Latest Post

 

INFONEWS-Banggar DPRD Padang menggelar rapat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) baru-baru ini, dalam rapat tersebut anggota DPRD Padang Usmardi Tareb juga menyoroti validitas data penerima bantuan seragam sekolah gratis.

Menurutnya, data masyarakat miskin yang digunakan pemerintah masih mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dinilai belum mencerminkan kondisi riil masyarakat Kota Padang saat ini.

"Data BPS tidak selalu cepat diperbarui sehingga dikhawatirkan tidak lagi relevan dengan kondisi masyarakat sekarang. Apakah anggaran yang disiapkan sudah benar-benar mengakomodasi kebutuhan program seragam sekolah gratis sebagai program unggulan wali kota?" katanya, Selasa (07/07/2026).

Pemerintah Kota Padang menjelaskan penerima bantuan tahun sebelumnya berasal dari keluarga desil 1 hingga desil 5 yang ditambah kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota.

Bantuan diberikan dalam dua tahap, yakni pada awal tahun ajaran melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan setelah proses pemenuhan daya tampung sekolah selesai.Penerima bantuan juga tidak hanya berasal dari jalur afirmasi, tetapi mencakup siswa kurang mampu yang diterima melalui jalur domisili maupun prestasi.Sementara keluarga yang dinilai mampu diwajibkan membeli sendiri seragam sekolah kepada penyedia.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan saat ini Pemerintah Kota Padang mengakui masih mencari formula terbaik agar program seragam sekolah gratis tetap berjalan tanpa melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa.Salah satu opsi yang tengah dipersiapkan mulai tahun 2026 adalah menyeragamkan desain batik sekolah se-Kota Padang sehingga proses pengadaan menjadi lebih sederhana.

Meski demikian, seragam olahraga maupun pakaian Basiba masih belum memiliki standar yang sama.Di sisi lain, DPRD menilai polemik ini bukan sekadar persoalan administrasi pengadaan, melainkan menyangkut konsistensi pemerintah dalam menjalankan dua program prioritas sekaligus, yakni membantu masyarakat memperoleh seragam sekolah gratis dan mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Polemik tersebut diperkirakan masih akan menjadi perhatian hingga pembahasan APBD Perubahan selesai, mengingat isu ini menyentuh langsung kepentingan masyarakat, pelaku usaha lokal, serta komitmen pemerintah terhadap program-program unggulannya walikota Padang. (*)

 


INFONEWS
-Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Padang kembali menuai sorotan.
DPRD Kota Padang mengungkap masih banyak calon siswa yang belum memperoleh sekolah, kondisi yang dikhawatirkan berujung pada meningkatnya angka anak putus sekolah.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan persoalan daya tampung sekolah negeri harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan.

"Hingga sekarang masih banyak siswa yang belum mendapatkan sekolah. Bisa jadi anak-anak ini akhirnya tidak melanjutkan pendidikan karena masuk sekolah swasta juga tidak semua keluarga mampu membiayainya. Jangan sampai mereka gagal sekolah atau bahkan putus sekolah," kata Muharlion. Selasa (07/07/2026).

Ia menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya setiap musim penerimaan peserta didik, tetapi harus diikuti dengan kebijakan jangka panjang, seperti penambahan ruang kelas baru maupun pembangunan sekolah di kawasan yang pertumbuhan penduduknya tinggi.

"Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Apakah nanti diperlukan penambahan lokal baru atau bahkan membangun sekolah baru, terutama di wilayah yang jumlah penduduknya terus bertambah. Ada sekolah yang kelebihan kapasitas, tetapi ada juga sekolah yang justru masih sepi peminat," ujarnya.

Muharlion menegaskan DPRD Kota Padang akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan ketimpangan daya tampung antar sekolah."Kami akan memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan SPMB ini secara menyeluruh agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap tahun," tegasnya.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian karena masih tingginya jumlah anak yang tidak bersekolah di Kota Padang.Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, tercatat 6.615 anak di Kota Padang masih berada di luar sistem pendidikan. 

Jumlah itu memang menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 7.178 anak, setelah 153 anak berhasil dikembalikan ke jalur pendidikan formal maupun nonformal.Namun, DPRD mengingatkan angka tersebut berpotensi kembali meningkat apabila persoalan keterbatasan daya tampung sekolah tidak segera diatasi.

"Kalau masih banyak anak yang tidak mendapatkan sekolah, tentu ada risiko jumlah anak tidak sekolah kembali bertambah. Ini yang harus dicegah sejak sekarang," pungkasnya. (*)

 

INFONEWS-Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar Rapat Safety Committee (SC) Perdana Bulan Juli 2026 pada Selasa (7/7) di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor Divre II Sumbar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, dan dihadiri oleh jajaran manajemen Divre II Sumbar, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, serta Tim Keselamatan dari Kantor Pusat KAI. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi implementasi program keselamatan, mengidentifikasi potensi risiko, serta menyusun langkah-langkah mitigasi guna memastikan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.

Dalam arahannya, Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang harus menjadi budaya dan tanggung jawab setiap insan KAI, bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tertanam dalam setiap aktivitas kerja. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar harus terus meningkatkan kinerja keselamatan dan berupaya mewujudkan zero accident secara berkelanjutan melalui disiplin, kepedulian, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur kerja,” tegas Lutfi.

Pada rapat tersebut, Tim Safety Committee Divre II Sumbar memaparkan hasil evaluasi kinerja keselamatan, perkembangan implementasi program K3, tindak lanjut atas temuan di lapangan, serta berbagai upaya pengendalian risiko yang telah dan akan dilakukan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi setiap unit kerja untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, dan memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan secara optimal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung konstruktif. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk menyampaikan masukan, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antarunit dalam menghadapi berbagai tantangan operasional. Melalui koordinasi yang semakin solid, diharapkan penerapan budaya keselamatan dapat semakin konsisten di seluruh wilayah kerja Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pelaksanaan Safety Committee secara berkala merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) terhadap sistem manajemen keselamatan.

“Safety Committee bukan hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan KAI dalam menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja. Keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam mengimplementasikan prinsip keselamatan di setiap lini operasional melalui peningkatan kompetensi, komunikasi yang efektif, serta pengawasan yang berkesinambungan.

“Melalui koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama, kami optimistis budaya keselamatan di lingkungan KAI Divre II Sumbar akan semakin kokoh. Dengan demikian, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api selama masa libur sekolah tahun 2026. Pada periode liburan, Minggu (5/7), penjualan tiket kereta api lokal mencapai 10.283 tiket dalam satu hari atau setara 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan.

Selama periode libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 12 Juli 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 644 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 179.216 tempat duduk. Setiap harinya, KAI menyediakan rata-rata 28 perjalanan kereta api dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa tingginya volume pelanggan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya pada momentum libur sekolah yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan keluarga.

“Pada Minggu, 5 Juli 2026, volume penumpang mencapai 10.283 pelanggan atau setara 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, terutama untuk perjalanan wisata. Hal ini juga menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, efisien, serta lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan jumlah pelanggan tidak terlepas dari komitmen KAI dalam menjaga kualitas pelayanan serta memastikan operasional perjalanan berjalan optimal meskipun permintaan masyarakat meningkat secara signifikan.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan. Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta peningkatan pelayanan di stasiun sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.

Tingginya jumlah pelanggan selama masa libur sekolah juga semakin memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung sektor pariwisata di Sumatera Barat. Berbagai destinasi wisata yang berada di sepanjang jalur kereta api kini semakin mudah dijangkau dengan tarif yang terjangkau, waktu tempuh yang pasti, serta tingkat keselamatan yang tinggi.

Salah seorang pelanggan KA Pariaman Ekspres, Rina Putri, mengaku rutin memilih kereta api sebagai moda transportasi saat berlibur bersama keluarga.

“Saya lebih memilih kereta api karena perjalanannya nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan. Selain tarifnya terjangkau, pemandangan sepanjang perjalanan juga menjadi pengalaman tersendiri, terutama saat menuju kawasan wisata di Pariaman. Pelayanan petugas di stasiun maupun di dalam kereta juga ramah dan sangat membantu, sehingga membuat perjalanan bersama keluarga terasa lebih menyenangkan,” ungkap Rina.

Sebagai penyedia layanan transportasi publik, KAI Divre II Sumatera Barat terus melakukan berbagai peningkatan layanan secara berkelanjutan. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan kebersihan sarana dan prasarana, memperkuat kualitas pelayanan petugas, menyediakan informasi perjalanan yang mudah diakses, serta mengoptimalkan fasilitas di stasiun demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pelanggan.

Reza menambahkan, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh aspek operasional.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan transportasi. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang semakin aman, nyaman, tepat waktu, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasi serta kapasitas angkut sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur sekolah maupun hari besar nasional.

KAI juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar merencanakan perjalanan sejak dini, membeli tiket melalui kanal resmi, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan bersama.

Untuk memperoleh informasi mengenai jadwal perjalanan, ketersediaan tiket, maupun layanan pelanggan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI121 melalui media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp 0811-1211-1121.

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya).

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI memahami perhatian masyarakat terhadap kondisi perlintasan tersebut dan terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan keselamatan di seluruh perlintasan sebidang melalui sinergi bersama berbagai pihak.

“Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi perlintasan dapat segera tertangani. Untuk itu, KAI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujar Reza.

Menurut Reza, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan serta kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang semakin aman. Oleh karena itu, KAI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder agar setiap permasalahan yang ada dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain mendorong percepatan penanganan infrastruktur, KAI juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan keselamatan melalui edukasi kepada masyarakat, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, serta koordinasi rutin dengan instansi terkait guna meminimalkan potensi kecelakaan.

KAI Divre II Sumatera Barat juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya. Pengguna sepeda motor diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat kondisi hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan posisi perlintasan yang tidak tegak lurus dengan rel berpotensi meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

Pengguna jalan juga diimbau untuk mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memperhatikan rambu-rambu dan marka jalan, berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta selalu mengutamakan perjalanan kereta api. Kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumatera Barat berharap kolaborasi yang semakin erat antara seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan tertib.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan perlintasan sebidang yang aman. Dengan kolaborasi yang kuat serta kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan akan terus meningkat,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Minggu (5/7) pukul 12.00 WIB, hampir 150 ribu pelanggan telah melakukan pemesanan tiket dan diberangkatkan menggunakan layanan kereta api selama masa liburan sekolah 2026 di wilayah Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa berdasarkan data per Minggu (5/7) pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 141.651 pelanggan selama masa liburan sekolah periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan 113,62 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu 124.672 tempat duduk.

Sementara itu, pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 20 Juni hingga 5 Juli 2025, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api tercatat sebanyak 114.153 pelanggan. Dengan demikian, terjadi peningkatan volume pelanggan sebesar 24,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian okupansi di atas 100 persen tersebut merupakan okupansi kumulatif. Kondisi ini dapat terjadi karena pola perjalanan kereta api bersifat fleksibel. Pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan sehingga satu tempat duduk dapat melayani pelanggan yang berbeda pada segmen perjalanan yang berbeda.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, khususnya selama masa libur sekolah. Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta terjangkau.

Tingginya volume pelanggan juga menunjukkan bahwa layanan transportasi kereta api memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan kereta api membantu keluarga merencanakan liburan, pelajar dan mahasiswa melakukan perjalanan, serta memudahkan masyarakat mengakses kabupaten atau kota tujuan, kawasan wisata, pusat aglomerasi, maupun sentra aktivitas ekonomi secara lebih fleksibel dengan biaya yang ekonomis.

Reza menjelaskan, puncak volume pelanggan terjadi pada 28 Juni 2026 dengan jumlah 9.933 pelanggan, atau setara dengan 127,47 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 7.792 tempat duduk. Selanjutnya disusul pada 7 Juli sebanyak 9.909 pelanggan, 5 Juli sebanyak 9.428 pelanggan, 2 Juli sebanyak 9.534 pelanggan, dan 1 Juli sebanyak 9.423 pelanggan.

Dari sisi stasiun, mobilitas pelanggan tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Adapun rinciannya sebagai berikut.

Kedatangan penumpang:
• Stasiun Padang: 38.054 penumpang
• Stasiun Pariaman: 29.517 penumpang
• Stasiun Air Tawar: 12.199 penumpang
• Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM): 10.267 penumpang
• Stasiun Naras: 7.264 penumpang

Keberangkatan penumpang:
• Stasiun Padang: 38.386 penumpang
• Stasiun Pariaman: 27.908 penumpang
• Stasiun Air Tawar: 13.585 penumpang
• Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM): 9.288 penumpang
• Stasiun Lubuk Alung: 7.214 penumpang

Dari sisi layanan, KA Pariaman Ekspres tetap menjadi primadona masyarakat dengan jumlah pelanggan tertinggi selama periode tersebut, yaitu 100.075 pelanggan. Selanjutnya disusul KA Minangkabau Ekspres sebanyak 20.917 pelanggan dan KA Lembah Anai sebanyak 20.659 pelanggan.

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan guna memastikan setiap pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan berkesan.

“Untuk mempermudah masyarakat menggunakan layanan kereta api, tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Saat ini pelanggan sudah dapat melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan tanggal 6 Juli hingga 13 Juli 2026,” ujar Reza.

Ia menambahkan, penjualan tiket kereta api lokal dilakukan secara bertahap sesuai jadwal, yaitu mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan diimbau melakukan pemesanan lebih awal sesuai tanggal perjalanan yang diinginkan.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa liburan sekolah. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan selama masa liburan sekolah 2026. Dengan layanan yang terus kami tingkatkan, kami berharap kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, resmikan revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berada di Jalan Tanjung Indah No. 25, Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (4/7/2026).

Peresmian pembangunan ulang masjid yang kini tampil dengan wajah baru dan lebih megah itu ditandai dengan pengguntingan pita, penekanan sirine dan penandatanganan prasasti masjid.

Turut hadir di kesempatan itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat, Ganefri, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Duski Samad, serta para donatur pembangunan masjid, dan elemen masyarakat Kampung Lapai.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye
mengatakan, revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang menjadi bukti kuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam membangun sarana ibadah.

Ia turut mengapresiasi, dedikasi pengurus, jamaah, dan para donatur yang telah mewujudkan pembangunan kembali Masjid Muttaqin Kampung Lapai yang berarsitektur megah tersebut.

Ia meyakini, keberadaan masjid ini akan semakin memperkuat syiar Islam serta menjadi pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus mendukung implementasi program Smart Surau.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.