![]() |
| Ketua Komisi III DPRD Padang Helmi Moesim. |
Menurutnya, Rabu (29/4/2026), kualitas layanan air bersih di Kota Padang sempat menurun akibat kondisi infrastruktur yang terdampak bencana.
"Terima kasih kepada Anggota DPR RI Komisi V Zigo Rolanda, dan jajaran Kementerian PU. Ini adalah jawaban atas keluh kesah masyarakat, terkait kondisi SPAM yang belum maksimal. Kami berharap pembangunan SPAM terbaru ini bisa segera berjalan setelah proses lelang selesai," ungkapnya.
Ia juga menitipkan harapan, agar pembangunan SPAM dapat didorong percepatannya guna memperluas cakupan layanan air bersih dalam beberapa tahun ke depan.
Terbukti sebentar lagi, air bersih di Kota Padang akan semakin kencang dan mengalir deras.
Proyek besar ini diproyeksikan mampu, menambah kapasitas air bersih yang sebelumnya berkekuatan 300 liter per detik menjadi 500 liter per detik.
Ia menjelaskan, bahwa proyek ini telah masuk tahap lelang dan ditargetkan mulai terkontrak pada Mei 2026 mendatang.
"Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp284 miliar untuk dua tahun anggaran. Pekerjaan ini mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) 4x50 liter per detik, jaringan pipa, reservoar, hingga perbaikan intake melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS)," ujarnya.
Diperkirakan, proyek ini akan tuntas akhir tahun 2027 atau 2028. Ia menambahkan, bahwa penanganan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat melalui program rehabilitasi pascabencana untuk menjamin kualitas air dan pengendalian banjir di aliran Batang Kuranji hingga Batang Lubuk Laweh.(*)
