Latest Post

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat sinergi kelembagaan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi perusahaan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah melalui penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Padang terkait Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, yang dilaksanakan pada Senin (25/5) di Aula Kejaksaan Negeri Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen terkait Divre II Sumbar, dan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara, S.H., M.H., Kasi Datun Kejari Padang, Vivi Nila Sari, S.H., M.H., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan menyampaikan bahwa penandatanganan kerjasama ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang baik (good corporate governance), khususnya dalam aspek bantuan hukum dan pengamanan aset perusahaan.

“Kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara KAI Divre II Sumbar dengan Kejaksaan Negeri Padang, terutama dalam penyelesaian persoalan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, serta mendukung upaya penyelamatan dan pengamanan aset perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, pendampingan hukum yang diberikan Kejaksaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memitigasi potensi risiko hukum sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami mendukung penuh langkah-langkah KAI Divre II Sumbar dalam penyelesaian sengketa, pemulihan aset, maupun tugas-tugas hukum lainnya. Kolaborasi ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, serta memberikan kepastian hukum bagi perusahaan,” ungkapnya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat aspek legalitas dan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Padang diharapkan mampu memperkuat langkah KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi berbagai tantangan hukum, khususnya terkait pengamanan aset dan penyelesaian persoalan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, perusahaan dapat lebih optimal dalam menjalankan operasional serta pelayanan kepada masyarakat,” jelas Reza.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar bersama Kepala Kejaksaan Negeri Padang dan berlangsung dengan lancar dalam suasana penuh semangat kolaborasi.

Melalui kerjasama ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi dengan Kejaksaan Negeri Padang dapat semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas perusahaan, sekaligus menghadirkan kepastian dan perlindungan hukum dalam setiap proses bisnis dan pengelolaan aset perusahaan.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun sinergi yang kuat antara KAI Divre II Sumbar dan Kejaksaan Negeri Padang.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah”, KAI Divre II Sumbar menyelenggarakan sosialisasi keselamatan perkeretaapian yang dibarengi dengan penyaluran bantuan CSR berupa perlengkapan olahraga untuk sekolah serta sarana ibadah bagi masjid dan mushollah di sekitar jalur rel kereta api, Sabtu (23/5).

Program ini merupakan bagian dari upaya preventif perusahaan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan jalur kereta api, khususnya bagi warga yang beraktivitas di kawasan yang berdekatan dengan lintasan KA aktif.

Adapun lokasi kegiatan meliputi:

1. SD IT Arroyan (radius 700 meter dari KM 1+100 petak jalan Bukit Putus–Pauh Lima) yang beralamat di Jl. Bakti Abri Kec. Lubuk Begalung Kota Padang.
2. Mushollah Ramadhan (radius 200 meter dari KM 12+700 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Limau Manis Sel., Kec. Pauh, Kota Padang
3. Mushollah Al Janah (radius 50 meter dari KM 13+300 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di komplek perumahan Buana Lik Gadut Lubuk Kilangan Kota Padang.
4. Masjid Darul Islah (radius 30 meter dari KM 10+600 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Jl. Limau Manis, Kec. Pauh, Kota Padang
5. Mushollah Jabal Rahmah (radius 30 meter dari KM 9+100 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Koto Luar, Kec. Pauh, Kota Padang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu beserta jajaran dan Babin Pembina Polsuska Aiptu Robi Kentoro. Kehadiran tim KAI disambut hangat oleh masyarakat, pengurus rumah ibadah, kepala sekolah, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.

Dalam pemaparannya, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar jalur rel.

“Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar budaya selamat dapat tumbuh dan tertanam kuat di lingkungan sekitar jalur KA,” ujar Jeni.

Kepala Sekolah SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif KAI Divre II Sumbar dalam memberikan edukasi keselamatan kepada para siswa. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya aktivitas di sekitar jalur kereta api.

“Kami berharap edukasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat membentuk perilaku disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengurus Mushollah  Al Jannah, Rohadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar rel kereta api, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman mengenai keselamatan perjalanan KA.

Dalam sesi edukasi interaktif, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas berbahaya yang dilarang di area jalur rel kereta api, seperti bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta api, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di jalur yang bukan peruntukannya. Tindakan tersebut dinilai sangat berisiko karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Selain itu, para peserta juga diingatkan mengenai pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan cara berhenti sejenak, menoleh ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, kemudian baru melintas. Dalam sosialisasi tersebut juga ditekankan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu keselamatan, sehingga kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sebagai bentuk apresiasi, KAI Divre II Sumbar turut memberikan hadiah kepada siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan terkait keselamatan perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa program “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah” merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat di sekitar jalur rel.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa dan masyarakat agar tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan di jalur kereta api,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar berharap sinergi yang kuat antara operator transportasi, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran transportasi massal sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.(*)

 


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat tetap berjalan normal di tengah terjadinya pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah provinsi tersebut sejak Jumat malam.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa gangguan pasokan listrik eksternal tidak menghambat operasional kereta api maupun pelayanan kepada pelanggan di stasiun.

“Meski terjadi pemadaman listrik pada Jumat (22/5) pukul 18.45 WIB hingga Sabtu pagi, perjalanan kereta api di waktu tersebut maupun pasca pemadaman tetap beroperasi sesuai jadwal dan tidak mengalami gangguan berarti,” ujar Reza.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas pelayanan penumpang di berbagai stasiun seperti Stasiun Padang, Stasiun Pariaman, Stasiun Duku, Stasiun Tabing, Stasiun BIM, Stasiun Kayutanam dan stasiun lainnya tetap berlangsung dengan baik.

Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelangsungan operasional, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan genset cadangan di sejumlah titik strategis. Selain itu, tim di lapangan juga melakukan suplai bahan bakar HSD Solar guna memastikan pembangkit listrik cadangan tetap berfungsi optimal selama pemadaman berlangsung.

Fasilitas genset tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional penting, mulai dari sistem komunikasi, persinyalan, penerangan stasiun, pendingin ruangan, hingga pelayanan pelanggan.

“Pada saat terjadi pemadaman, memang diperlukan waktu beberapa saat hingga genset aktif secara penuh dan dapat menyuplai energi ke seluruh perangkat operasional. Kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses tersebut terdapat ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” tambahnya.

Secara bertahap, pasokan listrik di berbagai stasiun telah kembali normal hingga Sabtu pagi. KAI Divre II Sumbar memastikan situasi tersebut tetap terkendali sehingga operasional perjalanan kereta api dan pelayanan pelanggan berjalan dengan aman dan optimal.

KAI Divre II Sumbar juga terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak PLN guna memantau perkembangan kondisi kelistrikan serta mengantisipasi dampak terhadap operasional kereta api dan pelayanan di stasiun.

Reza turut mengimbau masyarakat dan pelanggan kereta api untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan KAI maupun pihak terkait.

“Kami terus menjalin komunikasi aktif dan koordinasi bersama PLN untuk memastikan perkembangan kondisi pasokan listrik di wilayah operasional. KAI Divre II Sumbar juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan berjalan optimal,” jelas Reza.

Ia juga mengajak masyarakat agar tetap mempercayakan transportasi kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal di berbagai situasi.

“Kami mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan menggunakan kereta api agar tidak khawatir. Seluruh layanan kereta api di Sumatera Barat tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tutup Reza.(*)

 

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub. 


INFONEWS- Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kebangkitan nasional sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai budaya, serta membangun Kota Padang yang maju dan berdaya saing.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei merupakan pengingat akan lahirnya semangat perjuangan, persatuan, dan kesadaran nasional bangsa Indonesia melalui organisasi Budi Utomo. Semangat tersebut, menurut Osman Ayub, harus terus diwariskan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bangkit, bersatu, dan bekerja bersama membangun daerah. Kita ingin semangat perjuangan para pendiri bangsa tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Osman Ayub, pada Rabu (20/5/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Menurutnya, masyarakat harus tetap menjaga semangat gotong royong, toleransi, serta rasa cinta terhadap budaya dan identitas bangsa.

Sebagai daerah yang kaya akan budaya Minangkabau, Kota Padang diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga nilai adat dan memperkuat karakter generasi muda.

Osman Ayub juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah demi terciptanya kesejahteraan yang merata.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya seremoni tahunan, tetapi refleksi untuk terus bergerak maju, meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, dan sumber daya manusia demi masa depan Kota Padang yang lebih baik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Osman Ayub mengucapkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Padang.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026. Mari kita bangkit bersama, memperkuat persatuan, dan terus berkarya untuk Indonesia yang lebih maju.”(*)

 

INFONEWS -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah penataan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar secara serentak di tiga titik di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Muh. Tri Setyawan bersama jajaran manajemen, Tim Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman Armedes, S.E., M.M., unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), perangkat kewilayahan, perwakilan Wali Korong dan Wali Nagari, hingga tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung keselamatan di lingkungan perkeretaapian.

Penutupan perlintasan liar ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Regulasi tersebut mengatur evaluasi serta penataan perlintasan sebidang guna meminimalkan potensi kecelakaan di jalur kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa perlintasan liar termasuk titik dengan tingkat risiko tinggi karena tidak memiliki perlengkapan keselamatan sesuai standar dan berada di luar pengawasan resmi.

“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko terhadap keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganannya dilakukan bersama pemerintah dan instansi terkait melalui prosedur yang berlaku, termasuk melalui penutupan perlintasan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta operasional perjalanan kereta api,” ujarnya.

Perlintasan liar yang ditutup memiliki lebar sekitar ±2 meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena berada di area operasional kereta api tanpa dukungan fasilitas keselamatan yang memadai.

Langkah penutupan ini juga merupakan bagian dari mitigasi risiko pada titik-titik yang rawan kecelakaan. Secara bertahap, bersama para pemangku kepentingan, KAI Divre II Sumbar tercatat telah menutup 8 titik perlintasan liar pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi 20 titik pada tahun 2024, sebanyak 18 titik pada tahun 2025, serta 14 titik hingga Mei 2026.

Selain melakukan penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan perjalanan kereta api. Selama tahun 2026, kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di 21 titik perlintasan, disertai edukasi keselamatan di tiga sekolah dan pemasangan media peringatan di sejumlah lokasi strategis.

Menurut Reza, aspek keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga memerlukan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penutupan perlintasan liar dilakukan agar masyarakat dapat menggunakan akses penyeberangan resmi yang lebih aman dan sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak kembali membuka perlintasan liar maupun menggunakan jalur tidak resmi yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“Keselamatan perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin, mematuhi rambu dan isyarat, serta hanya menggunakan perlintasan resmi demi keselamatan bersama,” tutup Reza.(*)

 

Ketua DPRD Kota Padang,
H.Muharlion, S.Pd.,
INFONEWS-Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion meminta pengawasan terhadap ruang digital diperketat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dinilai menyimpang.

“Konten-konten yang mengarah pada kampanye LGBT harus diawasi secara serius. Pemerintah bersama pihak terkait harus memastikan ruang digital tetap sehat dan tidak merusak moral anak bangsa,” tegasnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar terhadap pola pergaulan anak dan remaja. Kemudahan mengakses media sosial serta berbagai platform digital disebut membuka ruang masuknya konten-konten yang dianggap bertentangan dengan norma agama dan budaya masyarakat Minangkabau.

Muharlion, menegaskan perlunya langkah konkret dan terukur untuk mencegah penyebaran perilaku LGBT di kalangan generasi muda. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter, nilai agama, serta pengawasan ruang digital harus menjadi perhatian bersama.

“Pencegahan LGBT tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh adat hingga lingkungan sosial. Pendidikan karakter dan penguatan nilai agama harus menjadi benteng utama generasi muda,” ujar Muharlion. 

Selain pengawasan digital, Muharlion juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, LKAAM, tokoh agama, dan keluarga dalam melakukan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui pendidikan karakter, penguatan keagamaan, hingga penyuluhan kesehatan mental dan reproduksi di lingkungan pendidikan.

Di sisi regulasi, Pemko Padang kini telah memberlakukan Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Dalam Perda tersebut, fenomena LGBT secara khusus dimasukkan sebagai bagian dari penyakit sosial bersama persoalan maksiat dan kenakalan remaja.

Regulasi baru itu sekaligus menggantikan Perda Nomor 11 Tahun 2005 yang dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan kondisi sosial masyarakat saat ini. Pemerintah daerah menjadikan pencegahan LGBT sebagai salah satu prioritas demi menjaga norma sosial, adat istiadat, serta citra Kota Padang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya.

Tak hanya di tingkat daerah, pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga disebut terus melakukan penyaringan terhadap konten, film, dan aplikasi digital yang dinilai memuat kampanye LGBT di berbagai platform daring.

Muharlion berharap langkah pencegahan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tetap memiliki karakter kuat dan tidak kehilangan jati diri budaya serta nilai-nilai keagamaan.Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga ketertiban sosial dan masa depan generasi muda Indonesia,” pungkasnya.(Edg)

 

INFONEWS-Selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14 hingga 17 Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat volume penumpang kereta api mencapai 30.379 pelanggan. Jumlah tersebut setara sekitar 107 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 28.432 kursi.

Tingginya volume pelanggan menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah pelanggan tertinggi selama periode libur tersebut. Tercatat sebanyak 24.092 pelanggan menggunakan layanan KA Pariaman Ekspres atau setara sekitar 142 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 16.960 kursi.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani 2.897 pelanggan dan KA Minangkabau Ekspres sebanyak 3.390 pelanggan.

“Peningkatan volume pelanggan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api. Kini, kereta api semakin menjadi pilihan transportasi publik yang efisien, nyaman, aman, dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan KAI Divre II Sumbar, mulai dari aspek operasional, pelayanan pelanggan, hingga perawatan sarana dan prasarana secara berkelanjutan.

Selama periode libur panjang tersebut, lima stasiun dengan volume keberangkatan pelanggan tertinggi yakni Stasiun Padang sebanyak 9.080 pelanggan, Stasiun Pariaman 6.410 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.506 pelanggan, Stasiun Naras 2.066 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 1.392 pelanggan.

Sementara itu, untuk kedatangan pelanggan, lima stasiun dengan volume tertinggi yaitu Stasiun Padang sebanyak 8.709 pelanggan, Stasiun Pariaman 6.899 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.332 pelanggan, Stasiun Naras 1.895 pelanggan, serta Stasiun BIM sebanyak 1.584 pelanggan.

Ketepatan waktu perjalanan kereta api yang terbebas dari hambatan lalu lintas menjadi salah satu keunggulan layanan yang terus dipertahankan KAI Divre II Sumbar. Selain itu, seluruh perjalanan kereta api juga didukung oleh kesiapan petugas operasional serta perawatan sarana dan prasarana yang dilakukan secara berkala demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI.

Melalui aplikasi tersebut, pemesanan tiket dapat dilakukan sejak H-7 sebelum keberangkatan sehingga pelanggan dapat memastikan ketersediaan tiket lebih awal. Selain itu, KAI juga tetap menyediakan layanan pembelian tiket secara langsung (go show) di loket stasiun yang dibuka mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan selama tiket masih tersedia.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, baik di stasiun maupun selama perjalanan kereta api. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas utama kami dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal dan berkelanjutan,” tutup Reza.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.