Latest Post

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Delma Putra, memanfaatkan kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan dan mulai direalisasikan pemerintah daerah.

Dalam kegiatan kemaren tersebut, anggota DPRD Kota Padang daerah pemilihan Kota Tangah tersebut, menyampaikan kepada masyarakat berbagai usulan yang sebelumnya diserap melalui kegiatan reses maupun komunikasi langsung dengan warga. Sejumlah aspirasi tersebut kini telah terealisasi, sementara sebagian lainnya dijadwalkan akan direalisasikan pada tahun 2026.

Delma Putra mengatakan, salah satu aspirasi masyarakat yang menjadi perhatian adalah pembangunan drainase di wilayah RT 6/RW 11. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran aliran air sekaligus mengantisipasi persoalan genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain pembangunan drainase, aspirasi warga juga diwujudkan melalui pembangunan atau peningkatan fasilitas Mushalla Al-Islah yang berada di RT 6/RW 11. Keberadaan sarana ibadah tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Aspirasi lainnya yang turut diperjuangkan adalah pembangunan drainase di RT 5/RW 11. Menurut Delma, pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat yang harus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Tidak hanya infrastruktur lingkungan dan fasilitas keagamaan, Delma Putra juga menyampaikan perkembangan usulan pembangunan Gedung Koperasi Konsumen Melati yang berada di wilayah RW 11. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas koperasi serta meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat setempat.

Delma menegaskan bahwa berbagai program tersebut bukan semata-mata berasal dari usulan pribadi sebagai anggota dewan. Seluruhnya merupakan aspirasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat dan kemudian diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan anggaran daerah.

“Apa yang kami usulkan ini semuanya merupakan aspirasi dari warga. Kami berupaya mengawal dan memperjuangkannya agar kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap,” ujar Delma Putra dalam kegiatan reses tersebut.

Ia berharap masyarakat terus menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar masukan, sekaligus memastikan aspirasi tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Padang.

Delma Putra juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, kegiatan sosial-keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi warga.

Melalui kegiatan reses tersebut, Delma berharap sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dan direalisasikan secara bertahap. Delma Putra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui perjuangan aspirasi di DPRD Kota Padang. (*)


 

INFONEWS- Serap aspirasi masyarakat (reses) Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, yang digelar di Banang Cafe Nanggalo pada 2–5 September 2026 berlangsung hangat.

Warga yang hadir dalqm kegiatan reses tersebut menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah terjadi di lingkungan mereka. Dua isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah kerumitan tata cara pengurusan dana hibah serta perbaikan infrastruktur drainase atau riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.

Terkait dana hibah, masyarakat mengaku masih kebingungan memahami prosedur pengajuan proposal.

Banyaknya mata anggaran serta skema pembagian hibah yang beragam dari pemerintah daerah membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, hingga kelompok masyarakat kerap mengalami kendala administratif.

Warga berharap adanya kejelasan alur dan pendampingan yang lebih intensif agar bantuan hibah tersebut benar-benar bisa diakses dan dirasakan manfaatnya secara tepat sasaran tanpa terbentur aturan yang membingungkan.

Sementara itu, persoalan infrastruktur pasca-bencana juga menjadi sorotan tajam. Warga mendesak agar pemerintah kota bersama DPRD segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak.

Kondisi drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani secara cepat.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi warga hingga ke tingkat pembahasan anggaran Pemko Padang.

Menurutnya, masalah infrastruktur mendasar seperti riol dan kemudahan akses dana hibah bagi masyarakat adalah prioritas yang harus segera diselesaikan.

Politisi kawakan dari Partai Nasdem ini juga berjanji akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar perbaikan drainase pasca-bencana bisa masuk dalam skala prioritas penanganan cepat, sekaligus meminta OPD teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan terkait mekanisme dana hibah. (*)

 

INFONEWS- Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Cipta Karya Sumatera Barat.

Gerak cepat ini dilakukan Rachmad saat menggelar reses masa sidang I tahun 2026 di Kelurahan Rawang, Minggu (6/9/2026).

Tak ingin sekadar menampung aspirasi, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, demi memastikan penanganan banjir di kawasan tersebut mendapat penanganan konkret.

“Kita ingin persoalan banjir ini ditangani secara serius. Aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dikawal dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, termasuk Kementerian PU,” tegas Rachmad.

Sinergi penanganan banjir ini juga tak lepas dari peran Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang turut memfasilitasi komunikasi ke pemerintah pusat untuk mempercepat pembenahan infrastruktur di Kota Padang.

DED Dimulai September 2026, Fisik Digarap 2027

Dalam koordinasi tersebut, Maria Doeni Isa mengungkapkan bahwa Kementerian PU tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk menanggulangi banjir dan dampak bencana di beberapa wilayah Padang, termasuk Rawang.

Proses pengadaan penyedia DED ditargetkan rampung pada September 2026. Meski jadwal normal pengerjaan DED memakan waktu empat bulan, pihak balai berupaya memangkasnya menjadi tiga bulan agar lelang pengerjaan fisik bisa berjalan lebih cepat.

“DED-nya baru dimulai September. Penyedianya sudah ada dan pekerjaannya sekitar empat bulan. Kita usahakan tiga bulan selesai. Kalau izinnya sudah ada, kita lelang supaya pekerjaan fisiknya bisa dimulai,” terang Maria.

Jika seluruh tahapan perencanaan dan lelang berjalan mulus, eksekusi pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Fokus Perencanaan Matang, Bukan Asal Tembal Sulam

Rachmad menyambut positif kepastian tenggat waktu dari Balai Cipta Karya Sumbar. Menurutnya, penanganan banjir memang harus didasari kajian teknis yang matang agar memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.

“Prinsipnya kita tidak ingin pembangunan asal jadi. Harus ada kajian dan perencanaan yang matang sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya lagi.

Selain isu banjir, Rachmad juga mencatat berbagai masukan lain dari warga Rawang untuk diperjuangkan di tingkat DPRD Kota Padang maupun dikawal ke pemerintah pusat. Ia berkomitmen untuk terus mengawal janji pembangunan ini hingga tuntas di lapangan. (*)

 

INFONEWS -Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH, melaksanakan reses masa sidang I tahun 2026 memilih lapangan hijau sebagai tempat menjemput aspirasi masyarakat, khususnya insan sepak bola Kota Padang. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang,Minggu (6/9/2026).

Sejumlah insan sepak bola hadir, mulai dari pengurus SSB, atlet, pelatih, official hingga para pecinta olahraga paling populer di dunia tersebut.

“Reses ini memang tugas kita sebagai anggota DPRD untuk menjemput aspirasi masyarakat. Tapi saya sengaja datang ke lapangan, karena sepak bola ya tempatnya di lapangan. Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan SSB, pelatih, atlet dan insan sepak bola,” ujar Mastilizal Aye.

Menurutnya, Kota Padang sesungguhnya tidak kekurangan talenta sepak bola. Anak-anak yang memiliki kemampuan bermain bola cukup banyak. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dibina secara serius, konsisten dan berkelanjutan.

“Kita punya banyak anak-anak berbakat. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena tidak ada fasilitas, tidak ada kompetisi, atau pembinaannya tidak berkelanjutan. Anak-anak ini adalah aset Kota Padang. Mereka harus kita siapkan sejak usia dini,” tegasnya.

Mastilizal Aye menilai, pembinaan sepak bola harus memiliki arah yang jelas. SSB tidak boleh hanya menjadi tempat anak-anak bermain bola pada sore hari, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang terukur.

“Kita jangan berpikir hari ini anak masuk SSB, besok langsung menjadi pemain hebat. Tidak begitu. Ada proses. Ada latihan, disiplin, kompetisi dan pendampingan. Karena itu SSB harus diperkuat. Pelatihnya harus terus meningkatkan kapasitas, kompetisinya harus ada, dan fasilitas latihannya juga harus memadai,” katanya.

Ia menyebut, semakin banyak anak dan remaja yang memiliki aktivitas positif, semakin besar pula peluang mereka terhindar dari berbagai perilaku negatif.

Ia berharap pembinaan sepak bola di Kota Padang mendapat perhatian secara bersama-sama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab PSSI atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan klub, SSB, orang tua, pelatih, tokoh masyarakat dan dunia usaha.

“Kalau kita ingin sepak bola Padang naik kelas, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. PSSI tidak bisa sendiri, pemerintah tidak bisa sendiri, DPRD juga tidak bisa sendiri. Kita harus duduk bersama. Apa yang menjadi persoalan kita carikan jalan keluarnya bersama,"pungkasnya.(*).

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang, Dr. Hendrizal, M.Pd., memanfaatkan masa Reses Tahun I 2026 dengan turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi warga di daerah pemilihannya.

Reses yang berlangsung pada 2–6 September 2026 tersebut dilaksanakan di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Pegambiran Ampalu, Kampung Jua, dan Banuaran. Dalam kesempatan itu, Hendrizal berdialog langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai kebutuhan yang disampaikan warga.

Sejumlah aspirasi berhasil dihimpun dalam kegiatan tersebut. Aspirasi masyarakat di antaranya berkaitan dengan pembangunan prasarana fisik, pengadaan barang dan jasa, serta kebutuhan bimbingan teknis dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Hendrizal yang akrab disapa Buya Hendrizal mengatakan, kegiatan reses tidak hanya menjadi momentum untuk menyerap aspirasi, tetapi juga memperkuat hubungan silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat.

“Perlunya membangun hubungan silaturahmi antarsesama warga,” ujar Hendrizal.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan dikelompokkan berdasarkan skala prioritas. Selanjutnya, berbagai usulan tersebut akan diselaraskan dengan program unggulan Wali Kota Padang agar dapat menjadi bagian dari arah pembangunan daerah ke depan.

Sebagai wakil rakyat, Hendrizal menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah masyarakat sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya. Dalam memperjuangkan aspirasi tersebut, ia akan mempertimbangkan asas manfaat, skala prioritas, serta tingkat kebutuhan masyarakat.

“Dengan demikian, bantuan dan program yang nantinya direalisasikan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Hendrizal berharap komunikasi yang terbangun melalui kegiatan reses dapat terus berlanjut. Menurutnya, masukan langsung dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting bagi anggota DPRD dalam memperjuangkan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Kegiatan Reses Tahun I DPRD Kota Padang ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan kebutuhan secara langsung kepada wakilnya di lembaga legislatif. Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program pembangunan Kota Padang. (Sari/IA)

 

INFONEWS- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri,SAP pada kegiatan reses masa sidang 1 tahun 2026 langsung turun ketengah masyarakat menjaring aspirasi warga di Komplek Jala Utama 2 RT 04 RW 11 Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX Lubuk Begalung, pada Sabtu (5/9/2026).

Terlihat antusias warga mengikuti reses tersebut serta turut hadir Camat Lubeg diwakili Kasi Pem, Lurah Parak Laweh Pulai Aia Nan XX, Ketua LPM, RT dan RW,Bundo Kanduang,Kader PKK, tokoh masyarakat serta pemuda setempat.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri menyampaikan pada reses I tahun 2026 ini sengaja hadir ditengah warga khusnya di komplek Jala Utama 2 RT 04 RW 11 Kel. Parak Laweh Pulau Aia Nan XX Lubuk Begalung ini guna menjemput aspirasi warga yang nantinya kita realisasikan pada 2027.

Jupri juga mengatakan bahwa untuk pokir tahun 2026 ini pada bulan ini akan ada pembangunan yang dilaksanakan disini.















Dalam sesi tanya jawab bersama warga ada beberapa aspirasi yang kita tampung yakni betonisasi jalan,perbaikan drainase ,perlengkapan posyandu dan PKK, bantuan untuk TPQ Masjid Muhajirin,bantuan sarana olahraga berupa tenis meja, pembuatan lapangan senam serta taman tematik.

Kemudian permintaan baju seragam grup senam serta sound system, PJU karena banyak tidak ada penerangan lampu dibeberapa titik jalan serta bantuan kongsi kematian dan posyandu.
Jupri mengatakan, semua aspirasi yang ditampung dalam reses ini, akan diperjuangkan agar terealisasi. Apa - apa yang urgent nanti akan kita perjuangan untuk terealisasi di tahun 2027.

Terakhir Jupri menyampaikan bahwa selama dirinya masih dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Padang, Insya Allah dirinya akan memperjuangkan pembangunan yang maksimal di daerah pemilihannya Kecamatan Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung. Dan tentunya khusus untuk Kelurahan Gurun Laweh dan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX ini, " pungksanya .(bim)

 

INFONEWS- Reses I tahun 2026,Ketua DPRD Kota Padang H.Muharlion,S.Pd,MM.,tampung aspirasi warga dan langsung turun melihat kondosi lapangan di Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan, pada hari Sabtu spre ini kita bisa bersilaturahim di Komplek Gerahan Bunga Mas RT05 RW01 Graha Bunga Mas di RT05 RW1, memang kemarin kita aspirasi dari masyarakat ini kan mereka sudah ada lebih dari 300 KK di sini.Ada berarti lebih kurang 300 lebih rumah yang dihuni lah yang ada hari ini, rumahnya mungkin lebih dari itu.

Dikatakan, usulan mereka kan pembangunan jalan, kemarin di 2026 memang sudah kita realisasikab sebagian.Dan memang hari ini kita lihat langsung di lapangan kondisinya memang sangat memperhatikan.Mungkin jalan utama ini di 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan.

Selain tadi yang pertama jalan utama,jalan lingkungan yang kita tampung aspirasi warga,
kemudian juga tadi di sini posyandunya belum ada, sementara mereka rata-rata ini usia pasangan produktif nih, balitanya banyak.
Iya. Sementara ada 300 KK disini, posyandu masih keluar.

"Jadi harapan mereka punya posyandu disini
termasuk gedung untuk posyandu juga belum ada, tempat fasilitas untuk berkumpul
pos pemuda atau balai warga ini belum ada
itu aspirasi mereka," ujarnya.

Selain itu kata Muharlion, juga yang sangat dirasakan ini disini maslah banjir. Nah disiini sudah hujan lebat rata-rata daerah Bunga Pasang
ini,Sungai tarung ini lah umumnya ini banjir.

Maka memang pengendalian banjir secara keseluruhan harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati.Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota. Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan kita yang ada di sini.

"Ya, cuma mungkin mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik," pungkasnya.

Sementara Ketua RT setempat menyampaikan terima kasih banyak kepada Ketua DPRD Kota Kota Padang, Bapak H.Muharlion. Harapan kami ibaratnya beliau sudah mengasih permulaan kami, jalan utama itu sekitar seratusan meter, dan harapannya mungkin dapat diselesaikan di tahun depan setidaknya. Jalan utama kami ini dapat kami lalui tanpa ada kendala,.karena banyak kerusakan motor dan mobil di sini, jadi mungkin harapan kami itu yang utamanya,"pungkasnya. (bim)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.