Latest Post

 

INFONEWS-Bagi Fraksi PDI-P dan PPP DPRD Kota Padang, Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) Kota  Padang  tahun  anggaran  2026  merupakan  wujud  nyata  bentuk akuntabilitas  dan  transparansi  pengelolaan  keuangan  daerah,  dari penyelenggara  pemerintahan  oleh  kepala  daerah  kepada  DPRD  sebagai lembaga resmi yang mewakili masyarakat.

Demikian diungkapkan juru bicara Fraksi PDIP-PPP DPRD Kota Padang, Cristian Rudy Kurniawan pada Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terhadap R-APBD tahun anggaran 2026 di ruang sidang utama DPRD Kota Padang, Jumat, 17 Juli 2026.

"Tujuan  dari  penyampaian  Rancangan  Perubahan APBD  ini  adalah  dalam rangka  penguatan  pelaksanaan  otonomi  daerah,  sebagaimana  yang dimaksudkan  dalam  Undang-undang  nomor  23  tahun  2014,  sekaligus sebagai  evaluasi  terhadap  pelaksanaan  APBD  tahun  berjalan,  sehingga pengelolaan  keuangan  daerah  dapat  berjalan  sebagaimana  mestinya, sesuai dengan tujuan dan sasaran, khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya yang ada di daerah," katanya.

Selain dari pada itu, jelasnya, perubahan APBD juga dalam rangka untuk menjaga dan memperkuat  fungsi  anggaran  dan  fungsi  pengawasan  dewan,  terutama dalam  menyikapi  penyesuaian  dana  transfer  pemerintah  pusat  serta penanganan prabencana dan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025. 

"Kami Fraksi PDI Perjuangan PPP dapat menyetujui Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) kota Padang tahun anggaran  2026  untuk  ditetapkan  menjadi  peraturan  daerah,  dengan rekomendasi dan catatan seperti yang telah kami sampaikan di atas untuk ditindaklanjuti sesuai aturan," ujar jubir fraksi yang diketuai Wismar Panjaitan dengan Sekretaris Indra Guswandi ini. (*)

 

INFONEWS-Ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Selasa (14/7/2026), menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. 

Di balik dentuman yang menggegerkan warga sekolah itu, tersingkap persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian, yakni praktik perundungan (bullying) yang diduga dialami seorang siswa hingga berujung pada peristiwa yang mengundang keprihatinan luas.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa peristiwa di MAN 3 Padang merupakan alarm keras yang tidak boleh diabaikan.

Menurutnya, setiap sekolah memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Apabila benar ada unsur perundungan yang dialami siswa hingga memicu tindakan berbahaya seperti ini, maka kita semua harus melakukan introspeksi. Bullying yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan tekanan psikologis yang serius dan berpotensi melahirkan tindakan yang tidak terduga. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama," tegas Muharlion kepada Harian Rakyat Sumbar.

Menurut Muharlion, penanganan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada proses penyidikan terhadap dugaan tindak pidana semata. 

Yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, pembinaan karakter, serta mekanisme perlindungan siswa di lingkungan pendidikan.

Ia meminta seluruh pihak, mulai dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat, menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

"Jangan sampai kita hanya sibuk mencari siapa yang salah setelah kejadian terjadi. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mendeteksi dan menyelesaikan kasus perundungan sejak dini sebelum menimbulkan korban baru atau memicu tindakan yang membahayakan banyak orang," ujarnya.

Muharlion mengingatkan bahwa banyak korban bullying memilih memendam penderitaan yang mereka alami. 

Rasa takut, malu, dan khawatir akan mendapat tekanan lebih besar membuat mereka enggan bercerita kepada guru maupun orang tua. 

Akibatnya, persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan sejak awal justru berkembang menjadi konflik yang lebih serius.

Karena itu, DPRD Kota Padang mendorong seluruh sekolah memperkuat pendidikan karakter, mengoptimalkan peran guru bimbingan dan konseling, serta menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses, aman, dan menjamin kerahasiaan identitas korban.

"Kami berharap setiap sekolah memiliki mekanisme penanganan bullying yang jelas, cepat, dan berpihak kepada korban. Guru, wali kelas, konselor, dan orang tua harus bekerja bersama. Jangan ada lagi siswa yang merasa sendirian menghadapi tekanan di lingkungan sekolah," katanya.

"Peristiwa di MAN 3 Padang harus menjadi titik balik. Kita tidak boleh lagi menganggap bullying sebagai persoalan biasa. Ketika perundungan dibiarkan, dampaknya bisa meluas dan merugikan banyak pihak. Semua elemen harus bergerak bersama memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depannya," tutup Muharlion. (*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui berbagai program edukasi serta penanganan titik-titik rawan di sepanjang jalur rel. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di perlintasan sebidang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator, pemerintah, hingga masyarakat.

Kepala Humas PT KAI (Persero) Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI sebagai operator, tetapi juga pemerintah sebagai regulator dan penyelenggara jalan, serta masyarakat sebagai pengguna jalan. Masing-masing memiliki peran penting untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman. Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan di perlintasan,” ujar Reza.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, KAI Divre II Sumbar secara konsisten melaksanakan sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur kereta api. Melalui kegiatan ini, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel, pentingnya mematuhi rambu dan sinyal perkeretaapian, serta tata cara melintasi perlintasan sebidang dengan aman.

Selain edukasi kepada generasi muda, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan, di antaranya penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi ketentuan, sosialisasi keselamatan di perlintasan resmi baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta pemasangan banner keselamatan pada titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.

Menurut Reza, pendekatan yang menggabungkan edukasi dengan penanganan titik rawan merupakan strategi yang efektif dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Keselamatan pelanggan maupun masyarakat akan semakin kuat apabila edukasi dilakukan secara terus-menerus dan diikuti dengan penanganan titik-titik rawan. Kami ingin membangun budaya selamat, bukan hanya meningkatkan kewaspadaan sesaat. Ketika masyarakat memahami risikonya dan fasilitas keselamatan terus diperkuat, maka potensi kecelakaan dapat diminimalkan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar jalur operasional, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa sarana olahraga, sarana ibadah, serta sarana kebersihan dengan total nilai Rp72.850.000.

Bantuan tersebut disalurkan kepada Gereja Katholik Kristus Bangkit Pasar Usang berupa pengeras suara (speaker indoor), Jorong Semua Talao Mundam Batang Anai, Kantor Lurah Jalan Kereta Api Kota Pariaman, Nagari Kapalo Hilalang, dan Pos Pemuda Pampangan RW 01 berupa mesin potong rumput serta alat semprot pertanian. Selain itu, Desa Cimparuh Kota Pariaman menerima mesin potong rumput dan tong sampah, SSB Sungai Abang Lubuk Alung menerima bantuan sarana olahraga sepak bola, sedangkan Masjid Hidayah Sungai Buluh Batang Anai memperoleh bantuan sarana ibadah.

Reza menjelaskan bahwa program TJSL tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman di sekitar jalur kereta api.


“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi dalam menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. KAI berkomitmen untuk terus hadir melalui program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Boy, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian KAI Divre II Sumbar kepada masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan lingkungan sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian KAI terhadap masyarakat di sekitar jalur rel. Kami juga mengapresiasi sosialisasi keselamatan yang rutin dilakukan karena mampu meningkatkan kesadaran warga untuk lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api. Kami siap mendukung upaya KAI dalam membangun budaya keselamatan karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Boy.





Melalui sinergi yang kuat antara operator, pemerintah, dan masyarakat, KAI Divre II Sumbar optimistis budaya keselamatan di perlintasan sebidang akan terus tumbuh sehingga mampu menciptakan perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal bagi seluruh pelanggan maupun masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekitar jalur kereta api. Melalui kolaborasi yang erat antara operator, pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan budaya keselamatan di perlintasan sebidang semakin mengakar sehingga mampu mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan” tutup Reza.(*)


INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh pelanggan. Melalui penyediaan berbagai fasilitas serta peningkatan kualitas pelayanan, KAI Divre II Sumbar berupaya menciptakan ruang perjalanan yang ramah bagi perempuan, anak, keluarga, lansia, serta pelanggan berkebutuhan khusus.


Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mewujudkan layanan transportasi publik yang tidak hanya mengutamakan keselamatan operasional, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan setara bagi setiap pelanggan sejak memasuki area stasiun hingga tiba di tujuan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa transportasi publik yang berkualitas harus mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Oleh karena itu, KAI terus menghadirkan layanan yang mendukung terciptanya lingkungan perjalanan yang lebih ramah, inklusif, dan berorientasi pada pelanggan.

“Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua. KAI Divre II Sumbar berkomitmen menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan, anak, keluarga, maupun pelanggan berkebutuhan khusus melalui penyediaan fasilitas, kesiapan petugas, pemanfaatan sistem digital, serta edukasi kepada masyarakat,” ujar Reza.

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan perempuan, KAI Divre II Sumbar menyediakan berbagai fasilitas, antara lain ruang laktasi dan toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan di stasiun. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan yang lebih baik selama perjalanan.

Bagi pelanggan yang bepergian bersama anak, KAI Divre II Sumbar juga menyediakan area bermain anak (playground) di stasiun tertentu sebagai ruang aktivitas yang aman dan menyenangkan selama menunggu keberangkatan kereta. Selain itu, KAI turut menghadirkan layanan perjalanan rombongan untuk kegiatan edukasi, sehingga anak-anak dapat mengenal transportasi massal sejak dini melalui pengalaman belajar secara langsung.

Layanan perjalanan rombongan edukasi dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun lembaga pendidikan dengan ketentuan minimal 20 peserta. Permohonan diajukan paling cepat 14 hari dan paling lambat 8 hari sebelum keberangkatan dengan melampirkan data rombongan, daftar peserta, jadwal perjalanan, serta memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku. Melalui program ini, KAI berharap dapat mendukung pembelajaran di luar kelas sekaligus menumbuhkan budaya menggunakan transportasi publik yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan yang inklusif, KAI Divre II Sumbar juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pelanggan berkebutuhan khusus, antara lain kursi roda, kursi prioritas di ruang tunggu, toilet khusus disabilitas, guiding block, jalur prioritas di stasiun, serta petugas yang selalu siap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan pelanggan.

Menurut Reza, kehadiran fasilitas fisik perlu didukung dengan kualitas pelayanan yang prima. Oleh sebab itu, KAI terus meningkatkan kompetensi petugas agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan sigap kepada seluruh pelanggan, khususnya kelompok prioritas.

Selain peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia, KAI juga terus mengembangkan sistem layanan digital untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses informasi perjalanan, melakukan pemesanan tiket, hingga memperoleh bantuan layanan secara cepat. Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem transportasi publik yang aman, modern, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“KAI percaya bahwa rasa aman bukan hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui budaya pelayanan yang menghormati setiap pelanggan. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi antara fasilitas, petugas, teknologi digital, dan edukasi publik agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan transportasi kereta api,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga kenyamanan, ketertiban, dan saling menghormati selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta api. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah bagi semua.

“Melalui berbagai inovasi layanan tersebut, kami berharap kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi yang andal, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat yang menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkesan bagi seluruh keluarga” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif selama masa libur sekolah 2026. Sepanjang periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026, sebanyak 205.464 pelanggan telah menggunakan layanan kereta api di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar. Jumlah tersebut meningkat 22,92 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 167.147 pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama selama masa liburan.

“Momentum libur sekolah tahun ini dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian bersama keluarga menggunakan kereta api karena dinilai aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat,” ujar Reza.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada KAI. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh insan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan kenyamanan pelanggan selama menggunakan transportasi kereta api.

Selama periode tersebut, lima stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi adalah Stasiun Padang sebanyak 56.451 pelanggan, Stasiun Pariaman 40.453 pelanggan, Stasiun Air Tawar 19.244 pelanggan, Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) 14.015 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 10.493 pelanggan.

Sementara itu, lima stasiun tujuan dengan volume kedatangan pelanggan tertinggi yaitu Stasiun Padang sebanyak 55.705 pelanggan, Stasiun Pariaman 42.644 pelanggan, Stasiun Air Tawar 17.461 pelanggan, Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) 14.946 pelanggan, serta Stasiun Naras 10.636 pelanggan.

Kinerja tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat selama masa liburan, khususnya menuju berbagai destinasi wisata, pusat aktivitas ekonomi, dan kawasan pesisir yang dilayani oleh kereta api. Kehadiran layanan kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi yang efisien, tetapi juga turut mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Salah seorang pelanggan KA Pariaman Ekspres, Rina (34), warga Kota Padang, mengaku rutin menggunakan kereta api saat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

“Perjalanannya nyaman, bersih, tepat waktu, dan anak-anak juga senang naik kereta. Selain harganya terjangkau, kami tidak perlu khawatir terjebak kemacetan sehingga liburan menjadi lebih menyenangkan,” ungkapnya.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat yang akan menggunakan kereta api agar merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga pelanggan dapat merencanakan perjalanan lebih awal tanpa khawatir kehabisan tiket.

Selain itu, KAI juga tetap menyediakan layanan go-show di loket stasiun yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan kereta, selama tiket masih tersedia.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur sekolah. KAI Divre II Sumbar akan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin aman, nyaman, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” tutup Reza.(*)

INFONEWS - Sebagai anggota DPRD Kota Padang, H Yendril terus memperhatikan daerah pemilihannya, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, Sumatera Barat.

Kali ini, melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kota Padang Yendril, Festival Alek Nagari Nan XX ke-III digelar.

Kegiatan dilaksanakan Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu, 11 Juli 2026.

Anggota DPRD Kota Padang Yendril berharap, Alek Nagari dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga," katanya.

Alek Nagari Nan XX juga diharapkan terus menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung.

"InsyaAllah, kita akan terus suport kegiatan positif dan bersifat membangun di tengah masyarakat," cakapnya.

Kegiatan itu dibuka Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021-2024 Hendri Septa, anggota DPRD Kota Padang Yendril, Ketua Umum Pelaksana kegiatan James Hellyward, unsur Forkopimca Kecamatan Lubuk Begalung, tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang dan tamu undangan lainnya. (*)

 

INFONEWS-Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, secara resmi membuka kegiatan Gathering Pendonor Apheresis bertema "Bersama untuk Kebaikan" yang diselenggarakan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang di Ballroom Hotel Santika Padang, Sabtu (11/7/2026).

Dalam sambutannya, Zulhardi Z Latif menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor apheresis yang selama ini dengan penuh keikhlasan meluangkan waktu untuk membantu sesama, bahkan tidak mengenal siang maupun malam demi memenuhi kebutuhan darah pasien.

"Atas nama Pengurus PMI Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendonor apheresis. Dedikasi Bapak dan Ibu merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang telah menyelamatkan begitu banyak nyawa," ujarnya.

Selanjutnya , Zulhardi menjelaskan bahwa donor apheresis merupakan metode donor darah modern yang lebih efisien karena hanya mengambil komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, sementara komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor melalui alat khusus.

Menurutnya, satu kali donor apheresis dapat menghasilkan trombosit setara dengan 6 hingga 10 kantong donor darah biasa, sehingga sangat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi komponen darah secara khusus.

"Komponen darah ini memiliki fungsi yang sangat vital, terutama bagi pasien demam berdarah, pasien kanker, maupun pasien lain yang membutuhkan transfusi trombosit atau plasma dalam kondisi darurat," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mengenal dan menjadi pendonor apheresis sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

"Kami mengajak masyarakat sehat, terutama generasi muda, untuk menjadi pendonor apheresis. Setiap komponen darah yang didonorkan adalah harapan hidup bagi mereka yang sedang melawan penyakit," ungkapnya.

Seterusnya, Zulhardi menambahkan, sering kali masyarakat tidak menyadari bahwa setetes komponen darah yang didonorkan telah mengeringkan ribuan air mata keluarga pasien.

"Tanpa kita sadari, darah yang kita donorkan telah menyelamatkan begitu banyak kehidupan. Berapa banyak anak yang tidak jadi kehilangan ayah atau ibunya, dan berapa banyak orang tua yang tidak jadi kehilangan anaknya. Semua itu karena kepedulian para pendonor," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhardi juga mengungkapkan komitmen PMI Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang dalam memberikan penghargaan kepada para pendonor darah yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali.

Ia menyebutkan saat ini masih terdapat 37 pendonor yang menjadi daftar penerima penghargaan umrah. Pada tahun 2026, sebanyak 17 pendonor dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Insyaallah tahun ini sebanyak 17 orang akan kami berangkatkan umrah. Tanggal 13 Juli 2026 satu orang berangkat, kemudian 10 Agustus 2026 sebanyak enam orang, dan selanjutnya 31 Agustus 2026 sebanyak sepuluh orang lagi akan diberangkatkan sebagai bentuk apresiasi PMI bersama Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir," jelasnya.

Menutup sambutannya, Zulhardi mengatakan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

"Menyumbangkan darah bukan hanya tindakan mulia untuk menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, membantu pembakaran kalori, dan menjaga kebugaran. Mari jadikan donor darah sebagai gaya hidup kemanusiaan," pungkasnya.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.