Latest Post

 

INFONEWS-Sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bekerja sama dengan Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Cabang Padang menyelenggarakan kegiatan Muharam Fest yang diikuti oleh 170 anak yatim beserta bunda yatim di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, pada Sabtu (4/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan dhuafa, menghadirkan pengalaman yang berkesan, memberikan ruang penuh kasih sayang, serta mempererat ukhuwah Islamiyah melalui berbagai aktivitas edukatif, rekreatif, dan spiritual.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui program yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga edukasi.

“Melalui Muharam Fest, KAI ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak yatim. Kami berharap perjalanan dengan kereta api, edukasi keselamatan, hingga berbagai aktivitas yang disiapkan hari ini dapat menjadi kenangan indah, menumbuhkan semangat, serta memotivasi mereka untuk terus meraih cita-cita,” ujar Reza.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengalaman naik Kereta Api Pariaman Ekspres relasi Pauhlima- Naras dari Stasiun Padang menuju Stasiun Pariaman pulang pergi (PP). Selama perjalanan, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan perkeretaapian, mulai dari profesi yang ada di KAI, tata cara pemesanan tiket, hingga pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.

Setibanya di Pantai Gandoriah, anak-anak mengikuti berbagai kegiatan yang dikemas secara menarik, seperti dongeng Islami, berkuda, makan bersama, dan pemberian santunan serta doa bersama dalam kegiatan “Mengetuk Pintu Langit”. Sementara itu, bunda yatim mengikuti sesi Ruang Pulih Ibu Tangguh, sebagai wadah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperoleh motivasi.

Kepala Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Padang, Romi Satriawan Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan KAI Divre II Sumbar dalam menyukseskan Muharam Fest.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar yang telah membuka ruang kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan bunda yatim. Tidak hanya memberikan kesempatan menikmati perjalanan dengan kereta api, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar, bermain, dan menguatkan nilai-nilai keislaman. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh para peserta. Salah seorang anak yatim, Alikha Naila Maharani (10), mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini pertama kalinya saya naik kereta api. Perjalanannya seru, bisa bermain bersama teman-teman, mendengarkan dongeng, dan naik kuda. Terima kasih kepada KAI dan semua kakak-kakak yang sudah membuat kami bahagia hari ini,” tuturnya dengan penuh antusias.

Melalui kolaborasi ini, KAI Divre II Sumbar berharap Muharam Fest tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang mulai membahas Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Jumat (3/7/2026) sore. Dalam pembahasan tersebut, DPRD menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan APBD perubahan sangat bergantung pada tercapainya target pendapatan daerah.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion didampingi Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye dan Osman Ayub itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Sekretaris DPRD Hendrizal, jajaran TAPD serta anggota Banggar DPRD Kota Padang.

Dalam rapat tersebut, Banggar membahas penyesuaian postur anggaran antara Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan dengan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan dokumen yang dipaparkan, total pendapatan daerah tetap diproyeksikan sebesar Rp3,06 triliun. Komposisinya terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,04 triliun dan pendapatan transfer sekitar Rp2,02 triliun.

Sementara itu, belanja daerah juga tidak mengalami perubahan secara total, yakni tetap berada di angka Rp3,207 triliun. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian antarpos anggaran sebagai bagian dari penyelarasan kebutuhan pembangunan dan prioritas pemerintah daerah.

Pada kelompok belanja operasi, anggaran turun sekitar Rp2,06 miliar, dari semula Rp2,669 triliun menjadi Rp2,667 triliun. Penyesuaian terbesar terjadi pada belanja pegawai yang berkurang sekitar Rp2,68 miliar. Sebaliknya, belanja barang dan jasa naik sekitar Rp852 juta, sementara belanja hibah bertambah Rp2,15 miliar. Di sisi lain, anggaran bantuan sosial mengalami penurunan sekitar Rp2,39 miliar.

Adapun pada kelompok belanja modal, anggaran justru meningkat sekitar Rp2,06 miliar, dari Rp527,36 miliar menjadi Rp529,42 miliar. Penambahan tersebut dialokasikan untuk belanja modal peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, serta aset tetap lainnya. Sedangkan belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi mengalami penyesuaian turun sekitar Rp2,02 miliar.

Dari sisi pembiayaan, struktur APBD tidak mengalami perubahan. Penerimaan pembiayaan tetap sebesar Rp157,48 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran pembiayaan tetap sebesar Rp10,77 miliar, sehingga pembiayaan netto sebesar Rp146,71 miliar masih mampu menutup defisit APBD dengan nilai yang sama.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan, pembahasan perubahan APBD bukan sekadar melihat besaran belanja, melainkan memastikan seluruh rencana pengeluaran didukung oleh pendapatan daerah yang realistis.

"Pada dasarnya APBD ini adalah rencana belanja pemerintah. Kunci utamanya ada pada pendapatan. Sejauh target pendapatan yang telah disusun ini dapat kita yakini bersama, maka seluruh program dan belanja yang direncanakan juga akan bisa direalisasikan," kata Muharlion.

Ia menilai Pemerintah Kota Padang memiliki peluang untuk mencapai target pendapatan tersebut. Menurutnya, dengan total APBD sekitar Rp3,2 triliun, DPRD optimistis target yang telah ditetapkan dapat direalisasikan.

"Kami mendukung target yang disampaikan pemerintah daerah. Apalagi ada faktor pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang nilainya cukup besar, sekitar Rp400 miliar. Ditambah dengan optimalisasi PAD, tentu ini menjadi modal penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah," pungkasnya. (*)

 

INFONEWS -Program bantuan seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendapat apresiasi dari DPRD Kota Padang .Namun, pelaksanaannya di lapangan diminta dilakukan secara cermat agar bantuan benar-benar diterima oleh peserta didik yang berhak.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion,Jumat (3/7/2026) mengatakan program yang menyasar siswa dari keluarga kurang mampu tersebut merupakan langkah positif dalam meringankan beban masyarakat di sektor pendidikan.

Meski demikian, ia mengingatkan pihak sekolah agar melakukan pendataan secara akurat dan transparan sehingga bantuan tidak salah sasaran."Kami minta pihak sekolah benar-benar mendata murid yang membutuhkan. Harus tepat sasaran dan jangan ada permainan," tegasnya saat pembahasan anggaran APBD perubahan tahun 2026.

Menurutnya, proses verifikasi dapat mengacu pada jalur penerimaan peserta didik.Siswa yang diterima melalui jalur afirmasi , dinilai telah memenuhi salah satu indikator sebagai penerima bantuan.

Selain itu, siswa yang lolos melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik, juga dapat memperoleh bantuan dengan tetap melalui proses verifikasi administrasi.

Ia menegaskan, sekolah harus memastikan seluruh data calon penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya agar bantuan tidak dinikmati oleh keluarga yang mampu."Pihak sekolah tetap harus mengecek data siswanya beserta persyaratan administrasinya. Jangan sampai anak dari keluarga mampu justru menerima bantuan. Ini harus diawasi," ujarnya.

Ia berharap, program yang diinisiasi Wali Kota Padang Fadly Amran ini, dapat berjalan sesuai tujuan tanpa adanya penyimpangan serta mengajak masyarakat, untuk melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran bantuan."Kalau ada temuan di lapangan, silakan laporkan kepada DPRD maupun Dinas Pendidikan," pungkasnya. (*)

Atlet Pencak Silat Putra Pusaka pegang medali emas (kanan) didampingi sang kakak Alvin Pusaka (kiri).

INFONEWSPerguruan Pencak Silat Surya Sakti sukses menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026. Kompetisi bergengsi yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Kampus Air Tawar, pada 25–28 Juni 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy. Dalam ajang tersebut, kontingen Surya Sakti tampil mendominasi dengan memboyong total 21 medali emas dari berbagai kategori tanding yang diperebutkan.

​Salah satu pencapaian yang paling mencuri perhatian datang dari kategori Laga Usia Dini 2. Medali emas di kelas ini berhasil disabet oleh Alvano Putra Pusaka, pesilat muda berbakat yang saat ini menempuh pendidikan di SMPN 31 Padang. Performa apik Alvano di gelanggang tidak hanya mengharumkan nama sekolahnya, tetapi juga membuktikan kualitas pembinaan atlet usia dini yang berjalan efektif di Sumatera Barat.

​Keberhasilan luar biasa Alvano Putra Pusaka beserta puluhan atlet lainnya tidak lepas dari tangan dingin Irsyad Hardani, S.A.P. Selaku Ketua Perguruan Pencak Silat Surya Sakti, ia secara konsisten memberikan bimbingan, didikan, dan motivasi tinggi kepada para pesilat. Dedikasi manajemen perguruan dalam merancang program latihan yang terukur menjadi kunci utama di balik dominasi mereka pada turnamen tingkat nasional ini.

​"Menanggapi hasil positif tersebut, Irsyad Hardani mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas perjuangan seluruh anak didiknya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026. Prestasi ini dinilai sebagai bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan komitmen jangka panjang yang telah ditanamkan sejak dini di lingkungan perguruan,"kata Irsyad dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (2/7/2026).

​Lebih lanjut, Irsyad juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah terkait masa depan pendidikan para atlet berprestasi ini. Ia berharap Pemerintah Kota Padang memberikan kemudahan dan prioritas bagi para peraih medali emas untuk masuk ke sekolah-sekolah favorit melalui jalur prestasi (Japres). "Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk penghargaan sekaligus stimulus agar para atlet muda tetap semangat memberikan yang terbaik,"jelasnya. 

​Setelah kesuksesan di UNP, Perguruan Pencak Silat Surya Sakti langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni Porprov XVI 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat. Menghadapi pekan olahraga multi-event tersebut, persiapan maksimal mulai dari penguatan fisik, pemantapan teknik, hingga kesiapan mental dan kedisiplinan latihan yang konsisten terus digenjot agar performa atlet tetap berada di level tertinggi.

"Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, tetap rendah hati, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pungkas Irsyad Hardani, yang selain memimpin perguruan juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pelatih IPSI Kota Padang, Anggota Pelatih IPSI Sumbar, serta Lurah Koto Lalang, Lubuk Kilangan.


Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub sebagai pembina foto bersama dengan ketua perguruan serta para atlet pencak silat Surya Sakti.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub yang juga merupakan Pembina Perguruan Pencak Silat Surya Sakti mengatakan, kami atas nama pembina di Perguruan Pencak Silat Surya Sakti mengucapkan terima kasih kepada anak - anak kami atlet pencak silat Surya Sakti atas prestasi yang diraih di Kejuaraan Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026.

Dikatakan, memang dari beberapa jadwal pertandingan di ikuti anak-anak Surya Sakti, sudah sering berkonstribusi terhadap Kota Padang dan terhadap Sumatera Barat.

"Kami mengharapkan kepada pemerintah  bagaimana kita tetap memperjuangkan aset-aset ini.Anak-anak kita ini adalah aset.Karena memang tidak berapa lama lagi ke depan juga menghadapi Porprov XVI,"pungkasnya.(bm)

 


INFONEWS-Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan dana TJSL sebesar Rp285.080.000.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar sekaligus Anggota Komite TJSL, Reza Shahab mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional KAI.

“Program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran KAI tidak hanya dirasakan melalui layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Reza.

Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan dana Program TJSL sebesar Rp. 1.077.864.151,-. Sementara itu, hingga akhir Juni 2026, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp285.080.000, yang dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada Selasa (30/6), Tim TJSL KAI Divre II Sumbar kembali menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat di Kota Padang melalui Program Bina Lingkungan KAI Sar’i, yaitu:

1. Bantuan renovasi Masjid Al Rasul di Kampung Jua, Lubuk Begalung, Kota Padang, senilai Rp. 19.600.000,-.
2. Bantuan pembangunan Masjid Al Furqan di Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, senilai Rp. 15.480.000,-.

“Melalui Program TJSL, kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pembangunan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambah Reza.

Salah seorang perwakilan penerima bantuan, Raymon Tito selaku Ketua Pengurus Masjid Ar Rosul Kampung Jua menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT KAI Divre II Sumbar terhadap masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KAI Divre II Sumbar atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan rumah ibadah demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan para penerima bantuan lainnya. Mereka berharap PT KAI terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta senantiasa menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Reza menegaskan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan Program TJSL semakin tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Oleh karena itu, KAI akan terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, KAI Divre II Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan aset perkeretaapian serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api sebagai tanggung jawab bersama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada KAI. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus terjaga sehingga KAI mampu memberikan pelayanan transportasi yang semakin aman, nyaman, selamat, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat berhasil menuntaskan program nasional penutupan perlintasan liar di wilayah operasionalnya sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Pada Selasa (30/6), KAI Divre II Sumbar bersama para pemangku kepentingan kembali melaksanakan penutupan dua perlintasan liar di wilayah Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, yaitu di KM 53+9/0 petak jalan Stasiun Pauh Kambar–Kurai Taji dan KM 1+1/2 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Pauh Lima. Dengan selesainya penutupan dua titik tersebut, KAI Divre II Sumbar telah menutup seluruh 35 titik perlintasan liar yang menjadi target program nasional di wilayah operasionalnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas instansi, antara lain Dinas Perhubungan Kota Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Padang, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), perwakilan Camat Lubuk Begalung, perwakilan Lurah Pampangan Nan XX dan Kurai Taji beserta perangkat kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Penutupan perlintasan liar ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil joint inspection yang sebelumnya dilakukan bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan, dan Bappeda untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa penyelesaian seluruh target penutupan perlintasan liar merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat aspek keselamatan operasional perkeretaapian.

“Hari ini menjadi tonggak penting karena KAI Divre II Sumbar telah menyelesaikan seluruh target penutupan 35 perlintasan liar di wilayah operasional kami. Ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat baik antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mendukung terciptanya transportasi perkeretaapian yang lebih aman,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, dari total 35 titik yang menjadi target, sebanyak 28 perlintasan liar berhasil ditutup sepanjang tahun 2026, sedangkan 7 titik lainnya telah ditutup pada tahun sebelumnya.

Menurut Reza, keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Selain tidak memiliki izin resmi, perlintasan tersebut umumnya tidak dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang. Namun demikian, keberhasilan menjaga keselamatan tetap membutuhkan dukungan seluruh pihak agar perlintasan yang telah ditutup tidak dibuka kembali,” tambahnya.

Selain penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat budaya keselamatan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan standar operasional prosedur secara disiplin, serta pengawasan operasional yang berkesinambungan.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui sosialisasi keselamatan di sekolah, komunitas, pemerintah daerah, serta kepada para pengguna jalan. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api maupun saat melintasi perlintasan sebidang.

“KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam membangun budaya keselamatan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman, andal, dan nyaman,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup, tidak melakukan aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api ketika melintasi perlintasan sebidang sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan menyelesaikan seluruh target penutupan perlintasan liar ini menjadi bukti nyata sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat. KAI berharap kolaborasi tersebut terus terjaga sehingga layanan transportasi kereta api semakin selamat, andal, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan Kereta Api Pariaman Ekspres pada puncak pelaksanaan Festival Tabuik yang berlangsung di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, pada Ahad (28/6). Tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan moda transportasi kereta api menunjukkan bahwa KA Pariaman Ekspres semakin menjadi pilihan utama untuk berwisata sekaligus menghindari kepadatan arus lalu lintas menuju lokasi acara.

Untuk mendukung tingginya mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap hari dengan total kapasitas 4.240 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pada puncak Festival Tabuik volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.712 pelanggan, atau 158% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

“Pada Ahad, 28 Juni 2026, volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.712 pelanggan atau 158% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu sebanyak 4.240 tempat duduk. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat menggunakan kereta api untuk menghadiri puncak Festival Tabuik,” jelas Reza.

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan kondisi normal, rata-rata jumlah pelanggan KA Pariaman Ekspres sekitar 3.000 pelanggan per hari. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 124% pada momentum puncak Festival Tabuik.

“Peningkatan volume pelanggan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan kesiapan KAI dalam mengelola operasional pada masa tingginya permintaan. Seluruh perjalanan didukung oleh petugas yang siaga, optimalisasi rangkaian, serta pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” tambah Reza.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000, KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras menjadi moda transportasi favorit masyarakat dan wisatawan menuju Kota Pariaman. Selain bebas dari kemacetan, stasiun tujuan berada sekitar 200 meter dari Pantai Gandoriah sehingga memudahkan pelanggan untuk langsung menikmati rangkaian Festival Tabuik.

Selama perjalanan sekitar satu setengah jam, pelanggan juga disuguhkan panorama khas pesisir barat Sumatera Barat, mulai dari hamparan sawah hijau, perkampungan tradisional, hingga pemandangan Samudra Hindia yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah seorang pelanggan, Fajar, warga Kota Padang, mengaku sengaja memilih KA Pariaman Ekspres untuk menghadiri puncak Festival Tabuik.

“Naik kereta lebih praktis karena tidak perlu menghadapi kemacetan atau mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan begitu tiba di Pariaman kami bisa langsung menikmati Festival Tabuik. Menurut saya, kereta api menjadi pilihan terbaik saat ada acara besar seperti ini,” ungkap Fajar.

Tingginya jumlah pelanggan pada momen Festival Tabuik semakin menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan andal dalam mendukung sektor pariwisata serta mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.

KAI Divre II Sumbar juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Tiket KA Lokal dijual secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan transportasi menuju berbagai destinasi wisata. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan, menjaga ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan, serta menyesuaikan kapasitas maupun pola operasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen-momen dengan permintaan tinggi,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.