanyak 105.649 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan KAI.

“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian tahun 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan,” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan berbagai inovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata daerah.

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang semakin modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(*)

 

Infonews - Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaan dalam mendorong kegiatan positif, Babinsa Koramil 04/Sikakap,Kodim 0319/Mentawai, Serka Jafril sambangi tukang bangunan di Desa Sikakap.


Kegiatan sambang yang di lakukan Babinsa merupakan aktivitas rutinitas untuk bertatap muka dengan warga binaan melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos).


"Komsos kali ini kita bersama warga yang berprofesi tukang bangunan di desa Sikakap sekaligus sharing terkiat perekonomian warga" ucap Babinsa, Selasa (13/1/2026).


Dikatakan, kegiatan sambang yang di lakukan ini bahas terkait perekonomian warga saat ini serta memotivasi warga yang bekerja sebagai tukang bangunan dalam meningkatkan perekonomian.


"Dalam komsos ini kita sambangi tukang bangunan sekaligus berikan motivasi terkait peningkatan ekonomi keluarga" tukasnya.



Editor : Tim Redaksi

 


INFONEWS-Ingin menikmati sea food kepiting saus tiram dan lontong tunjang makanan yang sesuai selara dan harga yang merakyat datang saja ke warung Dapur Ci Meme yang beralamat di Kompleks Filano Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Kecamatan Padang Timur. Alamat bisa dicari melalui Google Maps.

Opening pada hari ini Senin (12/1/2026) pukul 19.00 WIB, Dapur Ci Meme gelar makan gratis sea food kepiting saus tiram dan lontong tunjang.

"Anto Chaniago yang ikut opening makan gratis di Dapur Ce Meme mengatakan, kalau ingin menikmati sea food dan lontong tunjang yang enak, tak salah lagi disini tempatnya, masakannya enak dan nikmat," pungkasnya

Sementara Rianto Pusaka atau lebih akrab disapa Anto Naga yang merupakan Owner Dapur Ce Meme mengatakan, kami menyiapkan makanan berupa sea food, lontong tunjang. Buka dari Jam 07.00 WIB hingga 20.00 WIB, dan menerima pesanan.(bim)

Infonews - Guna mempererat silahturahmi ditengah masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) selalu menjalin komunikasi di berbagai kalangan salah satunya dengan wiraswasta.


Warga binaan yang berprofesi Wiraswasta ini merupakan mitra karib yang berada di Desa Muara Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai.


Pada kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 01/Sikabaluan,Kodim 0319/Mentawai, Serka K Lubis luangkan waktu berbincang dengan wiraswasta Johan di salah satu warung warga, Minggu (11/1/2026).


Perbincangan itu Babinsa bahas terkait aktivitas yang di lakukan wiraswasta sekaligus berikan motivasi agar terus memanfaatkan waktu untuk meningkatkan perekonomian keluarga.


"Komsos bersama warga binaan kita tidak hanya sebatas tatap muka, namun memberikan masukan, sharing dan lainnya terkait dengan perekonomian masyarakat" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 


INFO,PADANG-Suasana meriah menyelimuti Sekolah Alam Islam Terpadu (IT) Ar Royyan, Kota Padang, dalam gelaran acara bertajuk Semarak Ar Royyan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, kreatif, dan berorientasi masa depan. Ketua Yayasan Raudhatul Ar Royyan, Elly Thrisyanti, SE, Akt, menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana menanamkan nilai, eksistensi, dan keunggulan Ar Royyan di tengah masyarakat.

Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari bazar UMKM, pasar murah, exhibition, hingga stand kewirausahaan masyarakat. Tak hanya itu, kreativitas siswa turut ditampilkan melalui berbagai pertunjukan dan aktivitas edukatif. Kegiatan luar kelas seperti berenang dan flying fox juga menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun keberanian anak.

Dalam sambutannya, Elly Thrisyanti menjelaskan bahwa Sekolah Alam IT Ar Royyan telah menerapkan program pendidikan berbasis masa depan, salah satunya melalui program bilingual. Program ini menggunakan dua bahasa pengantar, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dalam proses belajar mengajar.

"Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, memperluas pemahaman budaya, menciptakan lingkungan belajar global, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia internasional," ucapnya, Sabtu (10/1/26)

Berbeda dengan banyak sekolah yang masih dalam tahap perencanaan, Ar Royyan telah menerapkan komunikasi bahasa Inggris dalam keseharian di lingkungan sekolah (everyday English communication). Langkah ini diambil untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini agar siap bersaing secara global.

“Pendidikan di Ar Royyan berbasis karakter dan adab sebagai fondasi utama. Ilmu itu penting, tetapi tanpa adab, ilmu tidak akan bermakna,” ujar Elly. Ia menambahkan, sejak berdiri pada 7 Juli 2011, Sekolah Alam Ar Royyan terus berkembang dari jenjang TK hingga SMA, seiring tingginya kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan yang menekankan akhlakul karimah dan kecintaan pada alam.

Keunikan Ar Royyan terletak pada konsep kurikulumnya yang menjadikan alam sebagai ruang dan sumber belajar utama. Alih-alih membangun gedung beton, sekolah ini menghadirkan saung-saung belajar agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Konsep ini menegaskan identitas Sekolah Alam yang memanfaatkan apa pun di sekitar anak sebagai media pembelajaran.

Elly Thrisyanti juga mengungkapkan visi besar pengembangan Ar Royyan ke depan, termasuk rencana pembangunan perguruan tinggi dan program sister school. Program tersebut dirancang untuk membuka peluang pertukaran guru dan siswa dengan sekolah luar negeri. Langkah awal telah dilakukan melalui kegiatan English Camp yang melibatkan tutor dari 45 negara, bekerja sama dengan institusi yang berafiliasi dengan Cambridge University.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Nurfitri. Ia menilai Semarak Ar Royyan mampu menumbuhkan bakat seni, wawasan pengetahuan, serta jiwa kewirausahaan siswa. Dinas Pendidikan, kata dia, siap bersinergi dan memberikan dukungan program apabila pihak yayasan mengajukan pengembangan pendidikan.

Senada dengan itu, Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, memuji kolaborasi antara kegiatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan “Padang Juara” dan mendorong UMKM naik kelas.

Tak hanya fokus pada siswa, Ar Royyan juga membekali tenaga pendidik dengan pelatihan bahasa Inggris intensif. Selama dua bulan, guru dari berbagai jenjang dilatih untuk berani berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris setiap hari. “Kita orang Indonesia yang sedang belajar bahasa Inggris. Jangan takut untuk memulai,” pesan Elly.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Sekolah Alam IT Ar Royyan optimistis terus berkembang sebagai institusi pendidikan berintegritas. Melalui kolaborasi pendidikan karakter, penguasaan bahasa asing, dan kedekatan dengan alam, Ar Royyan kian mengukuhkan diri sebagai pilihan utama orang tua dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan islami.(*)

 

Infonews - Dalam melaksanakan kegiatan dilapangan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) lakukan pendekatan dengan warga binaan, guna memperkuat silahturahmi dengan masyarakat.


Hal ini di lakukan Babinsa Koramil 01/Sikabaluan,Kodim 0319/Mentawai, Serka K Lubis saat komunikasi sosial dengan nelayan di salah satu warung berada di dusun Pokai,desa muara Sikabaluan, Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sabtu (10/1/2025).


Sasaran komsos kali ini dengan seorang nelayan Juanidi warga desa muara Sikabaluan, kecamatan Siberut Utara, adapun pembahasan terkiat aktivitas melaut saat ini serta hasil yang di dapat.


"Prinsipnya komsos yang kita lakukan ini mendengar keluh kesah masyarakat terkhusus warga nelayan" sebut Babinsa.


Disisi lain komsos juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk saling sharing terkait situasi kondisi sosial kehidupan ditengah masyarakat.


"Kita harap keluh kesah masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga memberikan solusi serta optimis dalam menjalankan aktivitas" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 

Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

INFONEWS,PADANG - Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai.

Setelah diterjang banjir bandang dan kehilangan harta benda, mereka kini harus menghadapi luka yang tak kalah perih. Fitnah dan hujatan publik akibat sebuah video viral di media sosial.

Video tersebut menuding adanya aktivitas alat berat yang diduga dipaksa bekerja untuk mengeruk pasir sungai, lalu dijual demi keuntungan pribadi.

Narasi itu menyebar liar, tanpa klarifikasi, tanpa empati dan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Akibatnya, para korban banjir yang tengah mengungsi di sebuah surau justru menjadi sasaran kemarahan netizen.

“Sudah jadi korban bencana, kami malah difitnah dan dihujat,” ungkap Ade salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Sejak video itu viral, dampaknya begitu nyata. Bantuan dari para donatur perlahan berhenti mengalir. Satu per satu keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan surau dan menumpang hidup di rumah kerabat karena tidak sanggup bertahan tanpa bantuan.

Kini, hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan di surau dengan perlengkapan seadanya, bertahan di tengah keputusasaan.

Tim media turun langsung ke lokasi kemudian menemui Misriadi (50), operator alat berat yang telah sejak awal ditugaskan untuk membantu penanganan pasca-bencana.

Media ini melakukan konfirmasi langsung terkait tuduhan pengancaman pada dirinya. Dengan suara tegas namun penuh kelelahan, ia membantah keras tudingan dalam video viral tersebut.

“Itu fitnah. Tidak pernah ada ancaman kepada saya. Pasir yang dimuat ke truk itu untuk ditimbunkan ke jalan dan halaman rumah warga yang rusak akibat banjir.” jelas Misriadi, Jumat (09/01/2026).

Misriadi menambahkan, penggunaan alat berat pun tidak bisa sembarangan dan harus melalui izin dinas terkait.

“Kalau memang diperlukan, kami lapor dulu pada Dinas yang menyediakan alat ini. Tidak ada jual beli pasir seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Indra (56) warga yang muncul dan disorot dalam video viral mengaku menjadi korban hujatan paling brutal.

Ia dimaki, dituding, bahkan disebut sebagai dalang penjarahan pasir sungai. Padahal, menurut pengakuannya, inisiatif pengambilan pasir murni demi kepentingan warga terdampak.

“Benar, itu inisiatif saya. Ada warga yang minta pasir untuk menimbun jalan dan halaman rumah mereka yang habis dibawa banjir. Bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Indra.

Sebagai tokoh adat dan Ninik Mamak setempat, Indra mengaku hanya menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Diakuinya, Ia berkomunikasi dengan operator dan memastikan izin telah diketahui pihak terkait. Namun di saat itulah, ia direkam secara diam-diam dan diberi narasi menyesatkan oleh oknum yang juga merupakan warga sekitar.

“Kami di sini ada lima KK, semuanya korban banjir dan mengungsi di surau. Tapi justru kami diperlakukan seperti penjahat. Bahkan saya sampai dijemput polisi karena video itu,” tuturnya lirih.

Kini, warga Gurun Panjang hanya ingin satu hal dari masalah video tersebut, yaitu kebenaran harus ditegakkan. Mereka berharap publik tidak lagi menghakimi berdasarkan potongan video tanpa konteks dan narasi provokasi tanpa ada konfirmasi ke lapangan.

Mereka juga berharap media dan para pembuat konten bisa lebih jernih dan berimbang sebelum menyebarkan informasi.

“Kami sedang berduka. Mengungsi di surau sejak bencana. Tiba-tiba keluarga kami dijemput oleh polisi karena fitnah di video itu,” ucap Kartina (55) dengan suara bergetar.

Lebih dari itu, luka psikologis juga membekas. Anak-anak dan kemenakan mereka mengalami tekanan mental akibat hujatan yang berseliweran di media sosial. Nama baik keluarga tercoreng, harga diri mereka terinjak di saat kondisi hidup sedang paling rapuh.

“Kami hanya ingin nama kami dibersihkan. Kami ini korban, bukan pelaku kejahatan,” harap warga.

Di tengah bencana alam yang belum sepenuhnya pulih, warga Gurun Panjang kini belajar satu hal pahit dari kejadian ini. Bahwa bencana sosial di media sosial bisa jauh lebih kejam dari banjir bandang yang telah merendam rumah dan menghanyutkan harta bendanya.(*)


Keterangan Foto: Kondisi pengungsi banjir bandang di sebuah surau di Gurun Panjang Kampung Jambak Kelurahan Gunung Sarik, Kuranji usai video viral di media sosial.

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.