Latest Post

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Mentawai, Jakop Saguruk


Infonews - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perlu menggerakan dunia usaha di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus menggerakan kembali koperasi yang ada di Mentawai. Selama ini, Koperasi yang ada di Mentawai dan UMKM belum maksimal di jadikan tema sebagai daya tarik dalam mendorong perkonomian masyarakat.


Wakil Bupati, Jakop Saguruk sekaligus Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Mentawai mengatakan, untuk kedepan, koperasi di Mentawai harus mampu memaksimalkan pengelolaannya, sehingga memiliki dampak ekonomi kepada masyarakat.


Selain itu, dukungan Pemda melalui Dinas terkait harus gesit memberikan edukasi agar maksimal usaha yang di kelola untuk meningkatkan perekonomian keluarga termasuk masyarakat secara umum.


"Ini menjadi atensi kita dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui koperasi yang ada di Mentawai" ucap Jakop kepada media usai upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, kamis (17/7/2025).


Ia menyebut, dengan kehadiran koperasi merah putih ini salah bentuk wujud nyata solusi atas tantangan ketimpangan ekonomi, melalui hal ini di dorong agar masyarakat bisa sejahtera dan meningkatkan ketahanan pangan.


Dalam pengelolaan koperasi, kata dia strategi yang harus di susun itu harus melihat potensi setiap wilayah, karena tidak semua wilayah  potensinya sama yang ada di empat pulau Mentawai.


"Besok ini ruang pemberdayaan ekonomi ada di koperasi merah putih, semuanya inklud disana baik soal pangan, subsidi dan lain lainnya" sebut Jakop.


Dia menjelaskan, untuk menggerakan perekonomian, koperasi harus memiliki modal, sumber daya manusia yang mumpuni, memiliki komitmen dan kejujuran, karena koperasi bisa berkembang di lakukan secara bersama dan secara gotong royong, tidak individual.


"Prinsipnya Pemda melalui Dinas terkait harus mampu memberikan pendidikan dan pelatihan, agar menjadi pengurus koperasi yang handal dan bertanggung jawab" tukasnya.


Dia menuturkan, pengelolaan koperasi di lakukan secara maksimal akan berdampak besar kepada ekonomi masyarakat, kalau melihat koperasi yang sudah dibentuk sekarang ada 43 koperasi, sebelumnya ada koperasi komersial sesuai dengan data sebanyak 92 koperasi.


"Dari 92 koperasi itu hanya 22 yang aktif. Nah koperasi ini bergerak disektor perikanan, TKBM, koperasi pegawai dan koperasi yang menampung hasil perekonomian masyarakat"ujarnya


"Melalui peringatan Harkopnas tahun ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, gerakan koperasi, dan masyarakat luas dalam mewujudkan mentawai yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi melalui koperasi yang maju, mandiri, dan modern" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi



 

Surat pengaduan dari Amril didampingi mantan Ketua DPRD Padang Erisman diterima Wati Bag Umum DPRD Padang, Kamis (17/7).


INFONEWS - Pedagang yang berjualan di Pasar Raya, Amril mendatangi DPRD Kota Padang, Kamis, 17 Juli 2025.

Kedatangan Amril ke Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Padang untuk memasukan surat agar persoalan yang dia hadapi dapat terselesaikan.

Amril didampingi mantan Ketua DPRD Kota Padang Erisman Chaniago dan beberapa orang lainnya mengaku sedang memperjuangkan haknya di fase VII Pasar Raya Padang.

"Saya ini pemegang kartu kuning yang berhak mendapatkan kios di Fase VII Pasar Raya Padang, tapi hak saya tidak diberikan," ujar Amril kepada awak media di loby gedung mewah DPRD Kota Padang, usai memasukan surat pengaduannya.

Dikatakan Amril, hingga saat ini, dirinya tidak mendapatkan hak sebagai pemegang kartu kuning, yaitu mendapatkan jatah kios di Fase VII Pasar Raya Padang dengan beragam alasan.

"Dulu kartu kuning bisa diborohkan ke Bank sebagai hutang pribadi, bukan Dinas (Dinas Perdagangan, red). Waktu pembagian kios, pihak dinas meminta agar kartu kuning itu dikumpulkan," jelas dia.

Namun ironisnya, jelas dia, ada juga pemegang kartu kuning yang belum menebus kartu kuningnya ke Bank Nagari, tapi sudah mendapat jatah kios di Fase VII Pasar Raya Padang.

"Bagi saya ini tidak adil. Kenapa saya tidak mendapatkan kios yang menjadi hak saya sebagai pemegang kartu kuning, sedangkan ada teman lainnya yang belum menebus ke bank, tetap mendapatkan kios, bahkan ada orang yang tidak pernah punya kios di sana, kini malah dapat jatah kios di Fase VII itu," ujarnya.

Amril mengungkap, setidaknya ada lebih kurang 10 orang pedagang pemegang kartu kuning yang mengalami nasib yang sama dengan dirinya.

"Tapi mereka tidak berani maju. Saya berani maju karena ini adalah hak saya dan harus saya perjuangkan. Jangan ada pilih kasih atau permainan dalam pembagian kios di Fase VII itu," pungkasnya.

Dikatakan Amril, dirinya mengadu ke DPRD Kota Padang agar dicarikan solusi yang adil terhadap persoalan yang dihadapinya dan pedagang lainnya di Fase VII.

"Kami ingin persoalan ini diketahui publik, pedagang tahu dan Kepala Dinas tidak sewenang-wenang dalam pembagian kios di Fase VII," ungkapnya.

Untuk itu, Amril meminta DPRD Kota Padang menggelar hearing dan memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Dalam surat itu, saya melaporkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang dan Sekretaris pengurus Fase VII Pasar Raya Padang, kini dia sedang menjabat anggota DPRD Kota Padang, jadi dia merasa kuat," tukuknya.

Sementara itu, Erisman Chaniago menceritakan pengalamannya panjang lebar mengurus kios yang menjadi haknya sebagai pemegang kartu kuning.

"Saya pemegang 2 kartu kuning. Karena merasa pernah dekat dengan Kepala Dinas Perdagangan, saya urus langsung ke dia tanpa melalui pengurus. Dan awalnya saya dikasih tempat bagus dan strategis di lantai I," katanya.

Namun belakangan, jatah kios Erisman dipindahkan ke lantai II. "Saya dihubungi lagi oleh pihak dinas untuk memberitahukan, bahwa tempat saya dipindahkan ke lantai II, sebab kata kepala dinas, kios yang awalnya dikasihkan ke saya, sudah ada yang menempati berdasarkan keterangan pengurus," katanya.

Erisman pun tidak terima. Dia kembali menghubungi Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang. Pada waktu itu, kepala dinas berjanji akan mencarikan solusinya.

"Akhirnya, saya dikasih tempat dibelakang. Bagi saya, kok kepala dinas takut pula sama pengurus. Ada apa ini? Kalau dapat, penempatan kios dikocok ulang dan hanya pemegang kartu kuning yang dapat kios. Kalau pengurus dapat kios, silahkan di lantai II," cakapnya. (bim)


Salah seorang pedagang masukkan laporan pengaduan ke DPRD Kota Padang. Kamis(17/7)


INFONEWS, PADANG-- Sejumlah pedagang di Fase VII Pasar Raya Padang mengeluhkan tidak mendapatkan hak menempati petak toko meskipun sudah mengantongi kartu kuning sebagai bukti legalitas.

Merasa tidak puas dan dengan apa yang dialami. Persoalan ini mendorong mereka mengadukan nasib ke DPRD Kota Padang, Kamis (17/7/2025).

Perwakilan pedagang, Amril, bersama rekannya Erisman, mendatangi DPRD Padang untuk meminta bantuan agar permasalahan ini segera dicarikan jalan keluar. Mereka berharap DPRD dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait.

"Kami ingin hak kami dikembalikan. Kami memiliki kartu kuning sebagai bukti sah pernah berdagang di Fase VII sebelum renovasi. Tapi setelah pasar selesai dibangun, kami justru tidak diberikan toko," ujar Amril.

Amril menjelaskan, sebelum renovasi Pasar Raya Padang, ia sudah berdagang di lantai I Fase VII. Ia pun memiliki kartu kuning yang kini sedang dijaminkan di Bank Nagari.

Meski sudah menunjukkan surat keterangan jaminan dari bank, Dinas Perdagangan Padang tetap tidak mengakui haknya dan menolak memberikan petak toko.

"Ini tidak adil. Malah ada pihak lain yang tidak punya kartu kuning, tapi justru mendapatkan toko. Kami sebagai pedagang lama merasa diabaikan," tambahnya.

Amril juga menyinggung adanya anggota DPRD Padang yang disebut mendapatkan toko meskipun tidak memiliki kartu kuning. Ia meminta agar aturan penempatan toko di Fase VII ditegakkan secara transparan dan adil.

Pedagang lain, Erisman, juga mengeluhkan hal serupa. Meski mendapatkan petak toko, namun lokasi yang diberikan jauh dari harapannya.

Awalnya, ia sudah mendapat dua petak toko di lantai I dengan lokasi strategis, namun kemudian satu toko dipindahkan ke lantai II, sedangkan yang di lantai bawah dipindahkan ke bagian belakang.

"Kami minta kejelasan. Janjinya dulu pedagang lama di lantai I tidak akan kehilangan haknya. Kenapa sekarang malah di oper ke lantai II atau dipindahkan ke lokasi yang tidak strategis?" katanya.

Pedagang Fase VII Pasar Raya Padang berharap DPRD Padang bisa memediasi pertemuan dengan Dinas Perdagangan dan pengurus pedagang agar masalah ini segera terselesaikan.

Mereka ingin hak mereka sebagai pedagang lama dihormati dan diberikan kepastian tempat berjualan.(bm)

InfonewsOperasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal jenis long boat yang bertolak dari Sikakap menuju Tuapeijat semuanya selamat dan telah di evakuasi menuju pelabuhan Tuapeijat menggunakan kapal KN Ramawijaya 240 dan aramada RIB 02.


Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 18 Korban kecelakaan long boat yang karam di selat Sipora, kabupaten Kepulauan Mentawai.


"Saat ini 17 orang sudah di evakuasi menggunakan kapal KN Ramawijaya 240, sedangkan satu orang lagi di evakuasi menggunakan armada RIB 02 menuju Tuapeijat" sebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, SE, MM dalam keterangan persnya, Selasa (15/7/2025).


Dia mengatakan, korban yang memerlukan perawatan medis langsung dibawa ke RSUD Mentawai, sedangakan sisanya diserahkan kepada pihak keluarga.


Berikut 18 korban selamat insiden kecelakaan laut long boat karam di perairan selat Sipora Kepulauan Mentawai.


1. Peterson (25 th, L)


2. Salju (25 th, L)


3. Marhan (39 th, L)


4. Marlon (43 th, L)


5. Emilia (51 th, P)


6. Nensia (40 th, P)


7. Gunawan (46 th, L)


8. Isar (52 th, L)


9. Tesa (19 th, P)


10. Toroji (11 th, L)


11. Wike (28 th, P)


12. Wita (21 th, P)


13. Simbet (55 th, L)


14. Kevin (14 th, L)


15. Adol (38 th, L)


16. Viktor (40 th, L)


17. Sudarmono (38 th, L)


18. Guntur Saleleubaja (Laki-laki)


"Kami mengapresiasi koordinasi yang baik antar instansi, serta dukungan masyarakat yang sangat membantu proses evakuasi para korban." ujarnya.


Dalam operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan long boat Tim SAR melibatkan TNI, Polri, BPBD, relawan, awak media dan masyarakat setempat.


"Kami dari kantor pencarian dan pertolongan mentawai mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu operasi penyelamatan terhadap 18 korban long boat karam di selat Sipora Kepulauan Mentawai" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi



INFONEWS, PADANG--Semester I 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 1.023.584 orang. Angka ini meningkat 13,12 persen dibanding periode yang sama pada 2024 dengan total 904.821 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan peningkatan volume penumpang ini didorong oleh penambahan frekuensi perjalanan, peningkatan kapasitas tempat duduk, serta tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api.

Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Masyarakat kini semakin sadar bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya, seraya menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.

Reza menambahkan, 5 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi pada periode tersebut adalah Stasiun Padang dengan 271.668 penumpang, Stasiun Pariaman 212.297 penumpang, Stasiun Air tawar 95.010 penumpang, Stasiun BIM 60.402 penumpang dan Stasiun Naras 60.235 penumpang.

Kemudian, 5 stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Padang dengan 285.560 penumpang, Stasiun Pariaman 219.675 penumpang, Stasiun Air tawar 83.905 penumpang, Stasiun Naras 66.131 penumpang dan Stasiun BIM 57.941 penumpang

Dari sisi ketepatan waktu, KAI Divre II Sumbar berhasil mencatatkan performa yang membanggakan. Tingkat ketepatan waktu kedatangan kereta penumpang Semester I 2025 mencapai 99,62% persen, naik dari 99,34% persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang Semester I 2025 tetap terjaga di angka 99,84% persen.

Kinerja ini didukung oleh peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana. Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas hambatan lalu lintas.

KAI Divre II Sumbar mengimbau kepada calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI.

Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan sehingga calon pelanggan yang memiliki rencana menggunakan KA dapat jauh-jauh hari membeli tiket tanpa takut kehabisan.

KAI juga masih menyediakan layanan loket go-show di stasiun untuk penjualan tiket yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan KA selama tiket masih tersedia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan di seluruh aspek, baik di stasiun maupun di atas kereta. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas kami demi mewujudkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Reza.(*).

 

Infonews - Speed boat yang bertolak dari Sikakap menuju Tuapeijat di hantam ombak, sehingga mengakibatkan speed boat karam di sawang perairan Sipora, Kepulauan Mentawai dengan membawa penumpang sebanyak 18 orang.


Dari peristiwa itu, saat speed boat karam 7 orang surviver berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ketepi pantai, sedangkan 11 orang lagi terapung di speed boat.


Informasi yang dirangkum awak media dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Senin (14/7/2025) data 7 orang yang selamat itu Peter son (Op boat), Marlon Saragi (DPKP), Nensyah Niningtias (DPKP), Emilia Contesa (DPKP), Marhan Saleleubaja (DPKP), Gunawan Toroi (kontraktor), Operator Boat (belum diketahui nama).


Data surviver yang belum ditemukan, Simbeksin. L (BKPSDM), Kevin. L keponakan pak Simbeksin, Viktor. L (DPKP), Wike. P (DPKP), Sudarmono. L (PUPR), Adolf Sakerebau, Isar. L anggota DPRD Mentawai, Tesa. P anak pak Isar, Roroi. L, Satu lagi anak perempuan, hingga saat ini belum diketahui untuk nama dan usianya, Guntur Saleleubaja (DPKP).


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi,S.E.,M.M menyampaikan, setelah mendapat informasi pihaknya menerjunkan tim OPS SAR untuk turun langsung kelokasi kejadian menggunakan RIB 02 dengan bergerak cepat 


"Upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan tim dan koordinasi dengan potensi SAR lainnya, namun hingga saat ini pencarian masih nihil" ujarnya.


Tim SAR fokus melakukan pencarian dengan menyisir di sekitar lokasi perkiraan kejadian. Operasi ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dikarenakan pencarian di lakukan di malam hari.


"Kita berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat dan Operasi SAR akan terus dilanjutkan dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala kepada publik" tutupnya mengakhiri.



Editor : Tim Redaksi

 



Puncak penjualan tiket KA Pariaman Ekspres, di musim liburan sekolah pada 6 Juli 2025

INFONEWS,PADANG-- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumbar mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api Pariaman Ekspres selama masa liburan sekolah priode 1 hingga 13 Juli 2025. Sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan layanan angkutan yang andal dan aman, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan menjelaskan bahwa animo masyarakat Sumbar untuk bepergian menggunakan kereta api dalam momen liburan sekolah kali ini sangat tinggi terutama yang menggunakan moda transportasi KA Pariaman Ekspres untuk berwisata ke kota Pariaman.

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras melayani rute Padang-Pariaman yang memakan waktu tempuh sekitar 1.5 jam menuju pusat wisata pantai Gandoriah. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

“Masa liburan sekolah kemarin, volume penumpang KA Pariaman Ekspres dari tanggal 1-13 Juli 2025 mencapai 79.777 penumpang atau 144,73 % dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni sebanyak 55.120 tempat duduk” jelas Reza.

Puncak penjualan tiket terjadi pada hari Sabtu, 6 Juli 2025, di mana KAI Divre II Sumbar melayani 6.642 pelanggan dalam satu hari atau 157% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni sebanyak 4.220 tempat duduk.

“Peningkatan volume ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem operasional dan perencanaan angkutan masa libur yang telah dilakukan KAI. Seluruh perjalanan KA didukung oleh petugas, optimalisasi rangkaian, dan layanan di stasiun yang semakin ramah pelanggan,” tambah Reza.

Tingginya angka perjalanan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, terutama pada masa liburan panjang. Selain lebih terjangkau, aman dan nyaman, kereta api juga memberikan fleksibilitas waktu serta kemudahan akses ke berbagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Sumatera Barat.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan, KAI memastikan bahwa setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen-momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza.(*)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.