![]() |
| Ketua DPRD Kota Padang H.Muharlion.S,Pd.MM. |
Muharlion menegaskan, perlindungan kesehatan harus menjadi perhatian bersama di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap kembali pekat. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari polusi udara.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mengimbau warga agar menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kabut asap masih mengganggu kualitas udara. Jangan abaikan kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Muharlion. Selasa (20/10)
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak terlalu sering bermain di luar rumah selama PJJ diberlakukan. Kebijakan belajar dari rumah merupakan langkah perlindungan untuk mengurangi paparan kabut asap, sehingga perlu didukung pengawasan keluarga.
“Kami mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak selama PJJ. Batasi aktivitas mereka di luar rumah untuk sementara waktu demi menjaga kesehatan. Namun, jangan sampai anak-anak merasa bosan karena terus berada di dalam rumah. Orang tua bisa mengajak mereka melakukan kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik,” katanya.
Menurut Muharlion, orang tua dapat mengisi waktu anak dengan membaca buku, menggambar, mewarnai, membuat kerajinan tangan, bermain permainan edukatif, atau melakukan aktivitas kreatif bersama keluarga. Dengan begitu, anak-anak tetap aktif dan terhibur meskipun kegiatan belajar dan bermain di luar rumah harus dibatasi.
“Selain mendampingi anak belajar, orang tua bisa mengajak mereka membaca, menggambar, bermain permainan edukatif, atau membuat kerajinan sederhana. Yang penting, anak-anak tetap memiliki kegiatan positif agar tidak jenuh. Kesehatan mereka harus tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan bermain dan perkembangan anak,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menyebut rata-rata kunjungan pasien terkait ISPA pada 12–15 Oktober 2026 mencapai sekitar 1.052 kunjungan per hari. Angka tersebut menunjukkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat perlu mendapat perhatian serius.(Edg)
