Agustus 2026

 

INFONEWS-Atlet pencak silat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang kembali mengharumkan nama Kota Padang di kancah kejuaraan. Dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Historis Championship memperebutkan Piala Kapolda Riau yang digelar di Pekanbaru, kontingen IPSI Kota Padang berhasil tampil gemilang dengan meraih Juara Umum I Kategori Dewasa Prestasi.

Tak hanya itu, kontingen IPSI Kota Padang juga berhasil meraih Juara Umum I Prestasi dengan perolehan 13 medali emas dan 3 medali perak.
Prestasi membanggakan tersebut semakin lengkap setelah dua pesilat Kota Padang dinobatkan sebagai atlet terbaik. Syafrizal berhasil meraih gelar Atlet Terbaik Dewasa Putra, sementara Faula Listi dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Putri.

Atas keberhasilan tersebut, Zulhardi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, manajer serta jajaran IPSI Kota Padang yang telah berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi daerah.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih di Pekanbaru menjadi bukti bahwa pembinaan atlet pencak silat Kota Padang terus menunjukkan perkembangan positif. Apalagi, kejuaraan tersebut merupakan bagian dari persiapan atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.

“Alhamdulillah, kita sangat bangga atas prestasi yang berhasil diraih oleh atlet-atlet IPSI Kota Padang. Mereka telah berjuang dengan semangat tinggi dan berhasil membawa nama Kota Padang sebagai Juara Umum. Ini tentu menjadi modal penting dalam menghadapi Porprov nanti,” ujar Zulhardi.

Ia berharap seluruh atlet tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, hasil tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin dan mental bertanding.

“Prestasi ini harus menjadi penyemangat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Perjalanan kita masih panjang, karena target utama adalah memberikan hasil terbaik untuk Kota Padang pada Porprov Sumatera Barat,” harapnya.

Zulhardi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kontingen IPSI Kota Padang selama mengikuti kejuaraan di Pekanbaru.
Keberhasilan tersebut turut didampingi oleh Manajer Yuharmen, Sekretaris Umum IPSI Kota Padang Hendri Aji, serta Yuherdi yang mewakili KONI Kota Padang.

Sementara itu, para atlet mendapatkan arahan dan pendampingan dari jajaran pelatih, yakni Irsyad Hardani, Dian Putra, Guntur Arabi, dan Anwar.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bekerja sama dengan KAI Properti menyelenggarakan pelatihan intensif bagi 37 Petugas Jaga Lintasan (PJL) yang baru direkrut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan keselamatan di perlintasan sebidang.

Pelatihan yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari, mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026, dilaksanakan di Kantor KAI Divre II Sumbar dan diikuti oleh 37 PJL yang telah menyelesaikan proses rekrutmen. Para peserta selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah wilayah kerja KAI Divre II Sumbar.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan yang harus dimiliki PJL dalam menjalankan tugas. Sebagai petugas yang berada langsung di lapangan, PJL memiliki peran penting dalam memastikan operasional perlintasan sebidang berjalan sesuai prosedur dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kompetensi dan kesiapan PJL menjadi salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“PJL merupakan ujung tombak dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai prosedur keselamatan, pengoperasian peralatan, penanganan kondisi tidak normal, serta berbagai aspek yang harus dikuasai dalam pelaksanaan tugas. Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas secara disiplin, profesional, dan mengutamakan keselamatan,” ujar Reza.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup aspek regulasi dan teknis, antara lain pemahaman perundang-undangan, peraturan pemerintah dan peraturan dinas terkait pintu perlintasan, semboyan kereta api, pengetahuan konstruksi jalan rel, pengoperasian peralatan pintu perlintasan dan peralatan telekomunikasi, prosedur operasional standar (SOP), jadwal perjalanan kereta api, safety intermediate, prosedur penanganan kondisi tidak normal, serta etika pelayanan publik.

Selain pembelajaran teori, peserta juga mendapatkan materi praktik yang meliputi praktik semboyan kereta api, penggunaan alat keselamatan standar kerja, prosedur pencatatan laporan penjagaan, serta pengoperasian peralatan pintu perlintasan. Pembekalan tersebut diberikan untuk memastikan para peserta tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat ketika menjalankan tugas di lapangan.

Pelaksanaan pelatihan melibatkan sejumlah unit terkait, di antaranya unit Operasional, unit Jalan dan Jembatan, unit Legal, serta unit Keselamatan. Kolaborasi lintas unit tersebut dilakukan untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, baik dari sisi operasional, teknis, regulasi maupun keselamatan kerja.

KAI Divre II Sumbar secara berkelanjutan melakukan peningkatan kompetensi bagi personel PJL. Saat ini, terdapat sebanyak 109 PJL yang dipekerjakan oleh KAI di wilayah kerja Divre II Sumbar dan telah tersertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sesuai kompetensi yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas sebagai PJL.

Sementara itu, 37 PJL yang mengikuti pelatihan kali ini juga akan menjalani proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang dipersyaratkan sebelum menjalankan tugasnya di perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar juga akan melaksanakan pelatihan dan peningkatan kompetensi PJL secara berkala di seluruh wilayah kerja. Upaya tersebut merupakan bagian dari program keselamatan terpadu KAI untuk meningkatkan kesiapan petugas, memperkuat penerapan prosedur keselamatan, serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan seluruh petugas yang berada di garis depan pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kompetensi petugas, kepatuhan terhadap prosedur, serta kedisiplinan seluruh pengguna jalan,” tutup Reza.

Melalui penguatan kompetensi dan sertifikasi PJL secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berharap keberadaan petugas di perlintasan sebidang dapat semakin optimal dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme personel pengamanan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja dan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, dan nyaman.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Security Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis–Jumat (27–28/8) di halaman Kantor KAI Divre II Sumatera Barat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Manajer Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, CTMP., CHRMP, bersama Babin Polsuska Aiptu Roby Kentoro dan diikuti oleh 72 personel security.

Dalam arahannya, Manajer Pengamanan menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur dalam menjalankan tugas. Personel security juga diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap, penampilan, dan etika dalam bertugas serta mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional kepada pelanggan maupun seluruh pihak yang berada di lingkungan kerja KAI.

“Security merupakan salah satu garda terdepan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Karena itu, setiap personel harus memiliki kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kemampuan untuk bertindak secara tepat sesuai prosedur. Selain menjaga keamanan, personel juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional,” ujar Manajer Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto.

Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan baris-berbaris (PBB) yang bertujuan meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, ketanggapan, serta kemampuan personel dalam menerima dan melaksanakan instruksi secara tepat, cepat, dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental, kegiatan dilanjutkan dengan Long March berupa perjalanan kaki sejauh 8 kilometer dari Stasiun Pulau Air hingga Kodaeral II Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan fisik, ketangguhan mental, kedisiplinan, serta kekompakan antarpersonel. Melalui Long March tersebut, personel security juga dilatih untuk menjaga fokus, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan secara disiplin, terukur, dan bertanggung jawab.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan kapasitas personel security memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan. Menurutnya, aspek keamanan dan pelayanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam operasional transportasi kereta api.

“Keamanan merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan transportasi yang berkualitas. Ketika personel security memiliki disiplin, kesiapsiagaan, dan kemampuan komunikasi yang baik, maka hal tersebut akan turut membangun rasa aman dan nyaman bagi pelanggan. Karena itu, pembinaan seperti ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan pengamanan, tetapi juga membentuk karakter personel yang mampu memberikan pelayanan secara profesional dan humanis,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa personel security tidak hanya dituntut untuk mampu menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah perusahaan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan masyarakat.

“Setiap interaksi personel dengan pelanggan merupakan bagian dari pengalaman mereka menggunakan layanan KAI. Sikap yang ramah, responsif, disiplin, dan profesional akan memberikan kesan positif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap KAI. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar standar keamanan berjalan beriringan dengan standar pelayanan,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Selain aspek fisik dan kedisiplinan, pembinaan juga diarahkan untuk membangun koordinasi, kepemimpinan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kami berharap seluruh personel security dapat semakin disiplin, sigap, tangguh, profesional, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Dengan personel pengamanan yang memiliki kompetensi dan kesiapan yang baik, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, nyaman, dan berorientasi pada pelayanan pelanggan” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Penguatan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan KAI Divre II Sumbar melalui audiensi bersama Kodaeral II Padang, Kamis (27/8). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kodaeral II Padangllll tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen.

Kedatangan jajaran KAI Divre II Sumbar disambut langsung oleh Dankodaeral II Laksda TNI Sarimpunan Tanjung, didampingi Aster Dankodaeral II Kolonel (Mar) Wartono dan Kadister Kodaeral II Letkol (Mar) Arifin.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan hubungan kelembagaan antara KAI Divre II Sumbar dan Kodaeral II Padang. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan sinergi, khususnya dalam mendukung aspek keamanan, kelancaran operasional, serta terciptanya koordinasi yang efektif dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa sinergi dengan TNI, termasuk Kodaeral II Padang, merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional perkeretaapian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sebagai pengguna jasa kereta api.

“Kolaborasi dan koordinasi dengan Kodaeral II Padang merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan mendukung kelancaran operasional KAI Divre II Sumbar. Kami berharap komunikasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif bagi keamanan, kelancaran operasional, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Lutfi.

Senada dengan hal tersebut, Dankodaeral II Padang Laksda TNI Sarimpunan Tanjung menyambut baik audiensi yang dilakukan KAI Divre II Sumbar. Menurutnya, sinergitas dan komunikasi antarlembaga merupakan hal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik audiensi ini sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antara Kodaeral II Padang dengan KAI Divre II Sumbar. Kodaeral II siap mendukung dan memperkuat sinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, sehingga dapat bersama-sama memberikan kontribusi bagi keamanan, kelancaran operasional, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sarimpunan.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol penguatan hubungan kelembagaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata antara KAI Divre II Sumbar dan Kodaeral II Padang.

Melalui audiensi ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergitas dan kolaborasi dengan Kodaeral II Padang semakin solid dan berkelanjutan. Koordinasi yang semakin baik diharapkan dapat mendukung terciptanya operasional kereta api yang aman dan lancar serta memperkuat kualitas pelayanan KAI kepada masyarakat.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima kunjungan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 di Stasiun Padang, Kamis (27/8). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian terhadap fasilitas dan layanan publik yang mendukung pengembangan ekosistem pariwisata ramah muslim di Sumatera Barat.

Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) merupakan salah satu instrumen penilaian yang digagas oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Bank Indonesia dan NHI Poltekpar Bandung. Penilaian IMTI dilakukan untuk melihat kesiapan serta komitmen daerah dalam mengembangkan destinasi dan fasilitas pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.

Kunjungan Tim Penilai IMTI di Stasiun Padang diterima langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya. Turut hadir Manager Operasi dan Angkutan Fasilitas Penumpang, Acep S. Manan, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab, Kepala Stasiun Padang Jefri Alkori, beserta jajaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, beserta jajaran, Ketua BPJPH Sumatera Barat Dr. Ikrar Abdi, S.Ag., M.A., Deputy Direktur BEKS Bank Indonesia Dwi Putra Indrawan, serta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wahendra.

Sementara itu, Tim Penilai IMTI dipimpin oleh Dr. Sumaryadi, MM bersama Christian Helmy Rumayar, Zafira Khairani, dan Ditra Bulan Ramadinia.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Penilai IMTI meninjau sejumlah fasilitas dan layanan yang tersedia di Stasiun Padang, termasuk fasilitas bagi penyandang disabilitas serta sarana pendukung kebutuhan wisatawan muslim.

Tim penilai memberikan apresiasi terhadap kesiapan fasilitas pelayanan di Stasiun Padang, khususnya dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa.

“Pelayanan disabilitas di Stasiun Padang sangat ramah dan memudahkan pengguna. Selain itu, fasilitas untuk mendukung pariwisata ramah muslim juga telah disiapkan dengan baik, seperti ketersediaan musala hingga masjid, toilet terpisah, kelengkapan fasilitas disabilitas, digitalisasi dan fasilitas lainnya,” ujar Sumaryadi.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, aman, nyaman, serta mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan kereta api sebagai bagian dari perjalanan wisata di Sumatera Barat.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dari sisi keselamatan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas yang ramah bagi seluruh pelanggan, termasuk penyandang disabilitas maupun wisatawan muslim. Kunjungan Tim Penilai IMTI ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Padang,” ujar Lutfi.

Menurutnya, keberadaan transportasi publik yang mampu memberikan kemudahan bagi wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas. Stasiun sebagai salah satu pintu masuk dan keluar wisatawan memiliki peran strategis dalam memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan.

“KAI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia. Kami berharap layanan transportasi kereta api dapat semakin memberikan nilai tambah bagi perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” tambah Lutfi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, menyampaikan bahwa transportasi merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim, khususnya dalam memberikan kemudahan akses, keamanan, kenyamanan, dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

“Pariwisata ramah muslim tidak hanya tentang destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan selama perjalanan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, KAI, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumatera Barat yang berkualitas, inklusif, dan ramah bagi wisatawan muslim,” ujar Lila.

Melalui kunjungan Tim Penilai IMTI 2026 tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap dapat semakin memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan pariwisata Sumatera Barat, sekaligus memastikan Stasiun Padang menjadi ruang pelayanan publik yang inklusif dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai latar belakang.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung pada 25 Agustus 2026.

Pada momentum tersebut, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 8.181 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat. Jumlah tersebut mencapai sekitar 105 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia dalam satu hari sebanyak 7.792 tempat duduk.

Tingginya mobilitas masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai salah satu pilihan transportasi untuk melakukan perjalanan, baik untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat selama momentum libur.

Dari keseluruhan layanan, KA Pariaman Ekspres menjadi kereta api dengan volume pelanggan tertinggi, yakni mencapai 5.296 pelanggan. Jumlah tersebut setara dengan 125 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.240 tempat duduk.

Capaian volume pelanggan yang melampaui 100 persen tersebut tidak menunjukkan adanya kelebihan penumpang terhadap kapasitas kereta dalam satu perjalanan. Angka tersebut merupakan perbandingan antara akumulasi jumlah pelanggan dengan total kapasitas tempat duduk yang tersedia dari seluruh perjalanan KA Pariaman Ekspres dalam satu hari. Pelanggan yang dilayani tersebar pada sejumlah perjalanan dengan waktu keberangkatan yang berbeda.

Tingginya volume pelanggan pada KA Pariaman Ekspres sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api relasi Pauh Lima–Naras, khususnya untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan Pariaman dan sekitarnya.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani sebanyak 1.417 pelanggan, sedangkan KA Minangkabau Ekspres melayani sebanyak 1.468 pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan tingginya volume pelanggan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi indikator positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Reza.

Stasiun Padang Jadi Titik Keberangkatan Tertinggi

Peningkatan mobilitas masyarakat selama momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H juga terlihat dari sebaran pelanggan di sejumlah stasiun di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar. Tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat semakin beragam, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota dan antarwilayah.

Dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang menjadi stasiun dengan volume pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 2.330 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Pariaman sebanyak 1.334 pelanggan, Stasiun BIM sebanyak 721 pelanggan, Stasiun Air Tawar sebanyak 678 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 445 pelanggan.

Sementara dari sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi stasiun tujuan dengan volume pelanggan tertinggi, yaitu sebanyak 2.242 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pariaman sebanyak 1.441 pelanggan, Stasiun Air Tawar sebanyak 995 pelanggan, Stasiun BIM sebanyak 664 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 423 pelanggan.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat pada satu jenis perjalanan. Pada segmen perjalanan harian, kereta api menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung aktivitas rutin seperti bekerja, bersekolah, maupun kegiatan ekonomi dan sosial antarkawasan. Sementara itu, pada segmen perjalanan antarkota, kereta api dimanfaatkan untuk menghubungkan masyarakat dari Padang, Pariaman, kawasan sekitar Lubuk Alung, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Perbedaan karakteristik tersebut juga mencerminkan bahwa kebutuhan perjalanan harian dan perjalanan antarkota memiliki pola yang berbeda. Pelanggan perjalanan harian cenderung membutuhkan layanan yang tepat waktu, mudah diakses, serta memiliki frekuensi perjalanan yang mendukung aktivitas rutin. Sementara pelanggan perjalanan antarkota membutuhkan konektivitas antarwilayah, kenyamanan perjalanan, serta kemudahan dalam mencapai pusat kegiatan, kawasan wisata, maupun simpul transportasi lainnya.

KAI Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan

Untuk mendukung peningkatan mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh aspek operasional berjalan secara optimal. Kesiapan dilakukan melalui pemeriksaan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan perjalanan kereta api, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan, baik di stasiun maupun selama perjalanan.

Aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama KAI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan.

KAI mengimbau masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang untuk berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Masyarakat juga diminta tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri sekaligus mengganggu perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Sebagai anggota DPRD Kota Padang, Alfi Beben One terus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Kota Padang, terutama di daerah pemilihannya Kota Padang IV, yaitu Pauh dan Lubuk Kilangan.

Hal itu dia lakukan dengan penganggaran dana pokok-pokok pikiran atau pokir anggota dewan dengan menggelar ajang bergengsi.

Salah satunya, ajang Wali Kota Padang Cup Badminton Open 2026 di Hall Badminton One Group, Jalan Ulu Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran dan dihadiri Ketua KONI Kota Padang, Erianto, Anggota DPRD Kota Padang, Alfi Beben One, sekaligus Pembina Persatuan Bulutangkis (PB) One, Anggota DPRD Kota Padang, Donal Ardi, Kepala Dispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, serta Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska Usman, bersama Lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan.

Pada kesempatan itu, Alfi Beben One mengatakan Wali Kota Padang Cup Badminton Open 2026 ini digelar sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi.

Ia berharap seluruh peserta mengeluarkan bakat yang dimiliki dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.

Sementara itu, Wali Kota Padanh Fadly Amran mengapresiasi dukungan anggota DPRD Kota Padang, Alfi Beben One, bersama KONI Kota Padang dan seluruh pihak yang ikut mendorong pembinaan olahraga bulutangkis di Kota Padang.

Menurutnya, pembinaan olahraga sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang harus terus diperkuat. (*)

 

INFONEWS-Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri kegiatan jalan santai se-Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Minggu, 23 Agustus 2026.

Kegiatan dipusatkan di Lapangan RW 05 dan dirangkaikan dengan Lomba Marandang Antar-RT, Jalan Santai, Operasi Pasar Murah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan itu dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Rafly Boy, Camat Padang Timur Aidil, unsur Forkopimca Padang Timur dan tamu undangan lainnya.

Lomba Marandang diikuti 54 RT se-Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah dan memperebutkan Piala Wali Kota Padang. Sementara itu, jalan santai turut dimeriahkan dengan berbagai hadiah menarik, antara lain kulkas dan televisi.

Fadly Amran mengapresiasi kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam menggelar berbagai kegiatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang Rafly Boy yang telah memberikan dukungan melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Pokir harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat," ujarnya.

Fadly Amran mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini Kota Padang menempati peringkat ke-8 sebagai kota terbersih di Indonesia.

“Kita menargetkan Padang bisa menjadi kota nomor satu terbersih di Indonesia. Agar target ini tercapai, salah satu syaratnya adalah pemilahan sampah. Untuk itu saya mengajak masyarakat Kota Padang untuk aktif memilah sampah, minimal sampah sisa makanan dan non makanan," cakapnya.

Pemerintah Kota Padang akan terus memperkuat pengelolaan sampah melalui pengembangan Bank Sampah. Pemerintah Kota Padang juga akan memberikan penghargaan bagi masyarakat yang berperan aktif menjaga kebersihan serta sanksi bagi pihak yang melanggar aturan terkait kebersihan.

“Kami juga berharap dukungan dan partisipasi masyarakat Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah terhadap berbagai program pembangunan di Kota Padang. Saat ini, Pemerintah Kota Padang tengah melakukan revitalisasi Pasar Raya Padang, pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan serta drainase, termasuk upaya penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025 lalu," tukuknya. (*)

 


INFONEWS
-Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat Albert Hendra Lukman mendukung sepenuhnya kegiatan donor darah dan pengobatan gratis yang dilaksanakan dalam  kegiatan Kota Tua Festival mulai dari 18 hingga 22 Agustus 2026, bertempat di Gedung Olah Raga HTT Padang.


Kegiatan Festival Kota Tua yang dilaksanakan dan yang diselengarakan oleh HTT dan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata ini menyajikan berbagai kegiatan, seperti bazar UMKM, hiburan multi etnis dan lainnya. Termasuk juga kegiatan donor darah dan pengobatan gratis.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman menyampaikan bahwa seperti biasanya setiap tahunnya akan ada yang namanya dilaksanakan kegiatan bhakti sosial.

Tahun ini kegiatan bhakti sosial itu diadakan dalam bentuk kegiatan donor darah dan kemudian pengobatan gratis yang dilaksanakan di GOR HTT Padang .

Dan kemudian kebetulan di tanggal 18 sampai 24 Agustus 2026 ini, juga ada kegiatan Reses Perorangan Kegiatan Masa Sidang Ketiga 2025 -2026.Saya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,dalam melakukan kegiatan reses turun ke masyarakat.

Sehingga kemudian kegiatan reses saya ini adalah bagaimana saya mendukung kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Festival Kota Tua ini.

"Jadi setiap yang mendonor, setelah mereka mendonor, mereka akan diminta masukkan tanggapan terhadap soal kondisi provinsi, soal kondisi Kota Padang.Kemudian juga mereka nanti akan diberikan paket oleh HTT dan kemudian juga bantuan transport dari saya, " kata Albert pada Jumat (21/8/2026) malam di lokasi donor darah GOR HTT Padang. 

Tadi kita sudah menyampaikan, setelah memulai kegiatan donor darah, kita menyampaikan.Saya sebagai anggota DPRD, ya, hari ini artinya bahwa dalam masa reses, saya akan menjemput aspirasi masyarakat.

"Saya mencoba melakukan reses ini sekaligus bentuk kegiatan nya donor darah ini. Sehingga nanti pada saat ibu-bapak selesai donor darah, ada yang mau menyampaikan tentang soal aspirasi, dipersilahkan," ujarnya.

Dan untuk target donor darah ini tentu kita sesuaikan dengan kondisi atau kemampuan PMI dalam mengambil donor ini.Jadi rata-rata satu hari ini sekitar 160 sampai 170 pendonor. Kegiatan selama 5 hari, dari 18 sampai tanggal 22 Agustus 2026.

Lebih lanjut Albert menyampaikan, harapan kita dengan pendonor ini.Ya pastilah kan seperti kita ketahui terkaitan donor darah ini kan sangat penting.Karena kita tahu bahwa darah ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sakit.

Ya kemudian kita juga mengetahui dari informasi-informasi bahwa PMI Kota Padang itu kan kekurangan stok darah.

"Ya tentu artinya dengan kaitan donor darah ini mungkin kita bisa membantulah tugas-tugas PMI
untuk bagaimana yang namanya stok darah
untuk warga Kota Padang bisa tercukupi," pungkasnya. (bim)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok” yang digelar secara hybrid, Jumat (21/8), di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, jajaran manajemen, serta para pekerja Divre II Sumbar, dengan menghadirkan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), Onk sebagai narasumber.

Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional serta produktivitas perusahaan.

“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Lutfi.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Sabrina Ermayanti memberikan edukasi mengenai kanker paru, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan paru dan organ tubuh lainnya, hingga langkah-langkah pencegahan serta pentingnya deteksi dini.

Ia juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak dini dan tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan gangguan paru. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pekerja sehingga mampu mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi kesehatan pekerja memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kinerja, terutama dalam mendukung operasional perkeretaapian yang membutuhkan kesiapan fisik, konsentrasi, dan kedisiplinan.

“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” ujar Reza.

Menurutnya, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pekerja tidak hanya memahami risiko penyakit, tetapi juga terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.

“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” tambah Reza.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan paru, risiko merokok, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit paru. Untuk meningkatkan antusiasme peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan kuis edukatif.

Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Masih dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat upaya preventif untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan. Pada Rabu (19/8), KAI Divre II Sumbar melalui unit Pengamanan bersama Babin Polsuska Aiptu Robi Kentoro melaksanakan sosialisasi keamanan dan keselamatan di perlintasan sebidang.

Kegiatan diawali dengan safety briefing kepada seluruh peserta sebagai bentuk kesiapan sebelum pelaksanaan sosialisasi. Selanjutnya, petugas memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang, dengan menyampaikan pentingnya disiplin berlalu lintas, mendahulukan perjalanan kereta api, serta meningkatkan kewaspadaan sebelum dan saat melintasi jalur kereta api.

Sosialisasi dilaksanakan di dua titik perlintasan sebidang terdaftar dan dijaga, yaitu perlintasan Km 2+4/5 petak jalan Bukit Putus–Pauhlima dan perlintasan Km 4+0 petak jalan Bukit Putus–Pauhlima. Edukasi dilakukan menggunakan pengeras suara, pembentangan spanduk keselamatan, serta pembagian stiker dan suvenir yang memuat pesan-pesan keselamatan kepada pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam membangun budaya keselamatan melalui edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan.

“Kami terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Palang pintu merupakan salah satu alat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu peringatan lainnya seperti rambu berhenti, tengok kanan dan kiri, papan imbauan hati-hati saat melintasi perlintasan, imbauan mendahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis, serta berbagai rambu keselamatan lainnya. Namun, seluruh perangkat tersebut akan jauh lebih efektif apabila didukung dengan kedisiplinan dan kepatuhan pengguna jalan,” ujar Reza.

Reza menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang membutuhkan perhatian serta kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan, risiko di perlintasan sebidang juga perlu diminimalkan melalui kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran bersama.

“Setiap pengguna jalan harus memahami bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm bagi pengendara sepeda motor, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya preventif selama 2026, KAI Divre II Sumbar telah melakukan berbagai langkah penguatan keselamatan. Di antaranya, penutupan 30 titik perlintasan sebidang, pelaksanaan sosialisasi keselamatan di 50 titik perlintasan baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta pemasangan 17 banner keselamatan pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Selain itu, edukasi keselamatan juga dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah. KAI Divre II Sumbar juga memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berupa bantuan sarana olahraga, sarana ibadah, dan sarana kebersihan di 24 lokasi di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar sepanjang 2026.

Reza menegaskan, pelanggaran di perlintasan sebidang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api serta memiliki konsekuensi hukum. Ketentuan mengenai keselamatan dan kewajiban pengguna jalan diatur antara lain dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kunci keselamatan adalah disiplin dan kesadaran. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, tengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi jalur kereta api. Jangan menerobos atau mengambil risiko hanya karena ingin lebih cepat,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan, penguatan pengamanan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

KAI juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan berbagai instansi yang selama ini mendukung upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Masyarakat yang menemukan potensi bahaya, gangguan, atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api dapat segera melaporkannya melalui stasiun terdekat maupun Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.

Melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak, KAI berharap tercipta budaya tertib dan selamat di setiap perlintasan sebidang, sehingga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan.(*)

 

INFONEWS-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan insan KAI dari lintas unit kerja. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba tarik lokomotif yang dilaksanakan di Balai Yasa Padang, Selasa (18/8).

Berbeda dari lomba tarik tambang pada umumnya, kali ini insan KAI Divre II Sumbar ditantang untuk menarik lokomotif jenis BB 203 dengan bobot sekitar 42 ton sejauh 10 meter hingga garis finish.

Sebanyak enam tim mengikuti perlombaan tersebut. Setiap tim terdiri dari 12 orang yang secara bersama-sama menarik lokomotif menggunakan tali yang telah dipasang pada lokomotif. Perlombaan menggunakan sistem adu cepat, di mana tim yang mampu menarik lokomotif dari garis start hingga garis finish dalam waktu tercepat ditetapkan sebagai pemenang.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya mengatakan lomba tarik lokomotif menjadi salah satu cara kreatif untuk membangun kebersamaan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi insan KAI.

“Kegiatan ini memang kita kemas dalam suasana yang santai dan menyenangkan, tetapi di balik itu ada pesan yang ingin kita bangun, yaitu kebersamaan, kekompakan, komunikasi, dan kolaborasi. Menarik lokomotif dengan bobot 42 ton tentu bukan pekerjaan yang mudah. Kalau hanya mengandalkan kekuatan satu atau dua orang, tentu tidak akan bergerak,” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, kondisi tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjalankan operasional perkeretaapian.

“Begitu juga dalam pekerjaan kita sehari-hari. Tidak ada satu unit yang bisa bekerja sendiri. Ada yang mengurusi sarana, prasarana, operasi, pelayanan, keamanan, komersial, hingga kehumasan. Semuanya mempunyai peran masing-masing dan harus saling mendukung. Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan,” katanya.

Lutfi menilai kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pegawai untuk saling mengenal lebih dekat, khususnya insan KAI dari berbagai unit kerja.

“Kita ingin seluruh insan KAI di Divre II Sumbar tidak hanya bekerja sebagai satu organisasi, tetapi juga merasa sebagai satu keluarga besar. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi teman-teman untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan, saling mengenal, dan membangun chemistry yang lebih baik,” ungkap Lutfi.

Ia menambahkan bahwa suasana kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan kerja.

“Kita ingin suasana kerja di KAI Divre II Sumbar semakin positif. Pegawai bekerja dengan penuh semangat, tetapi tetap bisa menikmati kebersamaan. Karena ketika hubungan antarkaryawan semakin baik, komunikasi juga semakin mudah dan pada akhirnya akan mendukung pekerjaan serta pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.

Menurut Lutfi, pemilihan lokomotif sebagai objek perlombaan juga memiliki makna tersendiri. Lokomotif merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan kereta api, sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pegawai untuk lebih dekat dengan lingkungan kerja dan sarana perkeretaapian.

“Hari ini lokomotif bukan kita minta untuk menarik kereta, tetapi justru kita yang menarik lokomotif. Ini tentu menjadi pengalaman yang cukup unik dan mudah-mudahan menjadi cerita yang menyenangkan bagi seluruh peserta. Tetapi yang paling penting, kita bisa mengambil pelajaran bahwa lokomotif seberat apa pun bisa kita gerakkan kalau dilakukan secara bersama-sama,” tutur Lutfi.

Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan sportivitas.

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang sudah ikut meramaikan kegiatan ini. Tidak ada yang perlu terlalu serius mengejar kemenangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menikmati prosesnya, menjaga sportivitas, dan membangun kebersamaan. Menang itu bonus, kebersamaan adalah tujuan utamanya,” kata Lutfi.

Salah seorang peserta, Ari Sanjaya, mengaku antusias mengikuti lomba tarik lokomotif karena memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan perlombaan pada umumnya.

“Yang paling berat saat awal menarik, karena lokomotif masih dalam posisi diam. Di situ sangat dibutuhkan kekompakan tim, mulai dari tenaga, tumpuan kaki, sampai aba-aba agar tarikan bisa dilakukan secara bersamaan. Setelah lokomotif mulai bergerak, tarikan terasa lebih ringan,” ungkap Ari.

Dalam perlombaan tersebut, Tim Kolaboratif berhasil menjadi pemenang. Tim ini diperkuat oleh Gema Fauzani Aprimarza, Najiburrahman, Syafrizon, Yoga Syafriadi, Ari Sanjaya, Nofrizal Hasan, Yusuf Hendryan, Rivo Dinata, Ade Nofendri Yamalta, Azwirman, Feri Gunawan, dan Rahadi Fareza.

Selain lomba tarik lokomotif, KAI Divre II Sumbar juga menggelar berbagai perlombaan tradisional lainnya, di antaranya balap kelereng, balap karung, estafet tepung, dan gantung keranjang. Berbagai perlombaan tersebut berlangsung meriah dengan dukungan para peserta dan suporter dari berbagai unit kerja.

Kepala KAI Divre II Sumbar mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan semangat positif bagi seluruh insan KAI.

“Kita ingin semangat kemerdekaan ini tidak hanya kita rayakan dengan perlombaan, tetapi juga kita implementasikan dalam pekerjaan. Semangat untuk terus bergerak maju, tidak mudah menyerah, saling membantu, dan memberikan yang terbaik harus terus kita bawa dalam menjalankan tugas,” ujar Lutfi.

“Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, semangat kebersamaan teman-teman juga semakin kuat. Kita kembali ke unit masing-masing dengan energi baru, komunikasi yang lebih baik, dan kolaborasi yang semakin solid. Karena pada akhirnya, yang kita kerjakan adalah satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan rangkaian perlombaan menjadi sarana memperkuat engagement dan membangun suasana kerja yang positif di lingkungan perusahaan.

“Lomba tarik lokomotif ini memiliki pesan yang sangat kuat. Untuk menggerakkan sesuatu yang berat, kita membutuhkan kekuatan bersama, komunikasi, dan koordinasi. Nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam pekerjaan kita sehari-hari,” ujar Reza.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi insan KAI untuk sejenak melepas rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat silaturahmi antarkaryawan.

KAI Divre II Sumbar berharap rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat semakin memperkuat soliditas, kolaborasi, komunikasi, dan semangat kekeluargaan seluruh insan perusahaan.

“Kalau lokomotif 42 ton saja bisa kita gerakkan bersama, tentu tantangan pekerjaan juga harus kita hadapi bersama. Mari terus bergerak maju, saling menguatkan, dan memberikan yang terbaik untuk KAI serta masyarakat,” tutup Lutfi.(*)

 

INFONEWS-Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH., mengikuti mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji, Senin dini hari (17/8/2026).

Kegiatan itu dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran. Selain Mastilizal Aye, hadir juga Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Perwakilan Kejaksaan Negeri Padang dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Mastilizal Aye menegaskan ketika diwawancarai awak media, Selasa, 18 Agustus 2026 mengharapkan, Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan sekedar sereminial belaka mengingat jasa-jasa pahlawan dan pejuang kemerdekaan.

"Bagi saya ini sekaligus ziarah, karena di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji ini juga dimakamkan ayah saya. Tapi ingin mendorong semua pihak, terutama Pemko Padang untuk memperhatikan anak-anak pahlawan dan penjuang kemerdekaan yang sedang mengalami kesusahan," kata politisi Partai Gerindra ini.

Dikatakannya, perhatian itu sebenarnya bukan saja bagi Pemko, tetapi semua pihak, termasuk para pengusaha dan anggota dewan itu sendiri.

"Kita merasa miris, masih ada anak kurang mampu yang tidak melanjutkan pendidikannya karena ketiadaan biaya. Ini masalah kita bersama yang harus kita pikirkan," cakapnya.

Semua pihak, kata pria yang akrab disapa Aye ini, juga harus mengisi kemerdekaan ini sesuai yang diperjuangkan para pahlawan dan para pejuang kemerdekaan.

"Jangan ada lagi pungli dan parkir liar, misalnya. Jangan ada lagi lalai dalam pelayanan. Kita harus bekerja maksimal sesuai profesi kita masing-masing untuk membangun Indonesia," cakap alumnus SMA Negeri 5 Padang ini

Bagi Aye, kemerdekaan itu harus di nikmati oleh semua anak bangsa, jangan ada lagi masyarakat miskin tidak bisa berobat, jangan ada lagi anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah, jangan ada lagi orang tua tinggal digubuk yang tidak layak, jangan ada lagi atlet berprestasi yg tidak dihargai dan berhenti berprestasi karena tidak ada biaya.

"Jangan ada lagi warga yg tidak nyaman hidup di negri ini, karena dipalak ketika parkir, dipakuk katika bayar makanan, dijamret karena sedang berkendaraan, jangan ada lagi guru tidak nyaman ketika mau kesekolah, jangan ada lagi inrimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru oleh kepala dinas. Karena sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan katika beraktifitas," kata anak buah Prabowo ini. (*)

 

INFONEWS - Pada setiap tanggal 17 Agustus negara ini merayakan Hari Ulang Tahun Repulik Indonesia (HUT-RI). Tahun 2026 ini, usia NKRI sudah memasuki 81 tahun. Namun apakah rakyat sudah merasakan kemerdekaan itu?

Bagi Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., kemerdekaan itu harus di nikmati oleh semua anak bangsa.

Menurut pria yang akrab disapa Aye ini, jangan ada lagi masyarakat miskin tidak bisa berobat, jangan ada lagi anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah.

"Jangan ada lagi orang tua tinggal digubuk yang tidak layak, jangan ada lagi atlet berprestasi yg tidak dihargai dan berhenti berprestasi karena tidak ada biaya," tegas alumnus SMA Negeri 5 Padang ini melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ditegaskan Aye, jangan ada lagi warga yang tidak nyaman hidup di negri ini, karena dipalak ketika parkir, dipakuk katika bayar makanan, dijamret karena sedang berkendaraan.

Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, jangan ada lagi guru tidak nyaman ketika mau kesekolah, jangan ada lagi inrimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru oleh kepala dinas.

"Karena sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan katika beraktifitas," kata anak buah Prabowo ini. (*)

 

INFONEWS - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api selama momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung pada 14 hingga 17 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 27.432 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat.

Dari total tersebut, KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan volume pelanggan tertinggi, yakni mencapai 19.702 pelanggan. Jumlah tersebut setara dengan 116,17 persen dibandingkan total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama periode tersebut sebanyak 16.960 tempat duduk.

Capaian volume di atas 100 persen tersebut mencerminkan tingginya perputaran pelanggan pada KA Pariaman Ekspres, mengingat kapasitas tempat duduk merupakan akumulasi kapasitas yang tersedia dalam seluruh perjalanan selama periode 14–17 Agustus 2026, sementara pelanggan dapat menggunakan layanan pada perjalanan yang berbeda. Tingginya volume pelanggan ini sekaligus menunjukkan bahwa KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan selama momentum libur panjang.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani 4.666 pelanggan, sedangkan KA Minangkabau Ekspres melayani 3.064 pelanggan. Secara keseluruhan, tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan selama masa liburan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan tingginya volume pelanggan selama momentum kemerdekaan menjadi indikator positif terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya selama momentum kemerdekaan menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian. Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Reza.

Selama periode 14–17 Agustus 2026, Stasiun Padang tercatat sebagai stasiun keberangkatan dengan volume pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 7.307 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Pariaman sebanyak 4.665 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.722 pelanggan, Stasiun Naras 1.602 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 1.432 pelanggan.

Dari sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi stasiun tujuan dengan jumlah pelanggan tertinggi, yaitu 7.536 pelanggan, disusul Stasiun Pariaman sebanyak 5.001 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.245 pelanggan, Stasiun Naras 1.745 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 1.357 pelanggan.

Untuk mendukung tingginya mobilitas masyarakat tersebut, KAI Divre II Sumbar memastikan kesiapan seluruh aspek operasional melalui pemeriksaan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan perjalanan kereta api, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan di stasiun maupun selama perjalanan.

KAI Divre II Sumbar juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama selama momentum libur panjang. Petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang.

KAI mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dengan berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Masyarakat juga diminta untuk tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutup Reza.(*)

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Kereta Api menggelar sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Padang dan Stasiun Tabing serta di atas KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam-Padang, Selasa (18/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen, perwakilan frontliner, serta komunitas pecinta kereta api dan transportasi, di antaranya Komunitas Sumatrain, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), KPKD2SB, RFD2SB, dan Transport for Padang.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam meningkatkan kesadaran pelanggan sekaligus membangun lingkungan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual, baik di area stasiun maupun selama perjalanan kereta api.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi disampaikan secara langsung kepada pelanggan melalui pengeras suara, pembentangan spanduk dan poster imbauan, pembagian souvenir, serta penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan bersama dalam mengecam dan mencegah segala bentuk tindakan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan, upaya menciptakan transportasi publik yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya petugas KAI, tetapi juga pelanggan dan komunitas.

“Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual ini merupakan bukti nyata keterlibatan bersama dalam menciptakan ruang transportasi publik yang aman dan inklusif. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghormati, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual,” ujar Lutfi.

Sementara itu, Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk komunitas pelanggan dan pecinta kereta api.

“Transportasi publik merupakan ruang bersama yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun. Karena itu, pencegahan pelecehan seksual bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian seluruh pengguna jasa. Melalui kolaborasi dengan komunitas, kami ingin pesan ini semakin luas tersampaikan dan mendorong pelanggan untuk berani bertindak serta melaporkan apabila menemukan indikasi pelecehan seksual,” ujar Reza.

Wakil Ketua Railfans Sumatrain, Gilang Fernando, menyambut baik kolaborasi yang dilakukan bersama KAI Divre II Sumbar. Menurutnya, komunitas pecinta kereta api tidak hanya berperan dalam mendukung perkembangan perkeretaapian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi yang aman.

“Kami mewakili dari komunitas Sumatrain dan komunitas lainnya sangat mendukung kegiatan ini. Sebagai pengguna sekaligus bagian dari komunitas yang dekat dengan dunia perkeretaapian, kami ingin turut mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menjaga, menghormati, dan berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan pelecehan seksual,” ujar Nando.

KAI mengimbau seluruh pelanggan agar aktif menjaga keamanan bersama dan segera melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan pelecehan seksual. Laporan dapat disampaikan kepada petugas stasiun, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), maupun melalui layanan KAI 121 dan kanal media sosial resmi KAI.

KAI juga menegaskan bahwa pelanggan yang terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual akan mendapatkan sanksi tegas, termasuk blacklist dari layanan KAI. Penerapan sanksi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pengguna jasa sekaligus menciptakan efek jera bagi pelaku.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KAI Divre II Sumbar berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan pelecehan seksual semakin meningkat. Dengan kolaborasi antara KAI, komunitas, petugas, dan pelanggan, transportasi kereta api di Sumatera Barat diharapkan senantiasa menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar membuktikan dirinya memberikan support bagi atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026.

Hal itu tampak di acara audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran dengan orang tua atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (17/8/2026).

Pada kesempatan itu mewakili rombongan, Buya Iskandar menyampaikan kontingen Sumbar dijadwalkan membawa 27 atlet ke Pesonas, dengan 10 atlet diantaranya berasal dari Kota Padang yang merupakan peraih medali emas dalam ajang Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024.

Ia menjelaskan, Pesonas merupakan ajang kompetisi bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna).

“Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pesonas terdiri dari atletik, bulutangkis, tenis meja, sepak bola, renang, bola basket, serta bocce, futsal, senam ritmik, bola tangan, hingga bola voli, dan tari daerah," katanya.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia menuju Special Olympics World Games di Santiago, Chile, pada 2027.

Kompetisi ini juga dirangkai dengan Kongres Nasional Keluarga dan Pemuda SOIna, pelatihan kepemimpinan atlet, serta jaringan dukungan keluarga, seni budaya, dan gerakan revolusi inklusi," cakapnya. (*)

 

INFONEWSKetua DPRD Kota Padang Muharlion mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi norma dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Imbauan tersebut disampaikan Muharlion usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Balaikota Padang, kawasan Aia Pacah, Senin (17/8/2026).

Muharlion mengatakan, semangat kemerdekaan hendaknya diwujudkan melalui berbagai kegiatan hiburan dan pesta rakyat yang tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, serta nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan hiburan malam, khususnya pertunjukan orgen tunggal. Muharlion meminta agar waktu pelaksanaannya dibatasi dan tidak berlangsung hingga dini hari atau waktu subuh.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga etika dan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam setiap kegiatan perayaan kemerdekaan.

“Silakan masyarakat memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan hiburan, tetapi tetap menjaga ketertiban dan norma yang berlaku,” ujar Muharlion.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi pertunjukan yang mengandung unsur vulgar maupun kegiatan yang dapat mencederai moral dan nilai-nilai masyarakat.

Menurutnya, perayaan HUT RI seharusnya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat rasa persaudaraan, serta menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Muharlion berharap seluruh masyarakat Kota Padang dapat bersama-sama menjaga suasana perayaan kemerdekaan agar tetap aman, tertib, dan sesuai dengan nilai budaya serta adat yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, aman, tertib, dan bermanfaat bagi lingkungan masing-masing,” pungkasnya.(*)

 

INFONEWS-Sebagai Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion terus memperhatikan daerah pemilihannya (Dapil) Padang I, yaitu Koto Tangah. Misalnya melalui kegiatan olahraga.

"Alhamdulillah, pada hari ini kita melaksanakan turnamen Bola Voli Antar Kelurahan se-Kecamatan Koto Tangah melalui realisasi pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD," katanya pada acara pembukaan di Lapangan Bola Voli Jalan Heller RW 08, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (17/8/2026).

Politisi PKS ini, menegaskan dukungan terhadap pembinaan olahraga yang bermuara pada peningkatan prestasi, terutama dalam menghadapi Porprov Sumbar XVI 2026.

DPRD Kota Padang, kata mantan Ketua DPD PKS Kota Padang ini, berkomitmen mendukung penguatan pembinaan atlet dan kebutuhan olahraga agar target mempertahankan gelar juara umum dapat diwujudkan.

Acara dibuka oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi dukungan KONI Kota Padang, termasuk melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, yang dinilai penting untuk memastikan pembinaan olahraga berjalan berkelanjutan.

Fadly Amran menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Padang serius dalam memajukan olahraga, termasuk menyiapkan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Porprov Sumbar) XVI pada Oktober 2026.

Hadir pada kesempatan itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Muslim M. Yatim, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Kepala Dispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, serta Ketua KONI Kota Padang, Erianto, dan Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, bersama Lurah se-Kecamatan Koto Tangah. (*)

 

INFONEWS-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa kemerdekaan di lingkungan kerja, stasiun, maupun di dalam perjalanan kereta api. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan peringatan kemerdekaan yang penuh makna sekaligus mengajak pelanggan dan insan KAI untuk bersama-sama menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti oleh manajemen dan seluruh jajaran KAI Divre II Sumbar di lapangan Kantor KAI Divre II Sumbar. Upacara tersebut menjadi momentum bagi seluruh insan KAI untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi terbaik melalui kerja, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dalam upacara tersebut, Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya membacakan sambutan Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan transportasi publik. Oleh karena itu, perkeretaapian harus terus bertumbuh menjadi moda transportasi yang semakin efisien dan produktif serta mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Semarak peringatan HUT ke-81 RI juga dirasakan langsung oleh pelanggan. KAI Divre II Sumbar menghadirkan berbagai aktivitas interaktif di Stasiun Padang, antara lain mini games seperti lomba memasukkan pensil ke dalam botol dan joget balon, kegiatan sapa pelanggan dengan membagikan cokelat, bendera kecil Merah Putih, serta souvenir, hingga permainan spin wheel dengan berbagai hadiah menarik.

Tidak hanya di stasiun, nuansa kemerdekaan juga dihadirkan dalam perjalanan kereta api. KAI Divre II Sumbar menghias area stasiun dengan ornamen kemerdekaan, memasang bendera Merah Putih pada lokomotif, serta mengenakan pakaian adat tradisional dalam pelaksanaan upacara sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.

Pada momen yang telah ditentukan, pelanggan kereta api juga diajak untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak, baik di area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Para pelanggan menyambut kegiatan tersebut dengan antusias, berdiri tegap dan menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga memiliki nilai kebangsaan.

“Kami ingin mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan Indonesia di stasiun maupun di atas kereta api. Harapannya, momen ini dapat menjadi pengalaman perjalanan yang berkesan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Reza.

Menurut Reza, kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI semakin terasa dengan keterlibatan petugas KAI yang mengenakan pakaian adat khas dari berbagai daerah di Indonesia ataupun bernuansa kemerdekaan. Hal tersebut menjadi representasi keberagaman budaya sekaligus memperkuat pesan persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

“Di stasiun maupun di atas kereta api, petugas juga membagikan bendera kecil Merah Putih kepada pelanggan. Kami ingin menghadirkan suasana kemerdekaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat selama menggunakan layanan kereta api,” kata Reza.

Reza menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Semangat berdaulat diwujudkan melalui penyelenggaraan transportasi publik yang kuat, aman, andal, dan berkelanjutan. Semangat adil diwujudkan melalui penyediaan akses transportasi yang semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara semangat makmur tercermin dari peran konektivitas kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat serta menggerakkan aktivitas ekonomi.

“Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan, tetapi juga bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Melalui semangat kemerdekaan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal serta menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat Indonesia dalam merayakan berbagai momen bersejarah bangsa,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.