Latest Post

 

INFONEWS 'Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, kembali turun ke tengah masyarakat dalam rangka Reses Masa Persidangan III.

Lokasi ke-5 kegiatan reses kali ini dipusatkan di Komplek Lubuk Gading 3, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, beberapa waktu lalu.

Suasana keakraban dan kekeluargaan tampak menyelimuti jalannya silaturahmi tersebut. Kehadiran wakil rakyat dari partai besutan Prabowo Subianto ini disambut hangat oleh puluhan warga, tokoh masyarakat, serta pengurus lembaga keagamaan setempat.

Selain menyerap aspirasi, momen reses ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada pengurus Majelis Taklim Komplek Lubuk Gading 3. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di lingkungan sekitar.

Dalam dialog interaktif bersama warga, sejumlah usulan penting berhasil dihimpun. Aspirasi mendesak yang disampaikan masyarakat meliputi bantuan kelanjutan pembangunan masjid, peningkatan sarana dan prasarana TPQ, serta dukungan peralatan dan operasional bagi kelompok senam ibu-ibu.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Manufer menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi warga hingga terealisasi. Ia memastikan usulan yang masuk akan dimasukkan ke dalam program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Padang untuk tahun anggaran 2027.

Ia menambahkan bahwa Komplek Lubuk Gading 3 akan menjadi salah satu wilayah prioritas penerima manfaat program Pokir pada 2027 mendatang. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan di bidang keagamaan, pendidikan karakter anak melalui TPQ, dan kegiatan kebugaran warga merupakan hal mendasar yang harus didukung penuh oleh pemerintah.

Manufer menyampaikan rasa syukurnya karena beberapa program dari aspirasi periode sebelumnya di kawasan Lubuk Buaya sudah terealisasi dengan baik. Ke depan, ia berjanji akan terus hadir dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Koto Tangah secara bertahap dan berkesinambungan demi kemajuan bersama. (*)

 

INFONEWS-Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 diwujudkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui penyelenggaraan Tournament E-Sport Mobile Legends di Peron Bandara Stasiun Padang, Rabu (9/9). Kegiatan ini mempertemukan insan transportasi dari berbagai instansi di Sumatera Barat dalam kompetisi yang mengedepankan sportivitas, kerja sama, dan kolaborasi. Tournament tersebut digelar selama dua hari, 9–10 September 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani, S.Sos., M.M., serta diikuti 24 tim peserta yang berasal dari ASN, PPPK, pegawai tetap, maupun pegawai kontrak resmi dari instansi pemerintah, BUMN, dan mitra sektor perhubungan di wilayah Sumatera Barat.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa Tournament E-Sport tidak hanya menjadi sarana hiburan dan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta membangun semangat kolaborasi antarinsan transportasi.

“Kompetisi E-Sport mengajarkan kita banyak hal yang juga sangat relevan dalam pekerjaan, mulai dari sportivitas, integritas, kerja sama tim, kedisiplinan, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Nilai-nilai tersebut penting untuk terus kita terapkan dalam memberikan pelayanan transportasi yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Lutfi.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan Harhubnas diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi, khususnya dalam menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani mengapresiasi pelaksanaan Tournament E-Sport sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Harhubnas 2026.

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah yang positif untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan meningkatkan semangat kolaborasi antarpelaku serta insan transportasi di Sumatera Barat. Mudah-mudahan semangat yang terbangun melalui kegiatan ini juga dapat kita bawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dedy.

Tournament E-Sport Mobile Legends tersebut diikuti oleh 24 tim yang bertanding dengan mekanisme kompetisi yang dimulai melalui babak penyisihan grup pada hari pertama, Rabu (9/9). Selanjutnya, pada Kamis (10/9), kompetisi akan dilanjutkan dengan babak quarterfinal, semifinal, hingga Grand Final untuk menentukan tim terbaik dalam Tournament E-Sport Harhubnas 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harhubnas 2026 di Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan Tournament E-Sport ini, KAI Divre II Sumbar berharap semangat kompetisi yang sehat dapat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpersonel dan antarinstansi di sektor transportasi.

Lebih dari sekadar pertandingan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, sportivitas, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh insan transportasi dalam mewujudkan transportasi yang semakin terintegrasi serta memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.

KAI Divre II Sumbar bersama insan transportasi Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Fenomena kabut asap kiriman kembali mengepung Kota Padang dan memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat menembus angka 153 dengan dominasi polutan PM2.5 yang membatasi jarak pandang warga, Selasa (8/9/2026).

Kondisi buruk ini disinyalir merupakan imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah tetangga, seperti Riau dan Jambi. Pergerakan angin membawa material asap masuk ke Sumatera Barat, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Menanggapi situasi ini, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk bergerak cepat dengan menyasar lingkungan sekolah. Pihaknya mendesak Pemko tidak hanya membagikan masker kepada pengendara di jalan raya, tetapi juga menyalurkannya langsung kepada para murid dan guru.

"DPRD Padang menyarankan Pemko Padang untuk membagi-bagikan masker ke sekolah-sekolah. Jadi, selama kabut asap ini, seluruh siswa diwajibkan memakai masker," tegas Muharlion.

Lebih jauh, Muharlion menilai opsi pembelajaran tatap muka perlu dievaluasi jika ketebalan asap kian memburuk. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang harus berani mengambil langkah tegas guna melindungi peserta didik dari bahaya ISPA.

"Jika kabut asap ini berisiko merusak kesehatan, kami DPRD Padang menyarankan agar pendidikan dilaksanakan secara daring selama kabut asap teratasi," tambahnya.

Merespons desakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa instruksi kewajiban bermasker sudah diberlakukan sejak Senin (7/9/2026). Kendati demikian, sekolah belum memiliki anggaran untuk membagikan masker secara cuma-cuma setiap hari.

"Kami telah mewajibkan siswa yang datang ke sekolah untuk memakai masker yang disediakan oleh orang tua siswa. Jadi sekolah belum mampu menyediakan masker gratis kepada siswa setiap hari. Untuk sekolah daring, kami sedang memantau perkembangan keadaan. Jika kabut asap sangat berisiko, terpaksa sekolah secara daring," terang Yopi.

Dukungan terhadap fleksibilitas sistem belajar juga datang dari kalangan akademisi. Pakar Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Fitri Arsih, mengingatkan agar Pemko Padang serta pihak sekolah tidak memaksakan pembelajaran tatap muka saat kondisi udara membahayakan.

"Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik. Jangan sampai kita memaksakan pembelajaran tatap muka dalam kondisi yang justru membahayakan kesehatan anak. Kalau kualitas udara sudah sangat tidak sehat, pembelajaran dapat dialihkan sementara ke sistem daring," imbau Fitri.

Sebagai langkah mitigasi awal sebelum beralih ke sistem daring, Fitri juga menyarankan agar sekolah membatasi kegiatan luar ruangan seperti olahraga dan upacara, serta mengkaji opsi penyesuaian jam masuk sekolah. Di sisi lain, fenomena bencana ekologis ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan guru sebagai materi pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya menjaga lingkungan. (Edg) 

 

INFONEWS-Memasuki lokasi reses ketiga, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, kembali turun langsung menemui masyarakat. Kali ini, reses digelar di Komplek Cimpago RW 14, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (6/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus usulan pembangunan yang dibutuhkan di lingkungan mereka. Manufer mendengarkan satu per satu aspirasi masyarakat dan mencatat sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga.

Di antara aspirasi yang mengemuka adalah pengembangan lapangan, peningkatan fasilitas balai pemuda, dukungan terhadap kegiatan majelis taklim, hingga sarana penunjang kegiatan senam masyarakat. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas sosial, kepemudaan, keagamaan, serta menjaga kebugaran warga.

Manufer Putra Firdaus mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan reses. Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat membuat wakil rakyat dapat mengetahui kebutuhan warga secara lebih nyata dan menentukan skala prioritas yang perlu diperjuangkan.

"Alhamdulillah, pada reses kali ini kami menerima berbagai aspirasi dari warga. Ada terkait pengembangan lapangan, balai pemuda, majelis taklim, maupun penunjang kegiatan senam. Semua ini menjadi catatan dan akan kami perjuangkan," ujar Manufer.

Ia menegaskan, dirinya akan berupaya mengawal aspirasi tersebut agar dapat direalisasikan melalui anggaran tahun 2027. Namun, Manufer juga mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan komitmen dan sinergi bersama antara masyarakat, pemerintah dan legislatif.

"Insya Allah akan kita realisasikan melalui anggaran 2027 nantinya. Tentu ini membutuhkan komitmen kita bersama untuk kemajuan Parupuk Tabing," tegasnya.

Tidak hanya menyerap aspirasi, reses tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sebesar Rp15 juta kepada Kelompok Senam Cimpago. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi penunjang kegiatan kelompok senam sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin aktif berolahraga.

"Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan benar-benar memberikan manfaat untuk kegiatan senam warga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut berolahraga," harap Manufer.

Bagi Manufer, keberadaan kelompok-kelompok masyarakat seperti komunitas senam memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat dan aktif. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan masyarakat akan terus menjadi perhatian dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Ia berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun selama pelaksanaan reses dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kota Padang ke depan.

"Kita ingin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat benar-benar diperjuangkan dan memberikan dampak langsung bagi warga," pungkasnya. (IA)

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Delma Putra, memanfaatkan kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan dan mulai direalisasikan pemerintah daerah.

Dalam kegiatan kemaren tersebut, anggota DPRD Kota Padang daerah pemilihan Kota Tangah tersebut, menyampaikan kepada masyarakat berbagai usulan yang sebelumnya diserap melalui kegiatan reses maupun komunikasi langsung dengan warga. Sejumlah aspirasi tersebut kini telah terealisasi, sementara sebagian lainnya dijadwalkan akan direalisasikan pada tahun 2026.

Delma Putra mengatakan, salah satu aspirasi masyarakat yang menjadi perhatian adalah pembangunan drainase di wilayah RT 6/RW 11. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran aliran air sekaligus mengantisipasi persoalan genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain pembangunan drainase, aspirasi warga juga diwujudkan melalui pembangunan atau peningkatan fasilitas Mushalla Al-Islah yang berada di RT 6/RW 11. Keberadaan sarana ibadah tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Aspirasi lainnya yang turut diperjuangkan adalah pembangunan drainase di RT 5/RW 11. Menurut Delma, pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat yang harus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Tidak hanya infrastruktur lingkungan dan fasilitas keagamaan, Delma Putra juga menyampaikan perkembangan usulan pembangunan Gedung Koperasi Konsumen Melati yang berada di wilayah RW 11. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas koperasi serta meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat setempat.

Delma menegaskan bahwa berbagai program tersebut bukan semata-mata berasal dari usulan pribadi sebagai anggota dewan. Seluruhnya merupakan aspirasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat dan kemudian diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan anggaran daerah.

“Apa yang kami usulkan ini semuanya merupakan aspirasi dari warga. Kami berupaya mengawal dan memperjuangkannya agar kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap,” ujar Delma Putra dalam kegiatan reses tersebut.

Ia berharap masyarakat terus menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar masukan, sekaligus memastikan aspirasi tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Padang.

Delma Putra juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, kegiatan sosial-keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi warga.

Melalui kegiatan reses tersebut, Delma berharap sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dan direalisasikan secara bertahap. Delma Putra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui perjuangan aspirasi di DPRD Kota Padang. (*)



 

INFONEWS- Serap aspirasi masyarakat (reses) Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, yang digelar di Banang Cafe Nanggalo pada 2–5 September 2026 berlangsung hangat.

Warga yang hadir dalqm kegiatan reses tersebut menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah terjadi di lingkungan mereka. Dua isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah kerumitan tata cara pengurusan dana hibah serta perbaikan infrastruktur drainase atau riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.

Terkait dana hibah, masyarakat mengaku masih kebingungan memahami prosedur pengajuan proposal.

Banyaknya mata anggaran serta skema pembagian hibah yang beragam dari pemerintah daerah membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, hingga kelompok masyarakat kerap mengalami kendala administratif.

Warga berharap adanya kejelasan alur dan pendampingan yang lebih intensif agar bantuan hibah tersebut benar-benar bisa diakses dan dirasakan manfaatnya secara tepat sasaran tanpa terbentur aturan yang membingungkan.

Sementara itu, persoalan infrastruktur pasca-bencana juga menjadi sorotan tajam. Warga mendesak agar pemerintah kota bersama DPRD segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak.

Kondisi drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani secara cepat.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi warga hingga ke tingkat pembahasan anggaran Pemko Padang.

Menurutnya, masalah infrastruktur mendasar seperti riol dan kemudahan akses dana hibah bagi masyarakat adalah prioritas yang harus segera diselesaikan.

Politisi kawakan dari Partai Nasdem ini juga berjanji akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar perbaikan drainase pasca-bencana bisa masuk dalam skala prioritas penanganan cepat, sekaligus meminta OPD teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan terkait mekanisme dana hibah. (*)

 

INFONEWS- Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Cipta Karya Sumatera Barat.

Gerak cepat ini dilakukan Rachmad saat menggelar reses masa sidang I tahun 2026 di Kelurahan Rawang, Minggu (6/9/2026).

Tak ingin sekadar menampung aspirasi, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, demi memastikan penanganan banjir di kawasan tersebut mendapat penanganan konkret.

“Kita ingin persoalan banjir ini ditangani secara serius. Aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dikawal dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, termasuk Kementerian PU,” tegas Rachmad.

Sinergi penanganan banjir ini juga tak lepas dari peran Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang turut memfasilitasi komunikasi ke pemerintah pusat untuk mempercepat pembenahan infrastruktur di Kota Padang.

DED Dimulai September 2026, Fisik Digarap 2027

Dalam koordinasi tersebut, Maria Doeni Isa mengungkapkan bahwa Kementerian PU tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk menanggulangi banjir dan dampak bencana di beberapa wilayah Padang, termasuk Rawang.

Proses pengadaan penyedia DED ditargetkan rampung pada September 2026. Meski jadwal normal pengerjaan DED memakan waktu empat bulan, pihak balai berupaya memangkasnya menjadi tiga bulan agar lelang pengerjaan fisik bisa berjalan lebih cepat.

“DED-nya baru dimulai September. Penyedianya sudah ada dan pekerjaannya sekitar empat bulan. Kita usahakan tiga bulan selesai. Kalau izinnya sudah ada, kita lelang supaya pekerjaan fisiknya bisa dimulai,” terang Maria.

Jika seluruh tahapan perencanaan dan lelang berjalan mulus, eksekusi pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Fokus Perencanaan Matang, Bukan Asal Tembal Sulam

Rachmad menyambut positif kepastian tenggat waktu dari Balai Cipta Karya Sumbar. Menurutnya, penanganan banjir memang harus didasari kajian teknis yang matang agar memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.

“Prinsipnya kita tidak ingin pembangunan asal jadi. Harus ada kajian dan perencanaan yang matang sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya lagi.

Selain isu banjir, Rachmad juga mencatat berbagai masukan lain dari warga Rawang untuk diperjuangkan di tingkat DPRD Kota Padang maupun dikawal ke pemerintah pusat. Ia berkomitmen untuk terus mengawal janji pembangunan ini hingga tuntas di lapangan. (*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.